Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Perjalanan Menuju Planet Merkurius.


__ADS_3

Hari keberangkatan yang ditunggu-tunggu pun tiba tampak di lapangan di belakang Gedung AKPERTI 1000 Komandan Baru beserta 3000 Calon Alkemis sedang berbaris dengan rapi. Di sebelah barisan tersebut tampak 500 orang Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es di pimpin langsung oleh Jendral Catherine Thunder.


"Baiklah para Komandan dan Calon Alkemis di persilahkan untuk memasuki Kapal Layar Langit dengan tertib." Ucap Bu Janet dengan Jurus Auman.


Tampak ada sekitar 50 Kapal Layar Langit melayang di sekitar lapangan tersebut, tiap tim terdiri dari satu Komandan dan tiga calon alkemis, tampak tim-tim yang baru terbentuk tersebut mulai memasuki Kapal Layar Langit tersebut.


"Aku akan membunuh Tunangan Jendral Es itu sendiri dengan kedua tangan ku." Gumam Menteri Obat saat menaiki tangga menuju salah satu Kapal Layar Langit.


Saat ini Menteri Obat membawa 100 orang muridnya untuk membunuh Arung saat berada di Planet Merkurius, ternyata Pemuda tersebut masih menyimpan dendam kepada Arung.


Di Kapal Layar Langit yang di naiki Arung.


"Hatsyimmm.......... " Suara bersin Arung.


"Siapa yang membicarakan ku yach?" Gumam Arung.


Saat ini Arung dan ketiga anggota tim lain nya tengah berada di dek kapal sambil menikmati pemandangan.


"Ini pengalaman ku pertama kali menaiki Kapal Layar Langit, wah..... kapal sebesar ini benar-benar bisa terbang." Ucap Shilla kagum.


"Ugh.... apa yang terjadi jika Shilla sampai tahu kalau aku dan Luna memiliki hubungan." Gumam Arung sambil menghisap tembakau ular nya.


Sementara itu Jeni hanya diam dan tidak berani berkomentar apa pun, ia masih gagal paham dengan identitas Komandan Don Juan tersebut.


"Jeni, kau harus siap untuk Party Nakal yang akan diadakan oleh assasin berdarah dingin ini." Gumam Jeni Galgadoth pasrah.


"Benar-benar Shilla, Kapal-kapal ini sungguh megah, lihat.... " Ucap Ayu, sambil menunjuk Kapal-kapal lain nya.


Di Kabin Kemudi Kapal.


Secara kebetulan sekali Wakil Komandan yang menakhodai Kapal tersebut adalah Wakil Komandan Luna, dan Gadis Cantik Berambut Ungu tersebut telah menyadari kehadiran Pendekar Naga nya.


"Ugh.... aku memang berjodoh dengan Pendekar Naga, aku akan menemui nya nanti, saat Kapal Layar Langit memasuki mode kendali otomatis." Gumam Luna.


Ternyata Wakil-wakil Komandan tersebut mendapatkan tugas untuk menakhodai Kapal-kapal Layar Langit tersebut.


Di Dalam Kamar VVIP, di Kapal Layar Langit tersebut.


Ternyata Nona Blue dan Nona Lin se Kapal dengan Komandan Don Juan tersebut, tampak ke dua Gadis Cantik tersebut tengah duduk santai di sofa sambil menyaksikan Talk Show Malam Konser Internasional yang akan segera di adakan di Pulau Koreas.


"Lin, aku curiga kenapa Menteri Obat membawa 100 orang untuk mengikuti Ujian ini, buat apa dia membawa nya apa dia mau berperang di sana?" Tanya Nona Blue.

__ADS_1


"Blue, makanya Ibu Rektor menyuruh kita satu Kapal dengan Tunangan nya Jendral Es, ia khawatir akan terjadi serangan kembali seperti di Kota Pelabuhan Kuno Planet Jupiter sebelum nya." Jawab Nona Lin.


"Hah........... " Suara Nafas Panjang Nona Blue, lalu meminum kopi nya.


"Blue, tapi Arung itu tampan juga yach, wajar saja kalau Jendral Es menyukai nya." Ucap Nona Lin.


Sepertinya Nona Lin sedikit terpengaruh dengan kemampuan Dragon Love nya Arung.


"Iya... iya.... Lin." Ucap Nona Blue lalu kembali meminum kopi nya.


"Ugh....... apa yang di pikirkan Lin, jika sampai dia berpacaran dengan Arung, bukankah itu suatu hubungan yang tidak benar." Gumam Nona Blue.


Di Kapal yang di Nahkodai Wakil Komandan Gisel.


Di Kabin Kemudi.


Tampak Gadis Cantik berambut pirang tersebut tengah menakhodai Kapal nya, tampak ia sendiri yang memegang stiur kapal, di dalam benaknya masih berpikiran tentang kejadian kemarin siang.


"Huh........ "


"Komandan Don Juan itu, ia bahkan berani memacari Wakil Komandan Luna, apa yang dia pikirkan?"


"Apa mungkin dia mau menguasai Benua Es Api ini dengan memacari Gadis-gadis cantik yang kuat, mungkin saja dia akan memacari Gadis lain nya,"


"Kak Luna.... Dasar Pelakor........ " Ucap Wakil Komandan Gisel.


Di Atas Dek Kapal.


Tampak Komandan Lily sedang berdiri bersama tiga orang calon Alkemis yang satu tim dengan nya.


"Ugh..... kenapa aku gak se Kapal dengan Abang Ipar ya, kalau se kapal dengan nya pasti lebih seru." Gumam Komandan Lily dengan wajah yang sedikit murung.


Selama di AKPERTI ini Komandan Lily selalu berada bersama Arung di kelas maupun di dalam barisan.


"Kenapa Komandan Lily, kok murung?" Tanya Milea Lightening.


Ternyata Milea se tim dengan Komandan Lily.


"Tidak apa-apa Milea, aku hanya rindu dengan Abang Ipar ku." Ucap Komandan Lily.


"Apa.... apa mungkin dia memiliki hubungan terlarang dengan Abang Iparnya sendiri, ugh..... ada yang salah dengan kepala Komandan Lily." Gumam Milea Lightening.

__ADS_1


"Abang Ipar, where are you?" Gumam Komandan Lily.


Sepertinya Komandan Lily terpengaruh sedikit kemampuan Dragon Love milik Arung.


Di Kapal Yang di Nakhodai oleh Jendral Catherine.


Di dalam Kabin Kemudi tampak Jendral Catherine, Thio Buki, dan Janet Storm sedang berdiri bersebelahan, saat ini Jendral Catherine tengah memegang stiur kapal tersebut.


"Apa yang di pikirkan Kaisar Es sehingga dia mengirimkan orang sebanyak ini hanya untuk mencari Buah Pohon Kematian?" Tanya Pak Thio.


"Planet Merkurius merupakan Planet berbahaya yang di huni oleh Ras Beast Tumbuhan, aku sangat khawatir Jendral Catherine." Ucap Bu Janet.


"Huft.............. " Suara Nafas Panjang Jendral Catherine.


"Aku tidak tahu kenapa Kaisar Es begitu menginginkan buah tersebut sampai-sampai harus mengirimkan orang sebanyak ini ke Planet Merkurius,"


"Sebaiknya kita tidak mendikte perintah Kaisar Es, beliau pasti memiliki tujuan nya tersendiri." Ucap Jendral Catherine.


"Ugh.... Jendral Catherine memang benar-benar sosok Jendral yang loyalis dan masih jomblo, apa aku menembaknya saja, Bu Janet selalu menolakku selama ini." Gumam Pak Thio.


Di Dek Kapal yang di naiki Dilla dan tim nya.


Saat ini rekan setim Dilla adalah dua sahabat baik nya yaitu Kiky Gotham, Vina Alia, dan Komandan yang baru di kenali nya Komandan Jackal Windstorm.


"Dilla, aku menyaksikan pertarungan mu melawan Tunangan Jendral Es, kau nyaris menang, kau terkecoh di saat-saat terakhir." Ucap Komandan Tampan tersebut.


"Pemuda yang melawan ku itu adalah Pemuda dengan Seribu siasat, kita harus berhati-hati dengan nya, aku juga akan membuat perhitungan dengan nya di Planet Merkurius nanti nya." Ucap Dilla.


"Tenang saja Sayang, aku akan mendukung mu." Ucap Komandan Jackal lalu memeluk dan mencium Dilla.


Ternyata Dilla dan Jackal telah jadian saat mereka berdua bertemu di lapangan di belakang AKPERTI seminggu sebelum nya.


"Ugh.... mereka selalu berciuman setiap saat, lihat orang-orang memperhatikan tim kita." Bisik Alia.


"Alia, saat di dalam kamar nanti pastikan menggunakan penutup telinga, aku yakin mereka akan berbulan madu sepanjang malam nya." Bisik Kiky.


Kedua sejoli itu terus berciuman tanpa mengindahkan orang-orang yang memperhatikan nya.


"Ugh.... jika tidak demi misi ini aku pasti tidak mau memacari Komandan Gila Cium ini." Gumam Dilla sambil berciuman dengan Komandan Jackal.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2