Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Ujian Final AKPAVLA Bagian Ke Empat.


__ADS_3

-[Tribun VVIP]-


Terlihat Xiao Mei Mei dan yang lain nya sangat shock saat melihat adegan Suami tercinta nya menggendong seorang gadis cantik kemudian turun dari atas langit dengan begitu mesra nya.


"Ugh..... Hatiku kembali terasa sakit." Gumam Xiao Mei Mei sambil memegang dada nya.


"Siapa PELAKOR itu?" Tanya Xiao Mei Mei dengan nada suara yang keras.


Aura api berwarna ungu pun mulai membungkus tubuh nya, Gadis Cantik berambut merah itu pun mulai bangun kemudian hendak melesat ke atas arena tersebut.


"Ugh... Gawat Gadis ini terprovokasi adegan Komandan Don Juan itu." Gumam Nyonya Vinic kemudian berniat mencegah tindakan Xiao Mei Mei.


"Tenang Mei Mei, jangan ribut dulu,"


"Kau bisa membuat Shilla ter diskualifikasi nanti, setelah ujian ini kalian kan bisa membicarakan nya secara baik-baik." Ucap Nyonya Vinic berusaha menenangkan Xiao Mei Mei.


Niat membunuh yang besar itu pun perlahan surut, Xiao Mei Mei pun kembali duduk di kursi nya.


"Lihat itu Vin, apa kurang nya aku,"


"Don Juan itu bahkan sudah bertunangan dengan Wanita tercantik di Benua Es Api ini,"


"Tapi dia masih mengoleksi Gadis-gadis cantik lain nya." Keluh Xiao Mei Mei dengan raut wajah yang sedih.


"Hiks.... Hiks.... Hiks.... "


"Hiks.... Hiks.... Hiks.... " Tangis sedih Xiao Mei Mei.


"Sudah... Sudah Mei Mei, aku juga akan menasehati Buaya Darat itu agar tidak menambah istri lagi." Ucap Nyonya Vinic sambil memeluk sahabat karib nya tersebut.


"Kau janji ya Vin." Ucap Xiao Mei Mei kemudian mulai menyeka air mata di pipi nya.


"Ia aku Janji...... " Janji Nyonya Vinic.


"Apa kurang nya aku, tiap malam aku selalu memberimu kehangatan, apa karena aku seorang janda,"


"Dasar jahat, kau tidak tahu rasanya di duakan, di tiga kan, di empat kan, dan di lima kan." Gumam Xiao Mei Mei dengan raut wajah yang sedih.


Sementara itu ketujuh Tetua yang duduk bersama mereka berdua hanya bisa dian dan tidak ingin memperkeruh suasana atau pun berkomentar apa pun, mereka hanya bergumam di dalam hati nya masing-masing saja.


"Jika aku menerima lamaran Arung tempo lalu, aku pasti akan bernasib sama dengan Xiao Mei Mei, tapi jika ku perhatikan Sosok Arung itu tampan juga yach." Gumam Tetua Shiyu yang sudah mulai terbius dengan kemampuan Dragon Love milik Arung.


Pipi Tetua Shiyu pun mulai merona merah saat menatap ke arah Don Juan Naga tersebut.


"Ugh.... Dasar Don Juan, Jendral Es itu kan sangat cantik, Shilla dan Mei Mei juga tidak kalah cantik nya, kenapa dia masih saja berani menambah kan Gadis Cantik lain nya lagi,"

__ADS_1


"Mungkinkah dia ingin menaklukkan Benua Es Api dengan cara menaklukkan Gadis-Gadis terlebih dahulu?"


"Mungkinkah incaran selanjut nya adalah Kaisar Ye, tapi Kaisar kan sudah memiliki suami?" Gumam Tetua Dara.


-[Kamar Ber Nomer 101]-


Sesaat setelah Arung turun dari atas langit firasat Jendral Es pun sedikit tidak tenang, mungkin karena mereka berdua memiliki ikatan bathin sebagai sepasang tunangan.


"Kenapa firasatku tidak enak ya, kenapa aku kepikiran Arung terus?"


"Mungkinkah dia dalam keadaan bahaya saat ini,"


"Tapi tidak mungkin dia dalam keadaan berbahaya, Perang melawan Kerajaan Iblis Ular akan belum di mulai." Gumam Jendral Es sambil berdiri dan menatap ke arah Puncak Gunung Seribu Obat dari balik kaca jendela Kamar tersebut.


Sementara itu Yuki Tiger masih terus berkultivasi mencerna Pil Penawar Racun Kehidupan tersebut, sedangkan Rea si Rubah kecil tengah berjalan-jalan di sekitar mereka.


"Guk.... Guk... Guk.... " Gonggongan Rea si Rubah Hitam.


"Sebaiknya aku melakukan meditasi es agar pikiran ku tenang sebelum menghadapi Perang Besar ini." Gumam Jendral Es kemudian mulai duduk bermeditasi di atas sofa di hadapan Yuki Tiger sang Panglima Perang Harimau Api.


-[Koridor di Depan Kamar]-


Tampak ke sepuluh Komandan tersebut tengah menyaksikan live streaming ujian final tersebut menggunakan salah satu HP milik mereka sambil berkerumun di depan pintu tersebut.


"Wah... Gila nih Tunangan Jendral Es, dia berani-berani nya selingkuh terang-terangan di depan publik seperti ini." Ucap Pelan Salah Satu Komandan tersebut saat menyaksikan adegan Arung turun dari atas langit bersama dengan seorang Gadis Cantik.


"Setelah menjadi sasaran dari Assasin di seluruh Benua Es Api, kali ini dia mencari masalah lain nya lagi." Gumam Komandan lain nya kemudian mulai menggeleng-geleng kan kepala nya.


Ke sepuluh Komandan tersebut kembali menonton live streaming pertandingan tersebut.


-[Arena]-


Tim Dilla sudah mulai mempelajari metode peracikan pil tersebut, begitu pula dengan Tim Tante Milea yang di sisi lainnya tengah mempelajari cara membuat pil tersebut.


"Abang Ipar, dia memang nekat,"


"Dia pasti belum pernah melihat saat Kakak Mitha marah." Gumam Komandan Lily dari kejauhan saat mengingat kejadian barusan.


Sementara itu keheningan yang luar biasa hening nya mulai tercipta di sekitar Tim Shilla tersebut, tampak wajah gadis cantik itu masih merah padam saat menoleh ke arah Jeni.


"Ugh.... Shilla sangat mengerikan saat marah, niat membunuh yang sangat besar terpancar jelas dari dalam dirinya." Gumam Jeni kemudian kembali bersembunyi di belakang Ayu.


Agar tidak menimbulkan keributan lain nya, Arung pun ikut diam, sementara itu Ayu mulai membaca buku metode peracikan pil tersebut.


"Shilla... Jeni,.... Lihat lah ini." Ucap Ayu yang hendak memperlihatkan isi dari buku tersebut.

__ADS_1


Mereka berdua pun mulai menghampiri Ayu, kemudian mulai membaca buku tersebut bersama-sama.


Beberapa saat kemudian,


"Bagaimana ini Ayu, bagaimana caranya kita bisa membakar tungku tersebut dengan suhu konstan 200 derajat celcius selama tiga jam." Ucap Shilla Pelan.


"Begini saja, kita lihat saja Tim lain nya terlebih dahulu, baru kita memikirkan cara nya nanti." Ucap Ayu.


Sementara itu Shilla masih menatap Jeni dengan niat membunuh yang sangat besar.


"Ugh.. Bulu kuduk ku masih merinding saat melihat Shilla dan kedua Wakil Komandan yang berada di pinggiran tribun tersebut." Gumam Jeni sambil menoleh ke arah Wakil Komandan Luna dan Wakil Komandan Gisel.


Ternyata kedua Wakil Komandan tersebut masih terus menatap ke arah Jeni dengan niat membunuh yang sama besar nya dengan Shilla.


-[Tim Dilla]-


Dilla dan kawan-kawan mulai meracik pil tersebut, tampak Kiky dan Alia sudah mulai menggunakan Jurus Telekinesis Alkemis nya, Tungku raksasa itu pun mulai melayang karena jurus milik Kiky dan Alia tersebut.


"Walau pun tidak bisa sepenuh nya membakar bahan-bahan tersebut dengan suhu konstan, aku harus tetap mencoba nya." Gumam Dilla kemudian mulai memberi isyarat kepada Komandan Jackal untuk mulai memasukkan bahan-bahan tersebut.


"Dilla sudah memberikan isyarat nya, sebaiknya aku mulai memasukkan bahan-bahan tersebut." Gumam Komandan Jackal lalu mulai mengambil bahan-bahan di atas meja tersebut.


Dengan gagah nya Komandan Jackal pun mulai melesat terbang ke atas tungku raksasa yang sedang melayang tersebut.


"Krakkk........ " Suara saat tutup tungku tersebut mulai terbuka oleh Jurus Telekinesis milik Kiky dan Alia.


"Bagus, sekarang aku tinggal memasukkan bahan-bahan ini saja, nanti malam aku akan kembali mengambil jatah dengan Dilla seperti biasanya." Gumam Komandan Jackal sambil memikirkan hal-hal nakal yang akan di lakukan nya bersama Dilla nanti nya.


"He.... He..... He..... " Tawa kecil Komandan Jackal sambil memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam tungku tersebut.


Dilla pun kemudian mulai memasang kuda-kuda dan mulai bersiap untuk memanaskan tungku tersebut dengan elemen petir nya. Aura biru mulai membungkus tubuh Dilla dan sekitar nya, percikan-percikan petir pun mulai keluar dari dalam tubuh nya.


"Dzzziiitttt....... Dzzziiitttt...... Dzzziittt..... " Suara percikan-percikan petir yang keluar dari tubuh Dilla.


"Dilihat berapa kali pun Dilla memang memiliki tenaga dalam yang sangat besar, untung saja saat pertandingan itu dia sempat lengah." Gumam Arung saat menyaksikan Aura petir murni yang begitu dahsyat.


"Baiklah sekarang saat nya." Gumam Dilla kemudian mulai memejamkan kedua belah mata nya untuk berkonsentrasi penuh.


Aura petir yang panas mulai mengalir ke dalam Tungku Raksasa tersebut, Benda berdiameter 2 meter itu pun mulai di selimuti oleh aura kebiruan yang panas.


"Baiklah aku akan mulai menghitung." Ucap Komandan Jackal kemudian mulai menghidupkan aplikasi timer di HP nya.


Proses pembakaran Pil Penawar Racun oleh Tim yang di gawangi oleh Dilla Azura pun telah di mulai.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2