Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
ULAR PUTIH BERTANDUK SEMBILAN.


__ADS_3

Pegasus Air pun kalah telak oleh Jendral Mawar Ungu, dan terpental jatuh ke atas tanaman merambat setelah terkena serangan balok-balok kayu runcing dari Jendral Mawar Ungu tersebut. Saat ini Beast Kontrak milik Nona Blue tersebut telah kehilangan 3/4 dari kekuatan nya akibat serangan tersebut.


"Duarghhh........... " Suara ledakan saat Pegasus Air terkena serangan balok-balok kayu tersebut.


"Dia memang bukan lah lawan ku." Gumam Preston saat terpental.


Jendral Catherine dan yang lain nya pun telah bebas dari lilitan akar-akar tanaman merambat tersebut.


"Ugh... Kepala ku sedikit hoyong." Gumam Jendral Catherine lalu kembali terbang ke atas bersama yang lain nya.


"Bukankah tadi aku memiliki insang." Gumam Bernardo sambil terbang ke atas.


Pegasus Air pun terbang kembali ke arah Nona Blue Storm beberapa menit kemudian.


"Kau tidak apa-apa Preston?" Tanya Nona Blue.


"Ugh... Tenaga ku tinggal 1/4 nya lagi Blue, aku hanya mampu menahan serangan nya beberapa kali." Jawab Pegasus Air tersebut.


"Situasi kali ini tidak menguntungkan, Jendral dari Ras Beast Tumbuhan ini sangat kuat." Gumam Nona Blue.


Saat ini Jendral Catherine Bersama Burung Elang Petir nya telah terbang di hadapan Jendral Mawar Ungu begitu pun dengan dua Dosen yang lain nya.


"Ho... Ho... Ho... " Tawa Jendral Kekar tersebut sambil mengarahkan Pedang Mawar Ungu nya ke arah mereka satu persatu.


"Jadi kalian semua akan mengeroyok ku yach, kalian tetap tidak akan menang." Ucap Jendral Mawar Ungu tersebut dengan sombong nya.


Beberapa saat kemudian Jendral Kelabang Merah pun tiba di medan peperangan tersebut, manusia Beast yang baru saja bereinkarnasi tersebut pun sontak kaget lalu mengurungkan niat nya untuk mengambil kembali cincin ruang milik nya yang di curi oleh Dilla Azura.


"Ini medan perang, Kultivator yang ada di sana sangat kuat." Gumam Jendral Kelabang Merah saat menoleh ke arah Jendral Catherine dan Jendral Mawar Ungu yang sedang saling berhadapan.


"Huft.......... " Suara Nafas Panjang Jendral Kelabang Merah tersebut.


"Aku bisa mati jika terlibat di dalam peperangan gila ini, sebaik nya aku segera pergi saja dari sini." Gumam Jendral Kelabang Merah tersebut.


Jendral Kelabang Merah pun mulai terbang meninggalkan Medan Perang Gila tersebut.


"Whusss.......... " Suara Hempasan Angin saat Jendral tersebut berbalik arah.


Kembali ke Pertarungan antara Jendral Catherine dan Jendral Mawar Ungu.


Ratu Ular itu pun terbang dengan anggun bersama dengan suami nya ke dekat Jendral Mawar Ungu, sontak saja Jendral Kekar tersebut terkejut melihat ranah yang di miliki Irish.


"Kalau melawan ku bagai mana?" Tanya Irish dengan tenang.


"Walaupun suara bawaan nya sangat tenang, namun kultivasi Irish membuat bulu kudukku berdiri." Gumam Arung yang merasa tertekan dengan kultivasi yang di miliki istrinya tersebut.


Jendral Catherine dan yang lain nya pun terkejut dan terintimidasi dengan kehadiran sosok Gadis yang sangat cantik tersebut yang juga merupakan seorang kultivator di ranah alam dewa tingkat awal.


"Lho... Itukan Tunangan Luna?"


"Tapi kenapa ia sangat mirip dengan Tunangan nya Jendral Es,"


"Ugh... Aku bingung sekali, sebaik nya aku menanyakan nya langsung kepada Luna nanti nya." Gumam Jendral Catherine.


"Ugh...... Siapa Kultivator Ular ini dia sangat kuat aku bukan lah lawan nya,"


"Gawat.... Sebaiknya aku tidak melakukan serangan terlebih dahulu, sebaiknya aku mengamati situasi dan kondisi saat ini." Gumam Jendral Mawar Ungu tersebut.


Akibat kemunculan Irish di hadapan Jendral Mawar Ungu pertarungan pun terhenti seketika, keadaan yang semula riuh dan penuh teriakan tersebut seketika menjadi hening dan hanya suara guyuran hujan deras yang terdengar.


"Byurrrr................ " Suara Hujan Deras.


"Jderrr..... Jderrr......... " Suara sambaran petir di kejauhan.


Arung pun mulai mengamati medan peperangan tersebut, ia berfikir jika mereka melanjutkan peperangan tersebut hanya akan ada banyak korban berjatuhan di pihak nya walau pun mereka menang pada akhirnya, Komandan Don Juan tersebut pun mulai berbisik ke telinga istri nya tersebut dengan lembut.

__ADS_1


"Irish, bernegosiasi lah dengan jendral berotot tersebut untuk berhenti berperang, tidak ada guna nya perang ini di lanjutkan." Bisik Arung.


Sementara itu semua mata di medan peperangan tersebut tertuju kepada Arung dan Irish yang sedang berbisik mesra tersebut.


Di Kapal Layar Langit yang di Nakhodai Gisel.


Gadis Pirang ini dapat melihat dengan jelas Kekasih nya tersebut sedang berbisik dengan Kultivator Senior tersebut.


"Dasar Komandan Fuckboy, bahkan kau berani mendekati Kultivator Senior tersebut,"


"Ugh...... Rasanya aku ingin menyetrum mu saja." Gumam Gisel dalam wujud Qilin Petir nya.


Di Tempat Ayu, Shilla, dan Jeni berada.


Saat ini Ayu tengah memapah tubuh Jeni yang tidak sadar kan diri, mereka berdua pun menatap serius ke arah Komandan nya tersebut.


"Busettt....... Kenapa banyak kultivator kuat yang tertarik dengan Arung, apa mungkin dia memiliki ilmu pengasih atau sebuah perewangan,"


"Bahkan aku saja juga tertarik dengan nya, padahal aku menyadari jika laki-laki yang melayang di sana itu adalah pacar dari adik kandungku." Gumam Ayu.


"Arung.... Siapa Gadis Cantik seperti Dewi itu, mungkinkah itu gebetan mu yang lain nya?" Gumam Shilla yang sedang cemas dengan kondisi saat ini.


Kembali Ke Arung dan Irish yang sedang berbisik dengan mesra nya.


"Bernegosiasi dengan kata-kata tidak akan berarti apa-apa dengan Manusia Beast Berotot tersebut Naga Muda, kalian minggir lah terlebih dahulu akan aku perlihatkan perbedaan kekuatan


antara aku dan dia." Bisik Irish.


"Ugh... Apa yang mereka berdua bicarakan, andai saja Jendral Mawar Merah, Jendral Mawar Biru dan dua Jendral lain nya ada disini mungkin aku bisa menang." Gumam Jendral Kekar tersebut.


Arung pun mengajak Jendral Catherine dan yang lain nya untuk mundur, beberapa saat kemudian Irish pun menjelma ke wujud Beast nya yaitu menjadi Sesosok Ular Putih Bertanduk Sembilan Raksasa seukuran dengan Black Hole Dragon.


"Aurghhhhhh.................. " Raungan Ular Betina tersebut memecah kesunyian medan peperangan tersebut.


"Apa..... Pendekar Naga setelah berhasil menaklukan Naga, kali ini kau berhasil menjinakkan Ular yang sangat beracun tersebut." Gumam Luna dari atas dek Kapal Layar Langit nya.


"Ugh.... Dia adalah Ratu Ular dari Benua Ular Catherine, siapa Pemuda itu kenapa dia bisa sampai berkontrak dengan manusia Beast nomer satu di benua paling beracun tersebut." Ucap Bernardo yang sudah mulai menyadari identitas asli Irish.


"Dia adalah Tunangan Luna, Bernardo." Ucap Jendral Catherine kemudian terpukau dengan Beast Kontrak Arung tersebut.


"Kenapa dia bisa sangat mirip yach dengan Tunangan Jendral Es yang berambut merah tersebut?" Gumam Jendral Catherine.


Saat ini Jendral Cantik tersebut belum mengetahui Jika Pendekar Naga dan Arung merupakan orang yang sama akibat perbedaan warna rambut nya.


Beberapa saat kemudian Komandan Lily dan tim nya pun tiba di Kapal Layar Langit tempat Pak Thio dan Bu Janet berada.


"Ugh..... Ular Bertanduk Sembilan, itu Ular yang sangat beracun." Gumam Bu Janet yang sedang terpaku menyaksikan kemunculan Ratu Ular tersebut.


"Busetttt........ Pemuda bernama Arung itu, siapa dia sebenarnya?" Gumam Pak Thio.


"Oh My God.... What the hell...... " Gumam Milea Lightening.


"Apa yang sedang terjadi?" Tanya Komandan Lily.


Salah satu Komandan yang berada di dek pun mulai menjelaskan seluruh kejadian nya kepada Komandan Lily.


Beberapa saat kemudian.


Komandan Cantik itu pun menoleh ke arah abang ipar nya yang tengah melayang bersama Jendral Catherine dan sesosok Ular Raksasa tersebut.


"Abang ipar, ugh... Aku telat." Gumam Komandan Lily sambil mengamati ke sekeliling nya.


Terlihat banyak mayat-mayat Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis serta Manusia Pohon berserakan di mana-mana. Hujan deras pun masih mengguyur di hari tersebut bersama kilatan-kilatan petir dan suara guntur yang menggelegar,


Kembali ke Ratu Ular.

__ADS_1


"Byurrrr.............. " Suara hujan deras.


"SEBAIKNYA KAU DAN PASUKAN MU PERGI DARI SINI ATAU AKU AKAN MULAI MEMAKAN NYA HIDUP-HIDUP." Ucap Irish dengan nada suara yang sangat besar.


"Jderrrrr...... Jderrrrr......... " Suara petir yang menyambar di kejauhan.


"Ugh..... Aku sebaiknya menuruti kata-kata Ratu Ular ini, aku bukan lah lawan nya." Gumam Jendral Kekar tersebut merasa terintimidasi kemudian kembali ke kapal nya.


Melihat Pucuk Pimpinan nya tersebut kembali ke Kapal Perang nya, Prajurit-Prajurit Beast itu pun ikut kembali ke Kapal-Kapal tersebut juga, peperangan pun berakhir dengan kemunculan Sang Ratu Ular tersebut.


"ARUNG SEBAIKNYA KALIAN PERGI DARI SINI." Ucap Irish lalu melesatkan ribuan tenaga dalam berbentuk Ular-Ular Putih yang mulai memakan tanaman merambat yang mengunci Kapal-Kapal Layar Langit tersebut melalui mulut nya.


"Ugh.... Untung saja Ular Betina itu berada di pihak kita, jika bukan Kapal-Kapal Layar Langit akan rata hari ini." Gumam Nona Lin.


"Ayo segera kembali ke Kapal-Kapal Layar Langit, kalian berangkat lah duluan." Perintah Jendral Catherine dengan jurus auman.


"Siap Jendral.... " Sahut Kompak Beberapa Komandan.


"Ayo kita pergi Shilla, kasian Jeni dia harus segera kita rawat." Ucap Ayu sambil memapah Jeni kembali ke Kapal Layar Langit nya tersebut.


"Ayo..... " Ucap Shilla lalu kembali ke Kapal Layar Langit nya.


Beberapa menit kemudian,


Seluruh Komandan-Komandan dan Calon-Calon Alkemis pun telah kembali ke Kapal-Kapal Layar Langit mereka masing-masing, termasuk Shilla dan yang lain nya.


"Arung Ayo kita pergi." Ucap Nona Blue.


"Baik Bu Dosen." Ucap Arung lalu terbang ke atas guna berbisik kepada Irish.


"Whusss........ " Suara hempasan angin saat Arung terbang ke atas.


Irish pun kemudian kembali menjelma ke wujud manusia Beast nya, Arung, Irish dan yang lain nya pun mulai terbang ke arah Kapal Layar Langit tersebut. Arung saat ini akan sekapal dengan Jendral Catherine, Nona Lin, dan Nona Blue, tampak ketiga Kultivator Senior tersebut sangat tertekan dengan kehadiran Irish yang begitu mendominasi.


"Bagaimana Tunangan Jendral Es bisa santai begitu berbicara dengan Manusia Beast setingkat itu." Gumam Nona Blue sambil terbang.


"Kenapa mereka melirik ke arah ku semua?" Gumam Arung sambil terbang.


"Bagaimana bisa Pemuda ini berkontrak dengan dua Beast Tangguh." Gumam Nona Lin lalu mendarat di atas Dek Kapal Layar Langit tersebut.


"Dup................. " Suara Tapak Kaki mereka saat mendarat di atas Dek.


Jendral Catherine beserta yang lain nya pun mulai masuk ke dalam Kapal lalu segera meninggalkan Arung dan Irish di atas Dek.


"Sebaiknya aku tidak membuat tersinggung Ratu Ular tersebut." Gumam Jendral Catherine sambil berjalan masuk bersama yang lain nya.


Beberapa menit kemudian.


Kapal-Kapal Layar Langit tersebut pun mulai melesat terbang ke angkasa di pimpin oleh Kapal Layar Langit yang di Nakhodai oleh Jendral Catherine langsung.


"Whusss.... Whusss..... Whusss....... " Suara Hempasan Angin saat Kapal-Kapal itu mulai melesat terbang meninggalkan Samudra Zamrud Hijau di tengah hujan yang mengguyur deras.


Sementara itu di Kapal Perang, Jendral Mawar Ungu menengadahkan kepala nya ke atas lalu menoleh ke arah Kapal-Kapal Layar Langit yang mulai tidak terlihat lagi tersebut.


"Gagal deh Makam malam daging manusia dengan Jendral Mawar Merah." Gumam Jendral Mawar Ungu sambil menggeleng-geleng kan kepala nya.


Salah satu Komandan Mawar yang masih hidup pun bergumam di dalam hati saat melihat gelagat sedih Komandan nya tersebut.


"Jendral pasti sangat marah dengan Manusia-Manusia dari Planet Bumi tersebut, jika saja Ratu Ular itu tidak muncul kita pasti menang." Gumam Salah Satu Komandan tersebut.


Hari pun mulai menjelang malam di Samudra Zamrud Hijau tersebut.


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].

__ADS_1


__ADS_2