Penantian Cinta

Penantian Cinta
bab 17


__ADS_3

selamat membaca .....


..


1 bulan telah berlalu begitu cepat waktu berjalan kini aku sudah kelas 10 dan alhamdulillah aku di tunjuk sebagai ketua kelas dan ketua osis dan bukan hanya aku yang jadi ketua osis arini juga karna aku mengusul kan nya ....


hari demi hari bagi ku sekarang sangat lah sebentar karna kegiatan ku yang harus ngurusin uni itu dan belum lagi aku belajar di rumah dan di perpustakaan buat nilai ku gak menurun...


"mira kata pak agus,kata nya kalu udah selesai tolong ke kantorin aja"


arini yang langsung menghampiri ku entah dari mana,karna aku sedang sibuk memeriksa tugas dari pak agus


"iya...tapi bisa kah bantuin aku soal nya berat sekali "


kata ku ke arini sambil mengangkat buku buku yang lain


"ok...aku bantuin "


kami pun berjalan ke arah kantor guru....


"amira"


seseorang memanggil ku,dan aku langsung melihat ke arah suara


"iya ka ihsan.."


"nanti sepulang sekolah bisa tunggu di gerbang sekolah kita jalan bentar "


"tapi ka kaya nya mira gak bisa deh "


"please sebentar ko "


"emang ada apa?..."


kata ku kebingungan karna ka insan gak biasa nya ngajakin jalan


"poko nya kamu ikut aja "


"aku gak di ajak nih"


tiba tiba arini nimrung ke obrolan kami


"aku mau kalau arini juga ikut "


kata ku sambil menegang tangan arini


"iya arini boleh ikut "


ka ihsan sedikit terlihat aga kecewa

__ADS_1


"aku ke kantor guru dulu ka "


aku dan arini pun langsung jalan tanpa menunggu jawaban dari ka ihsan


sesampai nya di depan kantor guru


"assalamualaikum "


kata ku sambil mengetuk pintu


"WA alaikum salam ...masuk amira "


kata pak agus yang sudah melihat ku karna pintu sudah terbuka sebelum nya,aku pun langsung menghampiri pak agus yang sedang duduk di meja nya..


"ini pak."


kata ku sambil menaruh buku buku di atas meja nya


"terimakasih,biar nanti bapa yang bagi in "


"amira sama arini pamit ke kelas ya pak "


"iya silah kan "


aku dan arini pun keluar dari kantor dan pergi ke kelas.....


beberapa jam kemudian waktu pelajaran pun berahir aku dan arini pun siap siap pulang...


"jadi sih tapi kalau arini ikut "


kata ku sambil membawa tas ku


"aku mah pasti ikut dong,makan geratis,hehehe"


arini sambil mengikutiku dari belakang


kami berjalan keluar gerbang sekolah dan ku lihat ka ihsan sudah ada di sana menunggu ku,dan sambil tersenyum lebar ke arah ku


"yuk..."


kata nya sambil berjalan dan kami mengekori nya,kami pun naik taxi online yang sudah di pesan ka ihsan,tak butuh waktu lama kami pun bergenti si depan cafe...


"yuk turun "


ka ihsan yang sudah membuka pintu taxi,aku dan arini pun turun masih setia mengekori nya tanpa berkata apa pun... sudah nyampe di ruangan cafe ka ihsan mencari kursi kosong yang cukup untuk 3 orang,karna rata rata kursi nya cuma ada 2....setelah nemu kami pun duduk....


" mie bagus ya tempat nya keren dan nyaman lagi"


arini sambil melihat sekeliling

__ADS_1


"iya..."


kata ku singkat


tina tiba makanan buat kami pun datang


"ka kapan pesen nya "


kata ku...karna ku lihat ka ihsan dari tadi bersama kami


"lewat online tadi " kata nya sambil menggoyang goyang kan ponsel nya


"kaya nya mantap nih "


arini yang sedari tadi melihat makanan yang di rata di meja sama kakak yang kerja di cafe...


"tapi aku pengen ke toilet dulu sebentar ya mir,awas jangan di habisin ya "arini sambil berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan ke toilet


"iya sana jangan lama lama ya"


kata ku,ku lihat in punggung arini sampai sudah tak terlihat lagi oleh pandangan ku


"mir ada yang mau omongin"


ka ihsan nengaget kan ku


"apa ka."


"ada yang mau aku omongin"


"iya...ngomong aja ka kenapa garus ijin"


sambil mengambil minum yang anda di depan ku


"amira aku menyayangi mu ,bukan sebagai teman atau pun kakak tapi sebagai lelaki "


kata nya sambil menggenggam tangan kiri ku...


"aku menyukai mu sejak 1 tahun lalu tapi aku simpan rasa ini untuk lebih mengenal mu "....lanjut nya....langsung ku lepas kan tangan itu


"maaf ka di hati ini sudah ada yang lain yang sangat sulit untuk ku lepas "


kata ku sambil memegang dada


"siapa ?...apa farid "


aku hanya menunduk


"bukan nya dia relah menolak mu karna dia tidak mencintai mu "

__ADS_1


lanjut nya


bersambung dulu ya


__ADS_2