
Hari berlalu begitu cepat, kini dua bulan mereka menetap di kota E, namun gangguan terus saja menyerang mereka, entah sampai kapan kaila berhenti mengganggu mereka
secara diam-diam atau pun secara terang-terangan, sehingga membuat ata geram setengah mati melihat kaila
seperti pagi ini, entah apa motif nya, ia berkunjung ke rumah leana, di saat Yuna sedang berjemur di pagi hari di teras rumah mereka
'' hai... pelakor... aku kira kau sudah mati,, ternyata yang di atas masih memperpanjang Umur mu ya.. hebat juga kamu ya..'' ujar kaila sambil tersenyum sinis memandang ke arah Yuna
'' siapa yang pelakor sebenar nya di sini, aku semakin tak mengerti .'' ujar Yuna geleng kepala
kaila mengambil kesempatan ketika ata tidak ada di dekat Yuna, entah kemana pergi nya ata, yang penting ini adalah kesempatan kaila untuk mengecoh Yuna
'' siapa lagi kalau bukan diri mu,, mengambil calon suami orang dengan sengaja..'' ujar kaila sambil tersenyum jahat ke arah Yuna
'' aku...hehh... dari mana jalan nya, sedang kan posisi ku saat ini adalah istri sah ata, dari mana aku lah pelakor nya..'' ujar Yuna terkekeh kecil mendengar kaila menyebut nya sebagai pelakor
'' kau dengan sengaja kan,, merebut nya dari ku,, kau mau membuat ata jatuh ke tangan mu dan menguras semua harta ata kan,, sudah lah,, topeng mu sudah terbongkar..'' ujar kaila tanpa rasa malu sedikit pun
'' aku,, merebut ata dari mu, yang benar saja,'' ucap Yuna terkekeh kecil'' dari mana jalan nya. sedang kan ata yang datang sendiri kepada ku..'' ujar Yuna menatap ke arah kaila dengan sinis
membuat kaila mengepal kan kedua tangan nya, geram nya sudah di ubun-ubun, kaila melangkah ke arah Yuna, ia mendekat ke arah yuna, ia mengambil ancang-ancang untuk mencelakai Yuna, namun sayang, ata tiba-tiba saja muncul dari dalam rumah
'' apa yang ingin kau lakukan kepada istri ku,, sedikit saja tangan mu itu menyentuh tubuh istri ku, aku yang akan langsung menghukum mu..'' ucap ata menuding wajah kaila
'' aku hanya ingin membantu nya berdiri... tidak ada maksud lain..'' ujar kaila sedikit gugup, sedang kan Yuna hanya tersenyum mengejek ke arah kaila
''' apa kau hendak berdiri sayang..'' tanya ata langsung kepada Yuna
'' tidak mas,, aku hanya duduk tenang sedari tadi di sini, namun sayang, ada nenek sihir yang tengah mengganggu ku..'' ujar Yuna menatap jengah ke arah kaila
__ADS_1
'' kau mau membohongi ku kaila,, apa lagi yang kau mau di sini, semua seluruh rumah ku kau kuasai, dan kini kau mau mencari maut mu di sini..'' ujar ata sedikit kesal kepada kaila
'' Bu..ka.n.. begitu ata..'' jawab kaila sedikit gugup
'' bukan begitu bagai mana,, kau ingin mencelakai ku tadi kan, kau ingin menjatuh kan ku dari duduk ku kan..'' todong Yuna cepat,
membuat ata membulat kan mata nya ke arah kaila, sejak awal memang ata sudah tidak menyukai kaila, namun sang mama selalu memaksa nya setiap saat
'' kau ya.. sudah membuat kesabaran ku habis..'' ujar ata, cepat kau pergi dari hadapan ku, atau kau tau sendiri akibat nya..'' ata sudah geram melihat kelakuan kaila
ata berjalan cepat ke arah rumah mereka, tanpa mengucap kan salam, ia masuk begitu saja, tanpa menghirau kan sapaan sang papa yang duduk di ruang tamu
'' kamu kenapa ata..'' tanya mama ata yang mengikuti nya sejak ata masuk
'' di mana semua barang wanita sialan itu, aku tidak ingin melihat nya ada di rumah Yuna ini,..'' ucap ata menatap tajam ke arah mama ata
'' apa-apaan kamu ini ata, kau ingin mengusir kaila dan anak mu sendiri..'' ujar mama ata melotot tak percaya atas apa yang di dengar nya
'' kau membentak mama ata..'' tanya mama ata menatap ata dengan ekspresi wajah shok
'' ya.. karena ata sudah bosan dengan tuduhan mama yang tidak pernah sama sekali ata perbuat, dan ata tidak pernah melakukan hal yang merugikan diri ku dan memalukan keluarga besar kita..'' ujar ata Tegas
'' tapi kenapa kaila mengaku bahwa Niko itu adalah anak mu..'' ujar mama ata lagi
'' siapa lagi Niko ini,, jangan membuat ata semakin murka..'' ujar ata
ata pun bergegas masuk ke dalam kamar tamu, karena menurut nya, hanya kamar itu lah yang kosong saat ini
dugaan ata benar, karena semua perlengkapan kaila berada di dalam nya, dengan cepat ata mengeluar kan semua isi dalam lemari milik kaila,
__ADS_1
semua pakaian kaila berhamburan tak beraturan di lantai, tidak ada yang tersisa sedikit pun di buat oleh ata, sampai sang mama pun kewalahan menghadapi ata yang sudah mengamuk
sedang kan papa ata yang melihat itu, hanya tersenyum saja, ia tak melarang ata sama sekali, dan tak juga membantu sang istri untuk melerai ata berbuat
'' Tante... tolong kaila Tante..'' ujar kaila yang melihat semua baju nya sudah teronggok di lantai dengan kasar nya
'' maaf kan Tante kaila,, Tante tidak bisa membantu mu kali ini, Tante takut bila ata sudah mengamuk seperti ini..'' ujar mama ata yang melihat ata sudah murka
ata mendorong semua yang berada di ambang pintu keluar dari kamar tamu, setelah itu, ata pun mulai mengeluar kan dengan kasar pakaian kaila dan juga milik anak nya
setelah memasti kan semua nya sudah berada di luar, ata pun mengunci pintu kama r tersebut dan mengantongi kunci nya
'' keluar sekarang dari rumah istri ku, kau tidak berhak untuk tinggal di rumah istri ku..'' ujar ata dengan suara lantang
ata pun menghambur kan pakaian kaila ke terah rumah, tanpa merasa malu dan sebagai macam nya, ia tutup telinga atas cibiran tetangga pada nya yang tengah murka
'' aku cukup bersabar menghadapi mu, tapi tidak dengan menyakiti istri ku.. camkan itu..'' ujar ata
'' tolong beri aku status ata, agar aku bisa tinggal di sini..'' pinta kaila tanpa rasa malu sedikit pun
'' jangan harap...? karena aku tidak Sudi memiliki istri seperti mu..'' ujar ata menoleh menatap ke arah kaila
'' tapi ada anak di antara kita ata..'' ujar kaila masih mencoba meroboh kan benteng musuh
''' kau yakin sekali? bahwa anak yang kau bawa itu adalah anak ku..?'' ujar ata terkekeh kecil
berketepat dengan ucapan ata, datang lah seseorang ke hadapan ata, membuat senyum ata mengambang sempurna di hadapan mama dan papa nya
'' ini pak bos... yang anda minta..''
__ADS_1
...****************...