
Sore Hari.
Ayu pun mulai berjalan di tepian danau, tampak di lapangan di kejauhan para Komandan-Komandan mulai membentuk tim dengan calon-calon alkemis tersebut. Sementara itu ada seorang gadis cantik yang sedang duduk menyendiri di Tepian Danau, Ayu pun mulai menghampirinya lalu menyapa gadis tersebut.
"Hai.... kenapa kok kamu di sini, sendirian gak takut nanti kalau Beast Raja Siluman Petir keluar dan menyerang mu?" Tanya Ayu.
Gadis Cantik itu pun menoleh ke arah Ayu, tampak air mata berlinangan di kedua pipi nya, ia pun mulai menyeka nya air mata tersebut.
"Hiks..... Hiks..... Hiks..... " Tangis Kecil Jeni Galgadoth.
"Tidak ada yang mau satu tim dengan ku karena ranah ku yang sangat rendah." Ucap Jeni Galgadoth.
Jeni Galgadoth adalah supir taxi online yang pernah di naiki oleh Arung sebelum nya saat ia berada di Kota Awan Hitam, ternyata ia bekerja seperti itu untuk bekal nya masuk ke AKPAVLA.
"Perkenalkan nama ku Ayu Alba." Ucap Ayu sambil menjulurkan tangan nya.
"Aku Jeni Galgadoth." Ucap Jeni sambil menjabat tangan Ayu.
"Kau gabung sama tim kami aja Jeni, kebetulan kami kekurangan satu rekan lagi." Ucap Ayu.
"Benarkah itu..... "
"Benarkah Ayu yang kau katakan......?" Tanya Jeni.
"Iya Jeni, ayo aku akan mengenalkan mu dengan dua teman setimku lain nya." Ucap Ayu.
"Terima Kasih Yu." Ucap Jeni lalu mulai memeluk Ayu dan kembali menangis haru.
"Yach.... bocah ini nangis lagi." Gumam Ayu.
Raut wajah Jeni mulai terlihat bahagia kembali, mereka berdua pun kembali ketempat Arung dan Shilla saat ini sedang bermesraan.
Beberapa saat kemudian.
Tampak sepasang kekasih tersebut masih bermesraan dan saling menindih saat Ayu dan Jeni tiba ke tempat tersebut.
"Ugh.... apakah tim yang dimaksud adalah tim harem ini, ya sudah lah mau Party Nakal atau apa pun aku akan tetap ikut, yang penting aku harus lulus ujian ini untuk mengobati racun yang menyerang mama ku." Gumam Jeni.
Ternyata tujuan Jeni mengikuti ujian tersebut adalah untuk mengobati mama nya yang terkena racun.
__ADS_1
"Huft.............. " Suara Nafas Panjang Ayu.
"Mereka padahal sudah tinggal serumah, tapi masih melakukan hal seperti ini di tepian danau seperti ini, mereka kan bisa melakukan nya di malam hari di atas ranjang atau di dalam bak air." Gumam Ayu.
Ayu tidak tahu jika Arung sudah menikahi Xiao Mei Mei saat ini, dan tidak hanya Shilla yang tinggal serumah dengan nya tapi ada Kak Yuki juga.
"Uhuk.... Uhuk..... Uhuk...... " Suara Batuk Ayu.
Arung dan Shilla pun langsung menyudahi kemesraan mereka, tampak Shilla mulai ber make up kembali. Jeni kembali terkejut saat melihat Arung, ia sampai saat ini masih salah mengira kalau Arung itu adalah seorang assasin berdarah dingin.
"Ugh... mati aku ternyata Raja Harem itu adalah assasin yang hampir membunuh ku di taxi online sebelum nya." Gumam Jeni, keringat dingin mulai mengucur di dahi nya.
"Arung, Shilla perkenalkan ini anggota baru kita Jeni Galgadoth." Ucap Ayu sambil memperkenalkan Jeni.
"Salam Kenal Bos, Nona Bos." Ucap Jeni kaku kemudian membungkuk.
"Lho.... kau kan supir taxi online yang baik itu, wah.... kebetulan sekali kita berjumpa di sini lagi." Ucap Arung.
"Ohhh.... Komandan Don Juan ini ternyata mengenal nya." Gumam Shilla, lalu kembali ber make up.
"Betul Tuan Bos." Ucap Jeni.
Beberapa saat kemudian tampak Para Dosen dan Menteri Obat telah kembali ke lapangan, Arung dan timnya pun bergegas beranjak kembali ke tempat tersebut.
Di Lapangan Di Belakang Gedung AKPERTI.
Kembali Arung dan yang lainnya berbaris di barisan paling belakang, tampak Jeni berdiri di sebelah kiri Arung, Ayu dan Shilla berdiri di sebelah kanan nya.
"Ternyata Raja Harem ini selain memiliki hobi membunuh, dia juga hobi mengoleksi wanita-wanita cantik, mungkinkah dia akan mengoleksi ku menjadi salah satu wanita nya?" Gumam Jeni yang masih gagal paham dengan identitas Arung.
"Untunglah anggota ke tiga tim ku ini adalah Gadis Yang Baik Hati ini." Gumam Komandan Don Juan tersebut lalu tersenyum ke arah Jeni.
"Mati aku.... dia pasti akan memperkosaku saat ada kesempatan, bagaimana ini, ya sudah mau bagaimana lagi ini demi aku menjadi seorang Alkemis,"
"Sebaiknya aku tersenyum balik padanya, jadi dia akan lembut saat melakukan nya nanti." Gumam Jeni lalu tersenyum ke arah Arung.
Kesalahpahaman pun terjadi kembali di benak Jeni terhadap Komandan Don Juan tersebut.
"Baiklah Para Komandan dan Calon Alkemis, kita akan berangkat seminggu lagi,"
__ADS_1
"Kita akan menaiki Kapal Layar Langit, kalian paham seminggu lagi kita berkumpul di sini." Ucap Bu Janet.
"Paham Bu...... " Sahut kompak mereka semuanya.
Para Komandan dan Calon Alkemis pun mulai membubarkan barisan nya, selama seminggu tersebut kelas untuk Komandan-komandan baru pun ikut di liburkan, Arung dan Shilla pun kembali ke kediaman nya masing-masing begitu pula dengan Jeni.
Di Dalam Kabin Mobil Sedan Jeni.
Beberapa menit kemudian.
Saat ini Jeni sedang mengendarai mobil Sedan nya berniat kembali ke penginapan nya yang berada di pusat Kota Seribu Obat, di dalam benak nya masih terngiang-ngiang permasalahan mengenai Raja Harem tersebut.
"Kira-kira setelah dia selesai mencicipi ku nanti nya, apakah aku akan di nikahi nya, atau hanya di jadikan budak nya yach?"
"Aku sangat takut dengan assasin kejam itu, dia tidak segan-segan membunuh, mungkin saja Nona Shilla pun terpaksa melayani nya saat itu dan Nona Ayu juga." Gumam Jeni.
Tiba-tiba seseorang menyebrang di depan nya, ia pun mulai mengerem mendadak mobil tersebut.
"Cittt..... Cittt...... Cittt......... " Suara saat mobil Sedan tersebut berhenti mendadak.
Tampak ada tiga mobil ikut mengerem mendadak di belakang Jeni, lalu mulai menglakson.
"Cittt..... Cittt...... Cittt......... " Suara saat beberapa mobil di belakang Jeni ikut berhenti mendadak.
"Teen.... teen..... teen........ " Suara beberapa klakson dari belakang.
"Huft..... hampir saja." Gumam Jeni lalu mulai menginjak pedal gas kembali.
"Whussss..........." Suara hempasan angin saat mobil Jeni melesat.
"Apa pun yang terjadi aku harus menuruti segala perintah Bos Arung nanti nya, jika aku membantah dia pasti tidak akan segan-segan menghilangkan nyawaku nanti nya, walaupun dia menodai ku nanti nya aku harus siap." Gumam Jeni yang salah paham dengan identitas Arung tersebut.
Tanpa di sengaja mobil Sedan Jeni pun menyebeng penyebrang jalan tersebut dan nyaris menabrak nya.
"*******........ " Teriak Penyebrang Jalan tersebut sambil mengacungkan Jari tengah ke arah Jeni.
Beberapa saat kemudian mobil di belakang Jeni pun menabrak mati penyebrang jalan tersebut, Jeni pun melihat kejadian tersebut dari spion nya.
"Ugh..... kasian dia..... " Gumam Gadis Yang Sudah Siap di Nodai oleh Arung tersebut.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].