Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Special Edition. Bangkitnya Dua Jiwa Naga Arung.


__ADS_3

-[Lima Hari Kemudian, malam hari]-


Komandan Don Juan tersebut tengah tertidur pulas di atas ranjang nya, kesadaran nya pun perlahan masuk ke dunia di dalam dantian nya berwujud tak kasat mata yang berarti tidak dapat di lihat oleh Jiwa Naga yang ada di dalam tubuh nya.


-[Salah Satu Dunia di dalam Dantian Arung, Dunia Naga Bintang Berekor]-


Komandan Don Juan itu mulai membuka kedua matanya.


"Ugh..... Kenapa aku bisa ada di dalam ruang angkasa kosong ini lagi, tapi di mana planet bercincin putih tersebut?" Gumam Arung kemudian mengamati ke sekitar nya.


Naga Muda tersebut saat ini berfikir bahwa dirinya kembali tersedot masuk ke dalam dunia tempat Black Hole Dragon berada, namun saat ini kesadaran nya masuk ke dalam dunia Naga Bintang Berekor.


"Kenapa banyak sekali asteroid di sini ya?" Gumam Arung saat mengamati ruangan jiwa tersebut.


Terlihat di sekeliling Komandan Don Juan tersebut asteroid-asteroid yang melayang di ruang angkasa tersebut.


"Sungguh aneh, apakah ini nyata atau mimpi." Gumam Arung.


Beberapa saat kemudian sebuah ledakan besar pun terjadi di kejauhan, karena silau nya ledakan tersebut penglihatan Arung pun sempat menghilang beberapa menit lalu kembali normal lagi.


"Duargh................ " Suara ledakkan yang memekakkan telinga.


"Ugh..... Mataku telingaku serasa panas sekali,"


"Jika berhubungan dengan dunia di dalam dantian ku ini aku sungguh selalu merasa kan sakit yang teramat luar biasa." Gumam Arung saat mengingat kejadian dirinya di makan hidup-hidup oleh Jabberwook tempo lalu.


Seekor Naga dengan kulit bersisik seperti asteroid muncul di hadapan nya, tampak helai rambut di tubuh nya merupakan api hitam legenda, Jiwa Naga yang baru saja bangkit tersebut mulai mengaum keras.


"Aurghhhhhh.................. " Suara auman yang kembali memekakkan telinga Komandan Don Juan tersebut.


"Ughhh....... Telinga ku." Teriak Arung kemudian mulai menutup kedua belah telinga nya.


Ia pun terpukau sekaligus merasa ngeri saat melihat wujud Naga Bintang Berekor tersebut dari jarak yang sangat dekat, beberapa saat kemudian kerangkeng emas pun muncul secara tiba-tiba kemudian mulai mengurung makhluk buas tersebut.


"Setelah Black Hole Dragon, jiwa Naga apa ini yang baru saja muncul?" Ucap Arung.


Saat ini Naga Bintang Berekor tidak dapat melihat ataupun mendengar kan perkataan Arung. Samar-samar ingatan Jendral Api mulai terngiang-ngiang terdengar di dalam dunia tersebut.


"ITU ADALAH NAGA BINTANG BEREKOR." Ucap Jendral Api.


Suara itu pun mulai menggema di dalam dunia tersebut, makhluk buas itu pun ikut mendengar suara tersebut dan mulai bertanya-tanya.

__ADS_1


"SIAPA KAU...?" Tanya Naga Bintang Berekor tersebut.


Karena tidak ada jawaban Naga tersebut pun marah kemudian kembali mengaum keras.


"Aurghhhh................ " Suara raungan Naga Bintang Berekor yang sedang marah tersebut.


"Ugh......... Telingaku, Naga-Naga ini benar-benar memiliki perangai yang sama, yaitu sama-sama suka mengaum." Gumam Arung sambil menutup kedua belah telinga nya.


Beberapa saat kemudian ia pun kembali tersedot ke dunia lain nya.


"Ugh... Apa lagi ini... " Gumam Arung saat tersedot ke dunia lain nya.


-[Saat ini di dalam kamar VVIP nya Arung]-


Tampak api hitam mulai muncul di sekujur tubuh nya saat terjadi nya ledakan di dalam salah satu dunia di dalam dantian nya, keringat pun mulai mengucur deras dari tubuh nya, Api tersebut tidak menghanguskan ranjang tersebut karena hanya merefleksikan simbol jiwa Naga yang baru saja mulai bangkit.


-[Dunia Red Storm Dragon]-


"Byurrrr.................... " Suara hujan deras mengguyur.


"Dup........... " Suara saat tubuh Arung mendarat di atas tanah.


Terlihat saat ini Arung tengah berada di puncak sebuah gunung yang di selimuti kabut merah, terlihat di bawah nya terdapat hutan dan beberapa gunung tinggi lain nya.


"Aneh, kali ini Halilintar merah, cuaca di dunia ini pun sangat ekstrim, bagaimana bisa pepohonan bisa tumbuh disini." Gumam Arung lalu mulai menengadah kan kepala nya ke atas langit.


Tampak awan merah darah mulai menutupi langit, beberapa saat kemudian hujan pun kembali mengguyur dengan deras nya.


"Byurrrr.............. " Suara Hujan Yang Sangat-Sangat Deras.


Halilintar merah pun mulai menyambar dengan banyak nya berkali-kali hingga Halilintar-Halilintar tersebut menjelma menjadi seekor Red Storm Dragon.


"JDERRR...... JDERRR...... JDERRR...... " Suara sambaran Halilintar berulang-ulang kali.


"Aurghhhhhh.................. " Raungan Red Storm Dragon tersebut kembali memekakkan telinga Arung.


"Ughhhh.... Pecah gendang telingaku jika seperti ini terus, sakit sekali, rasanya otak ku ikut meledak mendengar raungan jiwa Naga tersebut sejak tadi." Gumam Arung sambil menutup telinga nya.


Red Storm Dragon tersebut tubuh nya hanya terdiri dari asap merah dan Halilintar merah, dan memiliki ukuran sebesar Black Hole Dragon, dari tubuh nya terus saja mengeluarkan percikan Halilintar Merah.


"Dzzziiitttt....... Dzzzziiit........ Dzzzziiiitt..... " Suara percikan Halilintar Merah dari tubuh Red Storm Dragon tersebut.

__ADS_1


"Naga apa lagi ini?" Gumam Arung penasaran.


Samar-samar suara Jendral Api kembali terngiang-ngiang di dalam Dunia Red Storm Dragon tersebut.


"ITU ADALAH RED STORM DRAGON... " Ucap Jendral Api.


Jiwa Naga yang baru saja bangkit itu pun penasaran dengan asal suara tersebut, makhluk itu pun mulai melesatkan Halilintar merah dari sekujur tubuh nya ke segala penjuru mata angin.


"JDERRR...... JDERRR....... JDERR.......... " Suara sambaran Halilintar Merah terdengar bersahut-sahutan.


"Ugh.... Kekuatan yang sangat mengerikan." Gumam Arung yang menyaksikan serangan dahsyat Naga dari Ras Beast Dewa tersebut.


Beberapa saat kemudian kerangkeng emas pun mulai muncul secara tiba-tiba kemudian mulai mengurung Red Storm Dragon tersebut, Naga itu pun marah kemudian kembali meraung dengan sangat keras dan mencoba melepaskan diri dari kerangkeng tersebut.


"Aurghhhhh................ " Raungan keras Red Storm Dragon tersebut kembali memekakkan telinga Arung.


"Akh....... " Teriak Arung yang kesakitan sejak tadi mendengar raungan Naga berkali-kali.


Kesadaran nya pun kembali ke dalam tubuh nya, ia pun mulai membuka kedua belah matanya lalu terbangun tampak di sekujur tubuh nya asap merah dan aura Halilintar Merah masih membungkus tubuh nya kemudian perlahan menghilang.


"Ada apa ini?" Gumam Arung yang baru sadar kan diri.


Ia pun teringat dengan Putri Naga Kecil nya yang saat ini sedang setia menunggu nya di Benua Naga. Pandangan kosong Naga Muda tersebut mengisyaratkan pikiran nya tengah melayang ke Benua Naga saat ia pertama kali bertemu Putri Naga Kecil di Kota Padang Tandus Naga.


"Aku memang harus segera kembali ke Benua Naga, aku tidak tahu apa kah tadi itu mimpi atau aku kembali tersedot masuk ke dalam dunia di salah satu dantian ku." Gumam Arung kemudian mulai menghisap tembakau ular milik nya.


"Whussss............... " Suara hempasan asap rokok Arung.


Ia pun berniat mengkultivasi Pil Ular Kuno tersebut, Arung memiliki sebuah firasat baik jika Pil tersebut dapat menghilangkan Racun Tapak Ular Beracun yang di deritanya saat bertarung dengan Ketua Sekte Iblis Beracun tempo lalu.


"Kretek.... Kretek.... Kretek.... " Suara saat Arung mulai mengunyah pil ular Kuno yang baru saja di keluarkan nya tersebut.


Ia pun mulai duduk bermeditasi, kemudian mulai memejamkan kedua belah mata nya, aura berbentuk Ular Hijau dan Ular Putih mulai membungkus tubuh nya dan saling melengkapi.


"Ugh..... Aura murni yang terdapat didalam pil ini sungguh menyejukkan pembuluh-pembuluh darah di dalam tubuh ku." Gumam Arung.


Dari dalam tubuh nya kembali keluar darah-darah hitam yang kotor, kesadaran nya pun kembali tersedot kedalam salah satu dunia di dalam dantian nya lagi.


Beast Naga dan Beast Ular hampir memiliki kesamaan, mereka juga memiliki sistem kasta bangsawan di dalam ras nya, mereka juga memiliki jiwa-jiwa ular di dalam tubuh nya hanya saja jiwa tersebut bergantung kepada warna tidak seperti Naga yang bergantung kepada jenis Beast nya.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2