
Setelah selesai minum di Kedai Teh tersebut, Arung dan Jeni pun mulai melanjutkan berkeliling Desa Ular tersebut. Terlihat di sepanjang perjalanan tersebut Jeni terus saja menatap ke arah Bos Arung, Gadis Polos tersebut tampak nya makin mencintai Bos Berdarah Dingin tersebut.
"Ugh.... Bos Ganteng banget, tato emas di tubuh Bos walaupun sangar tapi tetap masih macho juga, apa nanti malam aku minta di rudu paksa lagi oleh Bos saja yach?" Gumam Jeni sambil berjalan.
"Apa yang di pikirkan oleh Jeni ya?"
"Sejak tadi dia terus saja menatap ke arah ku, apa dia mau minta jatah lagi nanti malam ya?" Gumam Arung sambil berjalan.
Tak lama berselang hari pun sudah mulai menjelang malam, sepasang kekasih yang baru jadian tersebut pun mulai bergegas pergi menuju ke Alun-Alun Desa tersebut.
"Ayo kita ke Alun-Alun Desa, Jeni, aku harus menyumbangkan sebuah lagu di konser tersebut, untuk melunasi Tongkat Emas tersebut." Ucap Arung sambil berjalan.
"Ugh.... Kenapa produser itu membayar Bos dengan begitu mahal yach hanya untuk suara Bos saja, apa suara Bos sungguh semerdu itu." Gumam Jeni sambil berjalan.
Jeni tidak tahu jika suara Bos nya itu memang benar-benar merdu setelah mengkultivasi Pil Yin Yang tempo lalu.
-[Alun Alun Desa Ular]-
Terlihat para penonton sudah mengerumuni panggung konser tersebut, beberapa Kultivator Artis pun sudah mulai membawakan lagu andalan nya masing-masing. Sound-sound bersusun rapi di kedua belah sisi panggung tersebut, tampak kultivator-kultivator yang sedang menonton acara konser tersebut sungguh sangat antusias dan begitu menikmati nya.
"Ugh... Bos rame banget di sini, aku jadi gak pede nih." Ucap Jeni saat melihat kerumunan penonton yang ramai tersebut.
"Kok malah Jeni yang jadi gak pede, kan aku yang mau tampil nyanyi." Gumam Arung kemudian mulai menggenggam pergelangan tangan Jeni.
"Bos..... " Gumam Jeni saat menyadari tangan nya di genggam oleh Bos Arung.
"Blitzzzz............. " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
-[Belakang Panggung]-
Dalam satu kedipan mata Arung dan Jeni pun mulai berpindah tempat ke belakang panggung tersebut.
"Dup........ " Suara saat tapak kaki mereka berdua mulai mendarat mulus di atas lantai panggung tersebut.
Gambit dan beberapa kru saat ini sedang serius menonton penampilan salah satu kultivator artis di bawah label musik nya tersebut, di balik panggung. Saat melihat kemunculan Bintang utama nya malam tersebut, raut wajah Gambit pun berubah menjadi ceria.
"Arung...." Gumam Gambit saat menyadari kehadiran Kultivator Artis Pendatang Baru nya tersebut.
"Kau memang pria sejati Arung, kau akhirnya datang juga, aku sudah menanti mu sejak tadi." Ucap Gambit kemudian memeluk Arung.
"Tentu saja aku akan datang Gambit, kapan giliran ku menyanyi akan tiba?" Tanya Arung lalu mulai melepaskan pelukan Gambit.
"Setelah lagu ini, adalah giliran mu tampil Arung." Ucap Gambit.
"Aku yakin setelah konser malam ini seluruh penduduk di Benua Ular ini akan mengenalmu Arung." Gumam Gambit.
"Wah... Bos tenang sekali, bibir nya bahkan gak goyang sama sekali, tidak hanya berdarah dingin ternyata dia juga super duper pede." Gumam Jeni yang takjub dengan rasa percaya diri yang tinggi dari Bos Arung tersebut.
Beberapa saat kemudian Kultivator Artis tersebut pun selesai menyanyi di atas panggung tersebut, Gadis Cantik itu pun kembali kebelakang panggung sambil tersenyum ke arah Bos Arung.
"Ugh.... Tampan nya Kultivator Artis Pendatang Baru itu." Gumam Kultivator Artis yang baru saja selesai manggung tersebut sambil berjalan keluar dari panggung.
Arung pun mulai mengaktifkan mode mata elemen yaitu mode mata cahaya nya. Tampak pupil mata nya mulai berubah menjadi putih, para manusia Beast yang melihat nya pun mulai terpikat dengan Mata Penakluk Beast tersebut.
"Ugh.... Tampan nya, bola mata nya sungguh sangat indah." Gumam Salah Satu Penonton Wanita yang terbius mata cahaya tersebut.
__ADS_1
Kamera pun mulai di siapkan untuk merekam penampilan Kultivator Artis Pendatang Baru tersebut. Arung pun mulai mengayunkan lengan nya, suasana pun menjadi dingin dan sejuk berkat elemen es milik nya beberapa saat kemudian.
"Ugh.... Rasanya hatiku bergetar saat melihat Pemuda Naga itu." Ucap Salah Satu Penonton Wanita lain nya yang terbius oleh mata cahaya tersebut.
Musik pun mulai di mainkan oleh band pendukung di belakang nya, Arung saat ini hendak menyanyikan sebuah lagu dari nya grup band Noah "KALA CINTA MENGGODA" yang berasal dari dunia nya.
"Semoga mereka menyukai nya." Gumam Arung.
Saat lagu tersebut di mulai, para penonton pun mulai saling bertatap-tatapan, ini semua dikarenakan mereka baru pertama kali mendengarkan irama musik tersebut.
"Bagus, mataku memang tak salah, belum apa-apa saja penonton sudah mulai terbius dengan penampilan nya, Errong Records milikku pasti akan berjaya setelah malam ini, Terima kasih Arung." Gumam Gambit dari belakang panggung tersebut yang sangat bersyukur dengan kemunculan Arung.
"Ugh.... Bos ganteng banget, dia sudah seperti kultivator artis pro saja." Gumam Jeni dari belakang panggung.
Para penonton pun mulai mengikuti intro lagu cinta tersebut, tampak di raut wajah para penonton tersebut sangat antusias dengan lagu tersebut mereka pun mulai melambai-lambaikan tangan nya mengikuti ritme musik tersebut.
"SEJAK JUMPA KITA PERTAMA, KU LANGSUNG JATUH CINTA, "
"WALAU KU TAHU KAU ADA PEMILIK NYA." Nyanyian merdu Arung yang telah memukau para penonton-penonton wanita tersebut.
Jeni pun terkejut saat mendengar suara merdu yang keluar dari dalam mulut Bos Berdarah dingin nya tersebut, hingga mulut Jeni pun kembali terbuka lebar.
"Bos.. Suara mu benar-benar merdu, maka nya Bos Gambit memberikan Tongkat Ular ini kepadamu." Gumam Jeni.
"TAPI KU TAK DAPAT MEMBOHONGI, HATI NURANI,"
"TAPI KU TAK DAPAT MENGHINDARI........ "
"GEJOLAK CINTA INI."
"MAKA IJIN KAN LAH AKU MENCINTAI MU,"
"IZINKAN LAH AKU MENCINTAIMU,"
"ATAU BOLEHKAN LAH KU SEKEDAR SAYANG PADA MU... " Nyanyian merdu Arung.
Para penonton pun sangat menikmati penampilan Arung tersebut hingga akhirnya lagu tersebut pun berakhir dan di tutup dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari para penonton-penonton tersebut.
"Plok..... Plok..... Plok..... "
"Plok.......Plok..... Plok.... " Suara tepuk tangan penonton-penonton tersebut.
"Lagu itu pasti akan meledak di pasaran, aku pasti akan untung besar." Gumam Gambit sambil tersenyum kecil.
Arung pun kembali ke belakang panggung tersebut, Gambit yang melihat nya pun langsung memeluk nya dengan erat karena penampilan nya yang hebat dan memukau sebelum nya, mode mata Arung pun kembali ke mode mata normal nya.
"Terima kasih Arung, aku yakin lagu tadi pasti akan di sukai banyak orang di Benua Ular ini." Ucap Gambit dengan tulus.
"Aku sudah memenuhi janji ku kepadamu Gambit, kalau begitu kami pamit dulu Gambit." Ucap Arung lalu mulai menggenggam tangan Jeni.
"Tunggu....dulu.. " Ucap Gambit bermaksud meminta nomer HP kultivator artis pendatang baru tersebut.
Belum sempat Gambit menyelesaikan perkataan nya Arung sudah keburu berteleport.
"Blitzzzz.......... " Suara jurus teleportasi milik Arung.
__ADS_1
"Ah... Dia main pergi saja, apakah dia turis dari Benua Naga, aku akan menyewa Detektif untuk mencari tahu tempat tinggal Naga Muda tersebut nanti setelah aku tiba di Ibu Kota." Gumam Gambit.
-[Di Dalam Kamar Penginapan]-
Dalam satu kedipan mata Arung dan Jeni pun berhasil berpindah tempat ke dalam kamar penginapan yang sebelum nya mereka tempati.
"Dup......... " Suara tapak kaki mereka berdua saat mendarat di dalam kamar tersebut.
"Ugh.... Kami tiba di dalam kamar lagi." Gumam Jeni yang mulai mengingat kembali kenangan indah nya bersama Bos Arung semalam.
"Kenapa pipi Jeni merona merah, mungkinkah dia mau lagi?" Gumam Arung kemudian mulai melepas pakaian nya dan berganti dengan piyama tidur nya.
"Ugh... Bos sudah berganti pakaian dia pasti akan marah jika aku tidak tidur di sebelah nya, aku harus menemaninya, bahkan dia sudah memberikan senjata suci di alam dewa untuk ku." Gumam Jeni kemudian mulai berganti pakaian di hadapan Arung dengan piyama tidur nya juga yang super minim dan berenda.
"Sepertinya Jeni sudah terbiasa dengan ku, aku sangat menyukai sifat penurut nya itu." Gumam Arung.
Mereka berdua pun tidur bersebelahan di ranjang tersebut, tampak Arung sudah mulai memejamkan kedua belah matanya sementara Jeni takut jika Arung tersinggung, ia pun sengaja memeluk Bos nya tersebut dengan mesra.
"Bos.... Jika kau mau, kau bisa melakukan nya sekarang." Gumam Jeni yang sudah pasrah dan berharap.
"Zzzzzttt...... Zzzztttt....... " Suara tidur Arung.
Tak lama berselang Jeni pun tertidur di sebelah Arung dengan posisi memeluk mesra bos nya tersebut.
Konser Errong Records pun selesai, Gambit pun langsung kembali ke Ibu Kota Kerajaan Ular bersama awak kru nya malam itu juga.
-[Di Ruang Angkasa di Orbit Planet Jupiter]-
Terlihat seekor Ular Galaxi Bertanduk Sembilan Raksasa tengah bertarung dengan Hantu Galaxi, seperti nya mereka memiliki semacam dendam lama.
"Aurghhhhh............ " Raungan Beast Ular tersebut.
"Aurghhhhh........... " Raungan Hantu Galaxi tersebut.
Kedua Beast tersebut berada di ranah alam malaikat tingkat awal, mereka pun mulai bertarung dengan dahsyat nya.
Beberapa jam kemudian.
Hingga akhirnya Hantu Galaxi pun kalah kemudian mulai menembak kan bola berelemen hantu sekuat tenaga nya ke arah Ular Galaxi Bertanduk Sembilan tersebut.
"Whussss............ " Suara hempasan angin saat Bola Berelemen Hantu Raksasa tersebut mulai melesat.
Karena lengah Beast Ular itu pun terkena serangan Hantu Galaxi tersebut dengan telak, kemudian terpental hingga memasuki orbit Planet Kuno Jupiter.
"Duarghhhhh......... " Suara ledakan saat serangan tersebut mengenai Ular tersebut.
Saat ini kekuatan dari Ular Galaxi Bertanduk Sembilan tersebut telah hilang setengah nya dan tinggal setengah nya lagi, makhluk tersebut pun mulai memasuki badai Kosmik di sekitar atmosfer Planet Seribu Benua tersebut.
"Jderrr...... Jderrr......... Jderrr...... " Suara saat sambaran-sambaran petir tersebut mulai menyambar tubuh Beast tersebut.
"Akhhhh.......... " Teriak Kesakitan Beast tersebut.
Beast tersebut pun kembali kehilangan tenaga dalam nya dan terluka parah akibat badai Kosmik tersebut, saat ini kekuatan nya tinggal 30 persen saja.
"Aurghhhhh......... " Raungan Beast Ular Galaxi Bertanduk Sembilan tersebut.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].