
"Hah....... "
"Aku sudah berharap begitu banyak tadi, ternyata amatir tetap lah seorang amatir." Gumam Dilla lalu kembali berkonsentrasi untuk melakukan Pembakaran pada Tungku Obat nya tersebut.
"Ternyata Pemuda tersebut seorang Pendatang Baru, kukira akan melihat kelahiran seorang jenius baru di arena ini." Gumam Milea lalu kembali berkonsentrasi melakukan Pembakaran pada Tungku Obat nya tersebut.
"Dup............. " Suara tapak kaki di saat Ketua Paviliun Obat mulai mendaratkan di atas arena.
Suasana hening pun mulai tercipta di atas arena tersebut saat orang nomer satu di Paviliun tersebut tiba-tiba muncul.
"Tidak kusangka Tunangan Jendral Es memiliki bakat alkmia di usia semuda ini, mata Jendral Es benar-benar jeli kalau masalah bakat, mungkin karena bakat ini makanya Jendral Es langsung menjadikan nya tunangan nya,"
"Jika aku masih lajang, aku pasti akan melakukan hal yang serupa dengan Jendral Es." Gumam Nyonya Vicki Faraday sambil menoleh ke arah Arung.
"Api yang sangat menakjubkan Tunangan Jendral Es, sayang nya Tungku tersebut tidak akan mampu menahan kekuatan dari api legenda tersebut, kau memang sangat berbakat." Puji Ketua Paviliun Obat tersebut.
"Apa..... Kenapa Ketua malah memuji Amatir tersebut, apakah benar seperti yang di katakan Ketua jika Tungku tersebut meledak karena tidak mampu menahan api beku tersebut?" Gumam Dilla sambil menoleh ke arah Ketua Paviliun Obat.
"Ugh.... Ketua Paviliun Obat sampai turun tangan kemari Bos memang sangat hebat, tapi apa maksud mereka sejak tadi mengatakan bos adalah Tunangan Jendral Es?" Gumam Jeni.
Sampai saat ini Jeni belum juga menyadari jikalau Arung adalah Tunangan Gadis Tercantik di Benua Es Api tersebut.
"Tetua Ranggo siapkan bahan-bahan nya lagi." Perintah Ketua Paviliun Obat tersebut.
"Siap Ketua." Ucap Tetua Ranggo dari kejauhan lalu mulai melesat terbang dari Pinggiran Tribun Penonton ke atas arena tersebut.
Beberapa murid pun mulai membersihkan puing-puing tungku yang berserakan tersebut di atas arena tersebut, sementara itu Arung dan yang lain nya pun hanya diam dan tidak berani berkomentar apa pun.
"Ternyata Gadis Cantik itu adalah Ketua Paviliun Obat." Gumam Arung saat menoleh ke arah Gadis Anggun dan berwibawa tersebut.
Nyonya Vicki pun mulai mengeluarkan Tungku Obat Dewa Ular Kuno milik nya, alangkah terkejutnya penonton-penonton tersebut saat melihat artifak di ranah alam dewa puncak tersebut.
"ITU KAN TUNGKU DEWA... " Teriak salah satu Penonton dari Tribun Penonton.
"HIDUP DEWI OBAT..... " Teriak beberapa penggemar Dewi Obat tersebut dari Tribun Penonton.
Tepuk tangan yang meriah pun kembali terdengar dari Tribun Penonton tersebut.
"Plok.... Plok..... Plok... "
"Plok..... Plok..... Plok... " Suara tepuk tangan yang sangat meriah dari Para Penonton tersebut.
"Gunakan lah ini Tunangan Jendral Es, mulai hari ini kau resmi ku angkat menjadi murid ku." Ucap Nyonya Vicki yang merupakan Dewi Obat di Kekaisaran Dewi Es tersebut.
"Apa.... Arung langsung di angkat menjadi murid dalam, lalu langsung menjadi murid orang nomer satu di AKPAVLA?" Gumam Shilla.
"Oh My God...... Pemuda Tampan yang berstatus Komandan itu di angkat menjadi Alkemis?" Gumam Milea dengan raut wajah terkejut.
"Ugh... Aku kalah lagi dengan nya bahkan sebelum berakhir nya Ujian Tahap ketiga ini." Gumam Dilla dengan raut wajah sedih.
Pernyataan Dewi Obat itu pun mulai kembali membuat suasana kembali riuh di Tribun Penonton.
"Tidak mungkin dia dapat masuk dengan mudah ke AKPAVLA tanpa test, andai saja aku memiliki Api Ungu tersebut?" Gumam Ayu.
Arung pun tidak berpikir terlalu panjang dan dia juga tidak ingin mencoreng muka Dewi Obat dia pun mulai bangun kemudian mulai memberi penghormatan kepada Gadis Cantik yang berdiri di hadapan nya tersebut.
__ADS_1
"Murid ini akan mematuhi segala perintah Guru." Ucap Arung sambil membungkuk.
"Bagus... Bocah ini cepat paham, setelah sekian puluh tahun akhir nya aku mendapatkan murid yang layak untuk ku turunkan ilmu." Gumam Nyonya Vicki.
"Berarti aku juga akan langsung diterima jika memperlihatkan Api Beku ku." Gumam Xiao Mei Mei dari Tribun VVIP.
-[Tribun VVIP]-
Tampak mulut para Tetua Keluarga Tiger mulai menganga saat Dewi Obat mengangkat Arung menjadi murid pertama nya, Ketua Paviliun Obat tersebut tidak pernah mengangkat murid sebelum nya, baru hari ini ia mengangkat seorang murid di Ujian Tahap Ketiga tersebut.
"Arung sungguh beruntung, setelah berhasil menaklukkan hati Jendral Es, kali ini dia menjadi Murid Dewi Obat." Ucap Tetua Kikan.
"Shilla yang telah mengikuti Ujian sejak awal malahan Arung yang langsung di Terima menjadi Murid Langsung Dewi Obat, semesta sungguh sangat tidak bisa di tebak dan aneh." Gumam Tetua Ayana.
"Suamiku tidak hanya seorang Komandan hebat, saat ini dia juga bakalan merambah ke dunia alkemis,"
"Aku harus secepatnya membuat program anak dengan nya, kasian Xiao Ling sudah menanyakan soal adik nya." Gumam Xiao Mei Mei pipi nya pun mulai merah merona.
"Mei Mei pasti memikirkan banyak hal yang jorok, aku tahu setiap melihat pipinya yang merona merah tersebut." Gumam Nyonya Vinic saat melihat pipi merah Xiao Mei Mei.
-[Tribun Khusus]-
Pernyataan Dewi Obat itu pun mulai membuat kedua teman nya yang juga sesama Petinggi di Kekaisaran Dewi Es tersebut terkejut.
"Akhirnya Dewi Obat mengangkat murid, apa dia tidak menyesal mengangkat murid Don Juan seperti itu,"
"Aku khawatir Alkemis-Alkemis Cantik di dalam AKPAVLA ini akan segera di sikat nya habis semua hingga tak bersisa." Gumam Jendral Catherine.
"Vicki, seperti nya kriteria tipikal murid mu sangat aneh, atau dia berniat berselingkuh dengan Tunangan Jendral Es yang tampan tersebut." Gumam Bu Diamond yang sudah mulai terbius dengan kemampuan Dragon Love milik Arung.
Beberapa Komandan serta Dosen di belakang Dua Petinggi tersebut pun ikut terkejut mendengar statemen mendadak Dewi Obat tersebut.
"Arung pagi-pagi membuat sensasi." Gumam Nona Lin di belakang Bu Rektor.
"Ugh... Kenapa Pemuda Berambut Biru itu makin tampan yach?" Gumam Nona Blue yang juga terbius kemampuan Dragon Love milik nya Arung.
-[Arena]-
"Baiklah kalau begitu kalian lanjutkan lah Ujian Ketiga ini." Ucap Nyonya Vicki lalu mulai terbang melesat meninggalkan mereka dan kembali ke atas Tribun VVIP tersebut.
"Whussss........... " Suara hempasan angin saat Dewi Obat tersebut mulai melesat terbang dari atas arena.
"Baik Guru... " Ucap Arung.
Jeni dan yang lain nya masih tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar sebelum nya.
"Shilla ayo kita mulai lagi." Ucap Arung.
"Ugh.... Setelah Adegan Romantis Arung yang turun dari langit sambil menggendong mesra Jeni, kemudian Arung yang di angkat langsung menjadi Murid Dalam Ketua AKPAVLA dua hal ini masih membuat ku pusing." Gumam Shilla.
"Baik Arung." Ucap, Shilla kemudian mulai memberikan isyarat untuk mengulang kembali proses pembakaran sebelum nya.
"Tidak ku duga keberuntungan bos ternyata sangat tinggi, setelah mendapat kan Tongkat Ular, dia langsung di terima menjadi murid dalam AKPAVLA." Gumam Jeni yang gembira dengan berita tersebut.
Ayu dan Jeni pun kembali kompak melesatkan Jurus Telekinesis Alkemis nya ke arah Tungku Dewa Ular Kuno tersebut.
__ADS_1
"Ugh... Aku jadi deg-degan mengangkat Tungku mewah ini, aku baru pertama kali melihat Artifak di ranah alam dewa ini." Gumam Ayu yang matanya berkaca-kaca saat melihat artifak tersebut.
Tungku Obat pun kembali melayang perlahan, Shilla pun mulai membuka Tutup Tungku tersebut dengan jurus yang sama.
"Kraaakkkk............ " Suara saat tutup tungku tersebut mulai terbuka.
"Semoga kali ini berhasil." Gumam Shilla kemudian mulai memasukkan bahan-bahan tersebut kembali ke dalam Tungku Obat.
"Dup.......... " Suara saat Tutup Tungku tersebut mulai menutup.
"Arung, sekarang adalah giliran mu." Teriak Shilla.
"Baik... " Ucap Arung kemudian mulai duduk bersimpuh dan mulai melempangkan kedua belah telapak tangan nya ke arah Tungku di ranah alam dewa tersebut.
Api Ungu pun mulai melesat dari kedua belah telapak tangan Murid Dalam Dewi Obat tersebut, para penonton pun menyaksikan peristiwa tersebut dengan tenang.
-[Tribun Penonton]-
Tampak Nyonya Ya dan Joong Woon masih menonton pertandingan alkemis tersebut.
"Wah.... Ma, Kak Ayu hebat sekali, ternyata dia memiliki sebuah jurus hebat untuk mengangkat benda seberat itu, begitu juga dengan Alkemis Cantik lain nya." Ucap Joong Woon.
"Cantik, aku khawatir dengan perkembangan ke depan anak ini, apa dia akan mengikuti jejak abang ipar nya?" Gumam Nyonya Ya saat mendengarkan kata "CANTIK" yang keluar dari mulut bocah berusia Sembilan tahun tersebut.
Yang di maksud dengan jurus hebat oleh Joong Woon adalah Jurus Telekinesis Alkemis tersebut.
"Kakak mu sudah berlatih giat selama tiga tahun ini Joong Woon barulah dia bisa menguasai jurus itu Joong Woon." Ucap Nyonya Ya yang menyaksikan Ayu berlatih sangat giat di lantai 10 di kediaman nya sampai larut malam.
"Tiga tahun, oh....kalau begitu aku harus berguru kepada Kak Ayu setelah ini." Gumam Joong Woon.
"Terlepas dari sifat Calon Menantu ku yang sedikit Play Boy, bakat nya tersebut seakan-akan menentang langit." Gumam Nyonya Ya yang takjub dengan bakat alami yang di miliki oleh Calon Menantu nya tersebut.
"WAH... ITU KAN API BEKU, TIDAK SIA-SIA AKU MENONTON ACARA HARI INI, AKU BISA MENYAKSIKAN ELEMEN API LEGENDA TERSEBUT." Teriak Beberapa Penonton saat menyaksikan kemunculan Api Beku tersebut.
-[Pinggiran Tribun Penonton]-
Luna dan Gisel masih menyaksikan pertandingan tersebut dengan niat membunuh yang sangat besar ke arah Jeni.
"Setelah Kak Luna, sekarang Gadis Alkemis Cantik itu, sebenarnya apa yang ada di dalam otak Pendekar Fuckboy itu,"
"Bagaimana bisa ia begitu serakah seperti itu?" Gumam Gisel yang sebenar nya hendak mabuk-mabukan namun masih berada di dalam jam dinas.
Sementara itu Luna melihat dan berfikir dari sudut pandang yang berbeda dengan Gisel, dia tidak begitu menyalahkan Jeni dia malahan introspeksi terhadap dirinya sendiri.
"Apa servis ku selama ini kurang memuaskan, aku harus meningkatkan layanan ku kepada Pendekar Naga tersebut,"
"Andai saja Sarah mengetahui ini Gadis itu sudah pasti mati di penggal nya." Gumam Luna mengingat Sarah Green Snake.
"Hatsyimm......... " Suara bersin Jeni dari Arena.
"Ugh... Siapa yang lagi memikirkan ku yach?" Gumam Jeni dari atas arena lalu menoleh ke arah Arung.
Shilla yang menyaksikan lirikan Jeni itu pun kembali memancarkan niat membunuh yang sangat besar ke arah Jeni.
"Awas kau Jeni." Gumam Shilla sambil membantu menyeimbangkan Tungku dengan Jurus Telekinesis Alkemis nya.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].