Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Pulau Makam Kuno Ke Tiga.


__ADS_3

Di Puncak Gunung Hitam.


"Dup........... " Suara Tapak Kaki mereka berempat saat mendarat bersamaan di tepian danau yang berada di puncak gunung hitam tersebut.


Ternyata di puncak gunung tersebut terdapat sebuah danau air tawar dan di tengah-tengah nya terdapat sebuah pulau kecil yang di atas nya terdapat sebuah mansion Kuno. Samar-samar ingatan Jendral Api Kerajaan Jangbaek mulai terngiang-ngiang kembali di kepala Komandan Arung tersebut.


"ITU ADALAH SALAH SATU MAKAM WARISAN KU." Suara di kepala Arung.


"Aku sungguh berjodoh dengan Makam Kuno ini, setelah menemukan nya di Planet Kuno Jupiter, saat ini aku kembali menemukan nya secara tidak di sengaja di Dasar Samudra ini." Gumam Arung.


"Ayo kita terbang ke mansion Kuno tersebut." Ucap Arung lalu terbang menuju Mansion tersebut.


"Whusss.............. " Suara Hempasan Angin saat Komandan Don Juan tersebut melesat terbang.


"Ayo.... " Sahut Kompak Shilla dan Ayu lalu menyusul Arung terbang di belakang nya.


"Apakah Bos berpikir akan melakukan Party Nakal di dalam Mansion Angker itu, ih.... Serem." Gumam Jeni lalu melesat terbang di belakang Ayu dan Shilla.


"Whusss..... Whusss...... Whusss....... " Suara Hempasan Angin saat Ayu, Shilla, dan Jeni terbang.


Pintu Gerbang Masuk Makam Kuno Ke Tiga.


"MAKAM JENDRAL API KERAJAAN JANGBAEK." Ucap Ayu sambil membaca tulisan yang terpahat di atas gerbang tersebut.


"Arung ini sebuah Makam Kuno, sebaik nya kita berhati-hati." Ucap Shilla.


"Tenang saja Shilla, ayo...... " Ucap Arung lalu mulai menaiki tangga menuju mansion tersebut.


Mereka berempat pun mulai menaiki tangga yang panjang tersebut untuk dapat pergi menuju makam warisan tersebut.


"Aku harus siap di *****-***** sama Bos Arung, dia sudah banyak membantuku, aku siap di jadikan selir nya atau hanya pelampiasan nya sesaat." Gumam Jeni sambil menaiki tangga tersebut.


Jeni tampak nya sudah terbius oleh kemampuan Dragon Love miliknya Arung.


"Tap...... Tap...... Tap...... "


"Tap..... Tap....... Tap..... " Suara langkah kaki mereka berempat saat menaiki tangga tersebut.


Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di depan pintu masuk makam warisan tersebut, Arung pun mulai membuka pintu mansion kuno tersebut.


"Krakkkkk.......................... " Suara pintu terbuka.


Makam Warisan ini tampak sama seperti dua Makam warisan yang di temukan oleh Arung sebelum nya, ia dan yang lain nya pun mulai masuk ke dalam ruangan kuno tersebut. Dari atas peti mati Kuno tersebut sebuah Hologram Jendral Api yang Gagah Perkasa pun mulai muncul dan berbicara seperti biasa nya.


"Huft............... " Suara Nafas Panjang Arung.


"Ini dia jendral Api yang melegenda." Gumam Arung saat menatap hologram tersebut.


"SELAMAT DATANG PENDEKAR DI MAKAM KU INI, KALIAN HANYA PERLU MENDENGAR KAN KU DAN TIDAK USAH BERKOMUNIKASI DENGAN KU." Ucap Hologram Jendral Api tersebut.


"Apa itu, kenapa bisa ada hologram seperti ini?" Gumam Ayu yang masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini.


Jeni, Ayu, dan Shilla pun terkejut menyaksikan kemunculan tiba-tiba dari Hologram tersebut.

__ADS_1


"Arung, apa itu?" Tanya Shilla.


"Tenanglah Shilla itu hanyalah hologram sisa-sisa ingatan dari masa lalu, kalian tidak perlu waspada, cukup dengar ocehan nya saja." Jawab Arung lalu mulai menghisap tembakau ular milik nya.


"KARENA AKU YANG SEKARANG HANYALAH SISA-SISA INGATAN DARI MASA LAMPAU." Ucap Hologram Jendral Api tersebut.


"Sisa-sisa ingatan dari masa lalu, kenapa Arung bisa sampai tahu perkataan Jendral Api ini?" Gumam Ayu lalu menoleh ke arah Kekasih Adik nya tersebut.


"Bos sepertinya mengetahui asal usul Hologram ini, selain berdarah dingin ternyata dia juga cerdas, jika sampai aku memiliki keturunan dari nya mungkin anak ku nanti akan cerdas seperti nya." Gumam Jeni berharap segera dirudu paksa oleh Bos Arung.


"AKU ADALAH JENDERAL PERANG DARI NEGERI JANGBAEK, AKU MEMIMPIN PULUHAN RIBU PASUKAN DAN TIDAK PERNAH KALAH SEKALIPUN DI ZAMAN KU,"


"AKU BAHKAN ADALAH YANG TERKUAT DI NEGERI JANGBAEK INI, NAMUN SATU PENYESALAN KU, YAITU AKU TIDAK MEMILIKI PENERUS DI AKHIR HAYAT KU,"


"SEHINGGA AKU MENYIMPAN WARISAN KU DI DALAM PETI MATI INI, JIKA KALIAN INGIN MENJADI PENERUS KU DAN DAPAT KELUAR DARI DALAM TEMPAT INI,"


"MAKA BUKALAH PETI MATI INI, NAMUN AKU AKAN MEMBERI KALIAN SEBUAH UJIAN TERLEBIH DAHULU,"


"UJIANNYA SANGAT MUDAH, KALIAN HANYA TINGGAL MENDORONG TUTUP PETI MATI INI SEHINGGA TERBUKA DAN DAPAT MENGAMBIL WARISAN DI DALAM NYA,"


"NAMUN TUTUP PETI MATI INI SANGAT BERACUN, DAN SIAPA SAJA YANG MENDORONG NYA PASTI AKAN MATI DALAM BEBERAPA JAM." Ucap Hologram Jendral Api tersebut.


"Ujian mencari pewaris apanya, gila nih Jendral, itu namanya ujian mencari teman bersama ke alam baka." Gumam Jeni Galgadoth yang menggunakan logika berpikirnya.


"HA.....HA...HA....HA..." Suara tawa yang sangat besar dari Hologram Jenderal Api tersebut.


"Siapa Jendral Gila yang menyiapkan racun di tutup peti matinya, gimana jika sampai ada yang ngelayat dan memegang tutup peti itu,"


"ITULAH UJIAN NYA PENDEKAR, UJIAN KEBERANIAN JENDRAL API NEGERI JANGBAEK, SEBELUM MELAKUKAN NYA KALIAN DAPAT MEMIKIRKAN NYA TERLEBIH DAHULU,"


"ATAU TIDAK USAH MELAKUKAN NYA DAN TINGGAL SAJA SELAMA NYA DISINI MENEMANI KU." Ucap hologram Jenderal Api.


"HA....HA...HA...HA....HA...HA...HA....HA......." Suara Tawa Panjang Hologram Jenderal Api kemudian menghilang.


Ayu, Shilla, dan Jeni saling menatap dan tidak berani mendekati peti mati tersebut, mereka takut akan racun yang terkandung pada tutup peti mati tersebut, sementara itu Arung dengan santai berjalan ke arah peti tersebut kemudian mulai mendorong nya.


"Krakkkkk................... " Suara saat tutup peti mati itu terdorong lalu jatuh.


"Brukkk...................... " Suara saat tutup peti tersebut jatuh.


"Dasar Bodoh.... Apa yang kau lakukan,"


"Tutup Peti itu kan beracun..... " Teriak Shilla lalu berlari menghampiri Calon Suami nya tersebut.


"Shilla apa kau lupa kalau aku kebal terhadap racun setingkat ini." Ucap Arung.


Ayu dan Jeni pun berlari menghampiri Arung juga, sementara itu Shila memeriksa tangan Calon Suami nya tersebut.


"Benar, aku baru ingat kalau dia kebal racun setingkat ini." Gumam Shilla.


"Wah....... Sepertinya seluruh hidupku akan menjadi budak Bos Arung, selain kuat dia juga kebal racun,"


"Sungguh assasin yang menyeramkan." Gumam Jeni.

__ADS_1


"Hah....... Makanya pada saat di Hutan Tak Bernama dia berani menghisap racun yang ada di tubuhku dan di tubuh Dinda, jika mengingat kejadian itu lagi, aku merasa menyesal tidak menembaknya saat itu,"


"Jika tidak sudah pasti aku yang ada di posisi Gisel saat ini." Gumam Ayu pipi nya mulai merah merona saat mengingat Arung menghisap racun di bawah dada nya.


Tampak nya Ayu sudah mulai terbius oleh kemampuan Dragon love milik Arung.


Di dalam peti warisan Jendral Api Kerajaan Jangbaek itu terdapat tiga butir Pil Ular Kuno, sebuah Kitab Jurus Tendangan Sembilan Api, empat buah cincin Kuno yang berisi senjata suci tipe jubah.


"Wah....... Arung lihat harta-harta ini." Ucap Shilla.


"Baiklah karena aku yang membuka nya maka aku yang akan membagikan nya, apakah kalian setuju?" Tanya Arung.


"Setuju... " Sahut kompak mereka bertiga.


Beberapa saat kemudian Hologram Jendral Api Kerajaan Jangbaek itu pun kembali muncul dari atas peti mati tersebut, sementara itu Arung mulai menyimpan harta-harta tersebut.


"Wah.... Hologram itu muncul lagi." Gumam Shilla.


Ketiga Calon Alkemis Cantik itu pun mulai mendengarkan perkataan Jendral Api tersebut dengan sangat serius.


"RACUN ITU ADALAH RACUN DARI POHON KEMATIAN DAN BISA DI PASTIKAN JIKA TIDAK MENDAPATKAN PENAWAR NYA SEGERA, KAMU PASTI AKAN MATI DALAM HITUNGAN MENIT,"


"TAPI INI ADALAH HARI KEBERUNTUNGAN MU ANAK MUDA, AKU MEMBUAT UJIAN INI UNTUK MENCARI PEWARIS YANG MEMILIKI TEKAD API YANG MENYALA-NYALA." Ucap Hologram Jenderal Api, dengan suara yang begitu bersemangat.


"Jendral Gila, makanya mungkin selama hidup mu gak ada yang mau jadi murid-murid mu, mungkin kau selalu menyuguhkan latihan-latihan neraka kepada Calon-Calon muridmu tersebut." Gumam Jeni Galgadoth.


"BUKAN API YANG MATI HANYA KARENA TERKENA SEDIKIT HEMPASAN ANGIN,"


"ADAPUN WARISAN KU ADALAH PUSAKA KU YANG MEMBUAT AKU MENJADI TAK TERKALAHKAN DI WILAYAH KERAJAAN JANGBAEK INI."


"WARISAN KU INI ADALAH KITAB JURUS TENDANGAN SEMBILAN API TINGKAT DEWA LEVEL AWAL,"


"EMPAT BUAH CINCIN YANG BERISI JUBAH-JUBAH PERANG, DAN TIGA BUTIR PIL ULAR KUNO."


"SARAN KU LEKAS AMBILLAH PIL TERSEBUT TERLEBIH DAHULU SEBELUM KAMU MATI OLEH RACUN, DAN KITA AKAN BERTEMU LAGI SETELAH KAU BERHASIL MENGUASAI TINGKAT PERTAMA JURUS TERSEBUT." Ucap hologram Jenderal Api.


"HA.....HA.....HA.......HA......." Tawa hologram Jenderal Api.


"SELAMAT ANAK MUDA AKHIRNYA SETELAH EMPAT MILENIUM BERAKHIR AKU MENEMUKAN PEWARIS KU." Ucap hologram Jenderal Api, kemudian perlahan menghilang.


"Sudah jangan dengarkan ocehan itu terus, ini ambilah bagian kalian." Ucap Arung lalu memberikan satu buah cincin yang berisi jubah-jubah perang tersebut kepada ketiga Calon Alkemis Cantik tersebut.


"Terimakasih Sayang..... " Ucap Shilla lalu mengecup pipi Calon Suaminya tersebut.


"Terimakasih Arung..... " Ucap Ayu.


"Terimakasih Bos, hidupku akan ku abdikan kepada mu Bos Arung." Ucap Jeni Galgadoth sudah bertekad untuk menjadi Pelayan Setia dan budak nafsu Bos Arung.


"Ugh.... Apa-apaan Jeni dia mau jadi Pelayan atau mau jadi selirnya Arung?" Gumam Shilla yang sudah sedikit cemburu terhadap tingkah laku Jeni.


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].

__ADS_1


__ADS_2