
'' Yuna masak sayur.. itu ma, semur jengkol..'' ujar Yuna apa ada nya
membuat mama ata melotot tak percaya, itu sejenis makanan, yang beraroma menyengat, Yuna memang sengaja memasak sayur itu, agar sang mama mertua ilfil pada nya
'' sayur jengkol,, itu sejenis apa.. kok? bau nya ini loh, gak enak betul,, belum di makan aja aroma nya sudah seperti ini, apa lagi di makan..'' ujar mama ata mengibas kan tangan nya di depan hidung
membuat Yuna tersenyum miring melihat sang mertua tidak tahan menyium aroma tidak sedang yang di keluar kan dari semur jengkol yang Yuna buat
'' kan.. sudah mama tebak, kamu memasak yang bukan-bukan... sudah lah,, kalau begini,, mama akan menyuruh ata mencerai kan kamu saja, mama akan suruh ata melamar kaila sebagai pengganti kamu..'' ujar mama ata tanpa memikir kan perasaan Yuna sama sekali
'' ya.. sudah,, mama suruh saja anak mama itu mencerai kan Yuna..'' tantang Yuna tak takut pada mama mertua nya
Yuna heran melihat perubahan sikap mama ata, dulu ketika mertua nya tau ia mengandung, tak pernah mau meninggal kan Yuna, teramat saya dengan nya,
tapi entah apa yang membuat mama ata begitu cepat sekali berubah, membuat Yuna yang selalu di jelek kan dan di perlakukan sesuka hati, sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan mama ata
berdosa tidak ya.. melawan mertua..'' ujar Yuna dalam hati
ia menatap sang mama mertua dengan hati kesal, ingin rasa nya Yuna mengembalikan mama ata ke asal nya
'' kamu ya... lihat saja,, mama akan menyuruh ata meninggal kan kami dan membawa Davina bersama kami..'' ujar mama ata tanpa perasaan sama sekali
'' lihat saja,, apa kah mama mampu membawa suami ku pergi dari rumah ku ini..'' ujar Yuna dengan congkak angkuh
'' baik.. kita lihat saja nanti..'' ujar mama ata lagi
mama ata pun meninggal kan Yuna begitu saja, tanpa menghirau kan tatapan tajam Yuna kepada sang mama mertua
Yuna hanya bisa menghela nafas jengah, ketika ia harus di hadap kan dengan mertua yang bisa berubah kapan saja
selesai dengan masakan nya, Yuna melangkah kan kaki nya ke arah kamar, di mana Davina masih terlelap dalam tidur nya
perlahan langkah kaki Yuna menuju di mana Davina terbaring, ia hanya memandangi putri tercinta nya, ia tak habis pikir, kenapa sang nenek tega berkata kasar dengan nya
'' lebih baik aku mandi,, sebelum Davina terbangun..'' ujar Yuna mengambil handuk dan berlalu ke kamar mandi
Yuna ingin menyegar kan diri dan juga otak nya, terasa begitu riwet, ketika di hadap kan dengan mertua yang serba salah
selesai mandi, Yuna pun mulai memakai baju nya, karena hari ini Yuna libur dari sholat nya, jadi Yuna tak terlalu terburu-buru seperti biasa nya
__ADS_1
'' hhmmm... istri siapa ini,, sudah wangi sekali..'' ujar ata menghirup udara di sekitar kamar nya
.aroma sabun mandi yang Yuna kenakan tadi, wangi nya menguat di oerjuru kamar, membuat ata seketika memekar kan mata nya
'' eh.. mas,, sudah pulang..'' ucap Yuna menoleh ke arah ata yang sudah berada di ambang pintu
'' iya.. kali ini cepat kan pulang nya..'' ucap ata berjalan ke arah Yuna
memhirup aroma yang di timbul kan oleh tubuh Yuna yang baru selesai mandi, membuat lelah ata hilang seketika
'. eh..eh..mau ngapain.. ujar yuna sedikit panik
' apa sih yang... di dekati suami nya kok? gitu sih,, kayak ketakutan gitu..''ujar ata menghenti kan langkah kaki nya
'' aku sudah mandi mas... jangan macam-macam kamu..'' ujar Yuna menuding kan sisir ya g di genggam oleh Yuna
'' menolak suami itu dosa loh..'' gemas ata melihat Yuna panik
'' ya.. tapi gak sekarang juga kan mas,, Yuna baru siap mandi loh..'' tolak Yuna secara halus
'' mandi lagi,, nanti mas.. yang akan memandi kan mu..'' ujar ata menaik turun kan sebelah alis nya
'' memang nya mas setan..'' ujar ata tak terima dengan doa Yuna barusan
'' kamu lebih dari itu mas..'' ujar Yuna masih melangkah kan kaki nya mundur teratur
'' enak saja...''
'' mas.. gak mau tau,, kamu harus mau..'' paksa ata, membuat Yuna hanya bisa pasrah dengan kelakuan ata
'' aku ngadu nanti nih.. sama mama..' ujar Yuna pada ata lagi mencoba mengancam ata
'' sok.. ngadu sana,, yang ada kamu malu sendiri nanti nya..'' ujar ata terkekeh kecil
membuat Yuna menerutuki kebodohan nya kali ini, terpaksa Yuna hanya bisa pasrah, mau bagai mana pun, ata tetap akan menyerang nya dari sudut mana pun
'' hahaha.. gitu dong.. pasrah aja, gak usah pakek nolak segala..'' ucap ata menyeringai licik
mau berbuat seperti apa pun, Yuna tidak akan menang nya, terpaksa Yuna harus melayani suami nya, walau pun harus mandi dan bilas kembali
__ADS_1
'' Yuna.. mama mau makan,, apa gak ada masakan lain..?'' mama ata menggedor pintu kamar Yuna, di sela aktivitas mereka
'' mama mas,, lihat tuh... mama mu seperti nya sangat marah dengan ku..'' ujar Yuna apa ada nya
'' biar kan saja Yang,, tanggung..'' ujar nya,
tanpa menghirau kan teriakan sang mama dari luar, Ata kembali melancar kan aksi nya, tak perduli sekeras apa pintu itu di ketuk,
ata tak ambil pusing, ia tetap melakukan kesenang nya tanpa terusik sama sekali dengan teriakan sang mama
'' kemana sih anak ini, sudah sore gini, gak belum keluar dari kamar..'' gerutu hebat mama ata
setengah jam berlalu, kini ata membantu Yuna masuk ke kamar mandi, sebelum ia dan Yuna keluar dari dalam kamar
selesai mandi, Yuna pun keluar dari dalam kamar mandi, dan mendapati Davina yang sudah bangun dari tidur ny
'' cu..cu...'' ujar Davina mengadah kan tangan nya kepada Yuna
'' duh.. bentar ya..sayang,, mama buat kan susu dulu..'' ujar Yuna,,
ia pun berlari kesana kemari, mencari di mana letak pakaian yang tadi ia kenakan
'' oh.. di sana ternyata..'' ujar Yuna seorang
'' ya..ampun,, sobek..'' ujar Yuna menatap baju nya yang tak bisa di gunakan kembali
'' maaaassss......'' teriak Yuna kencang, sampai membuat Davina terkejut dengan suara sang mama
'' apa sih Yang,, kenapa pakai teriak begitu..'' ujar ata yang baru keluar dari dalam kamar mandi
'' lihat ini... baju ku tak bisa di gunakan lagi..'' rengek Yuna pada ata
'' besok ganti dengan yang baru,, percuma kamu punya konveksi..'' ujar ata .embawa santai amarah yuna
'' jadi.. kalau Yuna punya konveksi,, bisa sesuka hati gitu ngambil nya tanpa bayar..'' ucap Yuna pada ata sambil menahan emosi yang membucah
'' ya.. iya dong..'' ujar ata tersenyum lebar pada Yuna...
...****************...
__ADS_1