Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
GESUVLA Bagian Ke Dua.


__ADS_3

Setelah selesai melakukan diskusi singkat di atas arena, Komandan Uranus, Gisel, Luna, beserta ketiga Tetua lain nya telah mengambil sebuah kesimpulan, Kedua Pembawa Acara Cantik itu pun mulai berjalan ke hadapan ke tiga Tim tersebut setelahnya berniat mengumumkan Pemenang dari Ujian tersebut.


"Ugh.... Sepertinya pengumuman pemenang akan segera di sampaikan." Gumam Tante Milea yang sedikit tegang tersebut.


"JUARA KEDUA KALI INI ADALAH TIM MILEA DAN TIM DILA, SERTA JUARA PERTAMA ADALAH TIM SHILLA DENGAN PIL PENAWAR RACUN KEHIDUPAN LEVEL SATU NYA." Ucap Luna dan Gisel Kompak menggunakan Jurus Auman Petir.


"Selamat Arung, atas kemenangan nya." Ucap Luna.


"Menang.... Ternyata Pil Gosong itu pil tingkat satu,"


"Syukurlah perjuangan ku tidak sia-sia melawan Jiwa Jahat Berlidah Panjang tersebut." Gumam Arung.


"Terima kasih Luna." Jawab Arung.


-[Tim Shilla]-


Setelah mendengarkan pengumuman pemenang ujian tersebut, Shilla dan yang lain nya pun mulai berpelukan dan melompat-lompat kegirangan.


"Hore.... Hore.... Hore.... "


"Kita berhasil." Teriak Ayu, Shilla dan Jeni dengan penuh semangat.


Shilla pun untuk sementara waktu lupa akan dendam nya terhadap Jeni, sementara itu Komandan Don Juan tersebut hanya tersenyum kecil ke arah mereka bertiga yang seperti anak kecil saat ini.


"Hah...... " Suara nafas panjang Dilla.


"Kalah lagi dech, apa aku memang di takdirkan selalu kalah melawan nya." Gumam Dilla.


-[Tribun Penonton]-


Tepuk tangan yang meriah pun mulai terdengar dari arah Tribun Penonton tersebut.


"Plok..... Plok..... Plok.... "


"Plok.... Plok...... Plok..... " Suara tepuk tangan meriah Penonton-Penonton tersebut.


"WAH.... PIL LEVEL SATU, BARU KALI INI AKU MELIHAT NYA DENGAN MATA KEPALA KU SENDIRI." Teriak Salah Satu Penonton.


"Ma... Ma... Kak Ayu menang ma." Ucap Joong Woon.


Sementara itu Nyonya Ya mulai meneteskan air mata haru di pipi nya.


"Ayu..... "


"Syukurlah akhirnya cita-cita mu menjadi Alkemis tercapai." Gumam Nyonya Ya.


"Joong Woon kau harus meniru kegigihan kedua Kakak mu kelak, jangan asyik mengejar wanita seperti Calon Abang Ipar mu itu." Nasehat Nyonya Ya kepada Putra nya tersebut.


"Beres Ma..... Udah besar nanti aku mau jadi Komandan Kayak Abang Ipar, dia keren banget Ma." Ucap Joong Woon yang sangat meneladani Arung.


"Ugh.... Aku jadi khawatir dengan masa depan anak ini, dia begitu memuja Calon Mantu,"


"Aku khawatir kebiasaan Don Juan nya akan menurun ke Joong Woon, sebaiknya setamat SD nanti aku akan memasukkan Joong Woon ke sekolah khusus pria." Gumam Nyonya Ya.


-[Arena]-


"Ugh.... Akhirnya selesai juga, kenapa para guru menyuruh kami bersiap setelah ujian ini selesai yach?"


"Sebenarnya apa yang akan terjadi setelah ini." Gumam Salah Satu Murid Luar AKPAVLA sambil membersihkan arena.

__ADS_1


Beberapa murid dalam dan murid luar pun mulai menyimpan tungku-tungku tersebut dan membersihkan arena. Ketiga Tim pun di persilahkan untuk kembali ke Tribun Dalam untuk melanjutkan acara hiburan selanjut nya.


-[Tribun Khusus]-


Walau pun hasil Ujian Final telah di dapat para Petinggi-Petinggi yang ada di Tribun tersebut tidak berkata apa-apa, raut wajah mereka malah terlihat gusar dan juga tegang.


"Ugh... Aku harus memberitahu Nona, jika ujian nya telah selesai,"


"Ugh.... Jantungku berdegup kencang banget, perang seperti apa yang akan segera terjadi?" Gumam Nando kemudian mulai mengetik pesan whatsapp untuk Jendral Es.


-[Kamar Bernomer 101]-


"Beep..... Beep.... Beep..... " Suara HP milik Jendral Es kembali berdenting.


Gadis Cantik itu pun mulai melihat layar HP mewah nya tersebut, raut wajah yang tenang sebelumnya berubah drastis menjadi dingin dan serius.


"Sekarang saat nya." Ucap Jendral Es lalu bangun dan membuka jendela kamar tersebut.


Yuki Tiger pun ikut bangun dan berniat pergi menyaksikan Perang Besar yang sebentar lagi akan berlangsung di Puncak Gunung Seribu Obat tersebut, Yuki mendapatkan informasi tersebut beberapa hari yang lalu langsung dari Kaisar Ye.


"Mitha aku ikut." Ucap Panglima Harimau Api tersebut.


Mitha pun menoleh ke arah Gadis Kecil tersebut berniat menganalisa ranah kultivasi nya saat ini.


"Dia benar-benar Panglima Harimau Api, dalam waktu satu jam ini kultivasinya sudah berada di ranah alam kesatria level awal,"


"Lagian Perang ini pasti tidak akan berlangsung lama kami pasti memenangkan nya dengan cepat." Gumam Mitha lalu mulai mengeluarkan cincin emas untuk di naiki Yuki.


Kedua cincin itu pun mulai melayang satu meter di atas lantai, Yuki pun hendak menaiki benda tersebut, tiba-tiba saja Rea si rubah hitam menaiki nya duluan.


"Oh... Sepertinya Rubah Dewa ini ingin menaiki nya." Gumam Jendral Es lalu mengeluarkan kedua buah cincin lain nya.


Rea pun mulai menaiki keempat cincin emas tersebut kemudian mulai mengangkat Yuki duduk di atas nya menggunakan tenaga dalam milik nya.


"Rubah ini benar-benar pintar." Gumam Jendral Es.


"Guk.... Guk..... Guk..... " Gonggongan Rubah Hitam Berekor Sembilan tersebut.


"Kau ingin ikut juga yach..... " Ucap Yuki Tiger sambil mengelus-elus kepala Rubah tersebut.


Rea si Rubah Hitam pun hanya mengangguk kan kepala sebanyak beberapa kali.


"Ayo Kak Yuki." Ucap Jendral Es.


"Ayo.... " Jawab Yuki Tiger.


Mereka pun mulai melesat keluar dari dalam kamar tersebut berniat pergi ke Stadium yang berada di Puncak Gunung Seribu Obat tersebut.


"Whussss..... " Suara hempasan angin saat mereka mulai terbang meninggalkan kamar tersebut.


-[Arena]-


Nona Clark pun kembali membawakan beberapa tembang lagu cinta di atas arena tersebut yang menandakan hampir berakhir acara tersebut. Di dekat pintu masuk Tribun Dalam berdiri seorang Gadis Licik berpaham Culaisme sambil menatap tajam ke arah Tribun Khusus.


"Mana Jendral Es kenapa ia belum tiba juga sampai saat ini,"


"Apa informasi kedatangan nya tersebut adalah informasi hoax." Gumam Dilla Azura yang merupakan intelijen nya Racun Tua atau Perdana Menteri Azura.


Beberapa saat kemudian Jendral Es dan Yuki Tiger pun mulai terbang di atas arena tersebut menuju Tribun Khusus. Dilla yang menyaksikan hal tersebut pun mulai tersenyum culas lalu mulai mengetik pesan whatsapp kepada Perdana Menteri Azura yang juga merupakan Papa Kandung nya.

__ADS_1


-[Tribun Khusus]-


Petinggi-Petinggi di Tribun Khusus itu pun mulai berdiri saat kedatangan Jendral Es dan juga Yuki.


"Dup.............. " Suara saat Tapak kaki Jendral Es mendarat di lantai Tribun Khusus.


"Siapa bocah di belakang Jendral Es?" Gumam Jendral Wilson.


Suasana tegang pun mulai tercipta di Tribun tersebut, Jendral Catherine bergegas beranjak ke sebelah Jendral Es kemudian mulai berbisik di telinga nya.


-[Tribun VVIP]-


Sesaat sebelum Jendral Es tiba di Tribun Khusus.


"Wah.... Kita menang Mei Mei, kita menang... " Teriak Nyonya Vinic lalu memeluk erat sahabat karib nya tersebut.


"Selamat Matriak." Ucap kompak beberapa Tetua Keluarga Tiger.


"Ia Vin, Shilla dan tim nya memang hebat." Ucap Xiao Mei Mei sambil memeluk Sahabat Karib nya tersebut.


"Ugh... Itu semua berkat aku yang berbagi essensi dengan Komandan Playboy itu di tepi danau kematian tempo lalu." Gumam Xiao Mei Mei mengingat kejadian panas nya di tepian danau bersama Arung tempo lalu.


"Ugh...... Anak nya Jedi memang berbakat, sayang dia tidak bisa melihat nya berhasil menjadi juara satu hari ini." Gumam Nyonya Vinic saat menoleh ke arah Shilla yang sedang melompat-lompat kegirangan tersebut.


"Arung malam ini aku akan memberi mu hadiah semalaman suntuk." Gumam Xiao Mei Mei kemudian pipi nya mulai memerah.


Beberapa saat kemudian Jendral Es dan Yuki Tiger terbang melintas di atas langit Stadium tersebut.


"Jendral Es, Kak Yuki....?" Gumam Xiao Mei Mei saat melihat mereka berdua terbang bersama.


"Mau apa Kak Yuki mengikuti Jendral Es?" Gumam Nyonya Vinic.


-[Saat ini, Kapal Layar Langit]-


"Beep.... Beep..... Beep......" Suara HP milik Perdana Menteri Racun mulai berdenting.


Rubah Tua itu pun mulai membuka pesan whatsapp dari anak tersayang nya Dilla Azura, ia pun mulai membaca pesan tersebut di dalam hati nya.


"JENDRAL ES TELAH TIBA, PA.... " Gumam Jaylin Poison Snake.


Setelah mengirimkan pesan whatsapp tersebut Dilla dan anggota tim nya langsung meninggalkan Stadium tersebut menaiki sedan hitam milik nya.


"Great....... " Gumam Jaylin lalu beranjak ke ujung Dek tempat sang Ratu Racun bermeditasi.


"Tap.... Tap..... Tap..... " Suara langkah kaki Perdana Menteri Racun tersebut.


Jendral Sisilia Manggado pun sudah mulai paham dengan tujuan Perdana Menteri Racun menghampiri Ratu Racun.


"Sepertinya Jendral Keji itu sudah tiba." Gumam Jendral Sisilia Manggado.


Ratu Racun pun seolah-olah telah mengetahui maksud Perdana Menteri mulai berjalan mendekatinya, Gadis Cantik itu pun mulai membuka kedua belah mata nya lalu mulai bangkit dari meditasi nya.


"Akan ku makan jantung Jendral Keji itu, darah nya pun akan kuminum,"


"Shayla beristirahat lah yang tenang di Dunia sana." Gumam Rayla Poison Snake sambil memancarkan niat membunuh yang sangat besar dari dalam diri nya.


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].

__ADS_1


__ADS_2