Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Berlatih Jurus Teleportasi Bagian Ke Empat.


__ADS_3

Ke esokan pagi nya.


Malam harinya mereka berempat pun beristirahat di dalam Bola Ruang milik Putri Naga Kecil, pagi harinya Arung pun keluar dari dalam bola tersebut berniat berlatih jurus teleportasi bagian keempat tersebut.


Tepian Danau Pulau Makam Kuno.


"Baiklah aku sudah membaca kitab tersebut semalaman, kini saat nya aku mulai mempraktikkan nya." Gumam Arung.


Pendekar Naga tersebut pun mulai memasang kuda-kuda Jurus tersebut, terlihat dari sekujur tubuh Pemuda tampan tersebut aura berwarna-warni mulai membungkus tubuh nya.


"Konsentrasi, satukan diri dengan alam, baiklah aku akan mulai melesatkan jurus teleportasi tersebut ke angkasa." Gumam Arung.


Ia pun mulai melesatkan jurus tersebut.


"Hyatttt................... " Teriak nya.


"Blitzzzz.................. " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam satu kedipan mata Arung pun berpindah tempat ke atas langit, di karenakan Jurus nya yang belum sempurna ia pun tersetrum oleh tenaga dalam nya sendiri kemudian muncul beberapa ledakan kecil di sekitar tubuh nya.


"Drrrrttttttt................ " Suara saat Arung tersetrum oleh tenaga dalam nya sendiri.


"Boommm.... Boommm.... Boommm...... " Suara ledakan kecil di sekitar tubuh nya.


Setelah itu ia pun kehilangan tenaga nya untuk sesaat kemudian terjatuh ke tepian danau.


"Duaghhh............... " Suara saat tubuh Komandan Don Juan itu jatuh ke tanah.


"Akh....... " Teriak kesakitan nya.


Cedera yang di derita oleh Komandan Don Juan tersebut tidak terlalu parah di sebabkan kekuatan fisik Naga nya yang sudah memasuki ranah penempaan tubuh level lima.


"Uhuk..... Uhuk... Uhuk..... " Suara Batuk Arung, sambil mengeluarkan darah hitam dari dalam mulut nya.


Ia pun bangun lalu beristirahat sejenak, kemudian kembali mengulangi jurus tersebut sepanjang hari tersebut.


Di Dalam Bola Ruang, Di Dalam Ruang Santai.


Terlihat Shilla tengah membaca Kitab Jurus Naga Api dan Ayu sedang membaca Kitab Jurus Raja Petir, sementara Jeni hanya menatap ke arah mereka berdua.


"Mereka berdua memiliki dua Kitab jurus tingkat alam dewa, perbedaan level antara aku dan mereka sangat jauh, sebaiknya aku keluar dan berlatih menggunakan Pedang Emas dan Cincin Emas saja." Gumam Jeni lalu beranjak pergi ke Tepian Danau untuk berlatih.


"Dup............. " Suara pintu kamar tertutup.


Shilla pun berhenti membaca dan mulai meletakkan Kitab Jurus tersebut di atas meja giok.

__ADS_1


"Ayu, aku penasaran dengan gelagat aneh Jeni, mungkinkah Gadis itu memiliki hubungan dengan Arung?" Tanya Shilla.


Ayu pun berhenti membaca Kitab Jurus tersebut, ia sedikit kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Shilla.


"Siapa juga yang tidak curiga dengan Jeni, ia bahkan berani keluar dari dalam kamar mandi tersebut tanpa mengenakan sehelai penutup apa pun, bahkan ia berani memeluk Arung di hadapan Shilla,"


"Sebaiknya aku tidak ikut campur masalah ini, aku lebih baik keluar dan berlatih Kitab Jurus Raja Petir ini." Gumam Ayu.


"Oh iya..... "


"Shilla, aku baru saja memahami Fondasi dari Jurus Raja Petir bagian pertama ini, aku pergi dulu yach." Ucap Ayu lalu beranjak keluar dari dalam ruangan tersebut.


Ia tidak berniat terlibat dalam konflik cinta di antara Arung dan Shilla.


"Dup........ " Suara saat pintu kamar tertutup.


"Ayu...... Kau memang tidak mau membicarakan masalah ini dengan ku, andai saja Gisel ada di sini,"


"Aku pasti bisa berdiskusi dengan Sahabat baik ku itu, Gisellll........." Gumam Shilla teringat dengan Sahabat Baik nya Gisel Alba.


Ia pun kembali membaca Kitab Jurus Naga Api tersebut.


"Jurus ini sangat sulit, dikatakan disini hanya manusia setengah Naga saja yang dapat dengan mudah menguasai jurus ini, jika kultivator biasa yang mempelajari nya akan membutuhkan waktu yang sangat lama." Gumam Ayu sambil membaca sebuah paragraf yang ada di dalam Kitab Jurus tersebut.


Kembali Ke Permukaan Samudra Zamrud Hijau.


Wakil Komandan Cantik bermata emas dan berambut pirang itu saat ini tengah duduk seorang diri di atas atap Kapal Layar Langit, terlihat di sebelah nya hanya ada sekaleng beer yang menemani nya.


"Arung... Kenapa aku bisa teramat mencintaimu, lalu kenapa pula aku bisa sesakit ini." Ucap Gisel lalu mulai meneguk beer di sebelah nya.


Gisel pun kembali teringat kenangan indah nya bersama Komandan Don Juan tersebut saat berada di dalam Mansion Putri Naga Kecil setelah melakukan Kultivasi Ganda di lorong jebakan bergravitasi tinggi di Perpustakaan Kuno Kerajaan Jangbaek tersebut.


Di Dalam Mansion Putri Naga Kecil.


"Shilla saat Arung pertama kali menerima mu menjadi Pacar Kedua nya hatiku bagai tercabik-cabik oleh suatu Pedang yang tak kasat mata." Ucap Gisel.


"Maafkan aku Gisel, aku tidak menyangka kalau Arung sudah memiliki Pacar,"


"Arung pun menerima ku karena ingin membalas budi keluarga ku, saat dia berusia 15 tahun salah satu Tetua di Keluarga ku mengadopsi nya." Ucap Shilla.


"Benarkah Shilla, jadi Arung adalah anak angkat di Keluarga Tiger?" Tanya Gisel.


"Benar sekali Gisel, Tetua Bongpal menemukan nya berdiri seorang diri di Tepi Jalan menuju Puncak Gunung Obat,"


"Karena iba melihat kondisi Arung, Tetua Bongpal pun membawanya pulang bersamanya." Ucap Shilla.

__ADS_1


Kesalahpahaman pun mulai muncul akibat perkataan Shilla tersebut.


"Jadi Arung itu adalah anak angkat, sungguh kasian,"


"Mama ku pun mengatur perjodohan antara Aku dan Arung setelah menyaksikan perform bagus nya dalam ujian kompetisi tersebut,"


"Arung pun menerima cinta ku sesaat setelah membaca surat dari mama ku, karena telah terhutang budi oleh Keluarga Tiger yang telah mengajari nya kultivasi dan merawatnya selama tiga tahun ini." Ucap Shilla.


"Jadi kejadian nya seperti itu Shilla?" Tanya Gisel.


"Benar Gisel." Jawab Shilla.


"Arung di balik senyum mu kepadaku selama ini ternyata kau memiliki masa lalu pahit seperti itu,"


"Ternyata kau begitu mulia, kau tetap mengingat budi baik keluarga yang telah membesar kan mu selama ini." Gumam Gisel.


"Hiks...... Hiks........ Hiks...... " Suara Tangis Gisel di dalam hati nya sambil meneteskan air mata di pipi nya.


"Kenapa Gisel menangis lagi, apa dia masih merasa tersakiti karena Arung membagikan cinta nya?" Gumam Shilla.


"Baiklah Arung ternyata begitu ceritanya, baiklah aku rela dan ikhlas di madu." Gumam Gisel kemudian meneguk beer yang ada di hadapan nya.


Beberapa saat kemudian Arung pun masuk keruangan tersebut, saat melihat Kekasih Hatinya tiba Gisel pun langsung bangun dari kursi giok nya.


"Sayang kenapa kau tidak menceritakan kisah masa lalu mu saat Shilla pertama kali tiba di Kota Awan Hitam tersebut." Ucap Gisel kemudian memeluk Kekasih Hatinya tersebut.


"Kenapa dengan Gadis Pemabuk ini, apa dia tengah mabuk lagi?" Gumam Arung.


Ia berpikiran seperti itu di karena kan bau minuman keras yang begitu menyengat yang berasal dari dalam mulut Gisel, kemudian Shilla pun bangun dari kursi giok tersebut lalu beranjak ke dapur berniat membuatkan teh untuk Calon Imam nya tersebut.


"Gisel tenanglah, ada apa ini sebenarnya?" Tanya Arung.


Gisel tetap memeluk erat Arung, sementara itu Shilla pun mulai cemburu melihat kemesraan Arung dan Gisel, Gadis Cantik itu pun mengatur sebuah siasat agar dirinya dapat di peluk juga oleh Arung.


"Gisel minggirlah aku kan juga ingin di peluk oleh Arung." Gumam Shilla.


Gadis Cantik itu pun mendekat ke arah Sepasang Kekasih yang tengah bermesraan tersebut kemudian pura-pura terjatuh saat membawakan teh tersebut.


Air teh pun membasahi tubuh mereka bertiga, keinginan Shilla untuk di peluk oleh Calon Imam nya pun terpenuhi, Kedua Gadis Cantik itu pun terjatuh di pelukan Pendekar Setengah Naga tersebut.


"JIKA ADA CINTA DI DALAM SATU HATI, CINTA TERSEBUT AKAN SALING BEREBUT UNTUK MEMENUHI SATU HATI TERSEBUT,"


"KEKACAUAN AKIBAT KESERAKAHAN MASING-MASING CINTA TERSEBUT AKAN TERUS BERLANJUT,"


"SAMPAI NAFAS HABIS ATAU KEDUA CINTA TERSEBUT TIDAK SALING BEREBUT LAGI." Ucap Arung lalu mulai memeluk kedua Gadis Cantik tersebut bersamaan.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2