Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Kembali Ke masa Dua Puluh Tahun Yang Lalu Bagian Ke Dua.


__ADS_3

Beberapa saat kemudian seekor Kura-kura Raksasa Bercangkang Emas di ranah Alam Dewa tingkat awal pun mulai muncul dari dalam Danau Oasis, kemunculan Beast Raja itu pun membuat Beast-Beast Leopold Hitam Es yang tengah bertarung itu pun takut lalu mulai melarikan diri dari Tepian Danau Oasis tersebut dan kembali ke dalam hutan.


"Aurghhhhh........................ " Raungan Kura-Kura Raksasa Tersebut yang memekakkan telinga.


Aura ke emasan pun mulai muncul di sekujur tubuh nya, dari balik aura emas tersebut sesosok Pemuda Tampan pun mulai muncul, Manusia Beast tersebut mengenakan jubah emas dengan sebuah Pedang bergantung di pinggang nya tersebut. Makhluk Buas itu pun mulai melayang tepat di hadapan Yuki Tiger yang sedang menyamar.


"Serang dia." Perintah Wakil Komandan Luna.


Para Prajurit-Prajurit pun mulai menembak kan serangan-serangan andalan mereka ke arah Manusia Beast tersebut dengan segenap kekuatan nya, sementara itu Yuki Tiger melesat terbang menjauh dari Manusia Beast tersebut.


"Duarghhh....... Duarghhhh........... Duarghhh...... " Suara beberapa ledakan akibat serangan yang beragam sesaat setelah mengenai perisai kultivasi emas tersebut.


Sesaat sebelum terkena serangan-serangan yang beraneka ragam tersebut, Pemuda berjubah emas itu pun langsung memasang sebuah perisai kultivasi emas di sekitar nya.


"Rupanya kalian yang mengganggu meditasi ribuan tahun ku." Ucap Manusia Beast tersebut yang ternyata sebelum nya tengah bermeditasi di dasar Danau Tak Berujung tersebut.


"Meditasi Ribuan Tahun?" Gumam Yuki Tiger.


Manusia Beast itu pun mulai mengayunkan lengan nya, kemudian 100 buah Anak Panah Emas mulai muncul secara tiba-tiba di sekitar nya lalu mulai melesat cepat ke arah Prajurit-Prajurit di sekitar Tepian Danau tersebut.


"Akh....... Akh........ Akh....... " Teriak Prajurit-Prajurit tersebut saat tertembus Anak Panah Emas lalu tewas seketika.


Wakil Komandan Luna pun berhasil menghindari serangan fatal tersebut, namun naas bangi nya kaki nya yang indah tersebut ikut tertembus salah satu Anak Panah Emas tersebut.


"Ugh..... kaki ku, aku tidak bisa bergerak lagi." Gumam Luna sambil menahan sakit nya lalu mulai terduduk di tepian Danau Oasis tersebut tepat di dekat bola ruang milik Arung yang terkubur sebelum nya.


Keadaan pun menjadi hening untuk sejenak, Pemuda Berjubah Emas itu pun mulai menatap tajam ke arah Yuki Tiger dengan niat membunuh yang besar.


"Kau adalah kultivator yang paling kuat di sini, aku akan membunuh mu, lalu mulai menghancurkan beberapa kota di sekitar sini, itu ganjaran karena telah berani-beraninya mengganggu meditasi ribuan tahun ku." Ucap Manusia Beast tersebut, lalu mulai mencabut Pedang Kehidupan dari sarung yang tergantung di pinggang nya tersebut.


"Mengganggu nya, aku tidak paham dengan maksud perkataan nya, ternyata informasi itu benar, memang ada Beast Raja di Gurun Api Es yang berniat mengamuk." Gumam Yuki Tiger, lalu mulai mencabut Pedang Tiger dari sarung nya yang tergantung di pinggang nya tersebut.


Mereka berdua pun saling melesat terbang lalu mulai saling beradu pedang di atas Danau Oasis tersebut.


"Tring....... Tring........ Tring......... "


"Tring.......Tring......... Tring........ " Suara saat pedang mereka berdua saling beradu.


Manusia Beast itu pun terbang mundur, lalu kembali melesatkan Anak Panah-Panah Emas dari telapak tangan dan sekitar nya.


"Whusssss.......... " Suara saat Anak Panah-Panah Emas itu mulai melesat terbang.


"Ugh........serangan yang merepotkan." Gumam Yuki Tiger, lalu mulai menepis Anak Panah-Panah Emas tersebut.


"Tring....... Tring........ Tring......... "


"Tring.......Tring......... Tring........ " Suara saat Pedang Tiger kembali menepis Anak Panah-Panah Emas tersebut.


"Jlebbbb....... Jlebbbb...... Jleeeb....... " Suara saat Anak Panah-Panah Emas itu kembali menembus tanah, permukaan Danau, atau pepohonan di bawah mereka.


Sebuah Anak Panah Emas pun melesat dan hampir saja menembus wajah cantik Luna, Anak Panah Emas tersebut pun menggores wajah ayu Luna kemudian menancap ke tanah.


"Jleebbbb........... " Suara salah satu Anak Panah Emas saat kembali menembus tanah di sebelah Luna duduk.

__ADS_1


"Ini pertarungan tingkat tinggi, aku seharus nya tidak berada di sekitar sini, namun aku sudah tidak bisa kemana-mana lagi setelah kaki ku tertembus Anak Panah Emas ini,"


"Setelah terkena Anak Panah Emas tersebut, kaki ku sudah tidak bisa di gerakkan lagi, seluruh Prajurit-Prajurit lain nya pun telah tewas oleh Anak Panah Emas ini, aku hanya bisa berharap pada kemenangan Komandan Bertopeng Emas tersebut." Gumam Luna lalu menoleh ke arah Yuki Tiger yang sedang menyamar.


-[Kembali Ke Dalam Bola Ruang]-


Sarah dan Suami nya tersebut tengah tidur berduaan di atas ranjang yang penuh dengan sejarah tersebut, Gadis Ular tersebut pun mulai terbangun dari tidur nya, tampak ia dan suami nya tidak mengenakan sehelai pakaian pun saat ini. Arung dan Sarah saat ini hanya menutupi diri mereka dengan sehelai selimut tebal.


"Akh..... aku haus banget." Gumam Sarah, lalu mulai mengeluarkan dua kendi arak merah yang di ekstrak nya dari darah Jendral Arkan dan Arkon tempo lalu.


"Glekkk...... Glekkk........ Glekkk....... " Suara saat Sarah mulai meneguk habis arak ular yang pertama lalu meletakkan arak ular yang satu nya lagi di atas meja tersebut.


"Suamiku.... " Gumam Sarah, lalu mulai melummat bibir Arung yang tengah tertidur pulas tersebut.


Arung pun terbangun akibat ciuman penuh nafsu tersebut, kemudian terkejut saat melihat Gadis Ular tersebut sudah berada tepat di hadapan nya.


"Sarah.... "


"Ugh..........aku capek banget." Gumam Arung, lalu mulai membalas cciuman panas Istri nya tersebut.


Kemudian Wrestling tahap ke dua itu pun mulai berlanjut dengan panas nya dan selesai beberapa jam kemudian, mereka berdua pun mulai berpakaian setelah nya.


"Huft............. " Suara Nafas Panjang Arung.


"Untung saja dunia ku dan dunia nya berbeda, jika tidak aku bisa mati lemas di atas ranjang, ternyata dia lebih liar dari Putri Naga Kecil." Gumam Arung, dengan keringat yang membasahi hampir seluruh tubuh nya.


Beberapa menit kemudian.


"Ayo kita ke Kota ......Sayang,"


"Aku ingin tahu saat ini kita terdampar ke tahun berapa Sayang, sejak semalam aku sudah sangat penasaran dengan Time Travel ini." Jawab Sarah.


NOTE : TIME TRAVEL memiliki makna Perjalanan Waktu.


"Ya sudah, aku akan membuatkan makanan terlebih dahulu buat kita, baru setelah itu kita pergi ke kota." Ucap Arung.


"Tidak usah Sayang, kita makan di warung semalam saja." Ucap Sarah.


"Baiklah Sayang." Ucap Arung.


Mereka berdua pun lalu mulai beranjak keluar dari dalam mansion tersebut, berniat keluar dari dalam bola ruang tersebut.


-[Di Langit di Atas Danau Oasis, sesaat sebelum mereka keluar dari dalam Bola Ruang]-


Tampak kedua Kultivator tersebut tengah beradu pedang kembali.


"Tring....... Tring...... Tring........ "


"Tring....... Tring....... Tring........" Suara saat mereka berdua saling beradu pedang kembali.


Akhirnya Yuki Tiger pun tertebas oleh Pedang Kehidupan tersebut sebanyak beberapa kali, hingga jubah nya pun sampai terkoyak-koyak sehingga pakaian dalam nya pun mulai terlihat.


"Akh........... " Teriak Yuki Tiger, lalu jatuh ke sebelah Wakil Komandan Luna.

__ADS_1


"Brukkkk........... "'Suara saat tubuh Yuki Tiger jatuh ke tanah.


"Jleb................ " Suara Saat Pedang Tiger mulai menancap di tanah.


Pedang milik Manusia Beast tersebut mengandung Racun Kehidupan, Yuki Tiger yang sedang menyamar saat ini pun terluka sangat parah setelah terkena racun dari pedang tersebut, tampak ia sudah tidak sadar kan diri lagi di sebelah Wakil Komandan Luna.


"Wanita itu kuat juga, setengah dari tenaga dalam ku sudah habis saat bertarung dengan nya sejak tadi, untung saja dia lengah tadi." Gumam Manusia Beast tersebut.


"Matilah kalian berdua." Teriak nya, lalu mulai melesatkan puluhan Anak Panah Emas ke arah Yuki Tiger dan Luna Thunder.


"Ugh.... kali ini aku akan mati." Gumam Luna pasrah.


Dalam sekejap mata Arung dan Sarah pun berpindah tempat tepat di hadapan Yuki dan Luna, mereka pun dengan cepat mencabut Pedang di pinggang mereka masing-masing lalu mulai menepis Anak Panah-Panah Emas tersebut.


"Tring....... Tring........ Tring......... "


"Tring.......Tring......... Tring........ " Suara saat Pedang milik Arung dan Sarah mulai menepis Anak Panah-Panah Emas tersebut.


"Jlebbbb....... Jlebbbb...... Jleeeb....... " Suara saat Anak Panah-Panah Emas itu mulai menembus tanah, permukaan Danau, atau pepohonan di sekitar nya.


Alangkah terkejutnya Arung saat melihat Luna sedang terluka parah di sebelah nya, dan ada seorang gadis cantik bertopeng emas yang tidak sadar kan diri di sebelah Luna.


"Luna......?" Ucap Arung.


"Siapa Pemuda tampan berambut biru ini, kenapa dia bisa sampai mengenaliku, aku bukan lah seorang Wakil Komandan yang menonjol di Kota Awan Hitam tersebut?" Gumam Luna.


"Siapa Kau, kenapa kau bisa mengetahui namaku?" Tanya Luna.


"Aneh kenapa dia tidak mengenali ku?" Gumam Arung.


"Aku Pendekar Naga dan Gadis Cantik itu adalah Sarah." Ucap Arung.


"Pendekar Naga, Nona Sarah?" Gumam Luna.


"Suamiku segera bawa mereka berdua ke dalam bola ruang tersebut aku akan bertarung dengan kekuatan penuh ku melawan Manusia Kura-kura tersebut." Perintah Sarah.


"Baik Sarah........" Ucap Arung, ia pun mulai memapah Luna dan menggendong Yuki di punggungnya kemudian mulai beranjak masuk ke dalam bola ruang tersebut.


"CLARA." Ucap Arung.


"Ngapain dia memapahku lalu menyebut nama gadis lain nya." Gumam Luna.


Dalam satu kali kedipan mata mereka bertiga pun terhisap ke dalam bola ruang tersebut.


"Blitzzzz................. " Suara teleportasi saat mereka terhisap ke dalam bola ruang tersebut.


"Gadis Ular, kenapa kau mencampuri urusan ku?" Tanya Pemuda tersebut.


"Kau berani menyerang ku dan suami ku kau pantas untuk mati, jika Kakak ku ada disini kau pasti tidak bisa berbicara sombong seperti itu." Jawab Sarah, lalu mulai melesatkan banyak energi hijau berbentuk ular ke arah Manusia Kura-kura tersebut dari telapak tangan nya.


Pemuda berjubah emas itu pun kembali melesatkan Anak Panah-Panah Emas nya tersebut, kedua serangan itu pun mulai saling beradu sehingga menyebabkan beberapa ledakan besar dan ledakan kecil di atas Danau Oasis dan di sekitar nya.


"Duarghhhh....... Duargh hhhh....... Duarghhhh....... " Suara ledakan akibat kedua serangan tersebut yang saling beradu.

__ADS_1


__ADS_2