Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Bangkitnya Jiwa Ular Jeni dan Arung Bagian Ke Satu.


__ADS_3

-[Pulau Putri Naga Kecil]-


"Dup.......... " Suara saat tapak kaki mereka berdua mendarat di atas tanah.


"Bos, aku sebaik nya mandi dulu baru kita melakukan nya." Ucap Jeni.


"Anak ini pasti berpikiran yang aneh-aneh lagi." Gumam Arung kemudian mulai menarik Jeni ke tepian danau.


"Sudah ikut saja." Ucap Arung.


"Ugh.... Bos pasti sudah bosan dengan gaya monoton di dalam kamar saja, dia sepertinya ingin melakukan nya di alam bebas,"


"Ugh.. Lakukan lah bos, Jeni Galgadoth adalah milik mu sekarang." Gumam Jeni.


"Pipnya merona merah lagi, pasti dia berpikiran mesum lagi." Gumam Arung.


-[Tepian Danau]-


Arung pun mulai melepas pakaian nya, kemudian duduk bersimpuh.


"Jeni cepat lepas pakaian mu dan duduk di hadapan ku." Perintah Arung.


"Gaya duduk?" Gumam Gadis Penurut tersebut.


Jeni pun mulai melepas pakaian nya kemudian duduk di hadapan Arung, Komandan Don Juan itu pun mulai mengeluarkan essensi yang baru saja di dapat nya tersebut.


"Ugh.... Apa yang hendak di lakukan bos dengan pose seperti ini?" Gumam Jeni.


Essensi berelemen hantu petir api itu pun mulai melayang di atas mereka, Arung pun mulai melempangkan tangan nya begitu pula dengan Jeni. Kini telapak tangan mereka saling bersentuhan, tampak aura berwarna-warni mulai membungkus tubuh Arung dan Jeni.


"Mau apa Bos?" Gumam Jeni.


"Jeni kau ikutin ritme ku saja." Ucap Arung kemudian mulai menyalurkan tenaga dalam milik nya.


Terlihat essensi hantu tersebut mulai terhisap ke dalam tubuh mereka berdua.


"Ugh.... Jurus apa ini, aku merasa pembuluh-pembuluh darah ku begitu hangat." Gumam Jeni.


Arung dan Jeni pun mulai melakukan kultivasi ganda di tempat tersebut.


"Ternyata bos mau berkultivasi, aku sudah salah paham." Gumam Jeni.


-[Tiga Hari Kemudian]-


Tampak cairan hitam pekat mulai keluar dari dalam tubuh mereka, seberkas cahaya putih berbentuk ular pun mulai melesat ke atas langit hingga menembus bola ruang milik Putri Naga Kecil menuju ke langit.


-[Di Pinggiran Desa]-


Terlihat awan mulai menghitam setelah kejadian tersebut, hal yang serupa terjadi di hampir 500 Benua di Planet Kuno Jupiter tersebut.


"Byurrrr.......... " Suara hujan deras.

__ADS_1


Hujan pun mulai mengguyur dengan deras nya, sambaran-sambaran petir berbentuk ular pun mulai terjadi beberapa kali kemudian meledakkan apa yang di sambar nya.


"Duargh...... Duargh...... Duargh..... " Suara ledakan akibat sambaran petir tersebut.


-[Salah Satu Goa]-


Tampak Irish dan Sarah masih bermeditasi guna mengkultivasi Pil Ular Kuno tersebut, mereka berdua pun dapat mendengar fenomena aneh tersebut dari dalam Goa.


"Duarghhh...... Duarghhh..... Duarghhh..... " Suara ledakan akibat sambaran petir tersebut.


"Sepertinya ada seorang Kultivator yang berhasil membangkitkan elemen dewa." Gumam Irish kemudian kembali melanjutkan meditasi nya.


"Siapa Kultivator yang membangkitkan elemen mengerikan ini?" Gumam Sarah kemudian kembali melanjutkan meditasi nya.


-[Tepian Pantai Benua Duyung]-


Saat hujan berpetir itu mulai terjadi Pertapa Duyung pun mulai keluar dari dalam gubuk nya tersebut, kemudian mulai memasang perisai kultivasi api hitam di sekitar gubuk nya. Pertapa Duyung Cantik itu pun mulai menengadah kan kepala nya ke atas, terlihat sambaran petir berbentuk ular mulai menyambar ke darat dan ke lautan kemudian meledak.


"Duargh..... Duargh...... Duargh...... " Suara ledakan akibat sambaran-sambaran petir tersebut.


"Siapa yang membangkitkan elemen dewa yang begitu dahsyat nya." Gumam Pertapa Duyung tersebut.


Tak lama berselang hujan api Sembilan warna pun mulai terjadi, kebakaran hutan pun mulai terjadi di beberapa tempat di Hutan Duyung tersebut.


"Dua elemen dewa bangkit bersamaan, api-api ini memiliki Sembilan jenis warna dan juga sangat panas,"


"Elemen dewa yang sungguh mengerikan." Gumam Pertapa Duyung.


Beberapa saat kemudian hujan api Sembilan warna pun berhenti, hal serupa terjadi di benua lain nya.


-[Tepian Danau]-


"Ugh..... Tenaga ku serasa meluap-luap." Gumam Jeni sambil berjalan ke arah mansion.


"Akhirnya setelah tiga hari tiga malam berkultivasi kami berhasil menyerap seluruh essensi ular tersebut." Gumam Arung.


Tiba-tiba saja ranah kultivasi mereka berdua kembali ke ranah Alam Ksatria Puncak, Jeni pun langsung bingung kemudian mulai bertanya kepada Bos Arung.


"Bos ada apa ini, tadi aku merasakan kekuatan ku meluap-luap, sekarang kenapa ranah ku bisa turun drastis,"


"Ranah bos juga turun?" Tanya Jeni.


"Tenang Jeni, sebulan lagi ranah kita akan kembali normal, lebih baik kita beristirahat di .... " Ucap Arung kemudian mulai oleng dan tak sadar kan diri.


"Bos..... " Teriak Jeni.


Ia pun mulai menyambut tubuh Arung yang jatuh tersebut, kemudian mulai memapah nya kembali ke dalam mansion tersebut.


"Bos.... Kenapa dia bisa tak sadar kan diri tiba-tiba?" Gumam Jeni sambil memapah Arung.


Jeni saat ini belum menyadari jika Jiwa Ular Arung sudah bangkit, dan saat ini kesadaran nya kembali terhisap masuk ke salah satu dunia di dalam dantian nya.

__ADS_1


-[Dunia Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan]-


Arung pun tiba di suatu tempat yang di penuhi dengan kawah-kawah magma berwarna-warni, tak lama berselang hujan api Sembilan warna pun mulai terjadi.


"Ugh..... Dimana ini?" Gumam Arung.


Arung pun mulai memasang perisai kultivasi air di sekitar nya.


"Baru kali ini aku menyaksikan hujan api dengan warna yang berbeda seperti ini." Gumam Arung heran sekaligus takjub dengan fenomena tersebut sambil melihat ke sekeliling nya.


Beberapa saat kemudian beberapa tornado api Sembilan warna pun mulai melesat dari atas awan-awan hitam tersebut kemudian mulai menciptakan dentuman besar saat tornado-tornado tersebut saling beradu.


"Duarghhhhhh............... " Suara ledakan keras yang memekakkan telinga.


"Ugh.... Apakah ini kelahiran jiwa Naga baru ku lagi, ugh... Telingaku selalu saja jadi korban jika berurusan dengan jiwa-jiwa Naga ini." Gumam Arung sambil menutup kedua telinga nya tersebut.


Dari asal ledakan tersebut seekor Ular Putih Bertanduk Sembilan yang di lapisi api Sembilan warna pun mulai muncul lalu kembali mendesis.


"Sethhhhhhh...... Seetthhhh........ " Suara desisan ular tersebut.


"Ular kenapa bukan Naga?" Gumam Arung.


Ular tersebut pun menoleh ke arah Arung kemudian mulai menjelma ke wujud manusia beast nya.


"Apa.... Kenapa dia bisa sangat mirip dengan ku?" Gumam Arung.


Wajah Manusia Beast itu sama persis dengan Arung, ia mengenakan jubah perang berwarna putih rambutnya pun berwarna biru namun matanya seperti mata ular. Seluruh tubuh nya di liputi oleh aura api Sembilan warna.


"Kau pasti bingung Naga Muda, namaku Zephyr Nine Coulor Snake."


"Aku adalah jiwa ular mu, sekarang kau harus mengalahkan ku untuk dapat keluar dari dalam dunia ini." Ucap Zephyr kemudian mulai memasang kuda-kuda nya.


Saat ini ranah Zephir dan Arung sama-sama di ranah alam langit puncak.


"Apa, buat apa kita bertarung?" Tanya Arung.


"Tentu saja untuk menentukan siapa yang berhak mengendalikan tubuh ini." Ucap Zephyr kemudian mulai melesat terbang ke arah Arung dan hendak memukul nya.


Arung dan Jiwa Ular nya pun mulai bertarung dengan tangan kosong di antara kawah-kawah bermagma tersebut.


"Dap.... Dup.... Dap..... "


"Dap.... Dup..... Dap..... " Suara saat tangan mereka saling beradu.


-[Di Dalam Kamar Yang Penuh Sejarah]-


Jeni pun telah selesai membaringkan Arung di atas tempat kasur di dalam Kamar Putri Naga Kecil tersebut.


"Sudah beres selanjut nya aku mau mandi dulu." Gumam Jeni.


Tak lama berselang Jeni pun mulai oleng lalu tak sadar kan diri kemudian tersungkur jatuh di atas tubuh Arung. Saat ini sepasang kekasih tersebut pun sedang tak sadar kan diri bersama di atas kasur tersebut.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2