Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
GESUVLA Bagian Ke Satu.


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar dari Perdana Menteri Racun, Ratu Racun beserta Jendral-Jendral, dan bala tentara nya mulai bersiap berangkat ke Kota Seribu Obat dengan menaiki 1000 Kapal-Kapal Layar Langit hanya untuk mengambil nyawa seorang Jendral Es.


-[Di Kabin Kemudi Yang Di Naiki Oleh Ratu Racun]-


Terlihat Ratu Racun, Ketua Sekte Kupu-Kupu Hantu, Tetua Titan sedang duduk bersama menikmati secangkir kopi di sofa di pojokan kabin tersebut, sementara itu Panglima Perang Racun Jendral Sisilia Manggado tengah mengemudikan Kapal tersebut.


"Ketua Sekte, sudah saat nya kau memasang Jurus Tabir Hantu ke seluruh Kapal-Kapal Layar Langit ini, agar pergerakan kita tidak dapat di ketahui oleh pihak Kekaisaran Dewi Es." Ucap Ratu Racun.


"Ugh.... Apakah Ratu Racun mengetahui niat pemberontakan sekte kami?" Gumam Ketua Sekte Kupu-Kupu Hantu yang paranoid.


"Baik Yang Mulia Ratu, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu tersebut kemudian mulai membungkuk dan memberi hormat kepada Yang Mulia Ratu Racun lalu mulai meninggalkan ruangan tersebut.


"Dengan Tabir Hantu, pihak Jendral Es tidak akan tahu jika kami sudah memasuki wilayah mereka." Gumam Ratu Racun.


-[Di koridor]-


Ketua Sekte Kupu-Kupu Hantu pun mulai memanggil ke delapan Tetua lain nya, kemudian mereka pun mulai melesat terbang ke atas Kapal-Kapal Layar Langit yang tengah melayang di atas langit Ibu Kota Kerajaan Iblis Ular bersama-sama.


"Kalian Siap..... " Ucap Ketua Sekte.


"Siap Ketua.... " Sahut kompak kedelapan Tetua tersebut.


Mereka pun mulai saling menggabungkan telapak tangan nya hingga membentuk sebuah lingkaran, energi putih yang transparan dan sangat dingin mulai membungkus tubuh-tubuh mereka.


"Huuuuuungggg.......... " Teriak Ketua Sekte dan yang lain nya.


Dari dalam mulut mereka mulai keluar energi putih yang membentuk ribuan hantu dan mulai membungkus 1000 Kapal-Kapal Layar Langit tersebut hingga menjadi tak kasat mata.


Beberapa menit kemudian proses Jurus Tabir Hantu Ganda itu pun selesai, terlihat Ketua Sekte dan yang lain nya sangat kelelahan.


"Hah.... Hah...... Hah........ " Suara nafas terengah-engah Ketua Sekte dan yang lain nya.


Tetua Sekte yang berada di ranah alam langit puncak mereka terbang menggunakan Cincin Emas Produksi Keluarga Alba.


"Tenaga ku tinggal 10 persen lagi, sebaik nya kita semua kembali dan beristirahat dulu untuk memulihkan tenaga dalam kita seperti sedia kalanya." Ucap Ketua Sekte yang terlihat sangat kelelahan tersebut.


"Siap Ketua." Ucap Tetua Sekte Kompak.


Setelah melapor kepada Yang Mulia Ratu Racun, Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu pun mulai beristirahat di dalam kamar nya begitu pula dengan ke delapan Tetua lain nya.


-[Di Dalam Kabin Kapal Layar Langit Yang Di Naiki Ratu Racun]-


"Sisilia, ayo kita segera berangkat ke Kota Seribu Obat, aku sudah tidak sabar lagi untuk mengambil jantung Jendral Es." Perintah Ratu Racun.


"Siap Yang Mulia Ratu." Ucap Jendral Sisilia Manggado tersebut.


Kapal-Kapal Layar Langit yang tak kasat mata itu pun mulai terbang ke arah Kota Seribu Obat.

__ADS_1


"Whusss........... " Suara hempasan angin saat 1000 Kapal-Kapal Layar Langit tersebut mulai melesat terbang meninggalkan Ibu Kota.


-[Di Dalam Kamar VVIP]-


Terlihat Ketua Sekte Kupu-Kupu Hantu sedang bermeditasi dengan tenang nya di atas ranjang kamar nya tersebut. Aura putih transparan yang sangat dingin mulai keluar dari sekujur tubuh nya, asap setinggi 30 cm pun mulai muncul di seluruh lantai ruangan tersebut.


"Tetua Laraz, semoga kau berhasil berjumpa dengan Jendral Wilson,"


"Jika sampai rencana ini gagal, seluruh sekte kita akan musnah, Ratu Racun itu sangat kejam." Gumam Ketua Sekte Kupu-kupu Hantu kemudian kembali melanjutkan meditasi hantu nya.


Ternyata Ketua Sekte Kupu-Kupu Hantu sangat mengkhawatirkan rencana pemberontakan tersebut.


-[Di Langit]-


Saat ini Tetua Laraz sedang terbang menuju Pulau Terlarang Awan Hitam untuk bertemu dengan Jendral Wilson, untuk membicarakan mengenai masalah pembelotan Sekte Kupu-kupu Hantu ke kubu Kekaisaran Dewi Es.


"Tidak pernah kuduga, jika di atas Kota Awan Hitam ini ada sebuah Pulau yang di huni oleh para manusia beast." Gumam Tetua Laraz sambil terbang.


Tetua Laraz telah menghubungi Jendral Wilson sebelum nya, jadi Gadis Cantik tersebut sudah mengetahui letak pasti Pulau tersebut dari informasi yang di berikan oleh Sahabat Karib nya tersebut.


"Aku harus tiba duluan di sana." Ucap Tetua Laraz kemudian kembali menambah kecepatan terbang nya.


"Whussss................ " Suara Hempasan Angin saat Tetua Laraz melesat terbang.


-[Di Halaman Istana Kerajaan Phoenix Pulau Terlarang Awan Hitam]-


"Tring...... Tring....... Tring..... "


"Tring...... Tring....... Tring..... " Suara saat kedua pedang mereka saling beradu.


"Kenapa Laraz tiba-tiba saja ingin berjumpa dengan ku?"


"Apa mungkin dia sedang menghadapi suatu masalah?" Gumam Jendral Wison kembali saling beradu pedang dengan Ratu Phoenix tersebut.


"Tring...... Tring....... Tring...... "


"Tring....... Tring...... Tring...... " Suara saat pedang mereka berdua kembali saling beradu.


"Sepertinya Jendral Wilson sedang memiliki banyak pikiran." Gumam Gina lalu berhasil membuat Pedang di genggaman Jendral Wilson terpental jatuh ke belakang.


"Jleeebbb........ " Suara saat pedang tersebut tertancap di lantai.


Gina pun mengarahkan pedang nya ke leher Jendral Wilson.


"Sepertinya kau sedang banyak masalah Jendral, kau tidak seperti biasa nya." Gumam Gina Aeroh kemudian mulai menjulurkan tangan nya berniat membantu Jendral Cantik itu berdiri.


"Tidak apa-apa Ratu, ayo kita lanjutkan sparing kita ini." Ucap Jendral Wilson kemudian menggenggam tangan Gina kemudian berdiri dengan bantuan nya.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua kembali berlatih pedang bersama di halaman istana kerajaan tersebut.


"Tring...... Tring....... Tring...... "


"Tring....... Tring...... Tring...... " Suara saat pedang mereka berdua kembali saling beradu.


-[Kembali ke Kapal Layar Langit yang sedang memasuki Badai Kosmik]-


Setelah tiga hari tiga malam, akhirnya mereka berhasil melewati badai kosmik tersebut, tampak Jendral Catherine dan yang lain nya kelelahan saat menghancurkan atau menepis bongkahan-bongkahan batu raksasa tersebut.


"Hah..... Hah.... Hah..... " Suara Nafas Terengah-engah Jendral Catherine.


"Syukurlah kita sudah berhasil melewati badai Kosmik ini Jendral." Ucap Nona Lin yang sedang kelelahan juga.


"Tangan ku sampai gemetaran begini." Ucap Nona Blue sambil memperlihatkan kedua tangan nya yang gemetaran.


"Sebaik nya kita beristirahat dulu Nona Blue, Nona Lin." Ucap Jendral Catherine.


Jendral Catherine dan yang lain nya pun kembali ke dalam kamar nya masing-masing untuk memulai memulihkan diri nya masing-masing.


-[Di Dalam Kamar VVIP Arung]-


Setelah tidak sadar kan diri selama tiga hari tiga malam akhirnya Komandan Don Juan itu pun mulai membuka kedua belah mata nya.


"Ughh.... Buset dah, sakit banget dada ku, tato bangsawan ini memang selalu menyakitkan,"


"Saat kejadian munculnya tato Naga pun aku mengalami kesakitan yang teramat sakit." Gumam Arung lalu melihat ke arah dada nya.


Di dada Komandan Don Juan tersebut terdapat sebuah Tato Ular Emas Bertanduk Sembilan, tato ular di telapak tangan nya pun telah menghilang menandakan racun Tapak ular beracun telah hilang sepenuhnya.


"Mantap..... Aku sudah pulih, ternyata sama seperti dugaan ku Pil Ular Kuno dapat di gunakan juga sebagai penawar racun tersebut." Gumam Arung kemudian mulai menghisap tembakau ular nya.


"Walaupun sudah sembuh dari racun tersebut, namun kecanduan menghisap tembakau ular ini tidak dapat di hilangkan." Gumam Arung.


"Whussss...... Suara hembusan asap tembakau ular Arung.


Pemuda Tampan berambut biru itu tidak tahu masalah besar yang akan di hadapi nya saat nanti ujian final AKPAVLA berlangsung.


"Andai saja Gisel atau Luna ada disini, Hari-hari ku kan akan lebih berwarna,"


"Apa aku mensummon Sarah saja, ugh... Dia pasti akan memberi ku Arak Ular terus." Gumam Arung lalu mulai masuk ke dalam kamar mandi.


"Dup.................. " Suara saat pintu kamar mandi tersebut mulai tertutup.


"Byurrrr............. " Suara shower air.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2