
" iya.. mama membawa mereka untuk tinggal di sini, agar kamu mau bertanggung jawab kepada anak kaila.." ujar mama ata
Seketika membuat ata murka,, bukan karena orang tua nya ia murka, namun dengan gadis tersebut, ia tak habis pikir, kenapa mama nya dengan mudah nya membuwa perempuan lagi di rumah menantu nya
" Mama ingin menghancur kan rumah tangga kami, apa mama tidak kasian dengan kondisi lyuma dan apa mama tidak mau melihat bagai mana bijak nya Davina.." tanya ata kepada sang mama dengan nada lembut
" Sedari awal kan, mama tidak setuju dengan nya, tapi apa? Kamu selalu membangkang mama kamu ini.." ujar mama ata
" Mama tau,, kanapa ata sampai sekarang kesal pada pa.." ujar ata melotot kepada sang mama
Urat tegang dan kesal ata sudah terlihat di wajah ata, ia menatap tajam mama nya, entah sampai kapan sang mama bisa berpikir jernih, sejak kapan ia menghamili anak orang lain tanpa mau bertanggung jawab
" Karena mama kurang setuju kamu menikahi Yuna.." dengan santai mama ata berucap, bertambah emosi atabmelihat mama nya
Andai di depan mata nya saat ini bukan lah sang mama, mungkin. Ata sudah menghajar sang mama yang ada di depan nya saat ini
Namun sayang nya, di depan nya ini adalah sosok mama yang harus ia jaga dan ia sayangi, yang telah melahir kan diri nya ke dunia ini
" Bukan karena itu ata kesal dengan mama, tapi sipat dan sikap mama lah yang membuat ata selalu kesal kepada mama, dan sekarang, ata gak mau tau, suruh perempuan gila itu keluar dari rumah Yuna beserta anak nya.." tandas ata tak mau ada penolakan
" Kamu tega mengusir anak kamu sendiri ata,, di mana otak mu haa.. di mana hati nurani mu,, apa ini yang mana ajar kan pada mu.." tuding mama ata kepada diri
" Berulang kali ata bilang ma, kalau itu bukan anak ata, dan sampai kapan pun, ata tidak pernah memiliki anak selain anak dari Yuna seorang.." ujar ata tersenyum sinis
" Gak bisa gitu dong... Kamu harus tetap bertanggung jawab kepada kaila, dan juga anak nya,, bagai mana nanti nasib mereka, jika kau tidak mau bertanggung jawab pada mereka ." Ucap mama ata tak mau mengalah,
__ADS_1
Ia masih mempertahan kan apa yang membuat nya senang, ia masih mempertahan kan kaila seorang, sedang kan ata sudah ingin murka saat ini juga kepada sang mama
" Siapa tamu nya ata, kenapa kau lama sekali.." ucap leana berjalan ke arah depan, di mana ada ata dan mama ata sedang berdebat
" Eh.. mi.. ini ada mama.." ujar ata menunjuk ke arah mama nya sendiri sambil tersenyum terpaksa
" Kenapa tidak di suruh masuk nak,, kasian mama nya di luar.." ujar leana dengan hati terpaksa
Sebenar nya leana juga sudah tau apa yang terjadi, namun ia masih berusaha mempercayai menantu nya, yang rela pergi meninggal kan keluarga nya demi bisa bersama anak dan istrinya
Namun siapa sangka, sang besan dengan kejam membawa wanita lain ke rumah anak dan menantu nya bangun dengan jerih payah sendiri
" Gerah kata nya di dalam mi,, di sini mau cari angin saja.. Yuna kemana mi.." tanya ata dengan suara lembut
" Yuna sedang beristirahat, kamu istrirahat lah, dan bawa Davina tidur bersama mu,.." ujar leana merasa iba dengan menantu nya yang terlihat sedikit kelelahan
" Biar mami saja yang menemani, kau pergi lah temani anak dan istri mu.." ujar leana mencoba setegar mungkin
" Baik lah kalau begitu mi.. terimakasih mi.." ujar ata meninggal kan sang mama mertua dan juga mama nya yang terbengong karena ata pergi begitu saja
" Loh.. loh.. mama belum selesai ngomong ata,, kamu sudah main pergi saja, kamu memang tidak sopan ata.." sentak sang mama
Ata hanya diam saja, tak mau kesempatan melarikan diri gagal karena. Ata yang kurang sehat begitu juga dengan Yuna, meninggal kan sang mama begitu saja
" Kamu berbicara lah dengan saya.." ujar leana yang masih dengan nada sabar
__ADS_1
.
" Aku tidak butuh berbicara pada mu, aku ingin ata menyelesai kan masalah nya, bukan malah menghindar seperti ini terus, sudah dua tahun ia pergi dengan masalah nya.." ucap mama ata dengan nada sedikit kesal
" Aku juga tidak butuh ocehan mu, dan aku hanya ingin ata bisa bertanggung jawab atas apa yang telah menimpa kaila.." tandas mama at
" Aku heran dengan mu ya,, padahal ata itu anak kandung mu, tapi kenapa ia begitu kau paksa kan, apa kau bisa di sebut seorang ibu, tapi tidak adil untuk anak semata wayang mu, apa kah kau pantas di sebut sebagai orang tua, tapi kenyataan nya,, kau malah membawa anak mu, ke jurang yang paling dalam, Tampa memikir kan bagai mana hati nya menghadapi diri mu yang keras kepala..." Ucap leana sambil tersenyum simpul menatap tidak suka kepada mama ata
" Jangan terlalu ikut campur kak,, ini urusan ku dengan ata.." saut mama ata
" Bagai mana aku tidak ikut campur, ini menyangkut masa depan anak dan cucu ku, kalau tadi anak mu tidak menikah dengan anak ku, bisa kau berkata jangan ikut campur, tapi nyata nya,, anak mu telah memilih anak ku sebagai istri nya, jadi? Mau tak mau, aku harus ikut campur dalam masalah anak ku, mau itu masalah besar atau kecil sekali pun, karena aku ibu yang bertanggung jawab kepada anak-anak ku,, kau jangan sampai menyesal nanti nya.." ucap leana merasa tidak suka dengan besan nya
Ia sudah pernah sekali menjatuh kan anak, imbas nya ia harus rela menahan sakit nya terbaru koma di rumah sakit, atas perbuata nya yang menyakiti anak kandung nya sendiri,
Leana akan tetap berusaha keras, bagai mana agar keluarga Yuna dalam ke adaan baik-baik saja, ia tau apa sebenar nya yang terjadi namun ia masih berusaha tenang untuk melewati nya
" Lebih baik kau pulang saja, aku sudah tidak tahan melihat mu, yang selalu mengusik kebahagiaan anak ku,.." usir leana
Membuat mama ata menatap melotot tak percaya kepada leana yang mengusir nya
'' kau mengusir ku kak..'' tanya mama ata yang masih tidak percaya mendengar perkataan leana
'' iya.. apa perkataan ku kurang jelas..'' ujar leana melirik sebal kepada mama ata
'' apa-apaan ini,, jangan sembunyi kan anak ku, aku hanya ingin berbicara kepada anak ku..'' ucap mama ata masih ngotot tetap anteng di tempat
__ADS_1
'' terserah kau saja lah, dasar tidak tau malu..'' ujar leana. menutup pintu rumah nya dengan begitu keras, sampai mama ata terjingkat kaget