
Kembali ke Pertarungan Jendral Catherine dan Jendral Mawar Ungu.
Kondisi hujan yang deras menemani pertarungan hidup dan mati tersebut, raut wajah serta sorot mata Jendral Mawar Ungu tersebut jelas memancarkan niat membunuh yang sangat besar.
"Byurrrr.................... " Suara hujan deras.
"Jderr..... Jderrr....... " Suara sambaran petir di kejauhan.
Riak-riak kecil gelombang laut terlihat di sekitar tanaman-tanaman merambat tersebut.
Dari balik asap yang mengepul akibat serangan sebelum nya ke arah Jendral Mawar Ungu tersebut daun-daun raksasa di lingkupi energi berelemen tumbuhan mulai melesat terbang, jumlah daun-daun raksasa tersebut berjumlah ribuan.
"Whusss.... Whuss.... Whuss..... " Suara Hempasan Angin saat Daun-daun tersebut mulai melesat terbang.
"Shayla, keluarkan sambaran petir." Perintah Nona Lin.
"Bernardo, kepak kan sayap mu." Perintah Jendral Catherine.
Sambaran petir yang dahsyat kembali keluar dari dalam mulut Naga Petir tersebut, Halilintar biru pun muncul dari kepakkan sayang Burung Elang Petir tersebut.
"Jderrr................. " Suara ledakan saat beberapa elemen tersebut saling beradu.
Tanpa mereka sadari dari tanaman merambat yang ada di bawah mereka akar-akar tanaman mulai melesat ke atas.
"Apa ini." Gumam Jendral Catherine.
"Sial.... Aku terjebak oleh akar-akar dan tanaman merambat untuk yang kedua kali nya." Gumam Bernardo yang merasa dirinya seperti keledai yang masuk ke dalam lubang yang sama dua kali.
Akar-akar dan tanaman merambat tersebut pun mulai melilit tubuh Naga Petir, Burung Elang Petir, Jendral Catherine dan juga Non Lin. Sementara itu Nona Blue berhasil selamat dengan terbang menghindarinya.
"Ha..... Ha...... Ha...... " Tawa Jendral Kekar tersebut kemudian melesat ke arah Nona Blue.
"Dasar licik." Gumam Nona Blue lalu menerjang ke arah Jendral Mawar Ungu dengan Pedang Api nya.
"Tring...... Tring..... Tring..... "
"Tring...... Tring...... Tring.... " Suara Pedang Nona Blue dan Jendral Mawar Ungu yang saling beradu.
Sementara itu dari pori-pori tanaman dan akar merambat tersebut sebuah gas berwarna ungu mulai keluar dan membuat mabuk bagi yang menghirupnya efek gas tersebut seperti narkoba.
"Ugh.... Rasanya aku berenang di dasar lautan, aku memiliki insang seperti Beast Ikan." Gumam Burung Elang Petir yang sudah terkena efek asap ungu tersebut.
Begitu juga dengan yang lain nya mereka mulai terbius asap ungu tersebut dan mulai kehilangan akal sehat nya.
Sementara itu Nona Blue masih terus bertarung dengan Jendral Mawar Ungu.
"Ugh.... Manusia Beast ini sangat kuat, aku harus segera mensummon Preston Sulong." Gumam Nona Blue kemudian mundur agak jauh menggunakan jurus langkah petir nya sambil melesatkan bola petir ke arah Jendral Mawar Ungu tersebut.
"Duarghhh.................... " Suara ledakan akibat serangan tersebut.
Nona Blue pun mulai menyalurkan tenaga dalam nya ke dalam rantai yang melilit jantung nya.
"PRESTON SULONG." Ucap Nona Blue.
Dari balik asap tersebut Jendral Mawar Ungu Pun melesat terbang hendak mencincang-cincang Nona Blue.
Tiba-tiba saja sesosok Pegasus Air setinggi 20 meter pun muncul, Jendral Mawar Ungu pun berhenti menyerang untuk sesaat.
"Pegasus daging nya pasti sangat lezat, hari ini adalah hari keberuntungan ku." Gumam Jendral Kekar tersebut kemudian kembali melesat ke arah Pegasus tersebut.
"Sepertinya lawan kita kali ini berat ya Cantik." Ucap Preston.
"Ia Preston, kau harus menahan nya untuk sementara, aku akan membebaskan teman-teman ku terlebih dahulu." Ucap Nona Blue.
"Serahkan padaku cantik." Ucap Preston kemudian mulai menembakkan beberapa bola air berpetir dari dalam mulut nya.
"Whusss...... Whuss...... Whusss....... " Suara hempasan bola-bola petir saat melesat ke arah Jendral Mawar Ungu.
"Ugh.... Serangan yang merepotkan." Gumam Jendral Mawar Ungu lalu kembali mengayunkan lengan nya.
Akar-akar dan tanaman merambat mulai menerjang bola-bola air berpetir tersebut, sementara Pegasus Air bertarung dengan Jendral Mawar Ungu, Nona Blue pun melesat ke bawah berniat melepaskan teman-teman nya.
__ADS_1
Kembali ke Pertarungan Komandan Don Juan tersebut.
Shimura pun kembali melesat terbang ke arah mereka kemudian mulai melesat kan tembakan bola-bola petir ke arah Arung dan yang lain nya.
"Ugh.... Aku lengah tadi, serangan barusan itu sangat telak." Gumam Shimura sambil melesat kan serangan tersebut.
"Kalian coba tahan serangan-serangan itu, aku akan menebas nya dari belakang." Perintah Komandan Arung.
"Siap Komandan." Sahut Kompak Ketiga Gadis Cantik tersebut lalu mulai mengerahkan serangan andalan mereka.
"Duarghhh....... Duarghhh....... Duarghhh......... " Ledakan terjadi saat serangan-serangan tersebut saling beradu.
Karena ranah Jeni yang terlalu rendah ia pun terkena serangan Bola Petir dari Shimura hingga terluka parah dan tidak sadar kan diri.
"Duarghhh............ " Saat salah satu serangan bola petir mengenai Jeni.
"Akh....................... " Teriak Jeni lalu terpental dan tak sadar kan diri.
"Brukkkk............... " Saat tubuh gadis mungil tersebut menghantam tanaman merambat di bawah nya lalu tak sadar kan diri.
"Jeni.... " Gumam Ayu dan Shilla kompak sambil menepis serangan bola-bola petir tersebut.
"Ha..... Ha...... Ha..... " Tawa Shimura.
"Rasakan ini..... " Teriak Shimura sambil terus melesatkan bola-bola petir tersebut.
"Bbajingan kejam, aku harus membunuh nya." Gumam Arung yang emosi saat melihat rekan setim nya terluka akibat serangan bola petir milik Shimura tersebut.
"Blitzzzz.......................... " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
Dalam sekejap mata Komandan Don Juan tersebut berada di belakang Shimura yang sedang menggila menyerang ke bawah.
"Jlebbb...... Jlebbb........ " Suara saat Pedang Taifun dan Pedang Tornado menusuk punggung Shimura hingga tembus ke dada nya.
"Akhhhh....................... " Teriak Shimura.
"Sejak kapan dia ada di belakang ku, apa itu jurus langkah petir sempurna?" Gumam Shimura.
"Ini adalah serangan balasan ku." Ucap Arung kemudian memenggal kepala Shimura.
"Brukkkk......... " Suara saat tubuh dan kepala Murid Kedua Menteri Obat tersebut jatuh ke atas tanaman merambat.
Kembali ke Kapal Layar Langit yang di Naiki Menteri Obat.
Sudah lama Reika menunggu Guru nya selesai di kamar mandi, perasaan was-was pun muncul di dalam hatinya.
"Kenapa aku merasa sangat gelisah ya, mungkinkah Shimura telah kalah?" Gumam Reika.
Beberapa saat kemudian pintu Kamar Mandi pun terbuka.
"Kraaakkk.......... " Suara saat Pintu Kamar Mandi terbuka.
"Guru..... Ugh bau banget udara yang keluar dari kamar mandi tersebut, apa yang di makan nya semalam." Gumam Reika.
"Reika, perutku sudah enakan kembali, ayo kita lihat siapa yang membuat pesta di hari berhujan dan berguntur ini." Ucap Menteri Obat lalu beranjak keluar dari dalam Kamar tersebut begitu pula dengan Reika.
"Duarghhh...... Duarghhh...... Duargh...... " Suara ledakan terdengar dari luar.
"Aku merasakan ada banyak niat membunuh yang besar dari arah luar." Gumam Menteri Obat kemudian berjalan dengan tenang keluar dari Kapal Layar Langit tersebut.
Kembali ke Pertarungan Wakil Komandan Luna dengan salah satu Komandan Mawar.
"Tring..... Tring..... Tring..... "
"Tring..... Tring..... Tring....." Suara saat Pedang Kayu Besi, Pedang Obat, dan Pedang Petir Ungu beradu.
"Ugh... Komandan Mawar ini sangat kuat, ayunan pedang nya benar-benar tepat sasaran dan juga berat." Gumam Luna sambil menahan serangan Pedang Komandan Mawar tersebut.
Komandan Mawar pun mulai melesatkan balok-balok kayu ke arah Luna, dengan jurus langkah petir Luna pun menghindarinya kemudian menebas punggung dan bahu komandan kekar tersebut.
"Akh........ " Teriak komandan tersebut kemudian menjelma ke wujud manusia Beast nya.
__ADS_1
Manusia Pohon setinggi sepuluh meter pun muncul di atas Dek Kapal tersebut.
"Gawat..... " Gumam Luna lalu melesatkan jurus hujan petir sempurna, dari tangan Luna melesat Halilintar ke atas langit.
Beberapa saat kemudian dari langit sambaran-sambaran Halilintar pun melesat ke arah Manusia Pohon tersebut.
"Jderrr.... Jderrr..... Jderr...... " Suara Sambaran Petir.
"Akh....... Akh.......... " Teriak Manusia Pohon tersebut lalu tewas terpanggang.
"Huft......... " Suara Nafas Panjang Luna.
"Untung saja Manusia Beast yang ku lawan ini bodoh, dia tidak memiliki strategi bertarung." Gumam Luna kemudian kembali bertarung dengan Manusia Beast lain nya.
Kembali ke saat Arung berhasil membunuh Shimura.
Ternyata pada saat itu Menteri Obat dan Murid nya telah tiba di dekat Arung kemudian melihat langsung murid kedua nya terbunuh.
"Bbrenggseek....... " Teriak Reika marah.
"Ugh.... Gawat seorang kultivator di ranah alam malaikat, dia bukan lawan ku, aku harus mensummon Irish." Gumam Arung kemudian menyalurkan tenaga dalam nya ke salah satu rantai yang melilit jantung nya.
"Kau berani membunuh muridku... " Teriak Menteri Obat lalu melesatkan bongkahan-bongkahan batu raksasa ke arah Arung.
Beberapa saat kemudian sesosok Gadis Cantik pun muncul di hadapan Arung, ia pun menatap bongkahan-bongkahan batu tersebut kemudian mengeluarkan Pedang Ular Putih Bertanduk Sembilan nya.
"Arung beristirahat lah, biar aku yang menghadapinya." Ucap Irish, lalu mulai membelah batu-batu tersebut.
Melihat kemunculan Beast Kontrak Arung yang berada di ranah alam dewa tingkat awal nyali Menteri obat pun ciut.
"Reika kita akan mati jika melawan Gadis Berbaju Putih tersebut, sebaik nya kita kabur." Ucap Menteri Obat lalu terbang melarikan diri dari medan peperangan tersebut.
"Guru...... " Ucap Reika lalu terbang melarikan diri bersama guru nya.
Menteri obat bersama murid-murid nya pun kabur dari medan perang tersebut, Irish yang hendak mengejar mereka pun di cegah oleh Arung.
"Tunggu Irish, kita lebih baik membantu Jendral Catherine dan yang lain nya." Ucap Arung.
"Baik Naga Muda." Ucap Irish.
"Kalian tunggulah di sini dan tolong Jeni." Ucap Arung.
"Siap Komandan." Sahut Kompak Kedua Gadis Cantik tersebut.
"Siapa Senior itu kenapa dia bisa muncul tiba-tiba, kultivasi nya setara dengan Kaisar Es." Gumam Shilla sedikit tertekan dengan kehadiran Irish.
Arung dan Irish pun terbang menuju pertarungan Jendral Catherine dan yang lain nya, dengan Muncul nya Ratu Ular dari Benua Ular tersebut akan mengubah alur peperangan di laut di Planet Merkurius tersebut.
"Ugh.... Sayang setelah ini kita berbulan madu yach." Ucap Irish sambil terbang ke arah Pertarungan Jendral Mawar Ungu dan Jendral Catherine.
"Ugh... Bisa gawat jika yang lain nya tahu kalau aku menikah dengan Irish, tapi aku juga bisa mati jika menolak ajakan Irish." Gumam Arung.
"Baik Sayang." Ucap Arung sambil terbang.
Di Kapal Yang Di Nakhodai Gisel.
"Byurrrr........... " Suara hujan deras.
Saat ini Gadis Berambut Pirang tersebut sangat bahagia karena mendapatkan sasaran untuk melampiaskan amarah nya yang tidak tersalurkan. Gisel saat ini sedang menjelma menjadi Qilin Petir, dan sedang melesat kan sambaran-sambaran petir ke arah Prajurit-Prajurit Manusia Beast tersebut.
"Drrrrttttttt........... Drrrrttttttt......... "
"Ddrrrrttttttt........Drrrrtttttttt........... " Suara Manusia-Manusia Beast tersebut saat tersetrum oleh petir.
"Akhh...... Akh..... Akh..... " Teriak Manusia Beast yang tersetrum kemudian tewas terpanggang.
"Siapa laki-laki yang sudah membuat patah hati gadis semenakutkan itu" Gumam Salah Satu Komandan sambil melawan salah satu Prajurit Beast tersebut.
Bagaikan Binatang Buas, Gisel menyerang membabi buta di atas Dek Kapal tersebut.
"Mati.... Mati.... Mati.... " Gumam Gisel yang saat ini sedang menjelma menjadi Qilin Petir.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].