Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 96


__ADS_3

'' terima kasih buk bidan.. kalau tidak ada ibuk di rumah, mungkin kami tadi kebingungan sendiri..'' ucap leana berterima kasih pada sang bidan


'' sama-sama buk,, kalau ada apa-apa. panggil saya saja..'' ucap bidan tersebut.


leana mengangguk menyetujui apa yang di ucap kan sang bidan, leana mengantar kan nya sampai ke depan, dan Yuna lah yang menemani Dania di dalam kamar..


'' kemana pergi nya di Yudis ini, kenapa jam segini belum juga kembali..'' Yuna masih mengelus pipi anak Dania dengan gemas


'' aku juga tidak tau mbak, tadi hanya pamit kerja saja, aku tidak tau jam berapa ia akan kembali, mana ponsel nya di tinggal lagi..'' ucap Dania masih lemas


'' makan ini Dania, biar tenaga nya cepat pulih .''' leana membawa kan nampan yang berisi kan makanan dan minum putih


dengan telaten leana mengurus menantu nya, sedang kan Yuna sibuk sendiri dengan anak Dania, begitu menggemas kan menurut Yuna


'' jangan kau toel terus pipi nya Yuna, nanti bisa memerah karena ulah mu..'' larang leana ketika Yuna masih saja mengelus pipi bayi Dania


'' gemas ma.. anak Yuna kemarin ada segini besar nya..'' tanya Yuna menoleh ke arah leana


'' tidak ada Yuna, anak mu baru sekitar sembilan ons, tapi kalau lahiran normal, mungkin anak mu lebih besar dari anak Dania ini..'' ucap leana


'' wah.. gemes nya.. sama mami ya..nak.. jangan sama bunda..'' ujar leana lagi


'' siapa mami Yuna..'' tanya leana mengerut kan kening nya


'' Yuna ma.. Yuna tidak mau di panggil Tante atau bukde... ucap Yuna menolak panggilan itu untuk nya


'' loh.. memang kamu bukde nya, gimana sih..'' leana keheranan melihat ke arah Yuna


'' gak mau ma.. panggil mami aja ya.. sayang.. gak mau yang lain..'' ucap Yuna lagi


'' kalau bunda itu siapa lagi..'' ujar Dania menatap sang kakak ipar sedikit aneh


'' kau bunda nya, kalau anak mu memanggil mu mama, terlalu aneh, kalau mami, kau tidak ada kejam-kejam nya, kalau bunda kan kalem.. sama seperti mu yang terlihat kalem..'' ucap Yuna


'' ada-ada saja mbak Yuna ini, berarti mbak Yuna kejam dong..'' ucap Dania membuat leana menahan tawa

__ADS_1


'' gak banyak sih.. hanya sedikit saja..'' ujar Yuna terkekeh geli


'' assalamualaikum...'' salam dari luar,


membuat ketiga nya menoleh ke arah depan pintu, mereka tau siapa yang tengah memberi salam tersebut


'' waalaikumsallam... ada di kamar dis..''' ucap leana berteriak memberi tahu Yudis


'' ada apa pada di kamar Yudis semua..'' Yudis yang baru masuk keheranan melihat semua pada di dalam kamar nya


'' cepat mandi dan ber wudhu, azan kan anak mu segera..'' ujar leana menunjuk ke arah Yuna


membuat Yudis terdiam sejenak, ia terkejut mendengar perkataan sang mama barusan, ia menoleh cepat ke arah Dania yang masih terbaring lemas di atas ranjang mereka


'' wah.. anak ku sudah lahir ini..'' dengan wajah riang, Yudis menghampiri Dania,


ia menciumi seluruh wajah Dania, dengan penuh kasih sayang, ia tidak melewat kan sedikit pun Yang ada di wajah Dania,


membuat leana dan Yuna yang melihat nya jadi terkekeh geli melihat tingkah laku Yudis,


'' baik ma.. Yudis aka n segera mandi..'' dengan semangat empat lima, Yudis beranjak dari dekat Dania


sedang kan Yuna, sudah sejak tadi ia betah menunggui anak Dania yang anteng di dekat nya, ia dengan telaten mengurusi anak Dania


****


hari berlalu, Dengan Yuna selalu menemani anak Dania yang di beri nama Daren, di sela kesempatan yang ada, Yuna selalu saja membuang kan waktu walau hanya sebentar untuk menyapa anak Dania


walau hanya say hai saja, terkadang, Yuna membawa anak Dania ke kamar nya, tidur berdua dengan Daren kecil, menyisakan Dania dan Yudis di kamar berdua


seperti sore hari ini, ketika leana sudah memandi kan nya dengan bersih, Yuna lah menjadi penguasa di sore hari ini, ketika ia baru pulang dari butik


'' kak... anak Yudis mau di bawa kemana lagi sih.. aduh.. pusing nya aku punya kakak satu ini..'' omel Yudis ketika ia hendak mengangkat, namu Yuna lebih dulu mengambil alih Daren


''' apa sih dis... sama kakak juga, gak bakalan kakak bawa kabur anak kamu ini..'' ucap Yuna mendekap erat Daren

__ADS_1


'' tapi? yang kasian sama Yudis dong kak.. malam sama kakak, pagi Kakak juga, ini Yudis baru pulang kerja loh.. kak.. Yudis juga mau gendong Daren.. masa ayah nya gak boleh angkat anak nya sendiri.. Yudis juga mau, kayak kakak, selalu ada di tangis Daren...'' Yudis berdecak kesal menatap ke arah yuna


'' kamu nanti aja..'' dengan enteng nya Yuna berucap, tanpa memikir kan Yudis yang sudah kesal kepada nya


Yuna pun membawa kabur Daren kecil, ia tidak memperduli kan rengekan Yudis pada nya, sedang kan Dania leana hanya bisa geleng kepala melihat perdebatan antara adik dan kakak tersebut,


''ma.. bilangin kak Yuna nya, Yudis juga mau pegang Daren..'' rengek Yudis pada sang mama


'' biarin aja sih.. mas,, Daren nya juga anteng sama mami nya..'' ucap sania, membuat Yudis mengerang kesal pada Dania


'' biarin Yudis, biar kan kakak kamu menikmati masa mengurus daren, kakak kamu kemarin, belum sempat mengurus anak nya, maka nya Kakak kamu seperti itu..'' ucap leana membuat Yudis terdiam


'' haa.. sudah lah.. mau ngomel sampai besok pun percuma..'' Yudis keluar dari dalam kamar, meninggal kan Dania bersama leana


Yudis mengintip ke dalam kamar Yuna, ternyata, Yuna sedang mengajak anak nya berbicara, membuat Yudis tertawa geli sendiri


anak baru lahir, di ajak bicara, jangan kan menjawab, melihat saja pun belum bisa, Yudis pun masuk ke dalam kamar Yuna,


seketika Yuna menoleh ke arah Yudis yang berjalan ke arah nya, Yuna tak ambil pusing dengan sang adik, ia terus saja mengajak Daren kecil berbicara pada nya


'' kak... mana bisa sih.. di ajak ngomong.. dia nya belum ngerti tau..'' Yudis terkekeh kecil melihat Yuna hanya menatap nya sinis


'' apa sih... ganggu aja.. sana kamu..'' usir Yuna pada Yudis


'' aku juga mau bermain dengan daren lah.. masak kakak aja..'' ujar Yudis naik ke atas ranjang Yuna


mereka berdua pun akhir nya menjaga Daren bersama, terkadang mereka sudah kelimpungan melihat Daren menangis lepas, terkadan mereka tersenyum, ketika Daren kecil, kada di kala tidur, mau tersenyum sendiri, menangis tanpa sebab


'' ma.. buat kan susu..'' pinta Yuna


'' jangan Yuna, lebih baik asi saja, sana berikan pada Dania, jangan kau dekap terus Daren nya, kasian nanti dehidrasi..'' ujar leana membuat Yuna sejenak menatap sang mama


'' iya ma...'' Yuna menuruti perkataan leana


...****************...

__ADS_1


__ADS_2