
-[Tribun VVIP]-
Tampak aura hitam pekat tersebut mulai berkumpul di sekujur tubuh Tetua Bella, Xiao Mei Mei yang melihat peristiwa tersebut dari kejauhan pun merasa sedikit heran dengan perilaku Tetua Bella saat Ujian berlangsung.
"Apa yang di lakukan oleh Gadis Cantik itu ya, kenapa dia malah berlatih di sini, dia mau menonton acara atau mau berlatih seni bela diri?"
"Atau mungkin saja itu suatu jurus yang harus di latih di tempat ramai seperti ini yach." Gumam Xiao Mei Mei lalu kembali menyaksikan Tim Shilla yang sedang melakukan Pembakaran Pil di Arena.
"Tetua Bella sungguh menyayangi Dilla seperti anak nya sendiri, sangat berbeda dengan Patriak yang sedang menghilang entah kemana saat ini." Gumam Tetua Mika sambil kembali menghisap cerutu nya.
"Whussss........ " Suara hempasan asap cerutu Tetua Mika.
Tetua Bella merupakan salah satu Kultivator yang berlatih Teknik Seni Beladiri Jiwa.
-[Dunia Di Dalam Dantian Tetua Bella]-
Kesadaran Arung pun mulai terhisap ke dalam Dunia Dantian nya Tetua Bella, saat ini Arung mendadak berada di dalam sebuah kamar seluas 6 x 6 meter.
"Di mana lagi aku, bukan kah aku tadi lagi melakukan proses pembakaran pil di atas arena?" Gumam Arung sambil mengamati ke sekeliling nya.
Dinding kamar tersebut berwarna Pink begitu juga dengan plafond nya di atas laci-laci si sekitar dinding terdapat banyak lilin aroma terapi yang mengeluarkan wangi-wangian yang menyegarkan bagi yang menghirupnya, penerangan di dalam kamar tersebut pun sedikit redup membuat ruangan tersebut terkesan sensual.
"Ugh.... Apa mungkin aku kembali berpindah ke dalam dunia lain nya lagi?" Gumam Arung lalu mulai duduk di atas ranjang tersebut.
Hujan deras pun mulai mengguyur sangat lebat di luar kamar tersebut sehingga menyebabkan suhu di dalam kamar tersebut semakin sejuk.
"Byurrrr............... " Suara Hujan Deras dari luar.
"Kraaakkk......... " Suara Pintu Kamar tersebut mulai terbuka.
Tetua Bella pun mulai masuk mengenakan Kimono berwarna pink yang begitu sexi, tampak belahan paha dan dadanya yang begitu mulus, lekuk tubuh bak gitar spanyol terlihat jelas dari kimono yang di kenakan nya. Ia pun mulai masuk dan duduk di sebelah Komandan Don Juan tersebut dengan feminim nya.
"Siapa Gadis Cantik ini, ugh.... Cuacanya sangat mendukung dan ruangan di dalam sini pun sangat pas buat berduaan." Gumam Pendekar Naga yang tidak tahu apa yang sedang menunggunya nanti.
"Maaf suami ku, kau sudah menunggu ku lama, aku akan mulai melayani mu saat ini." Ucap Tetua Bella yang berpura-pura menjadi istri Arung serta memiliki maksud lain nya.
"Suami, aku yakin sekali aku pasti terdampar ke dalam dunia kultivasi lain nya." Gumam Arung.
Tetua Bella pun mulai melepaskan pakaian nya, Arung yang menyaksikan hal tersebut pun mulai terpukau lalu mulai lengah, mereka berdua pun mulai bercciuman dengan panas nya.
"Ugh.... Kali ini aku merasa bersyukur terdampar di dunia lain nya, biasanya aku terdampar di pinggir hutan atau di tengah gurun yang tandus." Sambil terus bercciuman dengan panas nya bersamaTetua Bella.
Tiba-tiba saja sebuah Belati Hitam Jiwa mulai muncul di genggaman tanganTetua Bella.
"Dengan PAHAM CULASISME aku selalu berhasil membunuh musuh-musuh ku dengan trik seperti ini." Gumam Tetua Bella sambil bercciuman dengan mesra nya.
"Jleebbbb..... Jleebbbb...... Jlebbb.... " Suara tiga tusukan Belati Hitam Jiwa daat bersarang di perut Arung yang sedang bercciuman lalu lengah tersebut.
"Akhhhhhhhh.......... " Teriak Kesakitan Arung.
"Brukkkk......... " Suara Tubuh Arung saat terbaring lemas ke atas ranjang tersebut.
__ADS_1
Saat ini Jiwa Arung terluka sangat parah akibat tusukan Belati Hitam Jiwa tersebut.
-[Arena]-
Saat ini tubuh Arung yang tidak memiliki kesadaran terus melesatkan Api Ungu ke arah Tungku Dewa Ular Kuno tersebut, saat Tetua Bella mulai menusuk nya dengan Belati Jiwa dari mulut Arung pun mulai mengeluarkan darah hitam yang kental.
"Arung kau kenapa?" Gumam Shilla saat menoleh ke arah Calon Suaminya sambil terus melesatkan Jurus Telekinesis Alkemis tersebut.
"Bos, apakah mengeluarkan Api Ungu dalam durasi yang lama membuat mu terluka parah, tidak mungkin stamina bos kan sangat kuat,"
"Bahkan saat merudu paksa ku di kamar tersebut setelah beberapa jam berlalu dia baru KO, untung saja aku telah mengkultivasi Pil KB sebelum nya." Gumam Jeni yang kembali berharap di rudu paksa oleh Arung.
"Arung.... Bertahanlah tinggal satu jam lagi dan Pil ini akan selesai." Gumam Ayu sambil melesatkan Jurus Telekinesis Alkemis.
Ketiga Alkemis Cantik tersebut sangat khawatir dengan keadaan Arung saat ini.
-[Dunia Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan]-
Saat ini Zephyr Nine Colour Snake sedang tidur menyamping dengan tangan menopang kepalanya sambil memandangi kawah magma berwarna ungu di hadapan nya, tampak dunia tersebut terus di hujani dengan api sembilan warna yang panas.
"Naga Muda... Kenapa dia bisa masuk ke dalam Dunia Dantian nya orang lain?"
"Kondisi nya pun sedang kritis saat ini sebaik nya aku segera pergi dan menolong Tuan Naga Muda, jika tidak bisa kacau." Gumam Zephyr lalu mulai bangun dan menjelma ke wujud Beast nya.
Ular Api Sembilan Warna itu pun mulai terbang menembus awan tersebut.
"Tuan Naga Muda bertahan lah." Gumam Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan tersebut sambil melesat terbang.
-[Arena]-
-[Dunia Black Hole Dragon]-
Dragon Black Hole tersebut tampak sangat gelisah karena keadaan Arung, makhluk buas itu pun mulai menerjang kerangkeng emas tersebut sebanyak beberapa kali.
"Duakkk..... Duakkk..... Duakk.... " Suara saat tubuh Black Hole Dragon tersebut mulai menghantam kerangkeng emas yang mengurung nya saat ini.
"NAGA EMAS...... "
"ULAR EMAS KELUAR LAH..... " Teriak Black Hole Dragon tersebut dengan sangat keras.
Black Hole Dragon pun terus menerus memanggil Kedua Jiwa yang bersemayam di Tato Emas di punggung dan dada Arung. Beberapa saat kemudian seekor Naga Emas dan Ular Emas Bertanduk Sembilan pun melesat terbang ke arah Naga Hitam tersebut.
"ADA APA JABBERWOOK?" Tanya Naga Emas.
"NAGA MUDA ITU SAAT INI SEDANG TERHISAP KE DALAM DUNIA HITAM SALAH SATU GADIS YANG ADA DI DEKAT NYA, CEPAT LEPASKAN AKU,"
"AKU AKAN SEGERA MEMBANTUNYA,"
"LAWAN NYA KALI MERUPAKAN JIWA YANG SANGAT KUAT." Ucap Jabberwook.
Naga Emas dan Ular Emas saling menatap kemudian mulai berbalik serta melesat terbang meninggalkan Black Hole Dragon di dalam Kerangkeng Emas tersebut.
__ADS_1
"HEI LEPASKAN AKU......"
"AKU JUGA INGIN MENGAMUK, AKU SUDAH LAMA TIDAK MAKAN ENAK." Teriak Black Hole Dragon yang ternyata sedang lapar tersebut.
"Aurghhhhhh............ " Raungan Kekesalan Jabberwook karena di cuekin oleh Naga Emas dan Ular Emas.
"DASAR JABBERWOOK DIA HANYA INGIN MENGAMUK SAJA, UNTUNG SAJA DUA NAGA LAIN NYA BELUM MENYADARI KESULITAN YANG DI HADAPI PEMILIK TUBUH INI." Ucap Naga Emas sambil melesat terbang.
"KITA HARUS MEMBANTUNYA NAGA EMAS." Ucap Ular Emas Bertanduk Sembilan sambil melesat terbang.
"Whusss..... Whuuusss........ " Suara Hempasan Angin Saat Kedua Jiwa Beast itu melesat terbang berdampingan.
"HAH.... NAGA MUDA ITU MENYUSAHKAN SAJA, DIA MENGGANGGU WAKTU SANTAI KU DAN ULAR EMAS YANG SEDANG BERMAIN CATUR." Ucap Naga Emas.
Kedua Jiwa Beast itu pun menjelma menjadi seberkas energi spiritual emas yang tak kasat mata kemudian mulai melesat keluar dari dahi Arung ke arah Dahi Tetua Bella.
-[Dunia Di Dalam Dantian Tetua Bella]-
Kamar tempat Arung dan Tetua Bella bermesraan saat ini berada di tengah lembah hitam yang gersang dan penuh perbukitan, awan gelap yang menyelimuti kawasan tersebut pun mulai menambah suasana makin mencekam di tempat tersebut.
"Byurrrr................... " Suara Hujan Deras.
Dari balik awan tersebut Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan pun muncul, mahkluk tersebut pun mulai menjelma ke wujud Manusia Beast nya, lalu lari melesat ke arah Kamar tersebut.
"Aku harus bergerak cepat, Tuan Naga Muda saat ini dalam keadaan bahaya." Gumam Zephyr Nine Colour Snake sambil melesat lari ke arah jendela kamar tersebut.
-[Di Dalam Kamar]-
Tampak Tetua Bella yang tidak mengenakan sehelai pakaian apa pun menindih tubuh Arung sambil menduduki pinggul nya serta berniat mengiris tenggorokan rival anak angkat nya tersebut dengan Belati Hitam Jiwa.
"Ugh.... Siapa Wanita ini kenapa dia menusukku setelah selesai bercciuman dengan panas nya." Gumam Arung yang sudah tidak berdaya lagi dan terbaring lemas di atas ranjang tersebut dengan bersimbah darah.
"Setidak nya sebelum kau mati kau sempat bercciuman dengan ku, kau pasti akan mati dalam keadaan tersenyum." Ucap Tetua Bella lalu mulai mengayunkan Belati Hitam Jiwa nya ke arah tenggorokan Arung.
"Kraangggg......... " Suara kaca jendela pecah akibat Zephyr yang sedang menerobos masuk ke dalam kamar tersebut.
"Tuan Naga Muda." Teriak Zephyr lalu mulai melesat kan Api Sembilan Warna yang begitu padat ke arah Tetua Bella.
"Duarghhhh................ " Suara ledakan akibat serangan Zephyr mengenai Jiwa Tetua Bella tersebut.
Tetua Bella pun terpental hingga menembus tembok kamar tersebut.
"Akhhhh.......... " Teriak Tetua Bella.
Akibat teriakan besar dan melengking Tetua Bella kondisi Dunia di dalam dantian nya semakin ekstrim. Sambaran petir mulai menyambar di sekitar lembah gersang tersebut di ikuti angin kencang.
"Jderrrr....... Jderrr.......... " Suara Petir Menggelegar.
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].
__ADS_1