Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Kedatangan Xiao Mei Mei dan Nyonya Vinic.


__ADS_3

Di Arena Pasar


"Byurrrr..................... " Suara hujan.


"Tante-tante itu berniat membunuhku, dia bahkan menyerang ku dengan kekuatan penuh nya,"


"Baiklah aku juga akan menyerang nya dengan kekuatan penuh ku." Gumam Shilla.


"Bersiaplah cabe-cabean, menerima kekalahan mu." Gumam Tante Milea.


Kemudian Shilla mulai memasang sebuah kuda-kuda bersiap untuk menebas kan Pedang Iblis Putih Kembarnya, tampak luapan energi api keluar dari tubuh nya.


"Hem....... huft......... " Suara tarikan dan hembusan nafas milik Shilla.


Di Sekitar Arena telah banyak pengunjung pasar yang menonton pertandingan memperebutkan tubuh beast Ular Bertanduk Sembilan antara Shilla vs Tante Milea.


"Wah..... Kakak cantik itu sungguh hebat, dia tidak gentar sedikit pun melihat serangan Tante-tante itu Ma." Ucap Joong woon.


"Walaupun ranah gadis itu hanya berada di ranah alam lautan puncak, namun tenaga dalam nya begitu besar,"


"Siapa perempuan tersebut?" Gumam Nyonya Lang.


"Ia Joong Woon, Kakak Cantik itu seorang gadis pemberani." Ucap Nyonya Lang.


Bola es beraliran petir tengah menerjang ke arah Shilla.


"Baiklah aku akan mencobanya sekarang." Gumam Shilla.


Shilla hendak mencoba menebas kan pedang tersebut, seperti yang di lihatnya saat Arung bertarung dengan Nona Beast.


"Tante-tante, rasakan ini." Teriak Shilla, kemudian menegaskan Pedang Iblis Putih Kembarnya secara bersamaan.


"Tante-tante katanya," Gumam Tante Milea.


"Cabe-cabean, brengsek kau." Teriak Tante Milea.


Dua bilah energi cahaya dan kegelapan bersilangan lalu menerjang ke arah bola es beraliran petir, terlihat kekuatan serangan Pedang Iblis Putih Kembar lebih kuat dari serangan Tombak Es Petir.


"Sepertinya aku salah prediksi, ternyata Gadis berambut hitam itu lebih kuat dari Milea,"


"Aku harus segera menolong Milea, lalu pulang ke rumah." Gumam Komandan Anya, kemudian mengeluarkan jurus langkah petir.


"Duargh.............................. " Suara ledakan akibat beberapa elemen beradu.


Serangan milik Shilla terus menerjang ke arah Tante Milea, melihat jurus andalannya di kalahkan Tante Milea pun menjadi lemas.


"Serangan ku, kalah?" Gumam Tante Milea, kemudian menunduk dan menyadarkan tubuhnya pada Tombak Es Petir.


Komandan Anya pun langsung menahan serangan dahsyat milik Shilla menggunakan perisai emasnya.


"Duarghhh...................... ...." Suara ledakan akibat serangan Shilla menghantam Perisai Emas Komandan Anya.


Akibat serangan milik Shilla, arena di sekitar Tante Milea dan Komandan Anya pun hancur.


"Plok........ plok........ plok....... "


"Plok......... plok........ plok...... " Suara tepuk tangan para pengunjung pasar.


"Wah hebat, akhirnya Milea kalah juga." Ucap salah satu Pengunjung Pasar.


"Milea selalu saja membuat keributan, dan menantang banyak orang,"


"Kali ini dia mendapatkan karmanya." Ucap Pengunjung lainnya.


Milea kerap kali melakukan keributan di dalam pasar, namun ia belum pernah di kalahkan sekalipun hingga saat ini. Milea pun kalah telak dari Shilla sehingga membuat rasa percaya dirinya hancur berantakan.


"Wah ma...... setelah besar nanti aku akan mencari pacar seperti Kakak berdada kecil itu Ma." Ucap Joong Woon.


"Pacar, aduh anak laki-laki ku ini,"


"Sejak kapan dia mengenal Pacar." Gumam Nyonya Lang.


"Joong Woon kau harus jadi kuat terlebih dahulu seperti Kak Arung, baru boleh pacaran." Ucap Nyonya Lang.


"Baik Ma, aku akan berlatih sungguh-sungguh." Ucap Joong Woon.


Nyonya Lang dan Joong Woon pun meninggalkan arena pasar berniat pulang, begitu pula Pengunjung lainnya ikut membubarkan diri.


"Hah..... akhirnya selesai juga masalah ini, sebaiknya aku mengantarkan Milea kembali ke Kediaman Raja Kota.


Shilla pun kemudian kembali menyimpan kedua senjata sucinya ke dalam cincin ruang miliknya, dan kembali bersama Pemilik Kedai untuk membeli dagangannya.


Di dalam Kedai Vitalitas Pria dan Wanita.


Shilla pun menyimpan tubuh Beast ular jantan tersebut kedalam cincin ruang penyimpanan milik nya.


"Ini uangnya Tuan." Ucap Shilla, kemudian menyerahkan sejumlah uang.


"Terima kasih Nona Cantik." Ucap Pemilik Kedai, kemudian menerima uang tersebut.


"Tuan saya ingin menumpang bermeditasi di depan Kedai milik Tuan,"


"Saat ini seluruh tenaga saya telah habis terpakai." Ucap Shilla.


"Kasihan Gadis Cantik ini." Gumam Pemilik Kedai.


"Harus bertarung mati-matian, padahal tadi aku ingin mengatakan bahwa sanya aku memiliki dua beast ular,"


"Namun mereka berdua tidak mau mendengarnya, malah melakukan adu jotos." Gumam Pemilik Kedai.


"Baiklah Nona silahkan saja, tapi saya akan menutup kedai karena sudah larut malam." Ucap Pemilik Kedai.


Saat ini Xiao Mei Mei dan Matriak hampir sampai ke Kota Awan Hitam.


Di Kabin Depan Truck.


"Dup........ dup.......... dup... " Suara detak jantung yang cepat milik Xiao Mei Mei.


"Kya............ kenapa detak jantung ku begitu kencang, seperti nya aku benar-benar jatuh cinta kepada Adik Kecil."


"Kira-kira Vinic marah gak ya." Gumam Xiao Mei Mei, kemudian menoleh ke arah Nyonya Vinic.


Nyonya Vinic yang melihat gelagat aneh Xiao Mei Mei pun curiga.


"Mei Mei, kamu sudah seperti Shilla,"


"Yang ada di otakmu hanya Arung saja, sebaiknya aku menggodanya saja lah." Gumam Nyonya Vinic.


"Kwak....... Kwak......... Kwak.......... " Suara kicauan beast gagak yang kebetulan lewat.


Saat ini mereka tengah berada di jalanan yang sepi yang di kiri dan kanannya adalah tebing dan jurang.


"Mei Mei gimana persiapan acara perjodohan mu?" Ucap Matriak.


"Hah...... Vinic jangan bicarakan masalah itu lagi, hanya Xiao Ling yang senang akan acara perjodohan tersebut." Ucap Xiao Mei Mei.


"Ha..... ha...... ha....... " Tawa kecil Nyonya Vinic.


"Xiao Ling sangat mendambakan sosok seorang ayah, ini semua gara-gara Jendral Berserker yang mata keranjang itu." Ucap Xiao Mei Mei.


"Berserker, kenapa bisa sampai seperti itu Mei Mei?" Tanya Nyonya Vinic.


"Begini ceritanya Vin." Ucap Xiao Mei Mei.


Restauran di Desa Tiger


Saat itu siang hari setelah selesai menjemput Shilla dan hendak ke Kota Awan Hitam, mereka berdua pun mampir ke sebuah Restauran di Desa Tiger berniat makan siang.


"Kak Mei-Mei tau aja tempat yang enak buat makan, daging beast kijang di sini sungguh lezat." Ucap Shilla, sambil menggigit daging tersebut.


"Dulu ketika masih muda, Aku dan mama mu sering makan di sini Shilla,"


"Kami pun bertemu dengan jodoh kami untuk pertama kalinya di sini." Ucap Xiao Mei Mei.


Sementara itu Jenderal Berserker baru selesai menyantap makanan nya, tampak Jenderal tersebut sedang duduk seorang diri dengan ke lima Komandan mengelilingi nya.


"Hah............." Suara hembusan nafas panjang Jenderal Berserker.


"Aku sudah seminggu di desa kecil ini, tapi tidak menemukan jejak dari Kitab Jurus Dewa Harimau,"


"Sebaiknya aku segera kembali ke Ibu Kota Kerajaan, banyak hal yang harus ku urus," Gumam Jenderal Berserker, kemudian meneguk arak.

__ADS_1


Jendral Berserker pun mengamati ke sekeliling Restauran, ia pun terpesona melihat kecantikan yang di miliki oleh Xiao Mei Mei.


"Cantiknya, sungguh kecantikan seorang dewi,"


"Tidak pernah kuduga ada gadis secantik ini di desa kecil seperti ini, kecantikan nya sebanding dengan kecantikan yang di miliki Jenderal Es,"


"Kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali, sebaiknya aku segera melamarnya lalu menjadikan nya selir ku yang ketiga puluh." Gumam Jenderal Berserker, kemudian beranjak ke tempat Xiao Mei Mei.


Kelima Komandan nya pun ikut mendampingi Jenderal Berserker menuju tempat Xiao Mei Mei, melihat Jenderal Berserker menuju ke tempat mereka Shilla dan Xiao Mei Mei pun menghentikan menyantap makanannya.


"Kak Mei Mei, Kak Mei Mei kenal sama om-om itu?" Tanya Shilla.


"Tidak Shilla, aku belum pernah melihat nya sekalipun." Jawab Xiao Mei Mei.


"Sepertinya om-om ini sosok besar, terlihat dari lima orang yang mendampingi nya." Gumam Xiao Mei Mei.


Lalu Jenderal Berserker pun duduk di hadapan ke dua Gadis Cantik tersebut, kelima komandan langsung berjaga berkeliling di meja tersebut.


"Wah om-om ini maen duduk aja, apa om-om ini mengira kami ini kupu-kupu malam." Gumam Shilla, sudah mulai sedikit kesal.


Jenderal Berserker kemudian tersenyum ke arah Shilla dan Xiao Mei Mei.


"Selamat siang Nona Cantik, perkenalkan aku Jendral Berserker,"


"Maaf mengganggu waktu kalian berdua yang tengah menyantap makanan lezat ini." Ucap Jendral Berserker, kemudian menarik-narik janggutnya.


"Ternyata om-om ini seorang Jenderal, pantas saja aura nya begitu mendominasi." Gumam Shilla.


"Tidak apa-apa Jenderal, ada apa gerangan Jenderal menghampiri kami." Ucap Xiao Mei Mei.


"Kau tidak hanya cantik namun juga sangat sopan Nona Cantik, siapa kah namamu?" Tanya Jenderal Berserker.


"Namaku Xiao Mei Mei Jenderal, dan ini Shilla." Ucap Xiao Mei Mei.


"Xiao Mei Mei, nama yang sangat cocok dan indah sekali,"


"Aku hanya ingin mengungkapkan sesuatu Xiao Mei Mei." Ucap Jenderal Berserker.


"Firasatku tidak enak nih sama om-om ini." Gumam Shilla, kemudian meneguk beer.


"Mungkinkah ia ingin menyatakan cintanya, tapi itu tidak mungkin,"


"Kami kan baru saja bertemu beberapa menit, dan dia bahkan baru saja mengetahui nama ku." Gumam Xiao Mei Mei.


Para pengunjung di restaurant tersebut pun mulai menoleh ke tempat Xiao Mei Mei.


"Seperti nya Jendral ingin menambah selir lagi, Jenderal.........jenderal.........." Gumam salah satu Komandan yang berjaga.


"Padahal ia telah memiliki 29 orang selir yang sangat cantik, Jenderal memang tidak pernah bisa melihat barang yang bagus." Gumam Komandan lainnya yang berjaga.


Kelima Komandan yang berjaga pun menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Jenderal nya. Jenderal Berserker kemudian menggenggam kedua tangan Xiao Mei Mei, sorot matanya tertuju pada Xiao Mei Mei.


"Apa....... om-om itu hendak menembak Kak Mei Mei, nekat benar." Gumam Shilla, terkejut saat Jenderal Berserker menggenggam kedua tangan Xiao Mei Mei.


"Waduh gimana nih, aku tidak mungkin menyinggung perasaan seorang Jenderal." Gumam Xiao Mei Mei, kebingungan.


"Sepertinya Xiao Mei Mei tidak melepaskan genggaman tanganku, baiklah akan aku lamar dia." Gumam Jenderal Berserker, merasa mendapatkan sebuah lampu hijau.


"Sepertinya sudah mau di mulai, gombalan Jenderal Berserker." Ucap salah satu Komandan.


"Aku seorang Jenderal yang sangat jujur, pertama kali aku melihatmu di meja yang berada di sudut sana,"


"Hatiku serasa sudah berada di sudut sini, rambut merah mu membuat darah ku mendidih,"


"Om-om ini ternyata sangat pandai merayu wanita, seperti nya Jenderal ini merupakan seorang Jenderal Fuckboy." Gumam Shilla.


"Kecantikan mu membuat hatiku terpanah, mau kah kau menjadi selirku." Ucap Jenderal Berserker.


Suasana di Restoran pun menjadi sunyi akibat pernyataan cinta oleh seorang Jenderal, namun karena takut para Pengunjung lainnya tidak berani berkomentar.


"Selir...... dasar Jenderal mata keranjang." Gumam Xiao Mei Mei, kemudian melepaskan genggaman tangan Jenderal Berserker.


"Mohon maaf Jenderal aku tidak bisa memutuskan nya, aku harap Jenderal dapat membicarakannya terlebih dahulu dengan Ibuku,"


"Beliau adalah Matriak di Klan Xiao kami." Ucap Xiao Mei Mei.


"Oh ternyata begitu, dia sungguh sangat teliti,"


Jenderal Berserker belum mengetahui jika Xiao Mei Mei itu adalah seorang Janda yang memiliki satu orang putri.


"Ha...... ha....... ha........ " Tawa kecil Jenderal Berserker.


"Om-om ini kok ketawa, Kak Mei Mei jelas-jelas baru saja menolaknya,"


"Sepertinya ada yang salah dengan otak nya." Gumam Shilla.


"Baiklah..... baiklah Mei Mei, aku akan ke Klan mu sekarang." Ucap Jenderal Berserker, kemudian menarik-narik janggutnya.


"Sebaiknya aku pergi saja dulu, masalah ini akan ku bicarakan dengan mama nantinya." Ucap Xiao Mei-Mei.


"Kalau begitu kami permisi dulu Jenderal, ayo Shilla kita harus segera pergi." Ucap Xiao Mei Mei.


"Iya.... iya Mei Mei, aku akan membicarakan pernikahan kita dengan Ibumu,"


"Sudahlah pergi saja Xiao Mei Mei, biar aku yang membayarnya." Ucap Jenderal Berserker.


Xiao Mei Mei dan Shilla pun beranjak pergi dari restauran tersebut.


"Walaupun tidak mendapatkan jejak Kitab Dewa Harimau, aku mendapatkan seorang selir baru," Ucap Jenderal Berserker.


"Ha....... ha...... ha........ " Tawa Jenderal Berserker.


"Sebaiknya aku segera ke Klan Xiao, tapi aku lupa bertanya di mana letak Klan Xiao tersebut?" Gumam Jenderal Berserker.


Jenderal Berserker kemudian memerintah kan kelima Komandan nya untuk mencari letak Kediaman Klan Xiao.


Kembali ke Kabin Truk


"Begitu ceritanya Vin, setelah aku dan Shilla beranjak pergi,"


"Om-om itu pergi menjumpai Matriak lalu melamar ku, Matriak pun mengadakan Pertarungan Jodoh untukku,"


"Bahkan Matriak telah mengumumkan nya di website Pertarungan Perjodohan Kekaisaran Dewi Es." Ucap Xiao Mei Mei.


"Foto ku jadi beredar di dunia maya." Gumam Xiao Mei Mei.


"Wah kebetulan sekali, nanti aaku akan ikut mengadakan pesta pernikahan Shilla di acara tersebut,"


"Pasti meriah sekali,"


"Boleh gak Mei Mei?" Tanya Nyonya Vinic.


Mendengarkan perkataan Nyonya Vinic, alangkah terkejutnya Xiao Mei Mei. Ia pun mengerem mendadak Truk nya sehingga berputar-putar di jalanan hingga akhirnya berhenti.


"Cittt....... cittt...... cittt......... " Suara gesekan ban dan aspal.


Beberapa saat kemudian.


"Huft................ " Suara hembusan nafas panjang milik Xiao Mei Mei.


"Maaf Vin, tadi ada seekor beast kucing yang lewat." Ucap Xiao Mei-Mei.


"Ha..... ha..... ha......" Tawa kecil Nyonya Vinic.


"Aku hanya bercanda Mei Mei, Shilla tidak mungkin menikah secepat itu dia kan akan mengikuti ujian menjadi Alkemis." Ucap Nyonya Vinic..


"Dasar Vinic,.... " Gumam Xiao Mei Mei, kemudian kembali menjalankan Truk nya.


Beberapa saat kemudian, hari sudah subuh.


"Byurrrr.................. " Suara hujan deras, menandakan mereka mulai memasuki sekitaran Kota Awan Hitam.


"Vin, kita sudah memasuki Kota Awan Hitam, segera hubungi Shilla." Ucap Xiao Mei Mei.


"Hoam............ " Suara menguap Xiao Mei Mei.


"Baiklah Mei Mei." Ucap Nyonya Vinic.


Di depan Kedai Vitalitas Pria dan Wanita.


Shilla tengah bermeditasi memulihkan tenaga dalam nya yang telah habis saat bertarung dengan Tante Milea.

__ADS_1


"Kring......... kring.......... kring.......... " Suara HP milik Shilla berbunyi.


Shilla pun menghentikan meditasi nya, kemudian mengangkat HP tersebut.


"Shilla, kami sudah sampai di Kota Awan Hitam ya,"


"Dimana kamu sekarang Shilla, Kak Mei Mei sudah mengantuk nih." Ucap Nyonya Vinic.


"Sebenarnya Xiao Mei Mei ingin cepa-cepat bertemu Arung, diakan tengah dilanda asmara." Gumam Nyonya Vinic.


"Aku akan menunggu di depan gerbang Pasar Kota Awan Hitam ma." Ucap Shilla.


"Pasar, ngapain gadis itu subuh-subuh begini di pasar?" Gumam Nyonya Vinic.


"Baiklah kami akan segera menuju kesitu, Shilla." Ucap Nyonya Vinic.


"Iya Mama." Ucap Shilla.


Setelah menjemput Shilla di Pasar Kota Awan Hitam, mereka pun bergegas ke Penginapan Stadium Awan Hitam berniat beristirahat.


Penginapan Stadium Awan Hitam


"Byurrrr................. " Suara hujan deras.


Kamar Arung.


Tampak di atas ranjang ekstra Gisel dan Arung tengah tidur menggunakan selimut tebal yang sama berduaan, sehabis melakukan pergulatan yang melelahkan. Beberapa saat kemudian Gisel pun terbangun.


"Wajah tidur Arung sungguh mempesona, membuatku ingin melahapnya lagi." Gumam Gisel, ia pun langsung naik ke atas badan Arung berniat menciumnya kemudian kembali ke kamarnya.


"Tidak apa-apa menciumnya, lagian kami kan baru saja melakukan nya." Gumam Gisel, kemudian mulai mencium bibir Arung.


Arung pun terbangun akibat ciuman Gisel tersebut.


"Gisel........ternyata masih belum puas juga?" Gumam Arung, ia pun membalas ciuman Gisel lalu mereka pun berciuman dengan panasnya.


"Krak........... " Suara Pintu terbuka.


"Kukuruyuk.............................. " Kokokan suara Beast Ayam Jago.


"Kya............................................ Dasar mesummm." Teriak Shilla.


"Apa yang mereka berdua lakukan, subuh-subuh begini?" Gumam Nyonya Vinic.


"Siapa lagi Gadis Cantik berambut pirang ini, bukankah pacarnya Arung yang satu nya lagi berambut ungu?" Gumam Nyonya Vinic.


"Arung jika kau ingin melakukan hal seperti itu, kau dapat bertanya kepadaku dengan menelponku." Gumam Xiao Mei Mei.


"Hiks...... hiks..... hiks...... " Tangis kecil Xiao Mei Mei di dalam hati.


Ternyata saat mereka berciuman Shilla dan lainnya sudah tiba di depan pintu kamar dan hendak beristirahat. Arung dan Gisel yang kedapatan bermesraan tanpa menggunakan sehelai pakaian pun, hanya bisa berhenti berciuman dan mulai membatu.


"Matriak, Xiao Mei Mei, Shilla,..... "


"Sejak kapan mereka semuanya ada disini,"


"Aduh......kacau Matriak dan Xiao Mei Mei melihatku tengah seperti ini,"


"Mereka pasti berpikiran aku ini adalah Fuckboy." Gumam Arung, kemudian mengayunkan tangannya.


Sebuah energi berwarna hijau membetuk perisai kultivasi tumbuhan menyelimuti area di sekitar ranjang. Perisai ini lebih mirip seperti kumpulan akar yang saling menyatu, sehingga tidak dapat dilihat dari luar.


"Adik Kecil, bahkan saat ini kau mengencani wanita berambut pirang lainnya, ternyata kau Fuckboy." Gumam Xiao Mei Mei.


"Hiks....... hiks....... hiks....... " Tangis kecil Xiao Mei Mei.


Saat ini hati milik Pendekar Xiao seperti teriris-iris, ia pun kemudian duduk di sofa di dekat kedua rubah hitam dan putih.


"Lho kok ada rubah disini, ya sudahlah sebaiknya aku meminum beberapa kaleng beer terlebih dahulu." Gumam Xiao Mei Mei, kemudian mengeluarkan beberapa kaleng beer.


Matriak dan Shilla masih membeku di depan pintu.


"Tidak kusangka Arung benar-benar Fuckboy, bahkan ia berani meniduri wanita berambut pirang tersebut,"


"Padahal dia sudah memiliki gadis berambut ungu dan merah disisinya,"


"Oh iya putri ku sudah berambut hitam sekarang karena suatu kejadian tak terduga." Gumam Matriak, kemudian ikut bergabung ke tempat Xiao Mei Mei berada.


"Arung..jika kau ingin kau dapat mengatakannya kepadaku...." Gumam Shilla, kemudian ikut bergabung bersama Xiao Mei Mei dan Matriak.


Shilla pun tampak bersedih, ia pun memeluk si rubah hitam Friska. Tampak si rubah hitam menjilati tangan Shilla. Suasana sepi pun tercipta di ruangan santai tersebut.


Di dalam perisai kultivasi tumbuhan.


"Gisel tenanglah, tadi itu adalah mama nya Shilla." Ucap Arung, kemudian berpakaian.


"Mamanya....."


"Kya....... malunya aku, mamanya Shilla melihatku lagi tidur bareng Arung,"


"Dan kami sedang tidak berbusana,"


"Oh my god....... malunya." Gumam Gisel, kemudian berpakaian.


"Ya Arung, semua sudah terjadi, sebenarnya aku sangat malu Arungi,"


"Tenanglah Gisel." Ucap Arung.


"Oh iya aku harus segera kembali, selama dua bulan ini pasti orang tuaku mengkhawatirkan aku." Ucap Gisel.


"Gisel ternyata mau kabur dan meninggalkan ku seorang diri." Gumam Arung.


"Ya sudah, salam dengan kedua mama mu ya." Ucap Arung.


Arung pun kembali mengayunkan tangannya, seketika perisai kultivasi tumbuhan pun menghilang. Arung dan Gisel pun beranjak keluar dari dalam kamar, setelah membungkuk beberapa kali Gisel pun kembali ke kamarnya. Melihat Gisel beranjak keluar rubah putih "Rea"pun mengikutinya, Arung pun beranjak ke ruang santai berniat bergabung dengan lainnya.


Di ruang santai.


Suasana di ruangan ini pun membeku untuk sesaat, Arung duduk tepat di sebelah Shilla yang tengah memeluk rubah hitam "Friska". Terlihat Matriak dan Xiao Mei duduk bersama dan tidak, berkata apa pun.


Pemikiran Matriak,


"Tidak kusangka pemuda ini benar-benar mesum, raut wajah Shilla tampak gegana di buatnya,"


"Pada saat di aula leluhur, aku kurang yakin akan cerita dari Tetua Shiyu,"


"Tetua Shiyu mengatakan kalau Arung adalah Fuckboy, dan Arung bahkan berani melamar Tetua Shiyu,"


"Saat ini aku baru percaya, setelah melihatnya dengan kedua mata kepala ku sendiri." Gumam Nyonya Vinic.


Pemikiran Xiao Mei Mei,


"Adi Kecil, rasa sakit di hatiku ini adalah salah ku sendiri,"


"Seharusnya saat itu aku tidak pulang, dan melakukan hal itu denganmu di penginapan itu." Gumam Xiao Mei Mei.


"Hiks....... hiks....... hiks....... " Tangis kecil Xiao Mei Mei.


"Aku baru menyadari perasaan ku ketika berpisah dengan mu Arung." Gumam Xiao Mei Mei.


Raut wajah Xiao Mei Mei pun tampak sedih, matanya terlihat berkaca-kaca.


Pemikiran Shilla.


"Gisel telah mengambil langkah awal, aku harus mencari kesempatan untuk melakukan hal tersebut di kemudian hari,"


"Aku tahu wanita yang berasal dari Kota Awan Hitam memiliki dada yang besar, tapi aku tidak akan menyerah,"


"Di Desa Tiger ukuran dada seukuran ku ini adalah standar,"


"Arung juga merupakan calon suamiku, ganbatte Shilla." Gumam Shilla.


Semenjak pikiran Arung mulai menyatu dengan teratai kebijaksanaan, pola pikir Arung pun lebih bijaksana dan cerdik ketimbang kultivator lainnya. Ia telah menganalisa penyebab mereka semua duduk diam di ruangan santai ini lalu tak berbicara sepatah kata pun.


"Guk..... guk..... guk..... " Suara gonggongan rubah hitam memecah keheningan subuh ini.


"Ehm..... ehm." Suara gereheman Arung.


"Sepertinya bocah ini sudah mulai dewasa, ia ingin menjelaskan semua nya,"


"Sebaiknya aku mendengarkan nya saja terlebih dahulu." Gumam Nyonya Vinic.

__ADS_1


__ADS_2