
Author POV
Ardan mengajak nindy dan juga arya yang berada dalam gendongannya untuk masuk ke dalam istananya. Setelah mengetuk pintu rumahnya tadi, dan sang pelayan rumah tangga yang membukakan pintunya menyuruh mereka untuk langsung ke ruang makan. Karena mereka sudah di tunggu oleh keluarga Ardan disana.
Nindy menggigiti bibirnya gugup, tanpa sadar Nindy menarik lengan Ardan dan menghentikan langkah mereka yang hampir sampai di ruang makan. Ardan yang menyadari kegugupan Nindy berusaha menenangkan nya dengan mengusap lembut kepala nindy yang ditutupi dengan kerudung berwarna merah muda. Ardan menundukkan kepala untuk melihat wajah Nindy yang kini sedang menatapnya gugup.
"Kamu nggak perlu takut Dy, mereka tidak akan menyakiti kamu. It's Ok Dy. Kamu coba tarik nafas kamu terus buang pelan-pelan dari mulut kamu. Rileks..!"
Nindy mengikuti ucapan ardan dan setelah beberapa saat akhirnya dia bisa sedikit tenang. Ardan yang melihat Nindy sudah tidak terlalu gugup kini dengan berani menggenggam tangan Nindy erat.
Nindy melihat ke arah Ardan yang kini sedang tersenyum manis padanya, nindy membalas menggenggam tangan ardan dan tersenyum padanya.
"Makasih mas sudah mau sabar menungguku." Ardan melihat tatapan Nindy yang tulus berterima kasih padanya membuat Ardan semakin melebarkan senyumnya. Dengan perasaan yang mantap Ardan membawa Arya dan Nindy untuk di kenalkan nya kepada seluruh keluarganya.
Ketika memasuki sebuah ruangan dan banyak kursi yang mengitari meja makan yang cukup besar, Nindy melihat keluarga Ardan yang kini sedang berbincang-bincang santai sambil menunggu kedatangan nya.
"Assalamualaikum.." Nindy mengucapkan salam kepada semua orang yang ada di ruang makan.
Mereka yang sedang bersenda gurau serempak menoleh ke arah perempuan berkerudung merah muda yang berdiri di sebelah ardan yang sedang tersenyum sambil menggendong anak kecil. Ara yang menyadari kedatangan Nindy langsung berdiri menyambutnya. Mereka saling berpelukan dan saling bertanya kabar.
Sementara kedua orang tua nindy langsung menyambut kedatangan Arya yang sedang di gendong Ardan. Mama Ardan sampai bangun dan mengambil alih arya dalam gendongan Ardan.
"Wa'alaikumsalam salam. Ya ampun kamu ganteng sekali Arya. aduh nenek sampai pangling, ternyata kamu lebih ganteng dari pada di foto. Sini sayang, nenek pengin peluk kamu."
"Gantian dong ma. Papa juga pengin gendong Arya."
"Entar dulu apa pah..! Belum juga semenit aku gendong Arya. " Para orang tua saling berebut untuk menggendong anak nindy, bahkan mereka sampai melupakan nindy yang seharusnya mereka sambut.
Nindy tersenyum melihat orang tua Ardan menerima Arya dengan baik. Ara yang melihat kelakuan Mama papa nya hanya bisa geleng-geleng kepala. Ardan sendiri sampai bengong melihat kelakuan orang tuanya. Ardan berdehem untuk mengingatkan bahwa ada seseorang yang harus mereka temui selain Arya.
"Ehm..ehm..Hallo ma ,,pah. Ini calon mantu nya malah di anggurin gimana sih? kok kalian malah sibuk sama calon cucu kalian sendiri. Hadeuhhhh susah emang kalau udah ngelihat yang imut-imut, yang cantik kaya gitu malah di lupain." Ardan sengaja menyindir orang tuanya yang sibuk berebut untuk menggendong Arya sampai lupa dengan siapa yang sebenarnya harus mereka temui.
Orang tua Ardan yang sadar telah mengabaikan Nindy langsung berhenti rebutan Arya. Mereka langsung menghampiri Nindy yang kini sedang berdiri di samping Ara dan juga Ardan.
__ADS_1
"Aduh maaf yah sayang. Kami sampai lupa sama kamu. maklum Mama kalau nglihat anak kecil modelan kaya anak kamu suka lupa sama yang lain, habis Arya gemesin banget deh. Biasanya kan anak sekecil ini kalau sama orang baru suka nggak mau di gendong orang,kkkkk. Sini sini Mama pengin peluk kamu."
Nindy melihat ke arah Ardan yang kini sedang mengangguk dan tersenyum kepadanya. Dengan gugup Nindy menyambut pelukan dari orang tua Ardan. sedangkan Mama Ardan yang baru pertama kali melihat Nindy langsung menyukainya. Dilihat dari cara berbicara dan busana yang Nindy kenakan membuat Mama Ardan langsung setuju dan mengacungkan jempol nya kepada Ardan.
Ardan yang melihat mamanya seperti itu langsung tersenyum pongah.
"Di bilang juga apa, Mama pasti akan langsung suka kalau bertemu dengan Nindy." mereka yang mendengar ucapan Ardan langsung tersenyum dan mengangguk membenarkan. Siapapun yang melihat Nindy pasti akan menyukainya.
"Iya iya... nggak usah sombong gitu Napa ngomongnya. Syukur-syukur nindy mau sama bujang lapuk kayak kamu. "
Mereka semua ikut tertawa mendengar Tari membuly anaknya sendiri. sedangkan Nindy yang melihat suasana yang hangat di keluarga ini langsung tersenyum bahagia.
"Mah...jangan bilang seperti itu dong. Malu aku mah ada Nindy disini." Ardan merengek pada mamanya , sedangkan Tariberlagak tidak mendengar ucapan anaknya. Dan malah mengajak nindy dan juga arya untuk duduk di kursi di sebelahnya. Bahkan Tari sampai memangku Arya di atas pangkuannya. Tari mengajak ngobrol nindy dan bertanya tentang keadaan nya pasca sakit kemarin. Tari juga minta maaf waktu kemarin nindy sakit tidak menjenguknya.
"Nggak apa-apa Tante. Alhamdulillah sekarang nindy juga sudah sehat kembali. Ini semua juga berkat mas Ardan yang tidak pernah cape ikut mengurusi nindy di rumah sakit." Nindy tersenyum lembut kepada tari, sedangkan Radit ayah Ardan yang mendengar Nindy memuji anaknya ikut tersenyum bangga. Ternyata selama ini anaknya sudah berubah menjadi lebih perduli dengan perempuan.
"Kamu tau nak Nindy..? Dulu Om mengira kalau Ardan itu nggak suka sama perempuan. hahahaha..!"
Nindy langsung mengerutkan kening bingung mendengar tentang persepsi Ardan dari papa Radit. Sedangkan Ardan hanya bisa menghela nafas karena merasa sedang di jelek-jelek kan oleh orang tuanya di depan nindy. Ardan Hanya pasrah semoga Nindy tetap mau menerima nya.
"Iya soalnya Ardan dulu kalau di kenalin sama perempuan pasti dia nggak pernah mau, bahkan malah menolaknya. Terus dia kan kemana-mana sama doni ituloh sekertaris setianya itu. Jadi Om kira Ardan sama doni itu pacaran. hahaha"
"Pah.....!" Ardan memijit pelipisnya yang tiba-tiba pusing. Nindy yang melihat Ardan seperti itu malah tersenyum kecil, Ardan melihat ke arah Nindy yang kini sedang tersenyum melihatnya.
"Tapi setelah bertemu dengan kamu, sekarang Om baru sadar ternyata anak Om emang seorang lelaki tulen, dan Om sangat berterima kasih karena kamu mau menerima anak Om yang udah tua ini. hahaha."
Sepertinya papa Radit itu orangnya humoris dari tadi dia sangat senang sekali tertawa dan ramah juga. sedangkan Mama tari sekarang sedang sibuk menyuapi arya dengan bubur yang khusus di buatkan oleh koki untuk menyambut Arya di rumah nya. Dan Arya sangat menyukainya, bahkan dia sampai melupakan nindy di sebelahnya.
Arya sibuk berceloteh dengan Mama tari, dia bahkan membuat semua atensi orang yang ada di ruangan itu menatapnya. Ternyata arya ada bakat buat menarik perhatian orang.
Ardan yang duduk di sebelah Nindy sampai ikut tersenyum menatap orang tuanya yang begitu menyukai Arya.
Sreettt
__ADS_1
Ardan menarik tangan Nindy yang ada di bawah meja makan dan menggenggam nya erat. Nindy menoleh ke arah Ardan yang kini sedang menatapnya dengan pandangan memuja.
"Terima kasih buat semuanya mas. Semoga kamu adalah orang yang benar-benar di kirim oleh Allah untuk menemaniku seumur hidup ku mas." Ucap nindy pelan sambil menatap Ardan.
"Aamiin. Semoga kamu juga adalah wanita yang dikirim oleh Allah untuk melengkapi hidupku."
Ara yang melihat Ardan dan juga Nindy yang sedang slaing menatap ikut bahagia melihat adiknya akhirnya bisa menemukan belahan jiwanya. Ara bersyukur Ardan bisa menemuka wanita Sholehah seperti nindy.
Semoga kalian akan selalu diberikan kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan untuk kamu nindy,,aku berharap semoga kamu bisa menerima kekurangan Ardan.
Ara berdoa dalam hati sambil melihat kearah pasangan baru yang ada didepannya.
Pertemuan pertama Nindy dengan keluarga Ardan hari ini menghasilkan kabar gembira buat hubungan mereka, orang tua Ardan meminta mereka untuk segera melangsungkan pernikahan mereka secepatnya.
Mama tari memberikan cincin pernikahan nya kepada Nindy, dan di terima Nindy dengan mata berkaca-kaca. Mama tari memeluk calon menantunya itu sambil membisikkan ucapan terima kasih karena sudah mau menerima anaknya sebagai calon suaminya.
"Terima kasih sayang,karena kamu sudah mau menerima ardan sebagai calon suami kamu. Semoga kamu bisa menerima kekurangan Ardan dan juga bisa memaafkan semua kesalahan ardan nanti."
"Say yang harus nya berterima kasih kepada keluarga Tante. karena sudah mau menerima kekurangan nindy ini, banyak sekali kekurangan nindy tapi kalian masih bisaenweima nindy dengan ikhlas. Bahkan Nindy tidak pernah berfikir masa Ardan akan mau menerima nindy yang sudah janda ini..hiks.."
"Hei...Kamu nggak usah merasa minder begitu. Tante tahu kalau kamu itu orangnya baik, bahkan Tante sangat menyukai kamu. Bahkan Tante menyesal baru bertemu kamu hari ini, kenapa tidak dari dulu kita bertemu pasti kamu akan bahagia dan tidak mengalami kejadian yang tidak menyenangkan selama ini. Tante sangat menyayangi kamu nin, semoga kamu dan Ardan bahagia yah sayang." Nindy mengangguk dalam dekapan hangat sang calon mertua.
Ardan yang meliaht Nindy yang kini dalam dekapan mamanya ikut mendekati mereka, dan ikut memeluk Mama dan Nindy.
"Ishh...awas kamu. Belum sah yah kamu, jangan ngambil kesempatan dalam kesempitan kamu yah. hush hush..." Mama tari mengusir anaknya yang kini sedang berusaha memeluk nindy. Sedangkan Nindy hanya bisa tersenyum kecil melihat kelakuan calon mertuanya itu.
"Mama kayaknya suka banget nglihat anaknya tersiksa deh. Sayang~~~ tolong calon suamimu ini..." Ardan merengek kepada Nindy yang kini sedang cekikikan melihat Ardan yang merajuk padanya.
Ardan.....Kamu adalah lelaki yang baik. Semoga kamu tidak menyesal telah memilihku sebagai pasangan hidup mu. ( Nindy )
Nindy.....Aku sangat beruntung bisa di pertemukan dengan wnaita seperti kamu. Kamu adalah wanita yang sangat kuat dan sabar, semoga kamu bisa bahagia hidup denganku. Aamiin. ( Ardan )
**TBC
__ADS_1
Tinggal beberapa chapter lagi menuju END yah teman-teman. Dan semoga kalian masih setia menunggu cerita ini.
Salam cinta dari Nindy dan Arya ❤❤❤❤❤❤❤😍😍😍**