
Keesokan pagi nya di Aula Istana Ratu Racun.
Terlihat sang Ratu Racun mengenakan pakaian berwarna hitam berhiaskan emas permata dan duduk di singgasana nya, di kiri dan kanan berjejer para menteri, jendral-jendral, tetua Sekte Iblis Beracun dan Kupu-kupu Hantu, serta Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu. Di sebelah Yang Mulia Ratu berdiri Perdana Menteri Racun dengan gagah nya.
"Kalian semua pasti sudah tau maksudku mengumpulkan kalian semuanya di pagi ini." Ucap Ratu Racun.
"Iya Yang Mulia Ratu.... " Sahut kompak mereka.
"Kita akan membunuh Jendral Es, kalian sudah lihat betapa licik nya Panglima Perang Kekaisaran Dewi Es tersebut, setelah meracuni Adik ku dengan racun kematian dia memenggal kepala nya, sungguh perbuatan yang hina untuk Jendral sekaliber nya." Ucap Ratu Racun.
Perdana Menteri Racun pun berjalan ke depan lalu membungkuk dan memberi hormat kepada Yang Mulia Ratu.
"Hormat saya Yang Mulia Ratu,"
"Saya rasa kita harus menyusun strategi terlebih dahulu, sebelum kita menyerang Jendral Es,"
"Saat ini dia pasti sudah mempersiapkan pasukan nya, jika kita berperang secara frontal kita pasti akan kalah Ratu." Ucap Perdana Menteri Racun.
"Perdana Menteri licik ini seperti nya memiliki rencana licik untuk membunuh Panglima Perang Kekaisaran Dewi Es tersebut." Gumam Jendral Sisila Manggado.
"Total Prajurit Kekaisaran Dewi Es sekitar 500 ribu pasukan, sementara pasukan kita hanya berjumlah 50 ribuan, kita sudah pasti kalah jumlah jika kita berperang terang-terangan dengan Jendral Es, Yang Mulia Ratu." Ucap Perdana Menteri Racun.
"Jadi apa rencana mu Perdana Menteri Racun?" Tanya Yang Mulia Ratu Racun tersebut.
"Kita akan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan mendadak, tapi kita tidak boleh terburu-buru,"
"Kalau Yang Mulia Ratu mengizinkan, saya dan beberapa pasukan intelijen saya akan pergi ke Benua Es Api untuk mengawasi gerak-gerik Jendral Es dan mencari waktu yang tepat untuk menyerang nya." Ucap Perdana Menteri Racun.
"Rencana yang bagus." Gumam Tetua Gemini.
"Benar yang di katakan Perdana Menteri Licik itu, jika berperang secara frontal Prajurit-prajurit ku pasti akan kalah jumlah, aku seperti nya harus mengikuti rrencana licik nya tersebut." Gumam Ratu Racun.
"Baiklah Perdana Menteri, tanggal penyerangan dan tempat penyerangan ku serahkan pada mu." Ucap Ratu Racun.
"Siap Yang Mulia Ratu." Ucap Perdana Menteri licik tersebut lalu kembali ke sebelah Ratu Racun.
"Jendral Sisilia, selagi Perdana Menteri Racun melakukan operasi intelijen, kau mobilisasi seluruh Prajurit-Prajurit ke Ibu Kota,"
"Siapkan Kapal-kapal Layar Langit di sekitar Ibu kota, kita akan menyerang Jendral Es saat waktu nya tiba." Perintah Ratu Racun.
"Siap Ratu....... " Ucap Jendral Sisilia Manggado.
"Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu aku juga ingin kau memberikan Token Perintah Zombie milik sekte mu kepada Jendral Sisilia, aku juga akan memobilisasi 40 ribu zombie-zombie tersebut ke Benua Es Api." Perintah Ratu Racun.
"Siap Ratu....... " Ucap Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu lalu memberikan Token Zombie tersebut kepada Jendral Sisilia Manggado.
__ADS_1
"Sukses besar, Shana pasti akan mengizinkan ku meniduri nya." Gumam Perdana Menteri Racun.
Di pagi itu semua Prajurit-Prajurit yang tersebar di kota mau pun di desa atau di tempat-tempat lain nya berkumpul ke Ibu Kota Kerajaan Iblis Ular, begitu pula dengan murid-murid dari kedua Sekte yang berjumlah 10 ribu murid pun berkumpul di Ibu Kota tersebut. Khusus Kapal-Kapal Layar langit yang mengangkut zombie-zombie langsung di berangkatkan ke sekte Kupu-kupu Hantu di bawah pimpinan Jendral Sisilia Manggado untuk menjemput makhluk-makhluk kanibal tak berotak tersebut dan membawanya ke Ibu Kota Kerajaan.
Malam Hari, di Kediaman Perdana Menteri Azura.
Saat ini Perdana Menteri yang sangat licik tersebut tengah duduk seorang diri di dalam kamar nya.
"Kring..... Kring.... Kring...... " Suara HP nya berdering.
"Perdana Menteri Racun, dia lagi, seperti nya ini dia ingin menyampaikan sebuah kabar baik." Gumam Shana Azura lalu menerima panggilan tersebut.
"Halo Sayang..........., kau pasti memikirkan ku siang dan malam hari selama ini kan Sayang,"
"Ada berita penting yang akan ku katakan pada mu Sayang." Ucap Perdana Menteri Racun tersebut dengan lembut.
"Cepat katakan saja jangan bertele-tele, aku sudah mengantuk." Ucap Shana Azura dengan tegas.
Perdana Menteri Racun pun mulai menceritakan hasil rapat dengan Ratu Racun tersebut di pagi hari tadi dan rencana serangan nya terhadap Jendral Es dengan kekuatan penuh militer Kerajaan Iblis Ular.
Beberapa menit kemudian.
"Ha...... Ha...... Ha........ " Tawa Besar Shana Azura.
"Bagaimana dengan hadiah ku Sayang?" Tanya Perdana Menteri Racun tersebut.
"Tentu Saja Sayang, katakan apa yang kau mau?" Tanya Shana Azura.
"Aku akan berangkat ke Ibu Kota Kerajaan Bersama Pasukan Intelijen ku, keinginan ku sederhana sayang." Ucap Perdana Menteri Racun.
"Apa itu Suami ku?" Tanya Shana Azura yang tengah senang karena rencana nya mampu memprovokasi Kerajaan Iblis Ular untuk menyerang Jendral Es.
"Aku mungkin akan sedikit merepotkan mu, aku hanya ingin membuat adik buat Dilla." Ucap Perdana Menteri Racun yang menginginkan seorang anak lagi.
"Baiklah akan kutunggu kau di Mansion ku, gunakan Topeng Siluman untuk merahasiakan jati dirimu." Ucap Shana Azura.
"Aku telah mempersiapkan beberapa pil obat kuat yang akan memuaskan mu Beib." Ucap Perdana Menteri licik tersebut.
"Ha.... Ha...... Ha...... " Tawa Shana Azura.
"Cepatlah tiba Sayang, mood ku sedang sangat baik saat ini, jangan sampai aku tidur dengan laki-laki lain nya." Ucap Shana Azura.
"Tunggu Sayang aku berangkat malam ini juga." Ucap Perdana Menteri Racun, lalu langsung mematikan HP nya.
Ia pun mengumpulkan 100 Pasukan Intelijen nya dan berangkat ke Ibu Kota Kekaisaran Dewi Es malam itu juga menggunakan maskapai pesawat Iblis Ular Airlines.
__ADS_1
Di Dalam Kamar Shana Azura.
Tampak Gadis Licik itu sangat bersemangat mendengar kan Rencana Ratu Racun untuk membunuh Jendral Es dengan kekuatan tempur penuh nya.
"Setelah Panglima Perang itu tewas, aku akan mulai melakukan kudeta di bantu oleh Kekaisaran Hitam di Benua Kegelapan." Gumam Perdana Menteri Azura.
Ternyata Perdana Menteri Azura ingin melakukan makar terhadap Kekaisaran Dewi Es dengan bantuan Kekaisaran Hitam.
"Ha...... Ha........ Ha....... "
"Ha....... Ha........ Ha....... " Tawa Besar Perdana Menteri Azura.
Kekaisaran Hitam merupakan salah satu dari lima Kekaisaran terkuat di Planet Bumi ini, ada lima Kekaisaran yang menguasai lima Benua di Planet ini yang pertama adalah Kekaisaran Dewi Es, kemudian Kekaisaran Hitam, kemudian Kekaisaran Beast Magis, kemudian Kekaisaran Besi, yang terakhir dan yang paling kuat di antara kelima Kekaisaran lain nya adalah Kekaisaran Kelabang Surgawi.
Di Dalam Kamar Kaisar Es.
Keesokan Paginya.
Jendral Es dan kedua pengawal nya pun tiba di Istana Kekaisaran Dewi Es lalu langsung mengadakan rapat tertutup dan sangat rahasia di dalam kamar Kakak nya tersebut. Di depan pintu terlihat dua orang pengawal dan penjaga setia Jendral Es, Nando dan Mutia berdiri dengan gagah nya menjaga pintu kamar tersebut.
"Kakak, aku khawatir 50 ribu pasukan dari Kerajaan Iblis Ular akan menyerangku dan membumi hanguskan kota di sekitar ku, video itu adalah sebuah konspiras,"
"Memang benar aku yang membunuh Ketua Sekte Iblis Beracun tersebut, tapi tidak dengan cara curang seperti itu Kak." Ucap Jendral Es.
"Coba ceritakan kejadian nya Mitha." Ucap Kaisar Ye.
Mitha pun mulai menceritakan cerita saat dia dan Tunangan nya terdampar di Bola Penjara Pohon Dewa Air, sampai ia membunuh Ketua Sekte Iblis Beracun tersebut dengan gagah perkasa tidak dengan cara curang seperti di video konspirasi tersebut.
Beberapa saat kemudian.
"Jadi seperti itu cerita nya, jadi strategi apa yang harus kita terapkan Mitha?" Tanya Kaisar Ye.
"Aku perlu memobilisasi sekitar 30 ribu pasukan ke Kota Seribu Obat Kak, aku akan muncul saat Final Ujian di AKPAVLA, disana adalah tempat yang cocok untuk bertempur,"
"Aku juga akan meminta bantuan kepada Ketua Paviliun Obat dan Rektor di AKPERTI jika sampai kewalahan dalam peperangan tersebut Kak." Ucap Jendral Es.
"Baiklah Mitha, aku akan meneruskan rumor mengenai kehadiran mu di Ujian Final tersebut." Ucap Kaisar Ye.
"Aku tidak yakin 30 ribu pasukan itu akan mampu menghadapi kekuatan tempur Ratu Racun, aku akan mengirim 30 ribu pasukan bersembunyi di sekitar perbatasan di Kota Seribu Obat." Gumam Kaisar Ye.
Mereka berdua pun meneruskan membahas strategi perang lain nya untuk menghadapi serangan dari Kerajaan Federasi Iblis Ular. Pada hari itu rumor mengenai kehadiran Jendral Es di Kota Seribu Obat pada Ujian Final Calon Alkemis pun mulai menyebar ke seluruh Benua Es Api.
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].
__ADS_1