Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 106


__ADS_3

'' maaf kan Yuda ma, karena terlambat menyuruh seseorang untuk menyambut mama dan yang lain nya, anak sambung ku masuk rumah sakit, terpaksa aku menemani Rena di rumah sakit..'' ucap Yuda sambil memeluk sang mama dengan erat nya


'' mama hanya takut saja tidak bisa bertemu dengan mu lagi..'' ujar leana sambil tersendu


melihat itu, dan mendengar penjelasan Yuda barusan, membuat Yuna ikut turun dari mobil begitu juga dengan yang lain nya,


jangan lupa kan ata yang selalu siap siaga kemana saja Yuna melangkah, sedang kan Dania masih sibuk dengan Daren yang ada bersama nya


'' ayo masuk ke dalam, pasti kalian semua lelah..'' ucap Yuda mengajak para adik nya untuk masuk ke dalam rumah megah milik Rena


mereka semua berjalan beriringan masuk ke dalam rumah, dengan Yuda memerintah kan art nya untuk menyediakan tempat tidur dan makanan untuk para tamu nya


'' ayo makan, kalian pasti lapar kan..'' ajak Yuda ke arah ruang makan


'' megah juga rumah nya Yang,, hampir imbang punya orang tua kamu..'' celetuk Yuna kepada ata


'' rumah sebesar ini gak ada enak nya, sunyi pasti nya, gak ada teman..'' kata ata, karena sudah merasa kan bagai mana menjadi penghuni rumah megah dan mewah


'' masak sih mas..'' tanya Yuna penasaran


karena Yuna pernah juga tinggal di rumah megah, sebelum keluarga nya bangkrut, Yuna merasa tidak nyaman dengan suasana rumah nya yang begitu berisik,


selalu saja ada keributan di rumah nya, ketika ia baru menampak kan diri di rumah megah tersebut, dan ada saja kejadian yang membuat Yuna merasa asing di rumah sendiri


'' iya.. mungkin karena mas.. cuma hidup sendiri kali ya..'' ujar ata, ia pun duduk di dekat Yuna,


'' jangan sungkan, anggap lah rumah ini rumah sendiri,..'' ucap Yuda menyuruh semua nya makan bersama dengan nya


'' jadi bagai mana ke adaan anak sambung mu saat ini Yuda..'' tanya leana ketika mereka semua sudah selesai makan


'' sudah membaik ma, mungkin besok sudah boleh kembali dari rumah sakit..'' ujar Yuda


'' syukur lah.. kalau begitu, kami ingin menjenguk, tidak tau ada di mana rumah sakit nya..'' ujar leana menatap ke arah Yuda


'' tidak usah ma, lebih baik, mama di rumah saja, biar Yuda yang akan kembali lagi menemani Rena di rumah sakit, takut nya lili akan menangis jika tidak menemukan ku ada di samping nya..'' ujar Yuda membuat leana mengerut kan dahi nya


'' kenapa harus begitu bang..'' celetuk Yudis pada Yuda yang kini menuang kan air putih ke dalam gelas, lalu ia tenggak sampai tandas tidak ada yang tersisa walau pun hanya setetes

__ADS_1


'' karena selama ini, aku lah yang mengasuh nya, suami Rena meninggal dua tahun lalu, jadi lili mengganggap aku sebagai ayah nya, aku tidak tega melihat nya terus menangisi ku setiap aku bertemu dengan nya..'' ujar Yuda memandang Yudis yang duduk diam sambil memegang Daren


'' itu keponakan ku kah..'' tanya yuda begitu antusias ketika baru menyadari ada nya Daren dalam pangkuan Yudis


'' iya.. bang,, sedang tidur..'' ucap Yudis membuka sedikit kapitan tangan nya pada Daren


'' ah.. aku jadi seperti Abang yang begitu kejam, sampai tak tau sudah ada keluarga baru di keluarga kita..'' ujar Yuda bangkit dari duduk nya dan mendekat ke arah Yudis


'' jadi Abang juga tak tau kah, kalau kak Yuna sudah memiliki suami baru..'' ujar Yudis keheranan


'' oh...ya.., kenapa, kemarin, di saat aku berkunjung ke sana tidak ada yang memberitahu kan ku..'' ujar Yuda menatap leana meminta penjelasan dari sang mama


'' mama lupa Yuda, pikiran mama saat itu tengah terharu, bisa bertemu dengan mu lagi, jadi mama lupa akan hal itu, lagian kau masa itu tengah terburu-buru pergi .'' ujar leana tak mau di salah kan...sama sekali


'' perkenal kan bang, ini bang ata, suami nya kan Yuna..'' ujar Yudis membuka suara


Yuda menatap ke arah Yuna dan ata secara bergantian, namun ia pun menyambut uluran tangan dari ata


'' aku seperti mengenal diri mu..'' celetuk Yuda


'' 0h.. aku ingat sekarang..'' ujar Yuda


mereka semua pun melanjut kan perbincangan mereka sampai larut malam dan pergi tidur ketika semua mata tidak tahan lagi bergadang, dengan Yuda pergi lagi menemani Rena di rumah sakit


****


pagi ini, di mana semua acara yang akan di selenggarakan begitu megah nya, sampai banyak kalangan pembisnis yang berdatangan, dan tamu penting lain nya, tak jarang pula para tamu tidak mengenali ata, sang pewaris tunggal di keluarga Bramasta Adi jaya


'' wah.. meriah sekali ya.. mas..'' celetuk Dania melihat dekorasi yang sudah sangat sempurna


'' kenapa, kamu iri..'' tanya Yudis menatap ke arah Dania


'' enggak sih, cuma Dania masih. bingung, apa mereka tidak lelah, berganti baju sampai berulang kali..'' saut Dania mempeehati kan Yuda yang duduk di atas pelaminan


membuat Yudis terkekeh atas pertanyaan polos sang istri, membuat Yudis tersenyum simpul saja di keramaian para tamu


'' mama jangan kemana-mana nanti ilang..'' celetuk Yuna ketika leana hendak berdiri

__ADS_1


'' ilang kemana, mama mau ke toilet Yuna, apa kamu mau, mama pipis di sini..'' uajar leana sedikit menguat kan volume suara Yudis


'' jangan dong ma, entar kita di ketawain sama para tamu yang berdatangan..'' saut Yuna cepat


Leana pun meninggal kan keramaian yang ada, kini ata menaut kan jemari nya kepada Yuna, dan membisik kan sesuatu pada yuna


'' kenapa kau tidak terlalu akrab dengan bang Yuda..'' tanya ata penasaran


'' sedari dulu pun, aku tidak terlalu dekat dengan bang Yuda..'' celetuk Yuna


acara akad pun di mulai, semua orang memandang serius ke.arah Yuda yang mengucap kan ikan Kobul dengan lancar,


di sambung dengan doa, dan selanjut nya dengan acara yang memang di sedia kan oleh Rena dan Yuda saat ini


'' kamu kenapa yang..'' tanya ata menatap Yuna sedikit kurang bersemangat


'' entah lah.. kepala ku sedikit pusing, padahal aku tadi sudah sarapan pagi begitu banyak nya..'' ujar Yuna sambil memegangi kepala nya yang sedikit berat dan pusing


'' kenapa bang..'' tanya Yudis dari belakang ata


'' gak tau, Kakak mu pusing kata nya..'' ujar ata menunjuk ke arah Yuna


'' tapi...


perkataan Yudis terputus ketika melihat Yuna yang jatuh ambruk di samping ata, membuat semua yang ada di dekat Yuna menjadi panik, begitu pula dengan ata


'' Yang, kamu kenapa..'' ata menggoyah kan lengan Yuna pelan


sedang kan Yudis yang berada di belakang nya begitu panik, ketika melihat Yuna pingsan di hadapan nya


'' bawa ke rumah sakit aja bang..'' pinta Yudis pada ata


'' iya.. tunggu sebentar..'' ujar ata. sendiri dari duduk nya bersiap mengangkat Yuna


'' bawa ke rumah sakit terdekat, biar supir pribadi Abang yang akan mengantar kan kalian..'' ujar Yuda menyuruh ata


...****************...

__ADS_1


__ADS_2