Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Special Edition : ULAR EMAS BERTANDUK SEMBILAN.


__ADS_3

Salah Satu Dunia Di Dalam Dantian Arung.


-[Dunia Ular Emas Bertanduk Sembilan]-


Tiba-tiba saja Arung kembali melayang di atas langit, tampak ada banyak sekali Pulau-Pulau melayang di sekitar nya, dari salah satu Pulau Melayang tersebut Ular Emas Bertanduk Sembilan pun melesat keluar menuju ke hadapan Komandan Don Juan tersebut.


"Whusss........ " Suara hempasan angin saat Ular Emas tersebut melesat.


"Ugh.... Apa lagi ini, tadi Naga sekarang Ular Emas Bertanduk Sembilan, ada apa dengan malam ini?" Gumam Arung.


Ular raksasa itu pun mulai mendekatkan wajah nya ke dekat Arung, kemudian mulai mengendus bau tubuh nya.


"KAU MANUSIA SETENGAH NAGA, AKU JUGA MENCIUM SEDIKIT BAU RUBAH DI DALAM TUBUH MU,"


"SEPERTINYA KAU SEORANG PEMUDA YANG BERUNTUNG, DAPAT MEMPEROLEH BANYAK ESSENSI DI DALAM KEHIDUPAN MU." Ucap Ular tersebut sambil terus memperhatikan Arung dan mengendus nya.


"Siapa kau?" Tanya Arung.


"HA... HA.... HA...... "


"HA.... HA... HA...... " Tawa Ular tersebut sangat keras sehingga kembali memekakkan telinga Arung.


"Ugh.... Lagi-lagi suara teriakan yang sangat besar, jika di dunia nyata gendang telingaku sudah bisa di pastikan tidak dapat di fungsikan kembali." Gumam Arung sambil kembali menutup kedua telinga nya.


"AKU ADALAH ESSENSI BANGSAWAN DARI RAS BEAST ULAR BERTANDUK SEMBILAN, AKU BANGKIT SAAT KAU DAN KEDUA ULAR WANITA TERSEBUT MULAI BERBAGI ESSENSI." Ucap Ular tersebut.


"Kau seperti Naga Emas yang pernah kutemui, berarti Ular-Ular dengan kasta rendahan akan tunduk kepada ku?" Tanya Arung.


"BENAR-BENAR SEKALI, BAIKLAH KAU SUDAH PAHAM CARANYA, TAPI JIWA ULAR MU HANYA DAPAT MEMBANGKITKAN LIMA ELEMEN WARNA,"


"BAIKLAH AKU AKAN MENANDAI MU DENGAN TATO EMAS SEKARANG JUGA, BERTAHAN LAH ULAR MUDA." Ucap Ular tersebut kemudian mulai melesatkan Ular-Ular Emas dari dalam mulut nya ke arah Arung.


Ribuan Ular-Ular Emas itu pun mulai masuk ke dalam dada Arung, rasa sakit yang di derita Arung saat itu seperti otak nya sedang di leleh kan.


"Arghhhhh..................... " Teriakan memilukan dari Arung saat itu.


-[Kembali ke atas ranjang di dalam kamar VVIP Arung]-


Di saat yang sama ketika Kesadaran Arung di Dunia Ular Emas tengah di rasuki ribuan Ular-Ular Emas di dada nya, di dunia nyata sekelebat tenaga dalam emas berbentuk Ular Emas Bertanduk Sembilan Raksasa mulai muncul di atas Kapal-Kapal Layar Langit tersebut.


"Aurghhhhh...................... " Raungan Ular Emas Bertanduk Sembilan tersebut dari atas Kapal-Kapal Layar Langit tersebut.

__ADS_1


Raungan tersebut pun mulai membangunkan para Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis yang sedang tidur di dalam kamar nya masing-masing, mereka semuanya pun berbondong-bondong pergi menuju Dek Kapal nya masing-masing untuk melihat asal dari suara raungan tersebut.


"Ugh... Apakah ada serangan Beast ke Kapal-Kapal Layar Langit ini." Gumam Salah Satu Calon Alkemis sambil berdesakan menuju Dek.


-[Di Atas Dek Kapal Layar Langit yang di naiki Bu Janet dan Pak Thio]-


"Ugh.... Kenapa bisa ada tenaga dalam sebesar itu yang muncul di atas Kapal-Kapal Layar Langit ini, pertanda apakah ini?" Gumam Bu Janet sambil menengadahkan kepala nya ke atas.


"Aku pernah melihat kejadian serupa beberapa tahun yang lalu saat aku pergi mengunjungi kerabat ku di Kota Awan Hitam, setelah kemunculan Naga Emas tersebut,"


"Serangan Beast pun mulai terjadi di kota tersebut, apakah ini pertanda yang sama?" Gumam Pak Thio mengingat kejadian lima tahun yang lalu di Kota Awan Hitam.


-[Di Dalam Kamar VVIP Dilla dan yang lain nya]-


Sementara itu Dilla dan yang lain nya masih berada di dalam kamar dan tidak keluar mereka sangat senang sejak menemukan Buah Pohon Kematian dan beberapa harta lain nya di dalam cincin milik Jendral Kelabang Merah tersebut.


"Wah.... Kampak Kelabang Merah ini sungguh cantik, aku sangat mencintai nya." Gumam Komandan Jackal sambil terus memandangi senjata suci yang di peroleh nya dari dalam cincin ruang milik Jendral Kelabang Merah tersebut.


"Dasar Jackal, di otaknya hanya ada perempuan dan senjata suci dan juga seni bela diri,"


"Wataknya sangat mirip dengan Paman Berserker,"


"Mungkinkah dia juga nanti akan memiliki selir sampai 30 orang." Gumam Dilla sedang melihat jauh ke masa depan yang mungkin akan di hadapinya kelak jika hidup bersama Jackal.


Tampak ketiga Kultivator di Ranah Alam Naga puncak tersebut tengah melayang sambil menengadah kan kepala nya ke atas.


"Ugh..... Ular Emas Bertanduk Sembilan, ini adalah sebuah refleksi tenaga dalam yang sangat besar,"


"Hanya Kultivator senior berdarah raja yang dapat mengeluarkan nya, siapa yang baru saja membangkitkan nya?" Gumam Jendral Catherine.


Ternyata essensi bangsawan dengan keturunan raja pada ras manusia memiliki refleksi tenaga dalam yang hampir sama, Jendral Catherine mengetahui nya karena dia juga merupakan salah satu Kultivator berdarah Raja, hanya saja sampai saat ini ia belum berhasil membangkitkan nya.


"Lin.... Firasatku gak enak, temanku di Kota Awan Hitam pernah melihat hal yang serupa beberapa tahun yang lalu, kemudian serangan Beast besar-besaran mulai terjadi di Kota tersebut setelah nya." Ucap Nona Blue.


"Hufttt............ " Suara Nafas Panjang Nona Lin.


Beberapa saat kemudian ratusan bongkahan-bongkahan batu mulai menerjang ke arah Kapal-Kapal Layar Langit tersebut, refleksi Ular Emas Bertanduk Sembilan itu pun perlahan menghilang.


"Badai Kosmik..... " Gumam Jendral Catherine.


"Semuanya lesatkan serangan ke arah bongkahan-bongkahan batu ruang angkasa tersebut." Ucap Jendral Catherine menggunakan jurus auman nya.

__ADS_1


Para Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis tersebut mulai melesatkan beragam jurus ke arah bongkahan-bongkahan batu tersebut, ternyata saat ini mereka sedang memasuki sebuah badai Kosmik bongkahan batu ruang angkasa yang muncul secara tiba-tiba.


-[Kembali ke Arung yang saat itu tengah dirasuki ribuan Ular Emas di dalam dada nya]-


"Akhhhhh............... " Teriakan Arung yang teramat sakit dan sangat memilukan.


Beberapa saat kemudian Tato Ular Emas pun mulai muncul di seluruh dada nya, tato di telapak tangan nya pun mulai menghilang perlahan yang menandakan racun Tapak ular beracun sudah sirna dari dalam tubuh nya.


"Brukkk............. " Suara saat tubuh Arung yang berada di dunia nyata rebah ke atas ranjang.


Arung sudah dua kali membangkitkan essensi bangsawan sehingga hal tersebut berefek pada kemampuan fisik dan tenaga dalam nya sehingga membuat ia kehabisan tenaga dalam kemudian pingsan.


-[Kembali ke Dek Kapal yang di Nakhodai Wakil Komandan Gisel]-


"Ha.... Ha..... Ha..... " Tawa Besar Gisel.


Mendengar tawa menyeramkan dari Gisel, komandan-Komandan yang telah menyaksikan pertarungan dahsyat nya di Samudra Zamrud Hijau pun mulai menjauh, mereka mengetahui jika Gadis Cantik Berambut Pirang tersebut akan mulai mengamuk.


"Sebaiknya kita menjauh guys." Bisik Salah Satu Komandan Wanita tersebut.


"Rasakan ini." Teriak Gisel, dari tubuh Qilin Petir tersebut mulai muncul banyak sekali sambaran petir kemudian mulai menyambar bongkahan-bongkahan batu tersebut hingga meledak.


"Duargh...... Duargh...... Duargh..... " Suara ledakan akibat serangan dahsyat milik Gisel tersebut.


"Ha.... Ha..... Ha.... "


"RASAKAN ITU PELAKOR...... " Teriak kekesalan Gisel.


-[Kembali ke Kapal Layar Langit yang dinaiki Arung]-


Jendral Catherine, Nona Blue, dan Nona Lin mulai memasang perisai angkasa di sekujur tubuh nya kemudian mulai mengeluarkan senjata suci milik nya Masing-masing.


"Nona Lin, Nona Blue, ayo kita ratakan badai Kosmik bongkahan-bongkahan batu tersebut." Ucap Jendral Catherine kemudian terbang melesat ke arah Badai Kosmik tersebut.


"Siap... " Sahut kompak Nona Lin Dan Nona Blue kemudian ikut terbang melesat menerjang ke angkasa.


"Slassshh...... Slasshh........ " Suara Saat Sabit Thunder Storm milik Jendral Catherine mulai membelah serta menepis bongkahan-bongkahan batu di dalam badai Kosmik tersebut.


"Slasshhhh...... Slassshh..... " Suara Saat Pedang Api milik Nona Blue mulai membelah serta menepis bongkahan-bongkahan batu di dalam badai Kosmik tersebut.


"Duarghhh... Duarghhh... Duargh... " Saat panah api milik Nona Lin mulai menghancurkan bongkahan-bongkahan batu di dalam Badai Kosmik tersebut.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2