
"Mau sampai kapan dia akan terbang?"
"Apa dia mengira saat ini sedang bermain kejar-kejaran dengan ku?" Gumam Jendral Sisilia Manggado tersebut lalu mulai meningkatkan kecepatan terbang nya tersebut.
"Whusss........ " Suara hempasan angin saat Jendral Cantik tersebut mulai menambah kecepatan terbang nya.
Beberapa menit kemudian Jendral Sisilia Manggado pun tiba di sebelah Tunangan Jendral Es tersebut, Gadis Cantik tersebut pun mulai menyerang Arung dengan Pedang Racun nya tersebut.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring........ " Suara saat ketiga Pedang tersebut mulai saling beradu.
"Ugh.......... "
"Ayunan Pedang Jendral Cantik tersebut benar-benar begitu berat." Gumam Arung sambil menahan dan menangkis sekuat tenaga tebasan-tebasan berat yang di ayunkan oleh Jendral Racun tersebut.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring........ " Suara saat ketiga Pedang tersebut kembali saling beradu.
"Mana kesombongan milik mu tadi Adik Kecil." Ucap Jendral Sisilia Manggado dengan angkuh nya.
"Tring........ "
"Tring........ "
"Tring........ " Suara saat ketiga Pedang tersebut kembali saling beradu.
"Ugh......... "
"Sekarang saat nya." Gumam Arung kemudian mulai berteleport ke belakang punggung Jendral Cantik tersebut.
"Blitz........ " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam satu kali kedipan mata Komandan Arung pun mulai berpindah ke belakang punggung Jendral Cantik tersebut. Ia pun mulai mengayunkan Kedua Pedang Ular milik nya, berbeda dengan lawan-lawan Komandan Don Juan tersebut sebelum nya dengan secepat kilat Gadis Cantik tersebut pun mulai berbalik badan menggunakan jurus langkah petir sempurna milik nya.
"Tring.......... "
"Tring.......... "
"Tring.......... " Suara saat ketiga pedang kembali beradu.
"Apa............ Dia cepat sekali." Gumam Arung yang kaget melihat kecepatan yang di miliki oleh Jendral Sisilia Manggado tersebut.
"Ugh..... "
"Aku tidak dapat melihat pergerakan nya sebelum nya?"
"Apa itu Jurus Langkah Petir Tingkat Dewa?" Gumam Jendral Sisilia Manggado tersebut.
Arung pun mulai mengaktifkan mata lima elemen milik nya tersebut, yaitu mode mata petir nya, tampak pupil bola mata nya mulai berubah menjadi seperti warna petir.
"Tring....... "
"Tring....... "
"Tring........ " Suara saat Ketiga Pedang mereka kembali saling beradu.
"Ugh......... "
"Begini lebih baik, aku dapat melihat pergerakan serangan-serangan tersebut dengan slow motion dan arah serangan Jendral Psikopat tersebut dengan mudah,"
"Namun ayunan pedang nya tetaplah sangat berat dan juga bertenaga." Gumam Arung sambil menahan ayunan berat Pedang Racun milik Jendral Sisilia Manggado tersebut.
__ADS_1
"Tring....... "
"Tring....... "
"Tring....... " Suara saat Ketiga Pedang mereka kembali saling beradu.
Arung pun mulai meniupkan asap hitam berelemen magnet nya ke arah Jendral Sisilia Manggado tersebut.
"Whusss........ " Suara hembusan asap hitam yang merupakan penjelmaan elemen magnet milik Arung.
Asap Hitam itu pun mulai berhembus dan mulai melekat di sekitar tubuh Jendral Sisilia Manggado tersebut, asap hitam tersebut pun mulai membuat berat tubuh Jendral Cantik tersebut meningkat menjadi 10 kali lipat nya.
"Bbangsat..... "
"Ternyata elemen magnet, aku harus segera mensummon Beast Kontrak ku, bisa gawat kalau begini." Gumam Jendral Sisilia Manggado tersebut lalu mulai menyalurkan setengah tenaga dalam nya ke arah lilitan rantai di jantung nya tersebut.
"Bagus....... "
"Sepertinya berhasil." Gumam Arung kemudian mulai melesatkan elemen perak keluar dari dalam mulut nya.
"Whusss..... " Suara hempasan angin saat puluhan jarum perak sepanjang satu meter mulai melesat dari dalam mulut Arung tersebut.
"Tring.......... "
"Tring.......... "
"Tring.......... " Suara saat jarum-jarum perak tersebut mulai mengenai Perisai Kultivasi Baja milik Beast Kontrak Jendral Sisilia Manggado tersebut.
Arung pun mulai terperanjat saat menyaksikan sesosok Iblis Baja Berlengan Enam di ranah alam malaikat puncak berdiri garang di hadapan nya tersebut.
"Ugh......... "
"Beast Kontrak macam apa itu?" Gumam Arung kemudian mulai menyarungkan kedua pedang nya tersebut lalu mulai mensummon Irish dan Sarah bersamaan dengan segenap kekuatan milik nya yang tersisa.
Beberapa saat kemudian,
"SARAH GREEN SNAKE..... " Teriak Arung.
Dua sosok Ular Bertanduk Sembilan di Ranah Alam Malaikat dan Dewa pun muncul, kali ini Jendral Sisilia Manggado yang terperanjat dan mulai sedikit tertekan dengan kemunculan kedua Beast Kontrak tersebut.
"Apa........ "
"Bagaimana dia bisa mensummon kedua Beast Kontrak tersebut sekalian?"
"Ranah Beast tersebut pun tidak main-main?" Gumam Jendral Sisilia Manggado dengan raut wajah terkejut.
Keadaan pun mulai menjadi sunyi di sekitar hutan tersebut, beberapa saat kemudian di kedua sisi Jendral Sisilia Manggado pun mulai muncul Iblis Baja Berlengan Enam lain nya yang merupakan Beast Kontrak milik Jendral Crepto Snake dan Jendral Chaca Sword secara bersamaan.
"Kau pasti akan kewalahan melawan dua makhluk beracun itu Panglima,"
"Kami melihat mu dari kejauhan, dan bergegas beranjak kemari,"
"Untung saja itu semua belum terlambat." Ucap Jendral Crepto Snake tersebut.
"Syukur lah kalian berdua sudah datang, Pendekar Laki-laki berambut biru itu sangat lah aneh, walaupun ranah nya saat ini berada di ranah alam langit puncak,"
"Tapi dia mampu mensummon Beast yang kekuatan nya jauh melampaui diri nya." Ucap Jendral Sisilia Manggado dengan heran.
"Kali ini dengan kehadiran kami berdua kekuatan kita dengan nya sudah berimbang Panglima." Ucap Jendral Chaca Sword dengan yakin.
"Wah.... Kali ini kau benar-benar berada di medan perang suami ku." Ucap Irish sambil mengamati keadaan pertempuran di sekeliling nya tersebut.
Tampak kobaran-kobaran api di sekitar hutan tersebut, suara pedang yang saling beradu pun hampir terdengar di seluruh hutan tersebut.
"Jadi ketiga Iblis tersebut yang harus kita bunuh Sayang?" Tanya Sarah dengan penuh semangat.
Saat ini Arung sudah kehabisan seluruh tenaga dalam milik nya karena telah mensummon Irish dan Sarah secara bersamaan, ia pun mulai duduk bersimpuh di atas kepala Ular Putih Bertanduk Sembilan tersebut, kemudian mulai menjalarkan elemen perak di sekeliling nya sehingga setengah tubuh nya melekat dengan Kepala Beast kontrak nya tersebut.
__ADS_1
"Irish...... "
"Sarah.... "
"Kuserahkan mereka bertiga dan juga Iblis-Iblis tersebut kepada kalian berdua, untuk sementara waktu aku perlu memulihkan tenaga dalam milik ku terlebih dahulu." Ucap Arung.
"Baiklah Sayang...... " Sahut Kompak Kedua Ular Betina tersebut kemudian mulai mengaum dengan sangat keras bersamaan.
"Ugh..... "
"Kenapa Beast-Beast ini kerap kali mengaum dengan hebat nya." Gumam Arung sambil menutup kedua belah telinga nya.
"Aurghhhhh............... " Suara Raungan keras Kedua Beast tersebut.
Ular Putih Bertanduk Sembilan pun mulai mengeluarkan ribuan tenaga dalam berbentuk Ular Putih ke arah Ketiga Iblis tersebut begitu pula dengan Ular Hijau Bertanduk Sembilan yang melakukan hal yang serupa.
"Rei........ "
"Keluarkan Pedang Baja..... " Perintah Jendral Sisilia Manggado tersebut.
"Siap Sisilia... " Ucap Rei Stealth Devil.
Enam buah Pedang Baja pun mulai muncul di genggaman tangan Rei Stealth Devil si Iblis Baja Berlengan Enam tersebut.
"Jiraiya.... "
"Keluarkan Tombak Baja...... " Perintah Jendral Crepto Snake tersebut.
"Beres Crepto.... " Jawab Jiraiya Stealth Devil.
Enam buat Tombak Baja pun mulai muncul di genggaman tangan Jiraiya Stealth Devil si Iblis Baja Berlengan Enam tersebut.
"Sherapin..... "
"Keluarkan Cakram Baja....... " Perintah Jendral Chaca Sword tersebut.
"Baik Chaca..." Ucap Sherapin Stealth Devil.
Enam buah Cakram Baja pun mulai muncul di genggaman tangan Sherapin Stealth Devil si Iblis Baja Berlengan Enam tersebut.
Ketiga Iblis setinggi tiga puluh meter itu pun mulai menepis sekaligus menghancurkan ribuan tenaga dalam berbentuk Ular Hijau dan Ular Putih yang mengarah kepada mereka tersebut, satu persatu Ular-Ular itu musnah terkena serangan-serangan milik Ketiga Beast Buas tersebut.
Sarah pun mulai menerjang ke arah Sherapin kemudian mulai melilit tubuh Iblis Tersebut, Jendral Chaca dan Beast nya pun berusaha melepaskan lilitan tersebut dengan cara menyerang nya menggunakan Cakram Baja dan tembakan beberapa Bola-bola api beracun tersebut.
"Duargh....... "
"Duargh........"
"Duargh........ " Suara ledakan saat tubuh Raksasa Ular Hijau Bertanduk Sembilan tersebut terkena serangan.
Sarah pun mulai menerkam dan mengunyah kepala Iblis dan Jendral Chaca Sword yang berdiri di pundak nya tersebut setelah nya.
"Akhhh........... " Teriak Pilu Jendral Chaca dan juga Iblis Hitam Berlengan Enam yang di kunyah hidup-hidup oleh Ular Hijau Bertanduk Sembilan tersebut.
Tangan-tangan kekar milik Sherapin pun mulai lunglai dan melemas kemudian mulai melepaskan genggaman erat ke enam cakram baja nya tanpa melawan sedikit pun.
"Kretek....... "
"Kretek....... "
"Kretek....... " Suara saat Ular Hijau mulai mengunyah tubuh Iblis Hitam Berlengan Enam beserta Jendral Chaca Sword tersebut.
"Bagus Sarah..... "
"Kau memang yang terbaik.... " Gumam Arung yang menyaksikan peristiwa tersebut.
TO BE CONTINUED.........
__ADS_1
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].