Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
GESUVLA Bagian Ke Empat.


__ADS_3

Ribuan serangan bola-bola api yang sangat beracun mulai saling beradu dengan beragam jenis serangan yang berasal dari Pihak Kekaisaran Dewi Es di sekitaran Hutan dan juga Puncak Gunung Seribu Obat tersebut.


"Duargh........... "


"Duargh........... "


"Duargh........... " Suara ribuan ledakan yang beriringan dan bersahut-sahutan mulai terdengar di Hutan dan juga sekitar Puncak Gunung Obat.


Beberapa Bola-Bola Api pun mulai menghancurkan banyak titik-titik di Hutan, Kota, dan juga Puncak Gunung Seribu Obat, akibat serangan tersebut banyak korban berjatuhan.


"Vin, sebaik nya kita menjauh dari sini dan bertarung di dalam hutan di sana lebih aman." Ucap Xiao Mei Mei lalu mulai melesat meninggalkan Tribun VVIP tersebut.


"Benar yang di katakan Mei Mei, Jendral Es akan bertarung sebentar lagi,"


"Akan berbahaya jika bertarung di dekat nya, sebaik nya aku dan murid-murid Keluarga Tiger bertempur di dalam hutan saja." Gumam Nyonya Vinic kemudian mulai memerintahkan ke tujuh Tetua untuk mendampingi para murid-murid Keluarga Tiger mengikutinya ke dalam Hutan.


"Akh................. "


"Akh................. "


"Akh................. " Jeritan Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es yang terkena serangan Bola-Bola Api tersebut lalu tewas dengan kulit menghitam akibat racun dari bola api tersebut.


"Duargh............. "


"Duargh.............." Suara Ribuan Ledakan di Puncak Gunung Seribu Obat dan sekitar nya.


"Hyaatttttt.......... " Teriak Prajurit-Prajurit Kerajaan Iblis Ular saat hendak bertarung melawan Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es.


Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es pun mulai melesat terbang ke langit atau pun ke atas Dek Kapal-Kapal Layar Langit milik Kerajaan Iblis Ular tersebut.


"Tring.................. "


"Tring.................. "


"Tring................... " Suara-suara senjata-senjata suci milik Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es yang sedang beradu dengan Pedang-Pedang Racun milik Prajurit-Prajurit Kerajaan Iblis Ular tersebut.


Perang pun mulai pecah dan berkecamuk di Hutan-Hutan, di sekitar Kota, dan juga Puncak Gunung Seribu Obat tersebut. Kapal-Kapal Layar Langit pun mulai melayang sekitar 10 meter di atas Stadium atau pun di atas Hutan Seribu Obat, pintu-pintu Kapal tersebut pun mulai terbuka Prajurit-Prajurit dan juga Zombie-Zombie milik Sekte Kupu-kupu Hantu pun mulai menyerang Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es tersebut.


-[Langit Di Atas Arena]-


Tampak Ratu Racun tengah melayang tak jauh dari hadapan Jendral Es bersama ke sepuluh Jendral-Jendral nya dan juga Tetua-Tetua dari Sekte Iblis Beracun.


"Jendral Sisilia Manggado dan para Tetua-Tetua sekalian, kalian pergilah bantu Prajurit-Prajurit kita yang lain nya,"


"Biar aku saja yang menghadapi mereka dan mengambil leher Jendral Keji ini." Ucap Ratu Racun dengan angkuh nya.


"Ugh...... Sombong nya, dia kira dia bisa menang melawan kami berempat." Gumam Bu Rektor.


"Siap Yang Mulia Ratu." Ucap Jendral Sisilia Manggado lalu mulai meninggalkan sang Ratu, begitu pula dengan Jendral dan Tetua-Tetua yang lain nya.

__ADS_1


"Kau akan menyesal karena sudah membunuh Adik ku dengan Keji Jendral Es." Ucap Ratu Racun tersebut lalu mulai mensummon Beast Kontrak milik nya.


"Perang besar ini terjadi hanya karena satu orang, semesta sungguh tidak bisa di tebak." Gumam Jendral Es.


"Wilson, Catherine, kalian pergilah biar aku Dewi Obat dan Bu Rektor yang menghadapi nya." Ucap Jendral Es lalu mulai mensummon Beast Kontrak nya begitu pula dengan Dewi Obat dan Bu Diamond.


"Siap Panglima Es.... " Ucap Kompak Jendral Wilson dan Jendral Catherine.


Beberapa saat kemudian Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu pun mulai bergabung dengan Jendral Es, hal tersebut sontak membuat Ratu Racun kaget namun Gadis Kejam tersebut tidak gentar sedikit pun melihat manuver politik Ketua Sekte tersebut.


"Jangan lupakan aku Jendral Es." Ucap Ketua Sekte tersebut.


Jendral Es dan yang lain nya pun mulai menoleh ke arah Ketua Sekte Kupu-Kupu Hantu tersebut.


"Dasar Pengkhianat." Ucap Ratu Racun.


"Kami sudah menunggu kedatangan mu Ketua, ayo segera kita bunuh Ratu Psikopat ini." Ucap Jendral Es.


"Ayo...... " Sahut kompak keempat wanita cantik tersebut.


-[Pinggiran Arena]-


Terlihat ada banyak sekali Prajurit-Prajurit Racun dan juga banyak sekali zombie-zombie mulai menyerang Arung dan yang lain nya di pinggiran arena tersebut.


"Ugh.... Itu kan zombie tidak ku sangka makhluk seperti ini ada di Dunia Kultivasi ini." Gumam Arung sambil beradu pedang dengan beberapa Prajurit-Prajurit Racun tersebut.


"Slassh.............. "


"Slassh.............. "


"Slassh..............." Suara saat Arung mulai memenggal Kepala Prajurit-Prajurit Racun tersebut dan juga beberapa zombie-zombie.


"Ugh.... Benarkah, kukira makhluk-makhluk ini tak bisa mati." Gumam Shilla yang sejak tadi menusuk perut zombie-zombie tersebut namun tak kunjung tumbang.


Ia pun mulai memenggal kepala zombie-zombie tersebut, makhluk-makhluk tak berotak itu pun langsung tersungkur dan tidak bangkit lagi setelah nya tidak seperti sebelumnya.


"Ugh..... Berhasil, pasti dia membaca buku-buku di dalam rak raksasa yang di peroleh nya dari Robert." Gumam Shilla.


Arung dan yang lain nya pun berhasil membunuh banyak Prajurit-Prajurit Racun dan juga Zombie-zombie tersebut, Jendral Sisilia Manggado yang melihat nya pun mulai berang, Gadis cantik berpakaian hijau itu pun mulai melesat ke hadapan Arung dengan niat membunuh yang sangat besar tersebut.


"Dup........... " Suara saat tapak kaki Jendral Cantik tersebut mendarat di atas tanah dan di hadapan Arung.


"Kau berani membunuh banyak Prajurit-Prajurit ku, bersiaplah untuk mati." Ucap Jendral Sisilia Manggado yang merupakan Kultivator terkuat kedua setelah Ratu Racun sambil menguhunus kan Pedang Racun ke arah Arung.


"Gila mereka banyak sekali, aku tidak yakin bisa menang melawan Gadis Cantik ini,"


"Tapi aku akan mencoba nya." Gumam Arung.


"Kalian pergilah biar aku yang menghadapi nya." Ucap Arung.

__ADS_1


"Ugh...... Arung semoga kau berhasil." Ucap Shilla.


Kekasih-Kekasih Arung dan yang lain nya pun mulai meninggalkan Komandan tersebut dan mulai bertempur dengan Prajurit-Prajurit lain nya.


-[Di Langit Di Atas Arena]-


Tampak Jendral Es telah mensummon Naga Salju Api nya begitu pula dengan Dewi Obat yang telah mensummon Rusa Bertanduk Emas nya dan juga Bu Diamond yang telah mensummon Cerberus Es Api Dewa nya.


Peperangan pun telah menyebar hingga ke seluruh Kota Seribu Obat, tampak Prajurit-Prajurit Racun tersebut pun mulai mengamuk dan membunuh siapa saja yang di lihat nya.


"Kata Jendral, bunuh semuanya,"


"Selain tiang listrik semuanya adalah musuh." Teriak Komandan Racun tersebut lalu mulai melakukan pembunuhan di sepanjang jalan tersebut.


Beberapa Kultivator di Kota Seribu Obat pun memutuskan melawan Prajurit-Prajurit Racun tersebut, dengan pertimbangan berazaskan "LEBIH BAIK MELAWAN DARIPADA MATI KONYOL."


"Ugh.... Mitha kali ini kau memanggilku di Perang Besar seperti nya." Ucap Gatot Angkara sambil mengamati ke sekeliling nya.


Tampak beberapa mayat-mayat mulai bergelimpangan di sekitar Tribun Penonton, kobaran-kobaran api tampak di beberapa tempat.


"Kau harus membantu ku memenangkan Perang kali ini Gatot." Ucap Jendral Es yang saat ini berdiri gagah di atas kepala Naga Salju Api nya tersebut.


Sementara itu Ketua Sekte tersebut pun mulai mensummon Beast Kupu-Kupu Badai milik nya.


"Pantas saja gelagatmu sejak di Kapal aneh Ketua Sekte, ternyata kau membelot ke Kekaisaran Dewi Es di detik-detik terakhir ini." Gumam Ratu Racun dengan raut wajah yang kesal sekaligus jengkel.


Seekor Beast Iblis Hitam Berlengan Enam pun mulai muncul , tampak Ratu Racun berdiri di atas kepala Raksasa Iblis tersebut.


"Akh.......... " Teriak beberapa Prajurit-Prajurit Kerajaan Iblis Ular dan Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es yang tewas terpijak kaki Iblis tersebut.


"Beast dan pemilik nya itu sama-sama kejam." Gumam Bu Rektor.


Kemunculan Beast di ranah alam Dewa tingkat lima tersebut membuat Panglima Es dan yang lain nya pun terkejut dan sedikit tertekan. Prajurit-Prajurit yang sedang bertarung di dekat mereka pun mulai menjauh begitu pula dengan Arung dan yang lain nya.


"Ugh..... Aku bisa mati terpijak jika bertarung di sini." Gumam Arung kemudian mulai memprovokasi Jendral Sisilia Manggado.


"Hei Jendral Jelek bagaimana jika kita mencari tempat yang cocok buat bertarung, kejar aku jika berani." Ucap Arung kembali memprovokasi Jendral Racun tersebut lalu mulai terbang melesat meninggalkan pinggiran arena tersebut.


"Sombong sekali kau." Ucap Jendral Sisilia Manggado lalu mulai melesat terbang mengejar Arung.


"Arung, kau harus selamat, aku belum menghukum mu saat ini." Gumam Gisel lalu mulai menjauh dari stadium tersebut begitu pula dengan Shilla dan yang lain nya.


"Ugh.... Abang Ipar benar-benar pemberani, dia tidak tahu siapa yang di lawan nya?" Gumam Komandan Lily sambil melesat terbang menjauh dari tempat tersebut bersama Milea dan yang lain nya.


Jeritan jeritan-jeritan dan juga ledakan-ledakan mulai terdengar berkali-kali di Kota Seribu Obat tersebut, Prajurit-Prajurit Kekaisaran Dewi Es yang di utus langsung oleh sang Kaisar berjaga di Pinggiran Kota tersebut pun mulai melesat masuk ke dalam Kota Seribu Obat dan ikut berperang melawan Prajurit-Prajurit Kerajaan Iblis Ular tersebut.


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].

__ADS_1


__ADS_2