
-[Arena]-
Di Saat yang sama sewaktu Tim Dilla mulai melakukan Pembakaran Pil, Tim Tante Milea pun mulai bergerak.
"Kau masih mengamati kami kan Cabe-Cabean, lihat ini kerjasama kompak tim kami." Gumam Tante Milea sambil tersenyum sinis ke arah Shilla.
"Ugh... Tante-tante itu pasti merendahkan ku, awas kau nenek lampir." Gumam Shilla yang kesal melihat senyuman sinis Tante Milea tersebut.
Cici dan Bayli pun mulai mengeluarkan Jurus Telekinesis Alkemis nya, perlahan Tungku Raksasa tersebut mulai perlahan melayang di atas lantai arena.
"Lihat ini Cabe-Cabean... " Gumam Tante Milea kemudian mulai membuka tutup Tungku Raksasa tersebut.
"Kraaakkk............ " Suara saat Tutup Tungku tersebut mulai terbuka.
Milea pun mulai memasuk kan bahan-bahan yang berada di atas meja besi di hadapan nya tersebut ke dalam Tungku Raksasa tersebut.
"Dup............... " Suara saat Tutup Tungku tersebut kembali tertutup.
Komandan Lily pun mulai beranjak ke dekat tungku tersebut, kemudian mulai memasang kuda-kuda nya.
"Mau ngapain Komandan itu pergi ke dekat Tungku?" Gumam Shilla dari kejauhan.
"Lihat ini Cabe-Cabean... " Gumam Tante Milea sambil tersenyum bermaksud merendahkan Shilla.
"Ugh... Aku tau arti senyuman sinis Nenek Lampir itu, dia pasti sedang merendahkan ku." Gumam Shilla dari kejauhan.
Arung yang menyaksikan konsentrasi Shilla telah berpindah ke Tante Milea pun merasa lega.
"Ugh... Untung saja Shilla sudah tidak terlalu memperhatikan Jeni lagi." Gumam Arung yang khawatir jika Shilla khilaf kemudian menyerang Jeni.
"Fiuh.... "
"Tinggal dua Gadis Cantik lagi yang masih berniat membunuh ku." Gumam Jeni sambil menoleh ke arah Luna dan Gisel yang berada di Pinggiran Tribun tersebut.
"Ugh.... Awas kau ya.... " Gumam Kompak Luna dan Gisel dengan wajah yang merah padam.
Tante Milea pun mulai memasang Kuda-kuda kemudian mulai menyalurkan aura petir ke arah Tungku yang melayang tersebut, begitu pula dengan Komandan Lily. Ternyata elemen es Komandan Lily berperan sebagai pengatur suhu pada proses pembakaran Pil tersebut, Shilla dan Ayu yang menyaksikan teknik tersebut pun mulai menoleh ke arah Arung berniat melakukan hal yang sama.
"Kau pasti memikirkan hal yang sama dengan ku kan Shilla." Ucap Ayu.
"Ho oh... Ternyata semua nya tergantung Komandan Don Juan itu." Ucap Shilla.
Jeni pun mulai paham dengan maksud dan tujuan Shilla serta Ayu, ia pun mulai menatap ke arah Bos Berdarah Dingin nya tersebut.
"Ayu dan Shilla ingin melakukan metode yang sama yang di pakai oleh tim tersebut, di lihat memang mudah tapi pelaksanaan nya yang susah." Gumam Jeni sambil menatap Bos Arung.
__ADS_1
Sementara itu Komandan Don Juan tersebut pun bingung dengan tatapan ketiga Alkemis Cantik tersebut.
"Kenapa mereka menatap ke arah ku?" Gumam Arung.
Ayu dan yang lain nya pun mulai beranjak ke tempat Arung berada, mereka pun mulai menyampaikan metode yang di lakukan oleh Tim Tante Milea tersebut.
"Arung, jadi begini aku akan mulai memanaskan Tungku tersebut, kau akan mengatur suhu tersebut tetap konstan di suhu 200 derajat celcius." Ucap Shilla.
"Apa..... Kenapa harus tetap konstan di suhu tersebut Shilla?" Tanya Arung.
"Untuk membuat Pil Penawar Racun Kehidupan ini kita harus tetap membakar Tungku Obat tersebut di suhu 200 derajat, jika tidak Pil tersebut tidak akan jadi." Ucap Ayu.
"Kenapa mereka repot-repot seperti itu, aku cukup memanaskan nya dengan elemen api beku ku." Gumam Arung.
Ternyata elemen api beku merupakan jenis api yang suhu nya dapat di kontrol oleh pemilik nya dan jenis api ini merupakan jenis api yang sangat cocok untuk Alkemis. Elemen Api ini bangkit saat Arung berbagi essensi bersama Xiao Mei Mei di tepian Danau Kematian tempo lalu.
"Lihat ini.... " Ucap Arung lalu mulai mengeluarkan api dingin berwarna ungu di telapak tangan nya.
Alangkah terkejutnya ketiga Alkemis Cantik tersebut saat melihat nya, Api itu hanya dapat di bangkitkan oleh Alkemis di tingkat Raja Obat yang merupakan Level ke delapan dalam Dunia Alkemis.
"Ini api milik Raja Obat, api ini sama dengan milik Kak Mei Mei,"
"Syukurlah kita tertolong." Ucap Shilla.
Raut wajah Shilla beserta kedua Rekan Alkemis nya pun mulai ceria, mereka sangat yakin akan berhasil membuat Pil tersebut dengan Api BekuBekua tersebut.
"Baiklah ayo kita mulai semua nya." Ucap Ayu kemudian mulai melesat ke arah Tungku tersebut begitu pula dengan Jeni.
Arung pun mulai duduk bersimpuh kemudian mulai mengarahkan ke dua telapak tangan nya ke arah Tungku tersebut.
"Ugh.... Aku sedikit grogi dengan pembakaran Pil ini, aku belum pernah melakukan nya sama sekali, aku pun baru sekali melihat Sarah melakukan nya saat di Hutan Ular Tropis tempo lalu." Gumam Arung.
Tungku tersebut mulai melayang berkat Jurus Telekinesis Alkemis yang di gunakan oleh Jeni dan Ayu. Sementara itu kedua Tim lain nya pun mulai menoleh ke arah Tim Shilla yang sedang memulai proses pembakaran Pil tersebut.
"Ugh mereka Gila, kuakui jika Arung adalah seorang Seniman Bela Diri yang handal dan cerdas, namun kalau berani coba-coba pada pembakaran Pil Obat,"
"Salah-salah Tungku tersebut pasti akan meledak." Gumam Dilla yang meragukan kemampuan Alkimia Arung.
Shilla pun mulai memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam Tungku tersebut menggunakan Jurus Telekinesis Alkemis nya.
"Dup........... " Suara saat Tutup Tungku tersebut mulai menutup.
"Arung sekarang giliran mu." Ucap Shilla di dekat Tungku tersebut.
"Aku jadi grogi nih, lebih baik aku di suruh konser saja." Gumam Arung kembali.
__ADS_1
-[Tribun Penonton]-
Komandan Don Juan itu pun mulai menyalurkan Api Ungu nya ke arah Tungku yang melayang tersebut, sontak saja para penonton di Tribun tersebut mulai terkejut saat menyaksikan kemunculan api milik Raja Obat tersebut, kericuhan dan kegaduhan pun mulai terjadi di tribun tersebut.
"ELEMEN LEGENDA MILIK RAJA OBAT, ITU API LEVEL DELAPAN." Teriak salah satu Penonton tersebut.
"TIDAK KUSANGKA TERNYATA TUNANGAN JENDRAL ES TERSEBUT SANGAT BERBAKAT." Teriak Penonton lain nya.
"Plok..... Plok..... Plok... "
"Plok..... Plok.... Plok.... " Tepuk tangan meriah Penonton-Penonton tersebut.
-[Tribun Khusus]-
Alangkah terkejut nya Para Petinggi-Petinggi yang berada di Tribun Khusus tersebut menyaksikan kemunculan Api Berwarna Ungu tersebut.
"Gawat, api itu akan segera meledak kan Tungku tersebut." Ucap Ketua Paviliun Obat kemudian langsung melesat terbang ke atas Arena.
"Whussss......... " Suara hempasan angin saat Nyonya Vicki melesat terbang menuju Arena.
"Sepertinya sebentar lagi Tungku tersebut akan meledak." Gumam Kompak Bu Rektor dan juga Jendral Catherine.
-[Arena]-
Tampak Dilla dan yang lain nya terkejut menyaksikan kemunculan Api milik Raja Obat tersebut.
"Tidak kuduga ternyata bakat nya menentang langit." Gumam Dilla Azura.
"Siapa Pemuda Tampan itu, api yang di keluarkan nya tersebut adalah api milik Alkemis level delapan." Gumam Tante Milea.
Tak lama berselang seperti perkiraan Nyonya Vicki dan kedua Petinggi lain nya, Tungku tersebut pun meledak.
"Duarghhhh............ " Suara ledakan pada Tungku tersebut.
Tungku tersebut tidak mampu menahan elemen api legenda tersebut sehingga over kapasitas kemudian mulai meledak dan hancur berkeping-keping begitu juga dengan bahan-bahan yang ada di dalam nya.
"Apa... Aku sudah menjaga suhu Api Beku ini pada suhu 200 derajat celcius, kenapa bisa meledak juga,"
"Apa aku sungguh tidak memiliki bakat Alkimia." Gumam Arung.
"Dup............. " Suara tapak kaki Ketua Paviliun Obat saat mendarat di atas Arena tersebut.
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].
__ADS_1