Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Special Episode : Jedi Tiger dan Vinic Tiger Bagian Akhir.


__ADS_3

Setelah Xiao Mei Mei selesai menyanyi, Jedi, Xiao Long, dan Xiao Mei Mei mengantar kan Vinic Muda ke Kediaman Keluarga Tiger yang berada di Puncak Gunung Obat. Tampak di Kabin depan mobil Jedi dan Xiao Long duduk bersebelahan, dan di kabin belakang Xiao Mei Mei dan Vinic Muda duduk bersebelahan.


Di Dalam Mobil.


"Wah... enak ya tinggal di kota besar Vin, kenapa kamu kemari?" Tanya Xiao Mei Mei.


"Aku ada sedikit urusan keluarga disini Mei Mei, aku tidak bisa memberitahukan nya." Jawab Vinic Muda.


"Mei Mei, Vinic kemari adalah berkah bagiku, setelah sekian lama aku menjomblo akhirnya aku telah menemukan tulang rusuk ku yang telah hilang." Ucap Jedi Tiger sambil menyetir.


"So Sweat...... kau sungguh Pemuda yang berterus terang Jedi, tidak seperti seseorang." Ucap Xiao Mei Mei bermaksud menyindir Xiao Long.


"Jedi konsentrasi menyetir, lihat ke depan." Ucap Xiao Long mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


"Sepertinya Xiao Long dan Xiao Mei Mei memiliki hubungan." Gumam Vinic Muda.


Beberapa jam kemudian mereka pun tiba di Danau Puncak Gunung Obat, lalu mulai menaiki Perahu Penangkal Iblis.


Danau Puncak Gunung Obat.


Sore Hari


Tampak Xiao Long dan Jedi Tiger tengah mendayuh perahu tersebut perlahan.


"Vinic, aku tidak pernah melihat kecantikan seperti mu Vinic." Rayu Jedi Tiger.


"Ugh.... gombal." Ucap Vinic.


"Huh...... "


"Xiao Long dia kenapa tidak pernah merayuku seperti Jedi." Gumam Xiao Mei Mei.


"Wah..... Jedi benar-benar seorang Don Juan, tidak kusangka dia senekat ini, sejak di dalam mobil dia sangat gigih merayu Vinic." Gumam Xiao Long.


Beberapa saat kemudian seekor Duyung Api pun menarik Vinic jatuh ke dalam Danau Obat.


"Jedi...... " Teriak Vinic Muda.


"Blurrrpppp................" Suara saat tubuh Vinic Muda tenggelam ke dalam Danau.


"Vinic...... " Teriak Jedi Tiger lalu menyelam ke dalam Danau tersebut.


"Tunggu Jedi." Teriak Xiao Long.


"Blurpppppppppp........ " Suara saat tubuh Jedi Tiger jatuh ke dalam Danau.


Xiao Mei Mei dan Xiao Long pun mendayuh perahu tersebut ketepian lalu berlari mencari pertolongan, mereka tidak berani menyelam ke dalam Danau yang di penuhi Beast-Beast Buas tersebut.


"Kita harus melaporkan ini kepada Matriak Yuki." Ucap Xiao Long sambil berlari ke dalam mansion utama.


Di Dalam Danau Obat.

__ADS_1


Tampak seekor Duyung Api hendak menggigit Vinic Muda, Jedi Tiger pun berenang lalu menendang makhluk tersebut. Ia pun memeluk tubuh Vinic berniat melindunginya, namun Duyung Api itu sangatlah buas makhluk tersebut terus mencabik-cabik punggung Jedi.


"Akkkhhhh....... " Teriak Jedi.


"Jedi..... "


"Kenapa kau begitu nekat mengorbankan dirimu pada ku." Gumam Vinic Muda.


Beberapa menit kemudian mereka berdua pun mulai tak sadar kan diri dan di tarik masuk ke dalam Danau Obat oleh Duyung Api tersebut.


"Bluurrrrpppp......... " Suara saat tubuh mereka berdua yang tengah berpelukan tenggelam.


Beberapa saat kemudian sebuah tangan api melesat masuk kedalam Danau lalu menarik mereka kembali ke permukaan, tampak kultivator yang melesatkan jurus tersebut adalah Matriak Yuki.


"Huft.......... " Suara Nafas Panjang Yuki.


"Untuk saja masih sempat, jika tidak apa yang harus kukatakan kepada mama dan papa nya Vinic." Gumam Yuki, lalu mulai melayang menuju Mansion Utama.


"Mei Mei, Xiao Long sebaiknya kalian ikut aku, aku khawatir Beast yang menyerang Vinic akan keluar dan menyerang kalian." Ucap Matriak Yuki, lalu terbang melayang ke mansion utama.


"Ih menyeramkan, ayo kita ikuti Kak Yuki Xiao Long." Ucap Xiao Mei Mei, lalu melesat menuju Mansion Utama bersama Xiao Long.


"Ayo Mei Mei." Ucap Xiao Long.


"Aurgghhhhh............. " Raungan Duyung Api tersebut dari dalam Danau.


Kembali ke saat ini di Desa Fire Snake, beberapa jam pun telah terlewati, tak terasa waktu telah menjelang sore hari.


Desa Fire Snake, di dalam kamar penginapan.


Kedua Kultivator itu pun mulai terjaga, lalu mulai mengamati ke sekeliling nya. Tampak Cie Err sudah terluka di lantai di dekat pintu, Tetua Shiyu dan Matriak pun bangun lalu beranjak ke luar.


Koridor Hotel.


"Singa Es Kuno?"


"Shiyu bantu aku." Ucap Nyonya Vinic.


Di luar ternyata sudah ada seekor Singa Es Kuno yang kelaparan, tampak koridor tersebut telah hancur.


"Baik Matriak." Ucap Tetua Shiyu.


Tetua Shiyu pun melesatkan Jurus Tangan Api, lima buah lengan api pun mulai melesat lalu mencengkram kaki, tangan, dan mulut beast buas tersebut.


"Erggghhh........... " Suara saat makhluk buas tersebut berusaha melepaskan diri.


"Bagus Shiyu." Ucap Nyonya Vinic, lalu melesat ke arah Beast Buas tersebut sambil mengeluarkan Jurus Tapak Pembunuh.


"Aku hanya dapat menahan nya sementara Matriak." Ucap Tetua Shiyu yang sedang kesusahan mengunci gerakan Singa Es Kuno tersebut.


Sebuah Pedang Api melesat dan menembus tubuh Singa Es Kuno tersebut.

__ADS_1


"Jlebbbbb........... " Suara saat Pedang Api menembus tubuh Beast Buas tersebut.


"Brukkk.............. " Suara saat tubuh Beast tersebut jatuh ke lantai.


Beberapa saat kemudian Cie Err menghampiri Matriak dengan berjalan sambil bersandar di dinding.


"Terimakasih Nyonya, sudah membantu ku." Ucap Cie Err.


"Ya adik kecil, apa yang sebenarnya sedang terjadi?" Tanya Nyonya Vinic.


Tetua Shiyu pun mulai menghampiri Matriak, ia juga ingin tahu masalah yang saat ini sedang melanda desa tersebut.


"Begini ceritanya Nyonya........ " Ucap Cie Err, lalu mulai menjelaskan kejadian yang sedang menimpa Desa Fire Snake tersebut.


Beberapa menit kemudian,


"Oh.... jadi Desa ini sering di serang oleh gerombolan Singa Es Kuno yach." Ucap Tetua Shiyu.


"Shiyu ayo kita bantu warga disini, baru kita melanjutkan perjalanan." Ucap Nyonya Vinic, lalu mulai berjalan.


"Siap Matriak." Ucap Tetua Shiyu.


Cie Err pun kemudian menghentikan langkah Matriak dan Tetua Shiyu.


"Kenapa kau menghentikan kami Adik Kecil?" Tanya Nyonya Vinic.


"Nyonya sebaiknya anda berganti pakaian terlebih dahulu." Ucap Cie Err.


Matriak pun menoleh ke arah pakaian yang tengah di kenakan nya saat ini, ia saat ini mengenakan pakaian yang super minim.


"Ups..... benar yang di katakan bocah tersebut." Gumam Nyonya Vinic.


Ia pun berganti pakaian terlebih dahulu, baru kemudian ikut membantu Cie Err bersama warga desa lain nya membasmi Singa Es Kuno baru melanjutkan perjalanan ke Kota Seribu Obat.


Di Dasar Jurang Kaki Bukit Siluman Air.


Malam Hari.


Tampak Berserker tengah duduk seorang diri sambil memanggang Beast Kelinci di dasar jurang tersebut. Ia saat ini tidak memakai baju nya, janggutnya dan rambutnya pun sudah mulai tidak terurus.


"Di mana aku saat ini, andai saja aku memiliki Pedang Iblis Hitam aku dapat dengan mudah keluar dari sini." Ucap Berserker.


Ia pun mulai menggigit daging kelinci tersebut.


"Ini semua gara-gara Tunangan Jendral Es tersebut, jika aku berhasil keluar dari sini akan ku bunuh dia,"


"Jurus apa itu, kenapa bisa ada jurus aneh seperti itu." Gumam Berserker.


Berserker lalu menengadahkan kepalanya ke atas langit, kemudian berteriak.


"TUNANGAN JENDRAL ES, AKAN KUBUNUH KAU." Teriak nya.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2