Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 123


__ADS_3

'' waalaikum salam..'' ujar leana dari dalam rumah


begitu pintu terbuka, bertapa senang nya leana melihat cucu perempuan nya sedang lompat-lompat kenarah nya


'' ya..ampun, kapan kalian sampai,, kemari kok? gak bilang-bilang sih..'' ujar leana mencoba mengangkat tubuh Davina yang sudah mulai tumbuh besar


'' kejutan untuk Oma dong..'' ujar Davina dengan suara centil nya


'' wah.. Oma benar-benar terkejut dengan kehadiran Davina... mama sama papa.. ada di mana..'' ujar leana celingukan


'' ada di mobil, mama lagi sakit Oma..'' adu Davina pada leana


'' mama sakit apa sayang..'' ujar leana seketika panik,


leana masih menggendong Davina, ia berjalan ke arah mobil yang terparkir di halaman rumah nya


'' Oma.. turun.. vina berat..'' pinta Davina


'' oh.. baik lah,, kalau itu mau cucu cantik Oma..'' ucap leana seraya tersenyum ke arah Davina


'' Yuna kenapa ata..'' tanya leana ketika ia menghampiri ata dan Yuna yang sedang jongkok di trotoar jalan depan rumah


'' masuk angin kayak nya sih.. mi..'' ujar ata menoleh ke arah sang mama mertua


'' udah ayo masuk,, biar mama buat kan air hangat, dan di baluri minyak angin..'' ujar leana membantu ata membawa Yuna masuk ke dalam rumah nya


yuna pun di duduk kan di sofa ruang tamu, di mana kini leana beranjak ke arah dapur untuk membuat kan air hangat dan juga mengambil kan minyak angin di kamar nya


'' sudah berapa hari seperti ini..'' tanya leana menatap ke arah ata


'' sudah satu Minggu lebih mi..'' saut ata cepat


'' kenapa gak di bawa berobat ke rumah sakit aja..'' tanya Yuna mencoba menyikap baju Yuna, agar tangan nya lebih mudah membaluri perut dan juga belakang nya

__ADS_1


'' mau nya sih.. gitu mi,, tapi Yuna nya payah bener,,, selalu nolak kalau di ajak berobat mi..'' adu ata sambil menghela nafas panjang


'' iss.. kebiasaan,, dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah kamu Yuna,, kalau kamu sakit begini, kan Davina yang kasian,, kamu kok? gak mikirin Davina gitu sih..'' omel leana panjang kali lebar kepada Yuna


'' males minum obat nya ma..'' rengek Yuna seperti anak kecil


'' kalau gak mau minum obat, ya.. minta di jarum aja..'' ucap leana sedikit kesal kepada Yuna


'' Yuna gak mau ma..'' ucap Yuna lagi dengan nada manja


'' kamu itu,, kalau gak mau di jarum dan minum obat, maka nya jangan sakit..'' omel leana lagi berdecak kesal kepada Yuna


'' kalau bisa minta gitu,, Yuna juga mau nya gak sakit-sakitan ma..'' ucap Yuna apa ada nya


selesai membaluri Yuna, leana pun beranjak ke arah dapur, untuk mengambil makanan Yuna, sedang kan Davina terlihat anteng di depan televisi,


'' sudah selesai,, pakai lagi baju mu,, mama mau mengambil kan makan,, pasti kamu belum makan kan..'' tebak leana benar apa ada nya


'' iya.. ma, Yuna belum makan,, tadi di suruh sarapan, malah di keluarin lagi isi nya..'' ucap ata mengadu pada mama mertu nya


ia pun mengisi piring yang ia ambil dan tak lupa juga dengan lauk serta ikan nya, selesai semua, leana pun mengambil minum putih untuk Yuna


'' ini makan nya,, jangan di sisah kan,, kalau bisa habis kan semua nya..'' ujar mama leana menyerah kan Nasih sepiring penuh ke hadapan Yuna


'' mama habis Yuna ini ma,, ini banyak sekali ma..'' ujar Yuna menatap tak percaya ke arah piring yang kini ia pegang


'' sini mama suapin ., biar habis nya banyak,,?'' ucap leana mendekat ke arah Yuna yang tengah berbaring di sofa


dengan sabar, leana mengurus Yuna, ata yang melihat nya, begitu beruntung dapat mertua yang perhatian dengan diri nya dan juga istri dan anak nya, tak seperti mertua lain nya


selesai makan, leana memberikan minum kepada Yuna, dan membawa piring kotor tersebut ke belakang untuk di cuci


'' assalamualaikum...'' teriak seseorang dari ambang pintu, membuat siapa saja yang di ruang tamu terjingkat kaget dengan teriakan tersebut

__ADS_1


'' waalaikumsallam... siapa sih.. tamu siang hari gini..'' gerutu leana sedikit kesal


'' biar ata saja yang membuka kan pintu nya mi..'' ujar ata berdiri dari duduk nya, ia tak Setega itu melihat mertua nya sedari tadi tidak ada berhenti nya berjalan


leana hanya tersenyum dengan permintaan sang menantu, ia bersyukur, mendapat kan menantu yang sangat pengertian kepada diri nya


'' ternyata benar dugaan mama, kau pulang tanpa mengabari aku ibu kandung mu sendiri..'' semprot mama ata begitu pintu terbuka oleh ata


'' apa sih ma,, lagian mama kenapa masih di sini, kenapa tidak pulang saja ke kota asal mama..'' ujar ata sedikit kesal melihat sang mama yang mengomel pada nya ketika pintu rumah terbuka


'' jangan bicara asal kamu ata,, kamu mau mengusir mama haa..'' ujar mama ata menatap ata dengan mata melotot


''' kalau itu bisa membuat hidup ku dan keluarga ku tenang.. apa salah nya..'' saut ata enteng sambil bersedekap tangan di dada


'' kamu ya...'' ujar mama ata sedikit kesal dan menahan emosi


'' apa lagi yang mama mau dari ata,, bukan kah ata sudah pergi jauh dari kehidupan mama,, kenapa mama selalu saja mengusik kehidupan ata dan Yuna..'' ujar ata sambil menghela nafas berat


'' kamu harus menikahi kaila,, karena kaila telah melahir kan anak mu juga..'' ucap mama ata membuat ata menatap tak percaya ke arah sang mama mertua


'' mama ini bicara apa sih... dari mana ata menghamili kaila,, sedang kan ata menikah nya dengan Yuna ma..'' ujar ata cepat


'' nyata nya, kau memiliki anak sebelum kau memilih menikah dengan Yuna..'' ujar mama ata membuat ata tak percaya atas apa yang di ucap kan sang mama pada nya


'' mama jangan menuduh ku yang bukan-bukan ma,, ata tak pernah melakukan hal yang membuat ata rugi,, dan ata tak pernah menyentuh perempuan mana pun selain istri ata sendiri,, mama jangan mengada-ada..'' ujar ata kesal kepada sang mama


'' sudah lah ata, bukan kah sebelum kau menikah dengan Yuna, kau dan kaila sering jalan bersama..'' ujar mama ata menuding ata


'' mama ini kenapa sih,, kalau pun itu anak ata,, mungkin sudah jauh-jauh hari kaila meminta pertanggung jawaban ata ma, kenapa baru sekarang, setelah ata menikah dengan Yuna sudah tujuh tahun ma,, tujuh tahun itu bukan waktu yang lama ma..'' ucap ata, tak habis pikir dengan ucapan sang mama yang tak masuk di akal ata


'' tapi itu kenyataan nya ata.. lihat lah, sekarang kalian dan anak nya berada di rumah mu..'' ujar mama ata


'' mama membawa mereka tinggal di rumah Yuna ma..'' ujar ata menatap kesal ke arah sang mama yang sesuka hati berbuat

__ADS_1


...****************...


__ADS_2