Penantian Cinta

Penantian Cinta
Hancur


__ADS_3

"Hey, anak tukang selingkuh!!" Indah menghentikan langkahnya, dia menoleh melihat siapa yang berani ngatai dia dengan panggilan seperti itu.


"APA?" Indah menoleh, melihat santi yang berdiri di belakangnya.


"Santai aja dong, nggak usah teriak juga"balas Santi berjalan mendekatinya.


Indah menatap mereka tajam, bukan rasa takut yang di miliki Indah, malahan sebaliknya. Ingin rasanya dia mencabik - cabik mulut Santi dan kedua sahabatnya itu.


"Aku dengar ayahmu akan menikah lagi ya."ucap Santi menatap Indah dengan tatapan remeh.


"Kenapa, apa kau kaget mendengarnya? "tanya Santi, dia meraih rambut Indah, dan memilinnya


"Jangan asal bicara atau..."


"Atau apa? Kau ingin mengancamku?"tanya Santi, ia menjambak rambut Indah hingga gadis itu terngadah atas.


"Lepas!!"Indah mencoba melepaskan jambakan Santi.


"Anak tukang sepertimu itu, nggak pantas untuk mengancamku, ngerti!!" Santi mendorong Indah kedinding, hingga kepala Indah terbentur.


"Aww..."pekik Indah.


"Sebelum kau mengancapku, lebih baik kau urus saja kedua orang tuamu yang akan berpisah itu" bisik Santi.


Santi dan kedua temannya pergi berlalu meninggalkan Indah yang berdiri di terdiam.


"Apa yang di bicarakan Santi itu benar? Benarkah ayah akan menikah hari ini?"gumam Indah menggeleng.


"Tidak - tidak, tidak mungkin ayah tega melakukan itu semua kepada bunda. Bukannya ayah sama Bunda baru rujuk, jadi tidak mungkin ayah seperti itu..." Indah tidak jadi masuk kedalam kelasnya, dia pergi ke kelas adiknya dan betapa kagetnya dia saat melihat Maya yang sedang menangis sesegukan di bangkunya.


"Astaga Maya, kamu kenapa?"tanya Indah menghampiri adiknya itu.


"Kak, aku udah nggak sanggup sekolah di sini lagi.."rengek Maya. Indah menghapus air mata adiknya itu, kemudian membawa adiknya kedalam pelukannya.


"Ayo kita pergi dari sini, sepertinya kehadiran kita sudah tidak di inginkan di sini."ucap Indah.


Mereka berdua pun kembali keluar dari sekolah itu, kebetulah murid murid lain belum pada datang, karena hari memang terlalu pagi. Indah tidak mengerti kenapa Santi dan kedua sahabatnya itu sudah datang, padahal biasanya Santi selalu datang terlambat. Masalah Maya dia tidak tau siapa yang sudah menyakiti adiknya itu, tapi setaunya, di dalam kelasnya Maya memiliki banyak teman, jadi siapa yang sudah menjahati adiknya itu.

__ADS_1


Saat di perjalanan mencari angkot, Indah tiba - tiba kepikiran rumah tantenya, dia adalah adik ayahnya. Dan biasanya ayahnya akan ke sana jika dia ada masalah dengan bunda.


"Maya, gimana kalau sebelum pulang kita ke rumah tante Mira dulu?"tanya Indah, Maya menggeleng.


"Untuk apa, aku sangat tidak menyukainya."kata Maya menolak


"Sebentar saja, kakak mau melihat sesuatu di sana"kata Indah, dengan terpaksa Maya pun mengikuti kemauan kakaknya.


Sesampainya di depan rumah tantenya, Indah sangat kaget melihat begitu banyak orang yang sedang lalu lalang seperti sedang menyiapkan sesuatu.


"Kak, ada apa ini? Kenapa sepertinya disini akan mengadakan pernikahan?"tanya Maya.Indah menggeleng.


"Aku juga nggak tau, ayo kita masuk dan cari tau"Kata Indah. Mereka pun berjalan dengan pelan masuk kedalam rumah itu.


"Eh kalian kenapa kemari?"tanya Mira, Indah menatap adik ayahnya itu.


"Tan, ini ada acara apa?"tanya Maya.


"Disini akan di adakan pernikahan ayahmu. Kalian sebaiknya pulanglah, dari pada kalian di sini mending kalian pulang dan tenangkan bunda kalian yang mungkin sekarang sedang menangis di sudut kamar"ucap Mira, menatap Indah dan adiknya dengan tatapan tak suka.


"Kenapa tante seperti ini sama kita? Kita ini anak ayah, abang tante sendiri"kata Indah.


Indah sangat terhina, di tak terima dengan perlakuan tantenya itu. Maya menangis dengan perlakuan tantenya itu.


"Kakak..."Rengek Maya


"Sudah kamu jangan nangis, air matamu terlalu berharga untuk menangisi orang seperti mereka. Ayo kita pulang"Ajak Indah.


Sepanjang perjalan Indah terus menghapus air matanya, dadanya terasa sesak manahan emosi.


"Semuanya tak akan pernah aku lupakan"ucap Indah dalam hati. Indah terus menggenggam tangan adiknya, berusaha menyemangati adiknya yang pasti merasa terguncang.


Sesampainya di depan pintu rumahnya, indah menyuruh Maya untuk mengatur napasnya dan mengontrol emosinya.


"Jangan bikin bundah panik, ok. Biar kakak yang bicara dengan bunda."ucap Indah pelan


Setelah menenangkan diri mereka, Indah membuka pintu dan melihat Bundanya yang sedang terduduk lesu di ruang tamu.

__ADS_1


Indah menoleh pada Maya." kamu pergilah ke kamar dan jaga adik!"suruh Indah dan Maya pun mengangguk.


Sedangkan Indah berjalan mendekati bundanya, "Bunda baik - baik saja?"tanya Indah.


Arin menoleh, "Indah..."Arin memeluk putrinya.


Air matanya pun sudah tidak bisa di tahan lagi, Imdah sangat lemah jika melihat bundanya serapuh ini.


"Indah, apa kau tau tadi nenekmu menghubungi bunda..." Arin menghentikan ucapannya,


"Dia mengatakan, kalau... Kalau ayahmu akan menikah"ucap Arin


Indah mengeratkan pelukannya pada tubuh bundanya. "Sakit nak, sakit... Bunda tidak tau salah bunda di mana? Bunda sudah berusaha untuk sebaik mungkin.."sambung Arin


"Sudah lah bun, kita lupakan semuanya. Dan ayo kita tinggalkan ini semua."ucap Indah. Arin menggeleng.


"Bunda sangat mencintai ayahmu Ndah.."ucap Arin


"Bunda... Buat apa bunda masih mempertahankan semuanya sementara ayah sendiri tidak menginginkannya."ucap Indah.


Arin hanya diam, tak lama Maya pun datang dan mengatakan kalau adiknya tidak mau diam. Arin pun pergi kekamar dengan Maya. Smentara Indah masih terdiam terduduk di ruang tamu.


"Kepalaku rasanya ingin pecah, memikirkan semuanya."ucap Indah.


"Aku harus memberitahukan semua ini pada kak Rey, aku tidak bisa menyembunyikan semuanya lagi."ucapnya lagi. Indah mengambil ponsel Arin yang terletak di sampingnya.


Indah menghubungi kakaknya dan memberitahukan semuanya pada Rey. Rey sangat marah saat mendengar cerita adiknya. Dan dia akan datang ke rumah bundanya sekarang juga.


Setelah menghubungi Rey, Indah pun memutuskan untuk menghubungi Rendy. Indah juga menceritakan semuanya pada Rendy, tapi respon Rendi tidak sama seperti Reyhan, dia seperti sudah tau kalau hal ini akan terjadi, dan Rendi juga mengatakan tidak bisa menemui bundanya.


Indah sudah tau kalau Rendi tidak akan membantu nya, karena memang Rendi selalu memihak ayahnya, dan Rendi juga tidak bisa menerima saat ini seperti menjelek - jelekkan ayahnya.


"Terserah kalau dia nggak percaya sama aku, tapi akan aku pastiin kamu akan menyesal kak"gumam Indah yang sangat kesal dengan respon Rendi.


"Dasar tidak berguna"


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜


__ADS_2