
'' lebay deh.. kamu..'' ujar Yuna menepis tangan ata kembali
membuat ata tersenyum kembali, setelah itu, Yuna masuk ke dalam kafe dan ata pergi berlalu dengan mobil nya meninggal kan Yuna
'' pagi buk..'' sapa karyawan kafe, ketika Yuna baru saja masuk ke dalam kafe
'' pagi juga,..'' jawab Yuna sembari berjalan ke arah ruangan nya
kesibukan Yuna selalu salam hal yang sama, mengecek kemasukan uang dan pengeluaran uang setiap hari nya, dan memikir kan menu apa saja yang akan mereka buat untuk hari ini dan besok, begitu lah pekerjaan Yuna setiap hari
'' sebenar nya membosan. kan, tapi apa boleh buat..'' Yuna meletakan kepala nya di atas meja, sambil melirik meja Aldo yang semalam di isi oleh ata
hingga sore hari, kini Yuna pulang sendiri dengan mobil nya, entah kemana hari ini ata pergi nya, tapi yuna tidak ambil pusing,
Yuna pulang lebih awal hari ini, karena ia ingin melihat perkembangan butik nya, karena Yuna merasa sudah terlalu lama ia tidak mengurus butik nya
'' lebih awal pulang..'' leana menyambut Yuna yang baru saja turun dari mobil nya
'' iya ma.. Yuna mau lihat perkembangan butik..'' Yuna meletakan tas dan ponsel nya di dekat sang mama dan hendak berlalu pergi
'' mau kemana kamu..'' tanya leana menahan lengan Yuna
'' titip tas sama ponsel ma,, Yuna mau kesana..'' Yuna menunjuk ke arah butik
'' jangan terlalu malam Yuna..'' ujar leana
'' oke ma..'' Yuna berjalan ke arah butik nya tanpa menghirau kan sang mama
Yuna berjalan cepat ke arah butik nya, begitu ia baru saja hendak membuka pintu, sudah di sambut dengan satpam baru,
'' loh.. ini siapa..'' Yuna menunjuk ke arah pria muda yang kini berdiri di depan nya
'' saya bekerja di sini nyonya.. silah kan masuk..? dengan ramah, ia menyuruh Yuna masuk dengan sopan
'' elang.. elang.. kamu di mana..'' Yuna berjalan masuk ke dalam mencari keberadaan elang
__ADS_1
'' eh... buk bos.. tumben datang kemari..'' Raina menyambut Yuna yang tengah berteriak memanggil elang
'' elang mana, itu siapa yang ada di depan, kemana pergi nya pak Bambang..'' ujar Yuna menunjuk satpam baru yang ada di depan
sedang kan sang satpam sudah kebingungan melihat Yuna yang berteriak mencari seseorang yang telah memasukan nya ke dalam butik
'' pak Bambang sudah tidak ada buk bos.. dia sebagai ganti di sini..'' jelas Raina,
Syifa yang mendengar keributan di depan, ia pun dengan tergopoh-gopoh berlari ke depan untuk melihat, siapa kan yang membuat keributan tersebut
'' ada apa mbak Raina..'' dengan nafas ngos-ngosan Syifa mendekat ke arah Raina
'' kamu kenapa, nafas nya seperti di kejar setan aja..'' Raina terkekeh geli melihat Syifa berlari ke arah nya
'' ada yang perlu saya aman kan buk..'' entah sejak kapan, ternyata satpam baru tersebut mendekat ke arah Raina dan Syifa
'' gak ada dek.. kamu kembali saja bekerja seperti semula..'' ujar Raina menyuruh nya kembali
'' ini gimana sih.. kenapa saya tidak tau apa pun di sini..'' Yuna kebingungan dengan kondisi butik nya
'' kenapa mbak, kok? seperti nya ada keributan..'' dania pun ikut keluar dari ruangan Yuna
'' ini loh mbak, buk bos salam paham pasti ini, karena ada anggota baru di sini, sedang kan pak Bambang sudah tidak ada, dan kini anak nya yang mengganti kan di sini..'' Raina menunjuk ke satpam baru yang berdiri di depan
'' oh.. soal itu toh.. sudah aman mbak,, mas Yudis yang urus..'' ujar Dania tersenyum pada Yuna
'' bukan gitu loh.. ini gimana sih.. kenapa gak ada yang ngasih tau mbak sih, ini lagi.. banyak karyawan di sini, tapi gak ada ngasih tau aku satu pun.. sampai aku tau sendiri..'' ujar Yuna marah kepada semua karyawan nya
'' maaf mbak, mas Yudis yang melarang nya, karena mas Yudis tidak mau mbak terganggu, jangan salah kan mereka, semua ini salah saya..'' ujar Dania membela sekawan kerja nya
Yuna menghela nafas berat, kemudian ia menoleh ke arah satpam baru tersebut, lalu ia melambai kan tangan nya pada pemuda itu
'' maaf mbak, ada yang bisa saya bantu..'' ucap pemuda tersebut setelah berdiri di dekat Yuna
'' ini adalah buk bos kita dek..'' ujar Raina, membuat pemuda tersebut menunduk kan kepala nya
__ADS_1
'' maaf mbak, saya sudah berlaku tidak sopan kepada Yuna..'' ucap nya sedikit takut
'' saya yang seharus nya minta maaf, ke kamu, Karena saya sudah marah-marah tidak jelas, saya turut berduka cita atas kepergian nya pak Bambang, saya tidak tau sama sekali..'' ucap Yuna sendu
'' gak papa buk.. kami sekeluarga sudah meng ikhlas kan nya kok?'' dengan tersenyum, ia pun mengatakan nya
'' yang sabar ya.. mudah-mudahan kalian sekeluarga di limpah kan kesabaran yang besar..'' ucap Yuna menetes kan air mata, ketika teringat dengan perjuangan mereka yang tak pernah menyerah dalam hal apa pun
'' oh.. iya, siapa nama kamu..'' Yuna mengulur kan tangan kepada nya
'' saya Dimas mbak,..'' ujar nya menerima uluran tangan Yuna
'' kamu lulusan apa.. soal nya, almarhum mengatakan anak nya sedang pendidikan, dan yang lain sudah berumah tangga..'' tanya Yuna kemudian
'' jurusan komputer buk,, tapi saya harus kembali, karena ayah saya, saya pulang kemari untuk mengganti kan posisi ayah saya untuk menjaga ibu saya..'' ucap nya
'' sayang sekali ya.. sudah lulus belum..'' tanya Yuna kembali
sedang kan yang lain, sudah meninggal kan Yuna, Raina kembali bekerja begitu pun dengan Syifa dan Dania
'' satu semester lagi buk, mau bagai mana lagi, saya harus membutuhi kehidupan ibu saya, kalau masalah pendidikan, kan bisa di lanjut kan lagi nanti, kalau ada kesempatan..'' ucap Dimas sambil tersenyum
'' bagai mana, kalau kamu bekerja di kafe sebagia meneger, gaji nya lumayan besar, dari pada di sini menjadi satpam.. sayang kuliah kamu, belum selesai..'' ujar Yuna
'' nanti saya pikir kan tawaran ibu.. soal nya saya masih mau berhenti sejenak..'' ujar Dimas menolak tawaran Yuna
'' terserah kamu, kalau kamu memang butuh, datang saja kepada saya, akan saya urus kan untuk kamu..'' ujar Yuna yang merasa kasihan dengan pendidikan Dimas yang harus berhenti di tengah jalan
'' baik buk, nanti akan saya runding kan dengan ibu saya..'' ujar Dimas
'' baik lah, kamu bekerja dengan semangat, saya mau ke dalam dulu, melihat kondisi butik..'' ujar Yuna berdiri dari duduk nya
'' terima kasih buk, atas saran nya..'' ujar dimas
'' sama-sama..'' Yuna pun berjalan ke arah ruang kerja nya yang kini di tempati oleh Dania begitu juga dengan Dimas, yang berdiri kembali di depan pintu butik.
__ADS_1
...****************...