Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Special Episode: Jedi Tiger dan Vinic Tiger Bagian Awal.


__ADS_3

Saat mendengarkan kabar dari Shilla di malam tersebut mengenai Matriak Yuki, Shilla saat itu menelpon mama nya tersebut menggunakan HP milik Xiao Mei Mei, Nyonya Vinic dan Tetua Shiyu pun langsung beranjak ke Kota Seribu Obat menggunakan mobil minibus kepunyaan Shilla keesokan pagi nya.


Di Dalam Kabin Depan.


Mereka berdua telah berkendara selama seharian, dan pada saat ini mobil minibus tersebut sudah mulai memasuki kawasan Hutan Singa Es di sekitar Desa Fire Snake.


Pagi Hari.


"Syukurlah Matriak Yuki masih hidup, aku sangat rindu kepadanya Matriak." Ucap Tetua Shiyu sambil mengendarai mobil tersebut.


"Iya Shiyu, aku tidak menyangka Kakak Ipar ku masih hidup dan sedang terkena Racun Kehidupan." Ucap Nyonya Vinic.


"Yang penting dia selamat dulu, aku yakin sekali masalah penawar racun tersebut, Matriak Yuki pasti bisa meminta bantuan kepada Kaisar Es." Ucap Tetua Shiyu.


"Kau benar sekali Shiyu, Matriak Yuki dan Kaisar Es adalah teman seangkatan saat di AKPERTI." Ucap Nyonya Vinic.


Untuk sampai ke Kota Seribu Obat mereka harus jalan memutar, karena Gurun Api Es tidak dapat di lalui saat ini karena sedang memasuki musim es.


Desa Fire Snake.


"DESA FIRE SNAKE." Gumam Tetua Shiyu saat membaca papan nama gerbang tersebut.


Mereka pun tiba di depan gerbang Desa Fire Snake, dan mulai memasuki nya.


"Shiyu sebaik nya kita singgah di Desa ini terlebih dahulu, kau pasti capek kan sudah menyetir semalaman?" Tanya Nyonya Vinic.


"Syukurlah ternyata Matriak pengertian juga, aku memang sudah capek banget sejak tadi, rasa-rasanya jari-jari ku mau patah semua nya." Gumam Tetua Shiyu.


"Boleh juga Matriak." Jawab Tetua Shiyu.


Tampak keadaan di Desa tersebut sedikit porak-poranda, ada beberapa bangunan yang hancur di sekeliling mereka, dan banyak Prajurit-Prajurit berpatroli di sekitar Toko-Toko di desa tersebut. Mereka pun menginap di salah satu Penginapan di samping Rumah Sakit di Desa Fire Snake tersebut.


Lantai 30 kamar nomor 33.


Beberapa menit kemudian.


Tampak Matriak tengah mandi di dalam kamar mandi, sementara itu Tetua Shiyu tengah berbaring di ranjang nya sambil menonton TV.


"Akhirnya bisa melempang kan kaki juga,"


"Ugh.... mata ku pun berat sekali, ternyata melelahkan juga menyetir seharian ini." Gumam Tetua Shiyu lalu tertidur di atas ranjang.


"Zzzzttttttt............ " Suara tidur Tetua Shiyu.


Di Dalam Kamar Mandi.


"Byurrrr............. " Suara shower air.


Tampak Nyonya Vinic tengah mandi di dalam kamar mandi tersebut tanpa mengenakan sehelai pakaian pun, beberapa menit kemudian ia pun selesai mandi kemudian mulai mengganti pakaian nya dengan piyama merah transparan milik nya.


"Krakkkkk........ " Suara Pintu Toilet Terbuka, Nyonya Vinic pun keluar dari dalam kamar mandi tersebut.


"Sepertinya Shiyu sangat lelah, aku juga sudah lelah." Gumam Nyonya Vinic lalu beranjak berbaring di atas ranjang.


"Dup................. " Suara saat tubuh Nyonya Vinic di rebahkan ke atas ranjang.


Nyonya Vinic memesan kamar penginapan dengan double bad, beberapa saat kemudian ia pun tertidur.


"Zzzzttt............. " Suara Nyonya Vinic saat tidur.


Hutan Singa Es.


Tampak seratus ekor Singa Es Kuno di ranah alam bumi puncak tengah bersiap meratakan Desa Fire Snake. Makhluk-makhluk buas itu pun saat ini tampak sedang menunggu komando untuk menyerang dari pemimpinnya.


"Aurghhhh.................. " Raungan Singa Es Kuno di ranah alam langit puncak yang menandakan penyerangan telah di mulai.

__ADS_1


Singa-Singa Es Kuno tersebut pun mulai melesat menuju Desa Fire Snake.


"Tap.... Tap.... Tap..... Tap... " Suara Tapak kaki makhluk-makhluk buas tersebut saat melesat.


Di Perbatasan Desa Fire Snake.


"Guuuugggggggg......... " Suara tiupan beberapa terompet menandakan serangan Singa Es Kuno kembali.


Dari balik pepohonan di sekitar Desa Fire Snake, makhluk-makhluk buas setinggi dua meteran tersebut pun mulai berlarian berniat mengamuk di dalam desa.


"Serang...... " Teriak Komandan Wanita yang menjaga Desa tersebut dengan jurus auman.


Prajurit-Prajurit dan Prajurit-Prajurit Relawan yang berjumlah sekitar 100 orang mulai melesat.


"Hyattttt............. " Teriak Prajurit-Prajurit tersebut kompak.


Pertempuran pun kembali pecah untuk yang kesekian kali nya di perbatasan desa tersebut, tampak Singa-Singa Es Kuno tersebut mulai menembakkan bongkahan-bongkahan es raksasa.


"Whussss........ whusss...... whusss.......... " Suara hempasan angin saat bongkahan-bongkahan es tersebut melesat.


"Jangan mau kalah, serang." Teriak Komandan Wanita tersebut dengan jurus auman.


Prajurit-Prajurit tersebut pun mulai menembakkan berbagai jenis serangan ke arah Singa-Singa Kuno tersebut.


"Duarghhh....... Duarghhh....... Duarghhh......... " Suara ledakan akibat serangan-serangan tersebut saling beradu.


20 Ekor Singa Es Kuno pun berhasil menerobos gerombolan tersebut lalu mulai memasuki Desa Fire Snake dan mulai mengamuk.


"Aurghhhh......... " Raungan Singa-Singa Es Kuno tersebut.


Beberapa Kultivator yang berjaga di dalam Desa pun mulai bertarung menghadapi makhluk-makhluk buas tersebut.


Saat ini Nyonya Vinic tengah bermimpi tentang masa lalu nya, saat pertama kali diri nya bertemu dengan Jedi Tiger dan Xiao Long yang merupakan suami Xiao Mei Mei sebelum nya.


Desa Tiger, 20 Tahun yang lalu delapan bulan sebelum Tragedi menghilang nya Matriak Yuki Tiger.


Di Cafe di Pusat Desa Tiger.


"Mama.... kenapa dia mengirim ku ke desa terpencil seperti ini, kan lebih enak di kota, mana mama papa gak ikut lagi." Gumam Vinic Muda lalu mulai meminum kopi tersebut.


Tampak di cafe tersebut seorang Gadis Cantik Berambut Merah tengah menyanyi di iringi band lokal, gadis cantik itu adalah Xiao Mei Mei, ternyata ia memiliki hobi menyanyi saat muda nya.


"Wah.... suara Gadis itu merdu banget, jika dia tinggal di kota pihak manajemen artis pasti akan merekrut nya." Gumam Vinic Muda.


Alunan musik dan suara indah Xiao Mei Mei pun membuat pengunjung menjadi terbius dan tidak mengedipkan matanya serta terus menatap ke arah Kultivator Artis Lokal tersebut.


"Ugh..... Gadis yang kukejar semenjak kecil memang yang terbaik, gimana pilihan ku Jedi?" Ucap Xiao Long.


Dua tahun kemudian Xiao Long akan menjadi suami Xiao Mei Mei, kematian Xiao Long dan Jedi Tiger masih menjadi misteri hingga saat ini.


"Ya.......Xiao Long, setiap menonton pertunjukan Xiao Mei Mei kau selalu menanyakan hal yang sama,"


"Dan jawabanku tetap sama Brothers, Xiao Mei Mei memang is the best." Jawab Jedi Tiger mendukung keputusan sahabat baik nya tersebut.


Jedi Tiger pun menoleh ke arah Vinic Muda, jantung nya mulai berdegup kencang sepertinya itu adalah pertanda cinta pada pandangan pertama.


"Xiao Long, sepertinya setelah sekian lama menjomblo aku sudah menemukan tulang rusuk ku yang hilang." Bisik Jedi Tiger.


"Gak biasanya Jedi seperti ini." Gumam Xiao Long.


Ia pun menatap ke arah Wanita yang di taksir oleh Jedi lalu ikut terpesona dan takjub.


"Oh My God...... ia lebih cantik dari Xiao Mei Mei, Jedi sungguh beruntung." Gumam Xiao Long.


"Xiao Long, aku akan mengejarnya." Bisik Jedi lalu bangun dengan jantan dan menghampiri Vinic Muda.

__ADS_1


Sementara itu Xiao Mei Mei masih terus menyanyi di atas pentas kecil di Cafe tersebut.


"Siapa Pemuda Berambut Merah ini?" Gumam Vinic Muda.


"Nona Cantik, bolehkah aku duduk di sebelah mu?" Tanya Jedi.


"Boleh saja Pendekar, asal jangan terlalu dekat yach." Jawab Vinic Muda.


Pendekar Tampan dari Keluarga Tiger itu pun menggeser kursi di sebelah Vinic kemudian duduk.


"Namaku Jedi Tiger, Nona Cantik." Ucap Jedi.


"Tiger?"


"Mungkinkah dia berasal dari Keluarga Tiger juga, sebaiknya aku memastikan nya." Gumam Vinic Muda.


"Aku Vinic Tiger, Pendekar Jedi." Ucap Vinic Tiger.


"Lho.... nama kita sama, pasti kita berjodoh, wah.... jika berjodoh dengan Gadis Secantik Kamu aku rela Vinic." Ucap Jedi Tiger.


Xiao Long pun menguping pembicaraan mereka dari meja di kejauhan.


"Wah..... Jedi memang Nekat, sebagai Calon Patriak dia memang benar-benar berani, lah aku sudah tinggal bersama Xiao Mei Mei selama ini tapi masih belum berani menembaknya sampai saat ini kami masih TTM terus." Gumam Xiao Long sedang meratapi kisah cinta nya bersama Xiao Mei Mei.


NOTE : TTM kepanjangan nya adalah Teman Tapi Mesra.


Kembali lagi ke Vinic dan Jedi.


"Wah..... Pemuda ini gak goyang saat merayuku, tapi dia tampan juga yach." Gumam Vinic Muda.


Beberapa saat kemudian Matriak Keluarga Tiger pun menelpon nya.


"Kring.... Kring..... Kring.... " Suara HP milik Vinic berdering.


Matriak Yuki Tiger sering berkunjung ke kediaman Vinic saat ia bertugas di Ibu Kota, sehingga Vinic dan Kak Yuki pun telah akrab.


"Kak Yuki, sepertinya dia hendak menjemputku." Gumam Vinic Muda lalu mengangkat telponnya.


"Halo Kak Yuki." Ucap Vinic Muda.


Mendengar nama Yuki, Jedi Tiger pun mulai menganalisa situasi tersebut.


"Yuki... mungkinkah dia sedang menelpon Kakak ku?"


"Tidak mungkin ada kebetulan yang seperti itu." Gumam Jedi Tiger.


"Halo juga Vinic, dimana kamu saat ini, biar Kakak jemput, Kakak khawatir nanti kemalaman di jalan." Ucap Kak Yuki.


"Aku sedang bersama seorang Pemuda bermarga Tiger juga Kak di sebuah Cafe di desa." Ucap Vinic Muda.


"Pemuda Bermarga Tiger, mungkinkah itu Jedi, adikku?" Gumam Kak Yuki.


"Siapa nama pemuda itu Vinic?" Tanya Kak Yuki.


"Namanya Jedi Tiger, Kak." Jawab Vinic Muda.


"Ternyata benar, itu Adik Badung ku." Gumam Kak Yuki.


"Itu adikku Vinic, berikan HP nya kepada Jedi." Ucap Kak Yuki.


"Baik Kak." Ucap Vinic lalu memberikan HP nya kepada Jedi.


Jedi pun menjawab panggilan tersebut, akhirnya Jedi, Xiao Long, dan Xiao Mei Mei mengantar kan Vinic menuju kediaman Keluarga tiger di Puncak Gunung Obat menaiki sedang hitam milik Jedi beberapa menit kemudian.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2