Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Menikmati Suasana Hangat di Kota Awan Hitam.


__ADS_3

Setelah makan siang selesai, sepasang kekasih itu pun mulai berjalan-jalan di Pusat Kota Awan Hitam tersebut.


"Wah.... Seperti biasanya ya Kota ini ramai banget." Ucap Shilla sambil menggandeng tangan kekasih nya tersebut.


"Ia Shilla, kau benar sekali, padahal beberapa bulan yang lalu kota ini baru saja mengalami beberapa kali bencana besar." Ucap Arung.


"Byurrrr.......... " Suara hujan deras.


"Komandan playboy ini harus di gandeng mesra seperti ini biar gak ada Gadis-gadis Cantik lain nya yang naksir pada nya." Gumam Shilla.


Mereka berdua pun mulai berjalan di trotoar tersebut sambil mengamati keramaian di sekitar nya. Beberapa saat kemudian Arung pun berjumpa dengan kenalan lama nya Nona Dark, Gadis cantik itu pun mulai menghampiri dan menyapa Arung.


"Adik Kecil.... " Teriak Nona Dark dari kejauhan.


Arung dan Shilla pun mencari arah sumber teriakan tersebut, Nona Dark pun mulai menghampirinya.


"Hai Adik Kecil, wah.... Kau makin gagah aja." Ucap Nona Dark kemudian menoleh ke arah lengan Arung yang saat ini sedang di gandeng mesra oleh Shilla tersebut.


"Baru saja aku berpikiran buruk, sudah datang saja seekor PELAKOR kemari." Gumam Shilla.


"Nona Dark, wah sudah lama banget ya aku gak jumpa sama Nona,"


"Aku turut berduka atas kematian Tuan Muda Quill saat bencana white hole itu." Ucap Arung.


"Iya Arung, aku menangis selama dua hari dua malam setelah kematian adik ku itu, hatiku sangat sedih dan perih ketika itu." Ucap Nona Dark, wajah gadis cantik itu terlihat murung.


"Nona Dark kenalkan ini Shilla." Ucap Arung kemudian mulai mengenalkan Shilla kepada Nona Dark.


"Dasar Don Juan, setelah mendapatkan Jendral Es kau masih saja terus mengoleksi wanita-wanita cantik di sekitar mu." Gumam Nona Dark kemudian mulai menjulurkan tangan nya.


"Aku Dark Quill." Ucap Nona Dark sambil berjabat tangan dengan Shilla.


"Aku Shilla Tiger, Nona Dark, Pacar Arung." Ucap Shilla sambil tersenyum ketus terhadap Nona yang dianggap nya Pelakor itu.


"Sepertinya dia cemburu dengan ku, aku sebaiknya meminta nomer HP Adik Kecil kemudian cabut dari sini." Gumam Nona Dark.


Nona Dark lalu meminta nomer HP Arung kemudian mulai beranjak pergi meninggalkan mereka, HP milik Nona Dark sebelumnya telah hancur saat bencana white hole melanda Kota Awan Hitam beberapa bulan yang lalu.


"Padahal aku pengen ngopi bareng dengan Adik Kecil, tapi sepertinya cewek nya over protektif kali,"


"Tidak apa-apa, aku yakin masih ada kesempatan lain nya." Gumam Nona Dark sambil berjalan menjauh dari sepasang kekasih itu.


Arung dan Shilla pun kembali berjalan bersama sambil menikmati suasana hangat di kota hujan tersebut.


"Huh..... "


"Aku dapat melihat nya dengan jelas, terlihat jelas di mata Nona Dark api-api cinta kepada Calon Suamiku ini." Gumam Shilla dengan raut wajah kesal dan jengkel kepada Nona Dark.


"Kenapa dengan Shilla, wajah nya kok jutek?" Gumam Arung saat menoleh ke arah kekasih nya tersebut.


Shilla terus menggandeng mesra lengan calon suaminya tersebut sampai dengan saat ini, tanpa terasa hari pun sudah menjelang malam, Arung pun sudah berniat untuk kembali ke Kota Seribu Obat.


"Huft....... "


"Lelahnya, udah waktunya kami kembali ke Kota Seribu Obat." Gumam Arung.


"Shilla kita balik yuk." Ucap Arung.


"Gak usah Arung, kita menginap saja di dalam bola itu dulu, aku masih kangen banget dengan kota ini, banyak kenangan indah di kota ini." Ucap Shilla yang enggan kembali ke Kota Seribu Obat tersebut.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu ayo kita cari tempat untuk menyembunyikan bola ruang ini." Ucap Arung.


"Hemmm...... Aku mencium gelagat mencurigakan dari Shilla." Gumam Arung.


Mereka berdua pun mulai masuk ke dalam lorong-lorong diantara dua Gedung yang sunyi, Komandan Don Juan itu pun mulai mengeluarkan bola ruang milik nya kemudian menaruh nya di pinggir Gedung tersebut.


"Baiklah aku tinggal menutupi nya dengan elemen perak ku." Gumam Arung kemudian mulai melesatkan elemen perak ke arah bola ruang tersebut.


Perak murni pun mulai menutupi bola ruang tersebut, Arung pun mulai menggenggam pergelangan tangan Shilla.


"Aku akan memberimu jatah di dalam sana Sayang." Gumam Shilla sambil menoleh ke arah kekasih nya tersebut.


"CLARA." Ucap Arung.


Dalam satu kedipan mata mereka berdua pun berpindah ke dalam sebuah dunia kecil di dalam bola ruang tersebut.


"Dup.............. " Suara saat Tapak kaki sepasang kekasih tersebut mendarat di depan pintu gerbang Mansion Putri Naga Kecil.


Raut wajah Shilla pun tampak bahagia setelah masuk ke dalam bola ruang tersebut seperti mengisyaratkan sesuatu maksud dan tujuan tertentu.


"Baiklah Sayang, aku akan memanjakan mu malam ini." Gumam Shilla.


Mereka berdua pun mulai memasuki mansion Putri Naga kecil tersebut, Shilla pun mulai berjalan dengan riang dan gembira di sebelah kekasih nya tersebut.


"Aman, Gisel gak ada, Kak Mei Mei pun gak ada." Gumam Shilla sambil berjalan dengan riang nya.


"Ugh.... Firasat ku gak enak banget." Gumam Arung saat menoleh ke arah Shilla yang begitu senang.


Beberapa saat kemudian.


-[Di Dalam Kamar Putri Naga Kecil]-


Terlihat Shilla langsung masuk ke dalam kamar mandi, sementara itu Arung mulai melepaskan pakaian nya kemudian mengenakan pakaian tidur resmi nya yaitu hanya mengenakan celana boxer saja.


-[Di Dalam Kamar Yang Penuh Sejarah tersebut]-


Arung pun terlihat sedang pemanasan dan bersiap untuk tidur.


"Ugh.... Tubuh ku capek banget, sebaik nya aku segera beristirahat saja." Gumam Arung kemudian hendak merebahkan tubuh nya ke atas ranjang empuk tersebut.


"Kraakkk............... " Suara saat pintu kamar tersebut mulai terbuka.


"Dup..................... " Suara saat pintu kamar tersebut tertutup.


Seorang Gadis Cantik berambut hitam berkilauan dan hanya mengenakan sehelai handuk saja berdiri dengan pose yang sangat sexi di belakang pintu tersebut.


"Ugh..... Gile.... "


"Celana ku jadi sempit,"


"Shilla, pantas saja dia enggan kembali ke Kota Seribu Obat, ternyata dia sejak tadi merencanakan hal ini." Gumam Arung yang terus melotot ke arah Shilla yang tengah berpose sexi.


Shilla pun mulai melepas handuk nya kemudian berjalan ke arah Kekasih nya tersebut, pergulatan panas pun sekali lagi terjadi di dalam Kamar yang Penuh dengan Sejarah tersebut.


"Arung... Saranghae.... " Bisik Shilla di telinga kekasihnya tersebut kemudian menggigit kecil telinga nya.


"Ugh.... " Gumam Arung.


"Shilla... Saranghae...... " Ucap Arung kemudian mulai menccium bibir sexi dan kecil Kekasih nya itu.

__ADS_1


-[Kota Seribu Obat]-


Di saat yang lain nya sudah tidur dengan lelap nya di dalam kamar, Xiao Mei Mei masih saja duduk di ruang santai sambil menonton promo acara malam konser internasional di Pulau Koreas.


"Katanya para Komandan-komandan itu sudah pulang dari Planet Merkurius, mana Komandan Don Juan itu kok belum balik ke kandang nya,"


"Padahal aku sudah membuatkan makanan lezat buat nya, aku khusus mendatangkan daging merak milik Klan ku kemari,"


"Mungkinkah dia terpikat dengan salah satu Komandan atau dosen cantik di dalam perjalanan tersebut,"


"Ugh..... Awas saja kalau ia." Gumam Xiao Mei Mei.


Tampak Rea si rubah hitam sedang tidur di pojokan ruangan tersebut.


"Zzzzzt...... Zzzztttt......... " Suara tidur Rea si Rubah Hitam.


Ternyata Istri Komandan Don Juan tersebut sudah menantinya sejak tadi di kamar bernomer 101 tersebut, namun Pendekar tersebut tak kunjung menampakkan batang hidung nya.


"Sepertinya dia tidak akan datang sebaiknya aku tidur saja." Gumam Xiao Mei Mei kemudian mulai merebahkan tubuh nya di atas sofa di ruang santai tersebut.


-[Keesokan siang nya di Dalam Kamar Penuh Sejarah tersebut]-


Komandan Don Juan itu pun mulai terbangun, ia pun menoleh ke sebelah nya kemudian mulai bangun dari atas ranjang nya.


"Hoam......... " Suara menguap Arung.


"Ugh... Ternyata Shilla sudah merencanakan pergulatan semalam sejak awal." Gumam Arung kemudian bangun dan beranjak ke dalam kamar mandi.


Terlihat Shilla tengah berada di dapur, dan sedang mencuci piring-piring yang menumpuk di atasnya.


"Dup............. " Suara saat pintu kamar mandi tertutup.


-[Di Dalam Kamar Mandi]-


Terlihat Arung tengah berendam di dalam bak air panas tersebut.


"Ah..... Leganya, berendam air panas memang sangat menenangkan pikiran." Ucap Arung.


Beberapa saat kemudian Shilla pun masuk ke dalam kamar mandi tersebut sambil membawakan secangkir teh gingseng.


"Ugh.... Apa dia mau maen satu ronde lagi, setelah pergulatan beberapa jam semalam dia tidak lelah-lelah juga?" Gumam Arung sedikit cemas.


"Sayang, ini minumlah agar kau kuat nanti malam." Ucap Shilla lalu meletakkan teh gingseng tersebut di atas meja di sebelah bak air tersebut.


"Nanti malam lagi?' Gumam Arung.


Shilla pun hanya tersenyum kecil kemudian beranjak ke luar dari dalam kamar mandi tersebut.


"Shilla makin lama makin nakal, apa ini pengaruh dari Xiao Mei Mei?" Gumam Komandan Don Juan tersebut kemudian mulai meminum teh gingseng tersebut.


"Ah... Nikmat nya." Gumam Arung saat meneguk beberapa tegukan teh tersebut.


Arung tidak sadar jika di dalam teh tersebut telah di bubuhi beberapa obat kuat.


-[Di Dapur]-


"Arung aku sudah menambahkan beberapa obat kuat di dalam teh tersebut, obat itu akan mulai bereaksi nanti malam." Gumam Alkemis Cantik tersebut.


"Hi... Hi.... Hi.... " Tawa Kecil Shilla.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2