
Di Dalam Kamar VIP, hari ketiga berada di Ruang Angkasa.
Keesokan Paginya.
Tampak Arung telah mengeluarkan sebuah Bola Ruang dari dalam cincin ruang penyimpanan milik nya, Luna dan Gisel tengah duduk di sofa sambil menonton acara Talk Show mengenai malam Konser Internasional yang akan di adakan di Pulau Koreas nanti nya.
"Pagi-pagi udah nonton acara talk show, sebaiknya aku berlatih jurus-jurus dari kitab-kitab yang telah kudapat kan sebelum nya saja." Gumam Arung, lalu meletakkan bola tersebut di lantai.
Arung pun mengalirkan tenaga dalam elemen perak nya ke sekitar benda tersebut, bola ruang pun kini di selimuti oleh perak yang melekat di lantai, Luna dan Gisel hanya mengamati tindakan Pendekar Don Juan itu saja.
"Sepertinya dia ingin beristirahatlah di dalam mansion nya tersebut." Gumam Luna.
"Gisel, Luna aku akan berlatih di dalam bola ruang terlebih dahulu ya,"
"Jika kalian perlu dengan ku, masuk saja kedalam bola tersebut." Ucap Arung.
"Ya Arung." Ucap Luna.
Sementara itu kecurigaan Gisel bertambah besar karena tindakan bodoh Arung tersebut, hanya orang-orang terdekat nya saja yang mengetahui perihal bola ruang tersebut.
"Aku mencium bau hubungan terlarang antara Kak Luna dan Komandan Arung." Gumam Gisel.
"Clara." Ucap Arung, lalu mulai terhisap masuk kedalam bola ruang tersebut.
Gisel pun terus menatap Kak Luna dengan tatapan sinis. Luna dan Gisel pun kembali melanjutkan menonton acara TV tersebut.
"Sepertinya Gisel mulai curiga, aku harus mencairkan suasana tegang ini." Gumam Luna.
"Wah.... Kudengar di angkatan kalian yang menjadi wakil Komandan cuman kamu ya,"
"Selamat ya Gisel,"
"Walaupun ucapan dari ku sedikit terlambat." Ucap Luna.
"Ia Kak Luna, Terima kasih ucapan nya." Jawab Gisel, jutek.
Mereka berdua pun mulai melanjutkan menonton acara Talk Show tersebut.
Di Dalam Bola Ruang.
Dua Jam Kemudian.
Tampak Arung tengah membaca Kitab Jurus Kultivasi Avatar Elemen Kayu di bawah pohon Kelapa di tepian Danau tersebut.
"Baiklah aku akan mulai mencobanya sekarang." Gumam Arung, lalu mulai membuka pakaian nya.
Dia pun mulai melakukan pemanasan beberapa saat di tepian danau tersebut. Arung pun mulai memasang kuda-kuda Jurus Kultivasi Avatar Elemen Kayu.
"Baiklah aku akan membentuk Avatar tumbuhan ku di sisi ku." Gumam Arung, aura berwarna kehijauan mulai berkumpul di sekitar tubuh nya.
Beberapa akar tanaman mulai menjalar di sisi Arung lalu membentuk tubuh nya, namun karena penguasaan jurus nya yang belum sempurna Avatar tersebut pun tampak cacat.
"Huftt.............. " Suara nafas panjang Arung.
"Ternyata tidak semudah yang kubayangkan." Ucap Arung.
Setelah Arung selesai berkata, Avatar cacat tersebut pun perlahan menghilang.
"Baiklah aku akan terus mencobanya sampai aku berhasil menguasai nya." Gumam Arung, kemudian kembali memasang Kuda-kuda Jurus Kultivasi Avatar Elemen Kayu Bagian ke satu.
Hari Ke sepuluh.
Sore harinya.
Sudah tujuh hari Arung terus mengulangi kuda-kuda Jurus Kultivasi Avatar Elemen Kayu tersebut, Avatar nya sudah membentuk dirinya sepenuh nya. Namun setelah beberapa menit Avatar tersebut mulai menghilang, ia pun bingung lalu duduk di bawah pohon kelapa kembali sambil menghisap tembakau ular nya.
"Whussss................ " Suara hembusan asap rokok.
"Kenapa ya Avatar milik ku selalu menghilang, sebenarnya apa yang kurang,"
"Aku dalam keadaan sadar saat membentuk Avatar elemen Kayu milik ku?" Gumam Arung, lalu kembali mempelajari Kitab Jurus Bagian ke Satu tersebut.
Beberapa saat kemudian Luna pun menyelinap masuk ke dalam Bola Ruang tanpa di ketahui oleh Gisel.
"Bagus akhirnya aku memiliki kesempatan untuk berduaan dengan Pendekar Naga, saat ini Gisel tengah minum bareng Komandan Uranus dan Komandan Amanda di dek atas kapal." Gumam Luna, lalu mulai mencari Arung di sekitaran tepian pantai.
"Whussss........... Suara hembusan asap rokok.
Tampak Arung sedang berdiri berniat kembali melesatkan jurus Avatar elemen kayu, lalu menyimpan pipa hisap nya.
"Pendekar Don Juan ku." Gumam Luna, lalu berlari ke arah Arung dan memeluknya.
"Brukkkkk........... " Suara tubuh sepasang kekasih yang terjatuh ke tepian danau.
"Hussss........ " Ucap Luna yang saat ini sedang menindih tubuh Arung.
"Luna, sejak kapan dia ada di sini." Gumam Arung.
Luna pun kembali ******* habis bibir Arung di tepian danau tersebut, mereka pun berciuman di tempat tersebut untuk beberapa saat.
"Sayang..... I miss u." Ucap Luna, lalu kembali memeluk Arung dan ******* bibirnya.
"Hah.... Dia pasti sudah menahan nya beberapa hari karena ada Gisel.
Beberapa saat kemudian mereka pun menyudahi ciuman nya, Arung dan Luna pun kemudian duduk di bawah pohon kelapa.
"Arung bagaimana perkembangan Jurus Avatar mu?" Tanya Luna.
"Selama tujuh hari ini aku sudah mencoba nya berkali-kali, namun Avatar ku hilang setelah beberapa menit." Jawab Arung.
"Coba sini Kitab nya, aku akan mencoba mencari tahu dimana salah nya." Ucap Luna.
"Dia pasti kesulitan menguasai jurus ini, karena yang ada di dalam pikiran nya hanya ada Gadis-gadis Cantik." Gumam Luna.
Arung pun memberikan Kitab Jurus tersebut, lalu Luna mulai membaca Kitab Jurus tersebut.
Beberapa menit kemudian.
"Coba kau praktekkan jurus tersebut di depan ku Arung." Ucap Luna.
Arung pun mulai berdiri di hadapan nya, kemudian memasang kuda-kuda Jurus Kultivasi Avatar Elemen Kayu.
"Lihat lah Luna, semoga kau dapat melihat dimana kekurangan jurus ku ini." Ucap Arung.
Aura kehijauan kembali membungkus tubuh nya, beberapa saat kemudian akar-akar tubuh mulai muncul di sebelah nya lalu membentuk Avatar dirinya dengan sempurna.
"Sejauh ini tidak ada yang salah dengan jurus nya?" Gumam Luna.
Beberapa saat kemudian Avatar tersebut perlahan mulai menghilang.
"Kau sudah lihat kan Luna, sejak tadi pagi jurus tersebut belum ada kemajuan sama sekali." Ucap Arung.
Setelah memperhatikan kejadian tersebut, Luna pun dapat mengetahui kekurangan pada jurus tersebut yang membuat Arung tidak mengalami kemajuan sepanjang pagi ini.
"Aku tahu di mana letak kesalahan nya Arung, setelah avatar tersebut tercipta kau harus terus mensuplai nya dengan tenaga dalam mu,"
"Tapi kau tidak melakukan nya, kau malah memutus suplai tenaga dalam mu tersebut." Ucap Luna.
"Benar yang di katakan oleh Luna." Gumam Arung, lalu mulai memasang kuda-kuda Jurus Kultivasi Avatar Elemen Kayu tersebut.
Aura hijau mulai kembali membungkus tubuh nya, tampak akar tanaman kembali membentuk Avatar diri nya dengan sempurna. Ia pun terus mensuplai tenaga dalam nya ke dalam inti Avatar tersebut.
"Wah... Luna aku berhasil." Ucap Arung.
"Ya sudah baguslah sekarang kau tinggal melatih Avatar mu agar mengikuti perintah mu, kalau begitu aku kembali dulu,"
"Aku khawatir gadis pirang itu akan kembali curiga." Ucap Luna, lalu beranjak pergi ke gerbang mansion berniat keluar dari dalam Bola Ruang tersebut.
Sementara itu Arung terus berlatih mengendalikan Avatar nya di Tepian Danau tersebut.
Pelabuhan Kuno Planet Jupiter.
30 Hari pun berlalu di ruang angkasa, Kapal Layar Langit pun tiba di Planet Kuno Jupiter.
Tampak Kapal Layar Langit berlabuh di Pelabuhan melayang di sekitar Orbit Planet Kuno Jupiter.
"Duk............. " Suara Kapal Layar Langit saat berlabuh di pelabuhan tersebut.
Pelabuhan Planet Kuno Jupiter adalah sebuah pulau tandus yang melayang sebesar Kota Awan Hitam. Pulau melayang tersebut hanya di penuhi oleh Bukit-bukit berbatu dan padang tandus berwarna merah darah. Sebuah Kota kecil yang dihuni manusia beast dan ras manusia pun berada di dekat pelabuhan tersebut.
Dek Atas Kapal.
Tampak Janet Storm, Thio Buki, dan Jendral Karna berdiri di depan para Komandan-komandan baru tersebut di atas Dek Kapal.
"Baiklah Komandan-komandan,"
"Setelah 30 hari perjalanan di ruang hampa ini, akhirnya kita semua bisa tiba di Pelabuhan Planet Kuno Jupiter ini,"
"Aku tidak akan memperpanjang Pidato ku atau membuat pertanyaan-pertanyaan seperti Pak Thio." Ucap Bu Janet, lalu menoleh ke arah Pak Thio.
"Ugh..... Dia masih dendam pada ku akan Iming-iming makan malam tersebut." Gumam Pak Thio.
Sementara itu raut wajah Jendral Karna tampak gelisah, seperti menanggung sebuah masalah yang sangat berat. Tampak di belakang Jendral Karna ketiga Komandan sekaligus istrinya mendampingi nya.
"Kita akan mulai masuk ke dalam Planet Kuno tersebut sekarang juga." Ucap Bu Janet.
"Ini tipe cewek yang kalau malam pertama langsung action tidak melakukan foreplay terlebih dahulu." Gumam Gisel.
"Pak Thio segera keluarkan Sekoci-Sekoci Langit tersebut." Ucap Bu Janet.
Pak Thio pun mulai mengeluarkan Sekoci-Sekoci Langit tersebut, Sekoci-Sekoci tersebut pun mulai terapung di sekitar Kapal Layar Langit.
"Bu Janet, Sekoci-Sekoci sudah saya keluarkan." Ucap Pak Thio.
Bu Janet hanya mengisyaratkan dengan jempol tangan nya saja ke arah Pak Thio.
"Dasar cewek dada besar." Gumam Pak Thio, merasa di remehkan.
"Satu Sekoci akan di naiki oleh satu Komandan dan dua orang Wakil nya, dan begitu seterus nya,"
"Di dalam Sekoci-Sekoci tersebut terdapat tiga buah token teleportasi darurat, jika kalian dalam keadaan emergency kalian tinggal menghancurkan token tersebut lalu dapat kembali berteleport ke atas dek kapal ini dengan selamat." Ucap Bu Janet.
"Fiuh....... "
"Syukur lah jika ada token tersebut, jika ada mara bahaya yang mendekat, Luna atau pun Gisel dapat segera berteleport kembali ke Dek Kapal dengan selamat." Gumam Arung.
"Kami akan menunggu kalian selama enam bulan di sini, jika kalian tidak kembali setelah enam bulan tersebut,"
"Kalian akan di anggap telah tewas dan kami tetap akan kembali ke Planet Bumi bersama Komandan-komandan lain nya." Ucap Bu Janet.
Jendral Karna tidak mendengarkan himbauan yang di keluarkan oleh Bu Janet, konsentrasi nya masih terkurung di dalam pikiran nya sendiri.
"Bagaimana caranya aku menipu ketiga istriku ya, aku pasti akan berada di Planet ini sekitar satu tahunan untuk melangsungkan Pernikahan dengan Madonna." Gumam Jendral Karna.
"Kalian Paham Kan." Teriak Bu Janet.
"Paham Bu." Ucap Kompak Para Komandan-komandan tersebut.
"Sekarang mulai lah mendayuh dan temukan Beast Kontrak kalian masing-masing." Ucap Bu Janet, sambil menunjuk ke arah Planet terbesar di dalam tata surya tersebut.
"Siap Bu....... " Ucap Komandan-komandan tersebut.
Arung dan Komandan-komandan lain nya pun mulai melesat terbang ke arah sekoci nya masing-masing bersama dua orang Wakil Komandan nya.
__ADS_1
"Dup.... Dup..... Dup...... " Suara Tapak Kaki Arung dan dua orang Wakil nya saat mendarat di atas sekoci.
Arung pun duduk di tengah, lalu Gisel di hadapan nya dan Luna di balik Punggung nya. Sekoci-Sekoci tersebut pun mulai memasuki Orbit Planet Kuno Jupiter.
Sekoci-Sekoci tersebut di lapisi perisai kultivasi yang di penuhi dengan oksigen di dalam nya.
"Luna, Gisel, simpanlah token-token teleportasi ini." Ucap Arung, sambil memberikan kedua buah token tersebut kepada Kedua Kekasih nya.
"Baik Arung." Ucap Kompak kedua kekasih tersebut.
Mereka bertiga pun mulai menyimpan token teleportasi emergency mereka masing-masing ke dalam cincin ruang penyimpanan milik mereka.
"Kenapa firasat ku tidak enak ya?" Gumam Arung.
Kedua Wakil Komandan nya terus mendayung sekoci yang di naiki nya tersebut, beberapa saat kemudian sebuah Badai Kosmik hitam pun mulai menyelimuti Sekoci-Sekoci Langit tersebut.
"Dzzzitttt........ Dzzzitttt........ Dzzzitttt...... " Suara luapan petir di dalam badai Kosmik tersebut.
"Sudah kuduga, ternyata badai ini yang membuat firasatku tidak enak sejak tadi." Gumam Arung, lalu mulai mengaktifkan mata lima elemen nya.
Ia pun mulai mengaktifkan Mata Kegelapan nya, tampak bola mata nya mulai menghitam lalu pupil matanya berubah menjadi merah darah.
"Nah sekarang mulai jelas." Gumam Arung.
Beberapa sambaran petir pun mulai tercipta di dalam Badai Kosmik tersebut, yang membuat seluruh Sekoci-Sekoci yang dinaiki para Komandan hancur.
"Duarghhhh....... Duarghhh........ Duarghhh......... " Suara ledakan beruntung terjadi di dalam badai tersebut.
"Akh............... " Suara teriakan terdengar di mana-mana di dalam Badai tersebut.
Para Komandan-komandan dan Wakil-Wakil nya pun mulai terpisah akibat Badai Kosmik tersebut. Begitu pula dengan Pendekar Naga yang mulai terpisah dengan kedua Wakil Komandan nya yang juga merupakan Kekasih Sah dan Kekasih Gelap nya.
Di Dek Kapal.
"Sepertinya mereka sudah masuk kedalam badai kosmik tersebut, tugas kita sudah selesai Pak Thio, Jendral Karna,"
"Ayo kita ngopi di kedai di dekat Pelabuhan." Ucap Bu Janet.
Badai Kosmik itu merupakan sebuah badai alami yang akan menghalangi keluar nya Beast-Beast Kuno dari dalam Planet tersebut, apabila ada seseorang atau pun Beast-Beast yang masuk ke dalam orbit Planet, mereka akan terhisap ke dalam Badai Kosmik tersebut. Hidup dan mati mereka setelah memasuki badai tersebut tergantung pada kemampuan dan nasib baik mereka masing-masing.
"Bu Janet, Pak Thio lanjut saja,"
"Aku akan menunggu di sini saja untuk hari ini." Ucap Jendral Karna.
"Kenapa dengan Karna ya, sepertinya dia tidak bersemangat saat ini." Gumam Komandan Amanda.
Bu Janet dan Pak Thio pun mulai terbang ke arah Kota Pelabuhan Planet Kuno Jupiter tersebut berniat ngopi.
Hutan Ular Tropis.
"Byurrrr.............. " Suara hujan deras.
Hutan ini memiliki luas sepuluh kali Gurun Api Es dan di penuhi oleh Beast-Beast buas yang dapat berbicara serta berkelompok-kelompok. Pendekar Naga saat ini sedang tergeletak tak sadar kan diri di atas tanah yang becek serta di penuhi dengan semak belukar, dia sudah pingsan selama beberapa jam.
Hari pun sudah menjelang sore.
"Ugh...... Kepala ku." Gumam Arung, lalu mulai bangun dan melihat sekeliling nya.
"Sepertinya aku selamat, saat ini aku berada di dalam hutan yang sangat lebat." Ucap Arung, lalu mulai bangun.
Ia pun mulai mengayunkan lengan nya, sebuah perisai hujan muncul di atas kepala nya. Hutan ini sangat lebat, rumput ilalang yang tumbuh pun sangat panjang-panjang.
"Sebaiknya aku menelusuri hutan ini terlebih dahulu, dan mencari desa terdekat." Gumam Arung.
Hutan Ular Tropis ini berada di kawasan yang sangat terpencil di Benua Ular, letaknya tepat di pusat Benua tersebut dan sangat jarang di jamah oleh para Manusia Beast di Kerajaan Ular tersebut. Hujan yang turun pun semakin deras, selang beberapa menit sekali guntur pun mulai menyambar menemani perjalanan Pendekar Naga di dalam hutan tropis tersebut.
"Jder..... Jder....... Jder...... " Suara sambaran petir di kejauhan.
"Syukurlah ada sebuah goa di sana, sebaiknya aku berlindung di dalam nya terlebih dahulu sampai hujan lebat ini reda." Gumam Arung, lalu mulai berjalan ke arah goa tersebut.
Mulut Goa tersebut seperti ular yang sedang menganga, Pendekar Naga pun masuk ke dalam nya lalu mulai berganti pakaian. Saat ini ia mengenakan Jubah Perang berwarna putih yang merupakan senjata suci di ranah alam dewa tipe Jubah, tidak lupa pula ketiga pedang tergantung di pinggang nya.
"Aku harus bersiap dengan kondisi apapun di hutan antah berantah ini, semoga kedua Kekasih ku baik-baik saja." Gumam Arung, lalu mulai bermeditasi.
Ia pun mengenakan Sepatu Bulu Phoenix di kaki nya, hari pun sudah menjelang malam Arung mulai mengaktifkan Mata Kegelapan nya.
"Mode Night Vision ini sangat berguna, aku dapat melihat dengan jelas di dalam kegelapan malam ini." Gumam Arung, lalu kembali bermeditasi sambil menghisap tembakau ular nya.
"Whusss............... " Suara hembusan asap rokok.
"Byurrrr................ " Suara hujan deras.
Tiga jam kemudian, terdengar suara langkah kaki dua orang di kejauhan.
"Tap...... Tap....... Tap........... " Suara langkah kaki.
Dua orang gadis yang sangat cantik sedang berjalan menelusuri hutan dan berniat masuk ke dalam Goa. Tampak di atas kepala kedua gadis cantik tersebut dua buah perisai hujan berwarna hijau dan putih.
"Kakak sebaiknya kita beristirahat di dalam Goa itu dulu." Ucap Sarah, seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut berwarna hitam berkilauan lalu mengenakan pakaian berwarna hijau.
"Adik, Sepertinya ada Manusia Beast lain nya yang sedang berteduh di dalam nya." Ucap Irish, seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut berwarna hitam berkilauan lalu mengenakan pakaian berwarna putih.
"Tidak apa-apa Kak, kultivasi nya setara dengan ku,"
"Kurasa Pemuda Naga itu bukan ancaman." Ucap Sarah, dia mencium bau Naga dari tubuh Arung.
"Tapi dia merupakan seekor Black Hole Dragon, salah satu Ras Beast Dewa, walau pun ranah nya tidak tinggi kita harus berhati-hati." Ucap Irish.
Arung sudah menyadari kehadiran kedua Gadis Cantik tersebut dan saat ini salah satu tangan nya telah bersiap untuk menarik salah satu pedang yang tergantung di pinggang nya.
"Aku tidak boleh terkecoh dengan penampilan kedua Manusia Beast itu." Gumam Arung.
Kedua Gadis Cantik itu pun tiba, ternyata kedua Beast ini memiliki kemampuan yang sama dengan Arung, mereka sama-sama dapat melihat di dalam kegelapan malam.
"Perkenalkan namaku Irish, dan ini adik ku Sarah." Ucap Irish, lalu membungkuk dan memberi hormat.
"Salam Naga Muda." Ucap Sarah, lalu membungkuk dan memberi hormat.
Melihat sikap santun dari kedua kakak beradik tersebut, ia pun mulai menurunkan kewaspadaan nya lalu mulai mempersilahkan mereka berdua untuk duduk. Arung pun mengembalikan mode mata kegelapan nya ke mode mata normal nya lalu mulai menyalakan api dengan tenaga dalam nya.
"Sepertinya mereka berdua tidak bermaksud jahat, aku tidak merasakan niat membunuh dari mereka berdua." Gumam Arung.
"Perkenalkan nama ku adalah Arungbijak Tiger, Nona-nona dan aku berasal dari Planet Bumi." Ucap Arung.
Kedua Kakak Beradik itu saling menatap saat mengetahui asal dari Naga Muda tersebut.
"Apakah tujuan mu kemari untuk melakukan kontrak dengan salah satu Beast disini?" Tanya Sarah.
"Benar sekali Sarah, seperti nya bukan rahasia lagi jika kultivator dari Planet Bumi datang kemari pasti untuk melakukan kontrak." Ucap Arung.
"Naga Muda ini seperti nya benar-benar masih polos dan belum berpengalaman." Gumam Irish.
"Beast seperti apa yang ingin kau kontrak Naga Muda?" Tanya Irish.
"Kenapa Kakak tiba-tiba bersemangat yach?" Gumam Sarah.
"Aku tidak begitu paham Beast seperti apa yang akan aku kontrak, jika salah satu dari Nona-nona ini bersedia membuat Kontrak dengan ku,"
"Aku bersedia, lalu aku akan kembali ke Kapal Layar Langit ku." Ucap Arung.
"Apa yang di pikirkan Naga Muda ini, dia tidak tahu hendak membuat Kontrak dengan siapa." Gumam Sarah.
Sarah pun hendak memberitahukan identitas sebenarnya dari Kakak nya tersebut, namun Irish mencegahnya.
"Kakak mungkinkah ia bersedia melakukan Kontrak dengan Manusia Beast dari Planet Lain ini?"
"Apakah dia se galau itu saat ini." Gumam Sarah.
Irish hanya tersenyum kecil ke arah Sarah, lalu mulai menatap Naga Muda tersebut kembali.
"Naga Muda, tiap Beast yang akan di kontrak memiliki ujian nya tersendiri,"
"Jika kau tidak bisa lulus dalam ujian tersebut kau akan mati, jika mengingkari konsekuensi dari ujian tersebut kau juga akan mati,"
"Aku akan membiarkan mu berpikir malam ini, namun saat akan melakukan kontrak dengan Beast di Planet ini taruhan nya adalah nyawa." Ucap Irish.
"Ugh...... Kenapa Bu Janet tidak menceritakan masalah pertaruhan nyawa ini, dasar dosen culas,"
"Kedua Manusia Beast ini terlihat sangat baik, aku tidak perduli Beast apa yang akan aku kontrak,"
"Sebaiknya aku mengontrak Nona yang sikapnya santun ini saja, dia pasti akan mudah di ajak bekerja sama ke depan nya." Gumam Arung.
Keputusan Arung sudah mantap, tekadnya pun sudah bulat dan ini bukan kali pertama ia mempertaruhkan nyawanya.
"Baiklah Nona Irish, aku bersedia melakukan Kontrak dengan mu, ujian apa yang harus kulakukan?" Tanya Arung.
"Naga Muda ini tidak mengetahui sedang ikut terlibat dalam masalah apa." Gumam Sarah.
Irish pun mulai menghampiri Arung, ia pun mulai memeluk leher Arung lalu ******* bibir nya, setelah beberapa saat Irish pun menyudahi ciuman kontrak nya.
"Apa yang baru saja Irish lakukan, aku jadi teringat peristiwa saat pertama kali berkenalan dengan Putri Naga Kecil,"
"Apakah semua Gadis Manusia Beast seperti ini, baru kenal beberapa menit langsung melakukan hubungan yang intim?" Gumam Arung.
"Itu tadi adalah ciuman beracun Naga Muda, itu menandai waktu pertama ujian mu telah di mulai." Ucap Irish.
"Hah...... Racun?"
"Aku lengah, aku lemah dengan hal-hal yang begituan." Gumam Arung.
"Racun itu akan menggerogoti mu jika tidak berhasil lulus dalam ujian yang akan di berikan Kakak ku." Ucap Sarah.
"Ujian apa yang harus ku jalankan Irish?" Tanya Arung.
"Ujian ku sangat mudah Naga Muda, kau harus membuatku Jatuh Cinta padamu dalam tempo tiga bulan ini." Ucap Irish.
"Ugh.............. Sepertinya tidak terlalu sulit, aku sudah berpengalaman membuat Putri Naga Kecil berlutut di hadapan ku." Gumam Arung.
"Baiklah Irish, aku akan berusaha semampu ku." Ucap Arung, lalu kembali bermeditasi dan memejamkan mata nya.
"Ugh..... Apa yang di pikirkan Kakak bodoh ku ini, kenapa dia membuat Ujian seperti itu, apa mungkin dia sudah bosan hidup sendiri." Gumam Sarah.
Ketenangan yang di miliki oleh Arung membuat Sarah kebingungan, sementara itu Irish pun bermeditasi di samping Naga Muda tersebut.
"Kenapa mereka berdua bisa setenang ini, lalu kenapa pula aku yang menjadi risau terus galau." Gumam Sarah, lalu mulai bermeditasi di samping Irish.
Hal yang tidak di ketahui oleh Arung mengenai Hutan Ular Tropis ini ialah wilayah ini selalu hujan sepanjang hari nya sama seperti di Kota Awan Hitam. Dan Irish merupakan seorang Ratu di Kerajaan Ular tersebut yang saat ini tengah di kudeta oleh Perdana Menteri nya, sedangkan Sarah adalah Penasihat dari Ratu Ular Putih tersebut.
"Bagaimana cara membuat nya jatuh cinta kepada ku?" Gumam Arung.
"Pemuda Berambut Biru ini sangat tampan, bisakah dia lulus dalam ujian ini?" Gumam Irish.
Beberapa jam kemudian ketiga Manusia Beast ini pun tertidur dalam meditasi nya, api di hadapan mereka pun mulai menghilang perlahan.
"Zzzttttttt.......... Zzzttttt......... " Suara tidur mereka bertiga.
Benua Qilin.
Malam hari.
Di atas gunung di sebuah mansion kecil, terlihat seorang Pertapa sedang bermeditasi di dalam ruangan nya tersebut. Manusia Beast ini memiliki rambut yang berwarna putih mengkilat, tampak aura petir membungkus tubuh nya.
"Dzzzitttt.......... Dzzzitttt......... Dzzzitttt...... " Suara percikan petir di sekitar tubuh nya.
__ADS_1
Di salah satu Kamar di dalam Mansion tersebut, tampak seorang Gadis Cantik berambut pirang terbaring di atas ranjang. Ternyata Gadis Pirang itu adalah Gisel Alba, sewaktu terjatuh dari langit Pertapa Qilin yang menolong nya.
"Ugh...... Kepala ku pusing banget, dimana aku saat ini ya?" Gumam Gisel, lalu bangun dan mulai beranjak keluar dari dalam kamar.
Ia pun mulai menyusuri koridor mansion tersebut di malam hari ini, tampak tempat tersebut sangat sepi. Hingga akhirnya Gisel sampai di ruang meditasi Pertapa Qilin, lalu mulai membuka pintu kamar tersebut.
Ruangan Meditasi Pertapa Qilin.
"Kraaakkkk............ " Suara pintu kamar terbuka.
Pertapa Qilin itu pun mulai membuka mata nya, lalu menoleh ke arah Gisel.
"Ternyata kau sudah bangun Nona Rubah, duduk lah." Ucap Pertapa Qilin tersebut.
Tampak di dalam ruangan tersebut Pertapa Qilin bermeditasi di sebongkah batu persegi berelemen petir di tengah-tengah tempat tersebut. Tampak di sekeliling nya terdapat batuan yang sama, Gisel pun duduk di salah satu bongkahan batu persegi tersebut.
"Sepertinya Tuan lah yang telah menyelamatkan ku saat itu, Perkenalkan Tuan nama ku adalah Gisel Alba,"
"Terima Kasih karena sudah menyelamatkan ku Tuan." Ucap Gisel.
"Kita sesama Manusia Beast hidup harus saling tolong menolong, hari ini kau yang kesulitan mungkin esok hari atau lusa aku yang tertimpa musibah,"
"Budi baik yang kita tanam saat ini, pasti akan kita tuai di masa mendatang." Ucap Pertapa Qilin.
"Kenapa dia menganggap ku Manusia Beast?"
"Perkataan pemuda ini penuh makna, usia nya pastilah tidak muda lagi, dia pasti seorang senior." Gumam Gisel.
Tanpa di sadari oleh Gisel dan Shilla, saat mereka menerima Warisan Klan Rubah Dewa tubuh mereka berdua pun telah menjadi Manusia Setengah Beast Rubah.
"Ada apa gerangan Nona Rubah jauh-jauh datang kemari?" Tanya Pertapa Qilin tersebut.
"Aku tidak boleh berbohong dengan nya, sebaik nya aku menceritakan seluruh kejadian nya." Gumam Gisel.
Ia pun mulai menceritakan asal usul nya lalu tujuan nya datang ke Planet Kuno Jupiter tersebut.
"Oh... Jadi begitu, kebetulan sekali aku sedang mencari seorang murid, bagaimana jika kau berkontrak dengan ku Gisel." Ucap Pertapa Qilin.
Pertapa Qilin ini berada di ranah alam Naga puncak, makhluk ini pun kelihatan sangat kuat.
"Tuan berambut putih ini terlihat sangat kuat, ranah kultivasi nya pun tinggi, tidak ada salah nya jika aku berkontrak dengan nya." Gumam Gisel.
"Baiklah Tuan." Ucap Gisel.
Pertapa Qilin itu pun mulai mengeluarkan sebuah Kitab Jurus berwarna ungu dari dalam cincin ruang milik nya.
"Gisel, kemarilah ambillah Kitab Jurus Kultivasi Qilin bagian pertama ini." Ucap Pertapa Qilin.
"Tap...... Tap....... Tap..... " Suara langkah kaki Gisel menghampiri Pertapa Qilin.
Ia pun mengambil Kitab tersebut dari tangan Pertapa tersebut, tak lama berselang sebuah sengatan petir kecil menyengat tangan Gisel.
"Akh......... " Teriak Gisel, lalu menjatuh kan Kitab tersebut.
"Ugh.... Apa ini kenapa tangan ku tiba-tiba tersengat petir?" Gumam Gisel.
"Gisel segera pelajari Kitab Jurus tersebut, kembalilah kemari jika sudah menguasai nya." Ucap Pertapa Qilin, lalu kembali memejamkan mata nya.
"Huh....... "
"Dia sudah mengusir ku, sebaik nya aku beristirahat saja dulu,"
"Baru besok aku akan mulai untuk mempelajari jurus tersebut." Gumam Gisel, lalu memungut kembali Kitab Jurus yang terjatuh tadi kemudian beranjak pergi dari ruangan tersebut.
Keesokan Paginya di Dalam Goa berbentuk Ular.
"Byurrrr.............. " Suara hujan deras.
Sebelum kedua Nona Cantik itu bangun, ia memanggang Daging Siluman Air yang di dapat nya di Ngarai Biru. Aroma yang sangat harum pun tercium dari dalam Goa tersebut dan juga membangunkan Irish dan Sarah.
"Ehm..... Harum nya." Gumam Sarah, lalu mulai membuka matanya.
Tampak Naga Muda tengah menyantap daging tersebut di atas meja, Irish pun mulai membuka matanya.
"Bagus target cinta ku sudah membuka mata nya." Gumam Arung.
"Wah..... Daging apa ini Naga Muda, harum banget." Ucap Irish.
"Irish, Sarah, makan lah." Ucap Arung.
Sarah yang sudah sangat tergiur dengan aroma harum tersebut pun mulai menyantap daging Panggang tersebut.
"Daging Panggang ini adalah Daging Beast Siluman Air yang ku tangkap di dunia ku." Ucap Arung.
"Sepertinya Naga Muda sudah memulai ujian cinta nya." Gumam Irish, lalu mulai menyantap Daging Panggang tersebut.
"Oh iya... Aku memiliki Mata Cahaya yang bisa menundukkan Manusia Beast, apa aku menggunakan nya saja?"
"Tidak aku harus lulus ujian ini dengan cara yang jujur, Mata Cahaya ini akan kugunakan di saat-saat terakhir saja." Gumam Arung, lalu mulai menyantap Daging Panggang tersebut.
Beberapa saat kemudian mereka bertiga pun selesai menyantap Daging Panggang Siluman Air tersebut.
"Hah...... Daging Beast Siluman Air ini sungguh lezat." Ucap Sarah.
"Eekkk.......... " Suara Kekenyangan Sarah.
"Naga Muda, sepertinya hati ku sedikit tergerak." Gumam Irish, sambil membasuh sisa-sisa makanan di sekitar bibirnya.
"Rencana satu berhasil, tinggal menjalankan PDKT ku secara perlahan saja,"
"Tapi aneh juga dari semalam kenapa hujan nya belum reda-reda juga ya?" Gumam Arung, lalu menatap ke luar Goa.
"Apa yang di pikirkan oleh Kakak sehingga memberikan ujian cinta kepada Naga Muda tersebut, dia memang tampan serta pakaian dan pedang yang tergantung di pinggang nya kelihatan mewah." Gumam Sarah yang bingung terhadap keputusan Kakak nya.
"Naga Muda, kau pasti heran kan melihat cuaca yang terus hujan di sini?" Tanya Irish.
"Apakah dia memiliki kemampuan membaca pikiran seperti Putri Naga Kecil?" Gumam Arung.
"Ya Irish, Sebelumnya aku berencana pergi dari dalam Goa ini setelah hujan." Ucap Arung.
Mendengarkan perkataan Arung, Sarah pun tertawa kecil.
"Hi.... Hi..... Hi...... " Tawa Kecil Sarah.
"Naga Muda, cuaca hujan ini tidak akan pernah berhenti,"
"Karena di Hutan Ular Tropis ini beriklim hujan sepanjang tahun nya, ya sudah Naga Muda aku mau berendam air panas dulu di Telaga Ular di balik pepohonan tersebut,"
"Sarah ayo,"
"Naga Muda kau mau ikut?" Tanya Irish.
"Kakak bahkan mengajak nya mandi bersama, apakah Kakak seputus asa itu." Gumam Sarah.
"Ini kesempatan yang baik untuk lebih mendekatkan diri ku dengan Irish." Gumam Arung.
"Baiklah Irish." Ucap Arung.
Mereka bertiga pun mulai beranjak ke Telaga Ular bersama, hujan pun menemani perjalanan mereka menuju Telaga Ular. Tampak banyak pepohonan raksasa di sekitar mereka serta jalanan yang becek di penuhi dengan semak belukar. Di dahan-dahan pepohonan banyak sekali bergelantungan Beast-beast Ular yang kecil.
"Irish ini kenapa dia begitu mudah nya mengajak seorang Pria Muda untuk berendam bersama nya, apa maksud semua nya ini?" Gumam Arung.
Tak lama berselang mereka bertiga pun sampai di Telaga Ular tersebut, tampak ada seberkas perisai yang menghalangi hujan memasuki tempat tersebut.
"Wah... Ternyata benar-benar ada Telaga di sini." Gumam Arung.
Irish dan Sarah pun mulai melepaskan pakaian mereka, dengan anggun nya mereka berdua pun mulai berendam di dalam Telaga air panas tersebut tampak sebuah Tato Naga di punggung mereka berdua.
"Ugh.... Mereka berdua ternyata Kakak Beradik yang mesum, saat aku berhasil mendapatkan cinta Irish apakah dia akan memangsa ku seperti Putri Naga Kecil?" Gumam Arung.
Lalu mulai melepaskan pakaian nya dan ikut berendam di dalam Telaga Air Panas tersebut. Saat melihat Tato Naga Emas di punggung Naga Muda, Irish dan Sarah saling bertatapan, mereka berdua mengetahui arti Tato tersebut.
"Kakak ternyata dia bangsawan Naga, aku tidak pernah menduganya." Bisik Sarah.
"Iya Sarah, bahkan itu Tato Emas yang menandakan tingkat bangsawan yang paling tinggi sama seperti Tato Ular Milikku." Bisik Irish.
Ternyata di Punggung Irish dan Sarah memiliki Tato bangsawan yang serupa hanya beda jenis nya saja.
"Kenapa mereka berbisik-bisik mungkinkah mereka ingin melakukan Party Nakal dengan ku, ugh.... Aku bisa mati,"
"Tingkat kemesuman mereka berdua sangat tinggi." Gumam Arung.
Irish pun mulai berenang ke samping Arung, berniat memastikan sesuatu. Arung yang melihat seorang gadis cantik berenang mendekat ke arah nya pun mulai gelisah.
"Ugh.... Irish kenapa kau kemari, aku bisa kelepasan nanti nya." Gumam Arung.
"Bagaimana pemandangan di Telaga Ular ini Naga Muda?" Tanya Irish, mencoba berbasa basi.
"Pemandangan nya indah sekali Irish, apa lagi aku ditemani dua bidadari di sini." Ucap Arung, mencoba merayu Irish.
Irish pun mendekat ke arah Arung dada mereka berdua saling bersentuhan, jarak antara wajah mereka sangat dekat saat ini.
"Ugh.... Mau apa dia, itu kan ada adiknya,"
"Mungkinkah dia mau memperkosa ku di depan adik nya?" Gumam Arung.
Sarah yang menyaksikan ke agresifan Kakak nya pun terkejut setengah mati, pipinya pun mulai merona merah setelah nya.
"Kakak sudah Gila, walaupun dia bangsawan Naga kenapa Kakak ku jadi semurah ini." Gumam Sarah.
"Jika kau tahu Jati Diriku yang sebenarnya, masihkah kau berani membuat ku jatuh cinta?" Tanya Irish, lalu kembali berendam kesebelah Arung.
"Jati diri Irish yang sesungguhnya, mungkinkah dia adalah seorang Kupu-Kupu Malam?" Gumam Arung.
Dengan wajah yang tegas, ia pun mulai menjawab pertanyaan Irish kepada nya dengan pertanyaan cinta lain nya. Saat ini Arung sudah salah paham dengan jati diri Irish dan mengira kedua Kakak Beradik tersebut adalah seorang Kupu-kupu Malam karena tindakan mereka berdua mencerminkan sikap Kupu-Kupu Malam yang profesional.
"Irish, Kau tahu Kupu-kupu Malam,"
"Di dunia ku Kupu-kupu Malam merupakan pekerjaan yang sangat hina, karena mereka mencari uang dengan menjual diri nya." Ucap Arung.
"Naga Muda kau berpikir kalau aku adalah seorang Kupu-kupu Malam, karena aku mengajak mu mandi bersama,"
"Kau sungguh tidak peka, selama 10 ribu tahun aku hidup ini kali kedua nya aku membiarkan seorang Pemuda melihat tubuh indah ku." Gumam Irish.
Sementara itu niat membunuh yang besar terasa dari Sarah, ia merasa dirinya dan Kakak nya dihina. Irish yang merasakan niat membunuh dari adik nya tersebut pun mulai mencegah nya dengan isyarat tangan.
"Ugh.... Sepertinya tadi aku merasakan niat membunuh yang besar, mungkinkah ada musuh di sekitar sini." Gumam Arung, sambil mengamati sekeliling.
"Lanjutkan perkataan mu Naga Muda." Ucap Irish.
"Walaupun bagi orang lain profesi mereka sangat hina, bagiku mereka adalah Gadis-gadis yang hebat,"
"Apa pun identitas dirimu Aku, Komandan Arung sudah memutuskan untuk mencintai mu lalu membuat mu jatuh cinta kepada ku,"
"Walaupun aku harus mati jika gagal nanti." Ucap Arung dengan berapi-api.
Irish dan Sarah yang mendengar kan perkataan ber api-api Arung menjadi takjub dan mulai terbius dengan kemampuan Dragon Love milik Arung.
"Ugh..... Walaupun aku tahu itu hanya gombalan nya saja, tapi kenapa jantungku ikut berdegup kencang ya?" Gumam Sarah.
"Aku gak kuat lagi, aku ingin mencium nya sekarang,"
"Sejak awal aku berjumpa dengan nya aku sudah seperti mengenali nya sejak lama." Gumam Irish, yang hendak mencium Arung lalu kembali mengurungkan niat nya.
__ADS_1