Penantian Cinta

Penantian Cinta
PC 117


__ADS_3

'' mama dan papa hari ini mau datang Yang..'' ucap ata ketika ia selesai menerima telpon dari sang papa


'' kenapa mendadak begitu..'' ujar Yuna yang bingung sendiri, karena hari ini ia lebih banyak rebahan dari pada mengurus rumah nya yang seperti kapal mau pecah


'' apa mama tidak bilang pada mu sebelum nya..'' tanya ata heran


'' tidak ada sama sekali..'' ujar Yuna


'' aduh.. bagai mana ini, rumah begitu berantakan sekali...'' panik Yuna melihat sekeliling


'' kamu kenapa panik begitu sih... Yang,, mama papa mau Dateng, bukan nya senang? malah panik..'' ucap ata geleng kepala melihat Yuna bingung sendiri


'' kamu gak tau aja sih mas, kalau gak ada kamu di rumah ini.. ? bagai mana mama memperlakukan ku seperti apa, ketika setiap kali berkunjung kemari..'' Yuna berdecak kesal


'' Lah.. memang nya kenapa? kalau mama berkunjung kemari...'' tanya ata, mengeryit bingung


pasal nya ata tak pernah tau bagai mana sosok mama nya kalau diri nya tak ada di rumah, yang ia tau, mama nya selalu baik kepada anak dan istri nya, dan. tidak pernah sekali pun Yuna mendapat kan gentakan,, menurut seorang ata


'' mama selalu mengomel kalau rumah ini sedikit berantakan,, padahal yang buat berserak kan bukan aku..'' sungut Yuna


'' memang nya mama sering begitu... gak mungkin deh kayak nya..'' ujar ata tak percaya


ia meragukan apa yang di ucap kan Yuna, selama ini yang ia tau,, pasti sang mama membantu pekerjaan Yuna


'' mama memang gitu mas,, kalau ada kamu aja,, baik nya minta ampun, dan, mama selalu diem gak ada komen apa pun, tapi kalau di belakang kamu, ya.. mama ngomel gak jelas...'' ucap Yuna sedikit rasa kesal


'' kok? mas gak percaya ya... biasa nya mama itu kalau sudah sayang sama menantu, mama gak akan pernah mau gitu..'' ujar ata lagi, ketika ia mengingat kebiasaan buruk sang mama


'' terserah kamu aja deh,, mau percaya atau tidak..'' ujar Yuna meninggal kan ata seorang diri, yang sedang berada di ruang tamu


Yuna memilih membawa Davina ke arah kamar mereka, ia tak mau terlalu lama menatap ata yang tak percaya akan cerita diri nya


siang hari, kini mertua Yuna telah berada di dalam rumah, entah dengan apa mereka sampai, Yuna tidak memperhatikan nya


'' Yang... buat kan minum dulu.'' pinta ata ketika Yuna melintas ke arah dapur

__ADS_1


Yuna hanya mengangguk saja, tak mau menjawab, namun Yuna tetap saja mengerjakan apa yang di suruh oleh ata


'' Yuna kenapa nak... tidak seperti biasa nya..'' tanya papa ata melihat perubahan sikap Yuna


'' gak ada apa pa... biasa aja..'' saut ata sambil terkekeh kecil untuk menutupi kebohongan nya


'' gak biasa nya loh.. menantu papa seperti itu..'' ujar papa ata menoleh bingung pada ata


'' ata gak ada buat masalah kok pa... kami bahkan sedang baik-baik saja..'' ujar ata lagi


'' oh... apa perasaan papa aja ya..'' ucap papa ata


sedang kan Yuna di belakang mendengus kecil, ia tak mungkin mengabai kan mertua nya yang sudah jauh-jauh datang, hanya untuk menemui suami dan anak nya


setelah siap membuat kan minum, Yuna pun mengantar nya ke depan, tak lupa juga dengan cemilan yang selalu tersedia di dalam rumah ata


'' silah kan di minum pa.. ma..'' ujar Yuna ketika telah menaruh nya di atas meja


'' kamu kenapa...'' cetus mama ata


'' nggak apa ma..'' saut Yuna singkat


masalah hidup 5ak pernah ada habis nya, dulu Yuna sebelum menikah, ia ada komplik dengan mama dan kakak ipar nya,


setelah menikah, ia di sayang mertua, tapi tidak dengan suami nya, ia malah sering terabaikan, dan hidup seperti tidak memiliki suami,


tapi setelah menjanda, ia di hadap kan dengan segudang masalah, segudang kesibukan dan segudang kesulitan, di tambah lagi kakak ipar nya berulah kembali


kini, ia mendapat kan suami yang sayang kepada nya, namun sayang, mertua nya kini adalah musuh terbesar nya, setelah kakak ipar nya berganti


kehidupan tetap lah kehidupan, di mana semua komplik akan terjadi, semua nya pasti ada saja yang mengusik ketenangan


'' Yang... di panggilan dari tadi itu loh.. kok? malah bengong sih..'' ujar ata menggoyah kan bahu Yuna


'' eh... apa mas..'' ucap Yuna terkejut melihat ata sudah ada di samping nya

__ADS_1


'' itu... masakan kamu gosong..'' ujar ata menunjuk ke arah wajah yang berisikan tempe yang telah berubah warna menjadi hitam


'' ya.. Allah,, kok? bisa aku seperti ini.'' pekik Yuna kaget, masakan nya sudah tak bisa di selamat kan lagi


'' kamu lagi mikirin apa sih..yang, sampai masakan nya kayak begitu..'' ujar ata menatap ke arah Yuna


'' gak lagi mikirin apa-apa kok mas?'' alibi Yuna


'' jangan bohong Yuna,, mas tau bagai mana kamu..'' ujar ata seraya memeluk istri nya dari samping kanan


'' beneran kok ini mas,, Yuna lagi gak mikirin apa-apa.. '' ucap Yuna lagi meyakin kan ata


'' ya.. udah kalau begitu, mas. hanya mau pamit saja, mas sore ini mau melihat lahan kosong yang tak jauh dari sini, kamu baik-baik di rumah sama mama..'' ujar ata sembari minum sebelah pipi Yuna


'' lah... mau ngapain mas..' tanya Yuna, ia kurang terima jika ata meninggal kan nya seorang diri


'' tapi kemarin kan sudah di bahas, mas. mau beli lahan, mas. mau buat usaha seperti Aldo itu loh..'' ujar ata lagi


'' oh.. ya udah,,, tapi jangan lama-lama ya.. mas,, '' pinta Yuna


'' oke.. sayang.. '' ucap ata sekilas mencium kening dan bibir Yuna secara singkat


setelah ata berlalu, kini tinggal lah Yuna yang berada di dapur, ia menghela nafas berat, ketika melihat masakan nya yang tak bersalah menjadi korban lamunan Yuna


'' masak apa kamu..'' tanya mama ata tiba-tiba sudah berada di dapur


'' gak tau ini ma,, entah mau masak apa yang enak..'' ujar Yuna menatap sekilas wajah mertua nya yang terlihat lebih judes


'' buat rendang daging aja,, kayak nya enak tuh..'' ujar mama ata


'' oh.. iya..ya.. ma,..'' saut Yuna cepat


ia tak mau ada perdebatan antara diri nya dan sang mertua yang terlihat baik di awal, namun jahat di akhir nya


setelah kepergian sang mama, dan kini Yuna menatap ke arah pendingin, ia tau harus apa yang ia kerjakan

__ADS_1


'' lebih baik aku memasak ini, lihat aja ma,, apa reaksi mu ketika bukan masakan yang mama ingin kan tersaji di depan mama..'' Yuna tersenyum jahat


...****************...


__ADS_2