Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 87


__ADS_3

'' kau tidak perna setia dengan ku ya..'' ujar ata mencolek hidung Yuna


membuat Yuna menepis tangan ata yang ada di hidung nya,


'' bahkan aku melupakan mu, anak kecil, mana bisa di pegang perkataan nya, dulu kita bermain bersama, setelah kau pergi, mana mungkin aku mengharap kan mu,..'' ujar Yuna bertopang dagu


'' kejam sekali kau ini, aku bahka rela menolak setiap gadis yang datang pada ku, demi untuk bisa bersama mu,..''' ucap ata


'' sudah lah, aku mau mandi, kau, terserah, mau kemana.'' ujar Yuna bangkit dari duduk nya berjalan meninggal kan ata di dapur bersama mama leana


'' mi.. kalau ata lamar Yuna malam ini.. boleh tidak.'' ujar ata meminta izin pada leana


leana yang ada di dapur sedang memasak, menoleh sejenak ke arah ata yang sedang menatap nya dari duduk nya


'' kau serius dengan ucapan mu? Yuna sudah janda, dan sebulan kemarin, dia habis keguguran..'' leana berterus terang kepada ata


'' aku tidak perduli masa lalu Yuna mi.. bagi ata itu adalah masa lalu yang harus di kubur dalam-dalam dan tak boleh untuk di ingat lagi..'' saut ata membuat leana serba salah


'' kau pikir kan dulu lah keinginan mu itu, mami takut, setelah menikah, kau tak bisa menerima Yuna apa ada nya..'' ujar leana kembali


'' mami kok ngomong gitu sih,, dari dulu ata hanya menginginkan Yuna, tidak ada wanita lain yang ata mau mi..'' saut ata lagi


'' kalau menurut mami sih.. lebih baik kalian bicarakan berdua dulu, mami tidak berhak memutus kan, takut nya Yuna tidak mengingin kan nya..'' ujar leana yang tau watak keras Yuna


'' aku di sini tidak akan lama mi, mungkin dua tiga hari lagi, ata akan kembali pulang, di sini ata hanya mencari Yuna saja..'' ujar ata apa ada nya


'' coba lah.. kau tanyakan langsung pada yang punya badan, kalau mami sih.. mana yang terbaik untuk Yuna, itu akan mami lakukan..'' jujur leana


ia tidak akan pernah mau memaksa kan anak nya lagi, kalau masalah jodoh, toh.. semua itu sudah ada yang mengatur,


'' gak bisa sama mami saja ya..'' ucap nya lesu


'' coba lah, kau tanya kan saja langsung pada Yuna nya, mau atau tidak dengan mu..''


'' kalau Yuna menolak mi.. bagai mana..'' ujar ata


'' kau jangan pesimis gitu dong,, harus sabar, kalau mau mendapat kan hati wanita, itu harus sabar..'' ucap leana memberi nasehat

__ADS_1


'' nanti ata coba, mudah-mudahan Yuna mau dengan lamaran ku..'' ucap ata tersenyum lebar


sedang kan Yuna kini merebah kan tubuh nya di atas ranjang, hari ini begitu melelah kan bagi Yuna, sudah lelah badan, lelah hati juga di buat oleh ata.


' Yuna.. kau tidak makan malam..'' leana mengetuk pintu kamar yuna..


'' ada apa ma..'' tanya Yuna sambil membukakan. pintu kamar nya


'' kau tidak makan, semua sudah berkumpul di meja makan, tinggal kau saja yang tak ada..'' ujar leana dengan lembut


'' baik lah ma.. Yuna mau ambil ponsel dulu .'' ujar Yuna berbalik arah, mengambil ponsel nya yang ada di atas naskah


setelah itu, mereka pun keluar dari dalam kamar Yuna menuju dapur, di mana kini semua keluarga tengah berkumpul


'' cantik juga istri mu ya.. Yudis..'' ata memperhati kan Dania sejak tadi


'' jangan kau embat juga lah punya ku bang..'' ucap Yudis sedikit menyolot


'' siapa yang mau mengembat nya, aku hanya memuji nya, kau tidak salah pilih kalau begini, dia cantik walau sudah menjadi milik mu,'' ujar ata apa ada nya membuat Dania tersipu malu


'' jangan malu-maluin, baru di puji begitu saja, wajah mu sudah memerah..'' ujar Yudis melirik ke arah Dania


Yuna yang mendengar pujian ata pada Dania hanya diam saja, tak mau menyela perkataan ata,


'' kapan kita mulai makan nya ini, sedari tadi, hanya bercerita terus..''


'' eh.. iya.. keasikan cerita, jadi nya lupa..'' ucap ata, ia menyerah kan piring nya kepada Yuna


'' untuk apa ini..'' Yuna menatap ke arah ata dengan heran


'' tolong ambil kan makan ku, bisa kan..'' pinta ata sambil tersenyum lebar


Yuna hanya bisa menghela nafas panjang, kemudian ia mulai mengisi piring yang ia pegang, dengan penuh, Yuna sengaja mengisi penuh piring ata,


'' wah.. ini sih,, yang ngambil kan minta di suapi..'' celetuk ata menerima sepiring nasi yang di berikan Yuna pada nya


'' kau habis kan lah, jangan ada yang tersisa..'' perinta Yuna

__ADS_1


membuat ata tersenyum lebar, kemudian ia memutar arah duduk nya menghadap yuna, membuat Dania yang baru bertemu dengan ata tercengang atas perbuatan nya,


sedang kan leana dan yudis, hanya cekikikan saja melihat itu,


'' kau mau apa..'' sentak Yuna ketika ata menyodor kan satu suap nasi kemulut nya


'' kau juga harus ikut makan..'' ujar ata tersenyum lebar


'' aku bisa makan sendiri, tidak perlu kau suapi begini..'' ujar Yuna menolak suapan dari ata


'' kau yang mengambil nya terlalu banyak, aku mana habis jika sebanyak ini..'' ujar ata


membuat Yuna menghela nafas berat, dengan terpaksa, Yuna menerima suap demi suap dari ata, menolak sudah Yuna lakukan, namun percuma saja, tak membuat ata membiar kan Yuna begitu saja


'' aku sudah tidak kuat..'' ucap Yuna ketika ata masih saja menyodor kan kepada Yuna


'' kenapa begitu, kau harus makan banyak, agar kau sehat..'' ucap ata menatap Yuna


'' kau habis kan lah sendiri, yang ada aku nanti gemuk secara tiba-tiba, kalau begini terus..'' ujar Yuna menutup mulut nya ketika ata masih terus memberi kan Yuna suapan lagi


'' ya..sudah.. kalau begitu, kau minum lah, tidak baik, habis makan tidak minum..'' ucap ata menyerah kan satu gelas air putih kepada Yuna


'' masakan mu selalu enak mi.. aku tidak pernah menolak masakan mu ini..'' ujar ata tersenyum lebar setelah menyelesai kan makan nya


'' kalau kau mau, ambil lagi saja..'' suruh leana dengan senang


'' masalah nya, perut ata sudah tidak kuat lagi mi..' jujur, ata kini merasa perut nya sudah sesak dan penuh, ia tak mampu lagi mengisi nya


leana hanya tertawa melihat ata yang kesusahan untuk bersandar di bangku yang ia duduki


'' kau ini bang, baru segitu saja sudah k.o..?'' ujar Yudis tertawa mengejek pada ata


'' jangan mengejek ku seperti itu Yudis.? ucap ata menatap Yudis kesal


'' jadi... harus seperti apa aku mengejek mu..?'' ucap Yudis membuat ata hanya bisa geleng kepala, sedari dulu, hanya yuna dan Yudis lah, yang bisa membuat ata terhibur


'' aku mau melamar kakak mu, boleh atau tidak..?'' tanya ata, setelah lama mereka terdiam

__ADS_1


'' Abang serius ini, kenapa mendadak begini, mana baju ku masih gembel, aduh.. di mana peci ku..?'' ujar Yudis sibuk sendiri


...****************...


__ADS_2