Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Special Episode Pertemuan Jendral Karna dan Duyung Api nya Bagian Akhir.


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Madonna pun mulai tersadar dan mengamati ke sekeliling Goa tersebut.


"Dimana lagi aku saat ini?" Gumam Madonna, lalu mulai membangunkan Komandan Karna.


Madonna pun mulai membangunkan Komandan Play Boy tersebut, hingga akhir nya ia tersadar dan mulai membuka kedua belah matanya.


"Kepala ku hoyong banget........ "


"Ugh...... Sial aku lengah tadi sehingga terperosok ke dalam gua ini." Gumam Komandan Karna.


"Karna, dimana kita saat ini?" Tanya Madonna.


"Aku pun tidak tahu Madonna, tapi sepertinya tempat ini sangat berbahaya, lebih baik kita segera kembali ke atas." Ucap Komandan Karna.


Tampak di sekitar mereka bekas kulit ular yang sudah mengering tergeletak di lantai tempat tersebut.


"Aku setuju dengan mu Karna, Ayo kita terbang dari sini sekarang." Ucap Madonna dengan bersemangat.


"Madonna, sabarlah sebentar aku akan memulihkan cedera dan tenaga dalam ku terlebih dahulu." Ucap Komandan Karna.


"Hah............ " Suara Nafas Panjang Madonna.


"Ya sudah lah, aku akan membantu mu Komandan Ganteng." Ucap Madonna.


Dua sejoli tersebut pun mulai duduk bersimpuh dan saling berhadap-hadapan, kedua belah telapak tangan mereka mulai saling bersentuhan. Aura berwarna-warni mulai muncul di sekujur tubuh Muda-Mudi tersebut.


"Ugh..... tenaga dalam Madonna begitu lembut." Gumam Komandan Karna, sambil memikirkan pemikiran-pemikiran yang kotor.


"Ugh.... gawat celana ku jadi terasa sempit, sebaik nya aku berkonsentrasi saja dulu." Gumam Komandan Karna dengan pipi yang merona merah.


"Komandan ini begitu tampan, aku jadi gerogi." Gumam Madonna lalu menutup kedua mata nya.


Beberapa jam pun telah terlewati dan hari ternyata sudah menjelang malam, tampak kekuatan Komandan Karna telah pulih setengah nya dan sudah bisa keluar dari dalam Sarang Ular tersebut.


"Byurrrr............. " Suara hujan terdengar dari luar sarang.


"Huft................. " Suara Nafas Panjang Komandan Karna, lalu mulai melepaskan telapak tangan nya.


"Baiklah ayo kita keluar dari sini Madonna, perasaan ku gak enak banget disini." Ucap Komandan Karna, lalu bangun dan bersiap terbang.


"Ayo Karna, Goa ini membuat bulu kuduk ku berdiri." Ucap Madonna.


Lima ekor Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan muncul di sekitar mereka. Beast ini berada di ranah alam bumi namun sangat beracun, jadi akan berbahaya jika menghadapi nya nya tanpa persiapan.

__ADS_1


"Wah.... Seekor Duyung dan Manusia, malam ini kita akan pesta." Ucap Salah Satu Beast tersebut.


Kedua Beast lain nya pun mulai menyemprotkan asap berwarna merah jambu dari dalam mulut nya.


"Gawat..Kita harus segera pergi dari sini Madonna." Ucap Komandan Karna, kemudian merangkul pinggang ramping Madonna.


"Whusss........... " Suara hempasan angin saat Komandan Karna dan Madonna melesat keluar dari dalam sarang ular tersebut.


"Mereka lari Kakak, Bagaimana?" Tanya Ular Merah lain nya.


"Kita kembali saja di luar pun lagi hujan aku khawatir dengan Beast Burung Elang Angin Kuno." Ucap Ular Merah lain nya.


Kelima Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan yang sangat beracun tersebut pun mulai mengurungkan niat nya untuk mengejar Dua Sejoli yang berbeda Ras tersebut, tanpa mereka berdua sadari mereka telah menghirup sedikit Kabut Ilusi Cinta yang akan berdampak kepada mereka beberapa jam kemudian.


Langit di atas Hutan Duyung.


"Byurrrr............. " Suara hujan deras.


Sepasang Muda-Mudi tersebut terbang sambil berpelukan mesra di tengah guyuran hujan deras berniat terbang ke tepian pantai. Kedua sejoli tersebut juga berniat beristirahat di dalam gubuk kecil milik Kakak Madonna si Pertapa Duyung Cantik. Beberapa jam kemudian mereka berdua pun sampai di depan pintu gubuk kecil tersebut.


"Dup................. " Suara Tapak kaki Komandan Karna dan Madonna saat mendarat di depan pintu gubuk tersebut.


Efek dari kabut ilusi cinta sudah mulai di rasakan oleh Komandan Karna dan Madonna, jika terhirup sedikit akan membuat libido menjadi naik jika terhirup banyak akan membuat pingsan penghirup nya. Kemudian orang yang terhirup Kabut Ilusi Cinta dalam dosis besar akan terperangkap di dalam dunia ilusi selama beberapa hari.


"Kraakkk......... " Suara Pintu Kamar yang terbuka.


"Madonna...... " Ucap Komandan Karna, lalu mulai masuk dan mencium Madonna.


"Komandan Ganteng?" Gumam Madonna, lalu membalas ciuman Komandan Karna.


Sepertinya efek dari Kabut Ilusi Cinta sudah bereaksi sepenuh nya, sehingga kewarasan Komandan Karna pun mulai hilang.


"Dup............... " Suara pintu tertutup, akibat tenaga dalam milik Madonna.


Akibat pergulatan yang berapi-api itu Komandan Karna pun tidak sadar kan diri selama setahun, ranah nya pun turun ke ranah alam harimau puncak sebalik nya ranah Madonna naik ke ranah alam Naga puncak. Saat mereka tengah bergulat di dalam gubuk kecil tersebut, Kakak Madonna pun tiba.


"Dup........... " Suara Tapak kaki Pertapa Duyung Cantik saat mendarat di atas tanah.


Manusia Beast Wanita ini pun penasaran dengan asal suara dari dalam kamar nya tersebut, ia pun mulai mengintip dari celah-celah kayu tersebut.


"Dasar Adik Nakal..... " Gumam Pertapa Duyung Cantik tersebut lalu melesat terbang meninggal kan Gubuk tersebut.


Kembali ke saat ini, di dalam Kamar VIP Kapal Layar Langit.

__ADS_1


"Hah..... " Suara nafas panjang Jendral Karna.


Tampak Kabut Ilusi Cinta sudah mulai memenuhi kamar tersebut, ketiga istri nya pun mulai tak sadar kan diri, begitupun dengan Luna dan Gisel yang berada di kamar sebelah.


"Baiklah sudah beres, aku tinggal meninggalkan pesan saja lalu memasang Segel Naga Es, kemudian aku akan melangsungkan pernikahan ku dengan Madonna." Gumam Jendral Karna lalu mulai menulis sebuah surat dan menaruh nya di atas meja.


Ia pun mulai melesatkan Segel Naga Es tingkat alam harimau ke kamar nya dan kamar abang ipar nya, tampak lapisan es mulai menyelimuti kedua kamar tersebut.


"Sudah beres, kultivator di ranah alam Naga puncak ke bawah tidak akan bisa masuk kemari, sebaik nya aku pergi." Gumam Jendral Karna, lalu mulai pergi meninggalkan Kamar VIP tersebut.


Tampak Kabut Ilusi Cinta mulai hilang di netralisir oleh Segel Naga Es di dalam kedua kamar tersebut.


Di Atas Dek Kapal Layar Langit.


Tampak tubuh beberapa Komandan Baru telah tewas dengan luka tusukan, dan terdengar suara pertarungan dan jeritandi sekitar Pelabuhan tersebut. Jendral Karna pun melihat ke arah Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan yang ada di dekat Pelabuhan.


"Hanya satu ekor Beast di ranah alam Naga, Pak Thio dan Bu Janet pasti bisa mengurus nya, sebaiknya aku segera pergi ke Planet Kuno Jupiter." Gumam Jendral Karna, lalu mulai mengeluarkan sekoci langit milik nya.


"Whussss................ " Suara hempasan angin saat Jendral Karna mendayung sekoci langit nya sekuat tenaga.


"Kasian Juga anak-anak baru yang mati karena cinta tersebut, itu semua sebab minim nya pengalaman." Gumam Jendral Karna lalu mulai memasuki Badai Kosmik.


Kembali ke Gubuk Kecil di Benua Duyung Keesokan Pagi nya.


Tampak Komandan Karna sudah tidak sadar kan diri dengan luka cakaran di sekujur tubuh nya, ia pun menderita cedera parah.


"Hah........ " Suara Nafas Panjang Madonna.


"Kasian dia, aku kelepasan semalam." Gumam Madonna, lalu mulai berpakaian.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.


"Tok..... Tok..... Tok...... " Suara ketukan pintu.


"Itu pasti Kakak." Gumam Madonna, lalu mulai membuka pintu tersebut.


"Sepertinya semalam kau habis bersenang-senang ya, cepat bereskan semua kekacauan mu di dalam gubuk ku,"


"Aku pergi dulu." Ucap Pertapa Duyung Cantik tersebut, lalu melesat terbang kembali.


"Hah.......... " Suara Nafas Panjang Madonna.


"Sepertinya aku harus merawat Komandan Ganteng ini di Istana Duyung di Ibu Kota Kerajaan Duyung." Gumam Madonna, lalu mulai membersihkan semua kekacauan yang di buat nya.

__ADS_1


__ADS_2