
Keesokan harinya Indah datang lagi ke cafe tempat dia melamar pekerjaan kemaren.
"Hai mbak, selamat siang"sapa Indah pada petugas kasir tersebut.
"Eh kamu?"
"Iya mbak, apa sudah hasilnya? Aku penasaran banget ini."kata Indah. Mbak kasir itu pun tersenyum
"Udah kamu keterima kerja di sini, selamat ya."ucapnya, tersenyum.
Indah tersenyum senang." Yang bener mbak? Arrrg... Alhamdulillah"ucapnya tak percaya
"Jadi, kapan aku bisa mulai kerjanya?"tanya Indah.
"Besok pagi pukul 7 kamu harus sudah ada di sini,karena cafe ini buka pukul 8 setiap hari dan 1 jam sebelum buka semua pegawai harus sudah hadir"kata mbak kasir menjelaskan pada Indah. Indah pun mengangguk paham.
"Baiklah, kalau gitu aku pergi dulu ya mbak."pamit Indah.
"Iya, ingat jangan sampai telat"teriak mbak kasir tersebut.
Indah mengacungkan jempolnya, dia sangat senang akhirnya di dapat kerjaan.
Drrrrttt... Drrrttt....
Indah merasakan ketaran dari ponselnya, Indah mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.
"Iya, baik lah. Aku akan langsung ke sana"ucapnya, Indah pun memasukkan kembali ponselnya setelah memutuskan sambungan telpon tersebut.
"Dia yang ingin kuliah, kenapa aku yang riwet sih"gerutu Indah, dia kesal pada Adiknya yang hari ini akan daftar kuliah.
Bukannya mengurus semua nya sendiri, tapi adiknya itu malah meminta bantuannya untuk menemaninya ke kampus tersebut.
Mau tak mau Indah harus mau menemani adiknya itu, kalau tidak ingin mendengar repetan Bundanya.
Banya hal yang harus Indah urus, di mulai dari nafka hingga pendaftaran adik - adiknya sekolah.
Setelah lulus SMA Indah tidak pernah lagi meminta uang belanja keluarga mereka pada sang kakak yaitu Reyhan.
Indah kasihan dengan Reyhan yang selalu bertengkar dengan istri nya. Indah anggap semua itu wajar karena, uang belanja Dini akan berkurang setiap bulannya.
Indah tidak ingin kakak iparnya itu menaruh rasa kesal atau pun benci pada keluarganya, dia tidak mau Dini menganggap keluarganya hanyalah beban bagi keluarga kecilnya.
Tak terasa Indah sudah sampai di depan gerbang, ia melihat ke kanan dan kiri, mencari keberadaan adiknya.
Indah mengeluarkan ponselnya dan menghubungi adiknya.
^^^"Kamu dimana?"tanya Indah^^^
....
__ADS_1
^^^"Baiklah, tunggu di sana"ucap Indah.^^^
Ia mematikan sambungannya, memasukkan kembali ponsel kedalam tasnya. Indah pun berjalan masuk kedalam pekarangan kampus.
Ia sangat terpana dengan suasana taman kampus yang tartata rapi dan indah. Karena keasikan melihat sekelilingnya, tanpa sadar Indah pun menabrak seseorang.
"Arrrggghhh"teriak Indah memejam kan matanya,
"Kenapa nggak sakit? Seharusnya sakit ya?" tanya Indah yang tidak merasakan apa - apa.
Dengan perlahan Indah pun membuka matanya, dia terpana melihat seseorang yang sedang menahan tubuhnya.
"Udah menghayalnya." kata orang itu ketus.
Indah pun membenarkan posisinya, ia merapikan baju dan rambutnya .
"Terima kasih..." ucapan Indah pun di potong oleh orang itu
"Kalau berjalan itu mata yang di lebarin bukan mulut!"seru orang itu sinis.
Indah melebarkan matanya tak terima dengan perkataan orang itu.
"Kau..."
"Menyabalkan!"celetuk orang itu kemudian berlalu pergi begitu saja meninggalkan Indah yang sedang kesal.
"Tampangnya doang yang cakep, akhlaknya zong"ucapnya lagi.
Indah pin meneruskan jalannya menuju ke ruangan administrasi, dimana Maya adiknya sedang menunggu.
____
Arin yang sedari tadi sibuk membersihkan runah pun ,tiba - tiba teringat dengan sebuah isi pesan yang di terimanya tadi malam.
"Siapa sebenarnya yang mengirimiku pesan seperti itu?"gumam Arin, menghentikan pekerjaannya.
"Bunda.."panggil seorang bocah berumur 7 tahun menghampiri Arin.
"Iya sayang, ada apa?"tanya Arin.
"Kakak kapan pulangnya?"tanya Reza
"Sabar dong sayang, sebentar lagi juga mereka akan pulang dan akan berbaik bersama mu"ucap Arin tersenyum saat melihat putranya itu juga tersenyum bahagia.
Dia masih belum menyangka bakalan bisa membesarkan anak kecilnya seorang diri tanpa ada campur tangan suaminya.
Ngomobg - ngomong tentang suami, bagaimana nasib suami nya sekarang. Dia pasti sudah bahagia banget dengan istri mudah nya itu.
Tak lama kemudian Indah dan Maya pun pulang dan di sambut dengan gembira oleh Reza.
__ADS_1
"Hai, jagoan kakak"sapa Indah mencium kedua pipi adik kecilnya itu.
"Aku sangat baik kakak, mana es krim Reza yang kakak janjikan itu?!"tanya Reza menagih janji gadis itu.
Indah tersenyum, kemudian ia mengeluarkan sebungkus es krim dari dalam tasnya...
"Ini es krim untuk adik kakak yang pintar.."ucap Indah, Reza sangat senang. Dia mengambil es krim tersebut kemudian membawanya ke depan tv.
Maya dan Arin yang melihat itu semua, tersenyum senang, melihat adegan tersebut.
"Bund, kak. Aku ke kamar dulu"pamit Maya..
Indah dan Arin pun mengangguk. Maya pun berlalu meninggalkan mereka, Arin pergi ke dapur dan mengambilkan Indah air minum.
"Ini minum lah! Apa kamu keterima di tempat yang kamu bilang semalam?"tanya Arin, duduk di samoing Indah.
Indah meminum air yang du bawakan oleh bundanya, setelah minum Indah meletakkan gelasnya di sampingnya.
"Alhamdulillah bun, berkat doa bunda aku keterima kerja di sana"kata Indah. Arin senang mendengarnya.
"Lalu kalau kamu kerja, siapa yang akan mengantarkan kue - kue bunda ke warung - warung?"tanya Arin yang baru teringat dengan keribetannya dalam mengantarkan dagangan nya.
"Bunda tanang aja, aku akan mengantarkan semuanya seperti biasa. Dan itu aku lakukan sekalian aku tempat kerja aku."ucap Indah tersenyum.
Arin mengusap rambut putrinya, dia tersenyum kecut. Melihat Indah, ia merasa tertampar sendiri. Dia terharu melihat bagaimana pengorbanan Indah dalam menhidupi mereka.
Arin tidak menyangka bahwa anak kecil yang selama ini, tidak mendapatkan keadilan darinya, bukannya marah atau pun dendam. Tapi Indah malah terus berusaha untuk melindunginya.
Bahkan kedua putranya yang bisa di bilang sukses pun Arin tidak bisa bergantung pada mereka. Malahan mereka menjauh darinya, Arin sadar akan beban yang di bawahnya.
Bahkan putranya yang bernama Rendi sampai saat inj dia tidak berusaha untuk mencari Arin. Arin tau kalau itu semua pasti karena ulah mantan suaminya itu.
"Bun, apa bunda udah masak?"tanya Indah membuyarkan lamunan Arin.
"Udah, apa kamu lapar?"tanya Arin yang di angguki oleh Indah.
"Kalau gitu, pergilah cuci tangan! Bunda akan menyiapkan makan siang menjelang sore ini untuk kita."kata Arin
"Apa bunda belum makan?"tanya Indah kaget.
"Belum, bunda nunggu kalian"jawab Arin.
Indah tersenyum "Bunda nggak harus melakukan itu, makanlah dulu, jangan tunggu kami, ok"ucap Indah, dan Arin pun mengangguk.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1