Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Kembali Ke AKPERTI.


__ADS_3

Tak terasa hari demi hari telah terlewati di ruang angkasa yang hampa tersebut, 30 hari pun telah berlalu, terlihat Kapal-Kapal Layar Langit mulai memasuki orbit Planet Bumi.


"Groaghhhh..... Groaghhh........ " Suara guncangan Kapal-Kapal tersebut saat mulai bergesekan dengan atmosfir bumi.


Beberapa jam kemudian Kapal-Kapal tersebut pun tiba di lapangan AKPERTI, Kapal-Kapal tersebut mulai melayang sekitar dua meter dari atas tanah.


"Kraaakkk............. " Suara pintu Kapal-Kapal tersebut saat terbuka.


Para Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis pun mulai turun dari Kapal-Kapal tersebut, termasuk ke empat dosen AKPERTI.


"Hemmm........ "


"Udara di Bumi memang lebih segar." Ucap Nona Blue sambil melempangkan ke dua lengan nya ke atas.


"Kukira kita bakal mati di Planet Merkurius tersebut, planet itu benar-benar planet yang sangat berbahaya." Ucap Pak Thio.


"Jendral Mawar Ungu itu sangat kuat, untung saja Ratu Ular muncul di saat-saat kritis tersebut." Ucap Bu Janet.


Sementara itu Jendral Catherine dan yang lain nya kembali ke Ibu Kota untuk menyerahkan Buah Pohon Kematian tersebut langsung kepada Kaisar Ye. Kapal-Kapal Layar Langit pun kembali terbang setelah selesai menurunkan seluruh Komandan-Komandan serta Calon-Calon Alkemis tersebut.


"Whussss........... " Suara hempasan angin saat Kapal-Kapal Layar Langit tersebut kembali melesat terbang.


Para Komandan-Komandan dan yang lain nya pun mulai membubarkan diri nya, begitu pula dengan Nona Blue dan dosen yang lain nya. Tim Arung pun mulai berpisah saat itu, Ayu pun kembali ke penginapan ke tempat ia menginap sebelumnya begitu juga dengan Jeni.


"Dahhh......... " Ucap Jeni dan Ayu sambil melambaikan tangan mereka dari kejauhan.


"Huft............ " Suara Nafas Panjang Shilla.


"Ayo kita pulang Arung." Ucap Shilla.


Arung kemudian menggenggam pergelangan tangan kekasih nya tersebut, kemudian tersenyum kecil.


"Aku akan mengajak mu makan dulu di tempat yang enak dan spesial Shilla." Ucap Arung kemudian mulai memasang kuda-kuda jurus teleportasi milik nya.


"Blitzzzz................. " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.


Dalam satu kedipan mata mereka berdua pun berhasil berpindah ke depan pintu Warung Makan Daging Panggang Siluman Air yang berada di Kota Awan Hitam.


"Dup............ " Suara saat tapak kaki mereka berdua mendarat di atas lantai tersebut.


-[Kota Awan Hitam]-


"Byurrrr..... " Suara hujan deras.


Seperti biasa nya Kota tersebut selalu di guyur hujan yang sangat deras. Sontak saja Shilla kaget dengan jangkauan jurus teleportasi milik Pacar nya tersebut.

__ADS_1


"Lho.... Arung, bagaimana bisa kita tiba di sini, jurus milik mu begitu hebat." Puji Shilla yang kagum dengan jurus teleportasi tersebut.


"Sudah Shilla, kita sudah lama tidak makan siang bersama,"


"Ayo sayang." Ucap Arung lalu mulai membuka pintu Warung makan tersebut.


"Krakkkkk...... " Suara saat pintu tersebut mulai di buka.


"Ia Sayang." Jawaban mesra Shilla.


Sepasang kekasih itu pun mulai masuk ke dalam Warung makan yang ramai tersebut, tampak di dalam tempat tersebut sudah sangat ramai seperti biasanya.


"Pelayan, kami pesan dua porsi daging Panggang siluman air nya yach." Pesan Arung kemudian duduk di kursi tersebut.


"Baik Tuan." Ucap Pelayan Laki-laki tersebut kemudian kembali ke belakang berniat menyiapkan pesanan tersebut.


"So Sweat..... Dia mengajak ku makan berdua, mungkinkah ntar malam dia mau minta jatah dengan ku?" Gumam Shilla.


"Bagaimana keadaan Jeni, Shilla?" Tanya Arung yang mengkhawatirkan rekan se tim nya.


"Luka nya sudah baikan Arung, oh iya aku mendapatkan kabar sewaktu berada di Kapal Layar Langit jika ujian final nya di percepat Arung,"


"Kemudian ada sedikit perubahan dalam mekanisme di dalam ujian tersebut." Jawab Shilla.


"Di percepat, aku mencium bau-bau masalah di sini." Gumam Arung.


"Di ujian final nanti nya ketiga tim tersebut akan bertanding membuat Pil Penawar Racun Kehidupan." Ucap Shilla.


"Tapi kan kami hanya di per bantukan untuk misi di ujian tahap kedua ini saja Shilla." Ucap Arung.


Beberapa saat kemudian pelayan tersebut pun mulai menghidangkan pesanan sepasang kekasih tersebut, lalu kembali melayani pengunjung lain nya.


"Benar Arung ada perubahan mekanisme ujian saat ini, kali ini kalian juga akan di per bantukan di ujian tahap ketiga tersebut." Ucap Shilla.


Sebenarnya maksud dari Kaisar Ye merubah mekanisme ujian ke tiga tersebut adalah untuk melindungi Alkemis-Alkemis di ujian final nanti nya, mereka tidak tahu jika Kerajaan Iblis Ular akan segera menyerang Kota Seribu Obat saat Ujian Final Alkemis tersebut di langsungkan.


"Ya sudah kalau begitu, ayo kita makan dulu Sayang." Ucap Arung dengan mesra nya.


"Udah pasti nich, nanti malam dia pasti minta jatah." Gumam Shilla.


Mereka berdua pun mulai makan siang romantis mereka di Warung Makan Daging Panggang Siluman Air tersebut.


"Jika mengingat kata " SILUMAN" aku jadi enggan memakan makanan di sini,"


"Namun saat daging ini sudah berada di lidah rasanya enggan jika tidak menghabiskan nya." Gumam Arung lalu mulai menyantap daging Panggang tersebut dengan lahab nya.

__ADS_1


"Ugh.... Masakan di sini memang paling lezat." Gumam Shilla sambil mencuri pandang ke arah kekasih nya tersebut.


-[Pulau Jamur]-


Saat ini Menteri Obat dan murid-murid luar nya sedang mendirikan kamp-kamp di sekitar Hutan Jamur tersebut, mereka memutuskan untuk tinggal di tempat tersebut untuk sementara waktu sampai mereka mendapatkan cara kembali ke Planet Bumi.


"Guru, sepertinya anda sudah masuk dalam DPO di seluruh Kekaisaran Dewi Es ini, seperti nya ada saksi yang menyaksikan saat kita menyerang Tunangan Jendral Es tersebut." Ucap Reika sambil melihat Guru nya berlatih pernapasan di bawah sebuah Pohon Jamur Raksasa.


"Husss.............. " Suara hembusan nafas Sinyo Sakura.


"Mau gimana lagi, semua nya sudah terjadi, jika saja Gadis Berbaju Putih itu tidak ada, sudah dipastikan Tunangan Jendral Es itu tewas mengenaskan oleh ku saat itu." Ucap Sinyo Sakura sambil kembali berlatih pernafasan.


"Jadi Guru rencana apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Reika.


"Kita hanya harus menunggu disini, aku sudah menghubungi salah satu anggota keluarga kita untuk menjemput, Reika." Ucap Sinyo Sakura sambil kembali melatih pernapasan nya.


"Baik Guru." Ucap Reika sambil membungkuk lalu memberi hormat dan kembali ke tendanya.


"Aku tetap akan mengejarmu kemanapun kau pergi Tunangan Jendral Es." Gumam Sinyo Sakura.


-[Kembali ke Jendral Kelabang Merah]-


Tampak ia saat ini sedang menengadahkan kepalanya ke atas langit, Jendral tersebut berniat kembali ke Planet Bumi dia memiliki agenda tersendiri di Planet tersebut.


"Aku harus segera menemukan Kakak ku, Jendral Kelabang Racun Surgawi,"


"Dia menyegel ingatan nya sendiri saat itu, aku harus menemukan nya agar dia dapat bereinkarnasi seperti ku." Gumam Jendral Kelabang Merah.


Manusia Beast itu pun mulai memasang perisai angkasa di sekujur tubuh nya, kemudian mulai melesat terbang ke atas langit.


"Whussss.......... " Suara hembusan angin saat Jendral Kelabang Merah mulai melesat terbang ke angkasa.


"Walaupun menghabiskan waktu setahun untuk sampai ke Planet Bumi dengan cara terbang seperti ini, aku harus tetap pergi ke sana." Gumam Jendral Kelabang Merah sambil melesat terbang menembus awan-awan tersebut.


Yang dimaksud dengan Jendral Kelabang Racun Surgawi adalah Beast yang saat ini tidur di bawah tanah di dasar Jurang Kaki Bukit Siluman yang saat ini sedang di tempati oleh Jendral Berserker.


-[Di Dasar Jurang Kaki Bukit Siluman]-


"Entah sudah berapa lama aku berada di sini, aku sudah mulai tidak waras lagi jika berada di sini lebih lama lagi." Gumam Jendral Berserker sambil menengadahkan kepala nya ke atas lalu menarik-narik janggut nya.


Di bawah kaki Jendral Berserker, seekor Beast Kelabang Racun Surgawi tengah tertidur lelap menunggu hari dimana segel ingatan nya terlepas.


"Zzzztttt......... Zzzttttttt...... " Suara tidur Beast Kelabang Surgawi tersebut.


"Bulu kudukku selalu berdiri semenjak tinggal di dasar jurang ini, apa mungkin tempat ini angker?" Gumam Jendral Berserker lalu mulai melihat ke sekeliling nya.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2