Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
SEA WARS Bagian Awal.


__ADS_3

Jendral Mawar Ungu pun kembali ke Benteng Mawar Hijau berniat mengeksekusi Tikus-Tikus yang sudah tertangkap tersebut lalu mulai memasak nya, alangkah terkejut nya Jendral kekar tersebut saat tiba di depan Gerbang Masuk Benteng yang telah porak-poranda tersebut.


"BBajingan..........mana yang telah berani-berani nya melepaskan makan malam ku bersama Jendral Mawar Merah dan bala tentara nya." Gumam Jendral Mawar Ungu saat melihat kantor sekaligus penjara nya tersebut telah porak-poranda.


"Erghhh............. " Suara erangan Jendral Mawar Ungu yang sedang marah.


"Kalian......... "


"Cepat segera kumpulkan Prajurit-Prajurit di Kota Zamrud Hijau ini, kita akan berperang dengan Tikus-Tikus tersebut." Perintah Jendral Mawar Ungu tersebut dengan nada suara yang keras.


"Siap Jendral.........." Sahut kelima Komandan tersebut Kompak lalu mulai beranjak pergi untuk mengumpulkan Prajurit-Prajurit yang ada di dalam Kota tersebut.


"Huft............ " Suara Nafas Panjang Jendral Mawar Ungu lalu beranjak pergi ke Pelabuhan.


Beberapa jam kemudian Jendral Mawar Ungu pun tiba di Pelabuhan Kota Zamrud Hijau, terlihat ada banyak sekali Kapal tengah berlabuh di dermaga tersebut, Jendral kekar itu pun terbang ke atas Dek Kapal Perang milik nya.


"Whusss.................. " Suara Hempasan Angin saat Jendral Mawar Ungu tersebut melesat terbang.


"Dup............... " Suara saat tapak kaki Jendral Mawar Ungu tersebut mendarat di atas Dek Kapal nya.


Beberapa Prajurit-Prajurit Beast Tumbuhan yang berjaga di sekitar Dek Kapal pun mulai menghampiri Jendral Kekar mereka.


"Jendral......." Gumam beberapa Prajurit-Prajurit tersebut kompak.


"Angkat jangkar Kapal ini, kita akan segera pergi berperang." Perintah Jendral Mawar Ungu.


"Ugh.... Perang?" Gumam salah satu Prajurit Beast.


"Siap Jendral...... " Jawab Prajurit-Prajurit tersebut lalu mulai menaikkan Jangkar Kapal perang tersebut.


Beberapa menit kemudian terlihat 4700 Prajurit-Prajurit Beast mulai berbaris dengan rapi lalu mulai memasuki Kapal-Kapal Perang tersebut dengan teratur, kelima Komandan tersebut pun melesat ke tempat Jendral Mawar Ungu tersebut.


"Lapor Jendral, para Prajurit-Prajurit sudah terkumpul, kami menunggu perintah selanjutnya." Ucap Salah Satu Komandan sambil membungkuk dan memberi hormat.


"Perintahkan kepada Prajurit-Prajurit tersebut untuk bersiap berperang dengan Tikus-Tikus dari Bumi itu, aku sudah mengetahui lokasi Kapal-Kapal mereka berada dari salah satu tahanan,"


"Kita akan membasmi hama-hama tersebut hari ini." Perintah Jendral Mawar Ungu tersebut.


"Siap Jendral........." Sahut Kompak Kelima Komandan tersebut lalu kembali ke Kapal-Kapal Perang lain nya.


Di Pagi Hari tersebut 47 armada kapal perang yang di pimpin oleh Jendral Mawar Ungu mulai berlayar menuju lokasi Kapal-Kapal Layar Langit milik AKPERTI berada.


"Ugh..... Padahal aku sudah bersusah payah mengundang Jendral Mawar Merah dari Kota sebelah, kencan ku bisa gagal,"


"Aku sudah berjanji menghidangkan daging manusia di perjamuan tersebut." Gumam Jendral Kekar tersebut sambil berdiri di ujung Dek Kapal dengan gagah perkasa.


Langit pun mulai mendung, percikan petir mulai terlihat di angkasa, tak lama berselang hujan pun mulai turun mengguyur dengan sangat deras di Samudra Zamrud Hijau tersebut.


"Byurrrr.................. " Suara Hujan Deras.


Di Dalam Puncak Gunung Hitam.


Mereka berempat pun mulai berpegangan tangan, bersiap berteleportasi keluar dari dalam Mutiara Berwarna Merah Darah tersebut.


"Baiklah ketika Kita sampai di dalam Samudra semua nya harus berenang terus menuju ke permukaan." Perintah Komandan Arung.


"Siap Komandan........" Sahut Kompak Ketiga Gadis Cantik tersebut.

__ADS_1


"Blitzzzz........... " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.


Dalam sekejap mata Arung dan yang lain nya pun berpindah tempat ke atas cangkang kerang tersebut, terlihat di sekeliling mereka terdapat 100 ekor Buaya Hitam dengan panjang 30 meter di ranah Alam Langit Puncak.


"Ugh.... Gelap nya.... " Gumam Shilla lalu samar-samar melihat salah satu Beast tersebut tengah menerjang ke arah mereka.


"Arung.. Bagaimana ini?" Tanya Ayu.


Buaya-Buaya hitam itu pun mulai menerjang ke arah mereka.


"Menghindar lah terlebih dahulu." Perintah Arung lalu menggunakan mode mata kegelapan nya.


Mereka pun mulai menghindari terkaman ganas Buaya-Buaya hitam tersebut dengan cara menerka-nerka karena kondisi dasar Samudra yang gelap gulita tersebut, Arung pun mulai menyemburkan asap hitam dari dalam mulut nya.


"Ugh.... Gawat ......gelap banget." Gumam Jeni sambil menghindari terkaman Buaya-Buaya Hitam tersebut dengan bersusah payah.


"Blurpppppppppp.................... " Suara hembusan asap hitam memenuhi sekitaran dasar Samudra tersebut.


Buaya-Buaya itu pun tertarik oleh gaya gravitasi yang di keluarkan oleh asap hitam tersebut dan tidak dapat bergerak sama sekali, sementara itu Arung dan yang lain nya pun mulai berpegangan tangan kembali dan berenang menuju ke permukaan Samudra.


"Aurghhhh................... " Raungan Buaya-Buaya itu saat tertarik ke dalam medan gravitasi tinggi di sekitar cangkang kerang.


Samar-samar Jeni dapat melihat saat Buaya-Buaya Hitam tersebut mulai tertarik oleh elemen magnet milik Bos Arung.


"Elemen Magnet?"


"Ugh... Bos sudah menjadi Raja Sage, dia membangkitkan banyak elemen di dalam tubuh nya." Gumam Jeni yang sudah mulai mengagumi sosok Pendekar Naga tersebut.


"Untung saja aku memiliki elemen magnet ini, jika tidak bisa gawat jika bertarung dengan 100 ekor Buaya Laut itu secara bersamaan." Gumam Arung sambil berenang meninggalkan Buaya-Buaya yang tidak dapat bergerak untuk sementara waktu di dasar Samudra tersebut.


"Huft........... " Suara Nafas Panjang Shilla.


"Bagaimana dia bisa membangkitkan begitu banyak elemen legenda?"'Gumam Shilla sambil berenang.


Terlihat di sekitar mereka beast-beast kecil berenang berkelompok-kelompok, saat ini Arung menggunakan mode mata kegelapan nya sehingga ia dapat melihat di dalam kegelapan malam tersebut.


"Ugh..... Gelap banget, untung saja Buaya-Buaya itu berisik jadi kami dapat dengan mudah menghindari serangan nya." Gumam Ayu yang kesusahan melihat di dasar Samudra yang gelap gulita tersebut.


Di Permukaan Samudra Zamrud Hijau.


Beberapa jam kemudian, siang hari.


Hujan yang sangat deras pun mulai mengguyur daerah perairan dalam tersebut, sesekali guntur pun menyambar ke lautan hijau tersebut.


"Jderrr.................... " Suara Guntur yang menyambar lautan hijau.


"Byurrrr.................. " Suara Hujan deras.


Terlihat Reika dan Shimura beserta 100 orang murid luar Menteri Obat masih tetap berjaga di sekitar Kapal Layar Langit tersebut.


"Apa itu?" Gumam Salah Seorang Murid Luar Menteri Obat saat melihat kerumunan Kultivator yang sedang terbang menuju ke tempat mereka.


Di kejauhan tampak Jendral Catherine beserta 3400 Komandan-Komandan, Calon-Calon Alkemis, dan Prajurit-Prajurit nya terbang ke arah Kapal-Kapal Layar Langit tersebut berada.


"Akhirnya tiba juga, Kapal-Kapal Perang itu pasti milik Jendral Mawar Ungu, Manusia Beast berbadan kekar itu benar-benar sangat gigih berniat menangkap kami." Gumam Jendral Catherine sambil melesat terbang.


Terlihat Komandan-komandan dan Calon-Calon Alkemis yang terbang bersama Jendral Catherine terluka dengan pakaian yang penuh dengan darah.

__ADS_1


"Ada apa ini Kak, kenapa mereka kembali berbarengan seperti itu, mereka pun terlihat sedang cedera Kak?" Tanya Shimura.


"Aku juga tidak tahu Adik, seperti nya ada yang tidak beres, firasatku gak enak banget." Jawab Reika.


Di Belakang Jendral Catherine dan yang lain nya terlihat 47 armada kapal perang yang mulai menembaki nya.


"Benar......."


"Sepertinya Makhluk-Makhluk Bar-bar dari Planet ini tidak senang dengan kehadiran Manusia di Planet ini, Shimura." Gumam Reika saat melihat Kapal-Kapal Perang tersebut.


"Whuuussss..... Whusss........... " Suara hempasan angin saat bola-bola meriam di tembak kan dari dalam Kapal Perang tersebut.


"Kak Reika, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Shimura.


"Situasi saat ini sangat kacau Shimura, sebaiknya aku segera melapor kepada Guru terlebih dahulu." Gumam Reika.


"Adik.....aku akan melapor kan situasi di sini kepada Guru, kau tetap pada rencana awal bunuh lah Tunangan Jendral Es tersebut." Ucap Reika lalu terbang ke Kapal Layar Langit tempat guru nya saat ini berada.


Di kejauhan terdengar ledakan akibat serangan meriam dan menewaskan beberapa Calon-Calon Alkemis.


"Duarghhh...... Duarghhh....... Duarghhh........ " Suara ledakan akibat serangan meriam tersebut.


"Blurpppppppppp....... Blurpppppppppp.......... " Suara saat tubuh-tubuh Calon-Calon Alkemis tersebut tenggelam ke dasar Samudra.


"Janet, Thio, aku akan menahan Kapal-Kapal Perang tersebut untuk sementara, segera bentuk formasi perang di tiap-tiap Kapal Layar Langit." Perintah Jendral Catherine Thunder tersebut.


"Siap Jendral." Sahut Kompak Pak Thio dan Bu Janet.


Jendral Catherine pun mulai berbalik arah kemudian mulai mengumpulkan tenaga dalam nya ke lilitan rantai di jantung nya.


"BERNARDO SKY THUNDER." Teriak Jendral Catherine kemudian mensummon Beast Kontrak nya.


Sesosok Beast Burung Elang Petir Raksasa setinggi 20 meter mulai muncul.


"Ugh.... Terakhir kali kita berjumpa kita sedang melawan Ikan Raksasa Catherine, kali ini seperti nya aku sedang berada di medan perang." Ucap Bernado.


"Kita saat ini berada di Planet Merkurius Bernardo, kepakkan sayap mu." Perintah Jendral Catherine.


Burung Elang Petir itu pun mulai mengepakkan sayap nya kemudian beberapa sambaran Halilintar Biru mulai menyambar beberapa Kapal-Kapal Perang milik Manusia Beast tersebut.


"Jderr......... Jderr........ Jderrr........... " Suara sambaran petir saat mengenai lima Kapal Perang milik Manusia Beast tersebut.


Terlihat kapal yang terkena sambaran petir tersebut berguncang, beberapa Manusia Beast yang berada di dek terjatuh ke dalam lautan hijau tersebut.


"Byurrrr................ " Suara hujan deras.


Jendral Mawar Ungu pun melesat kan tanaman merambat yang banyak dari telapak tangannya hingga memenuhi sekitaran permukaan Samudra hijau tersebut.


"Tenaga dalam yang mengerikan, seluruh permukaan lautan tertutup oleh tanaman merambat tersebut, Kapal-Kapal Layar Langit tidak akan bisa terbang sebelum aku membunuh Jendral Mawar Ungu tersebut." Gumam Jendral Catherine.


Tanaman merambat tersebut juga mengunci Kapal-Kapal Layar Langit sehingga tidak dapat bergerak.


"Serang...... " Teriak Jendral Mawar Ungu sambil menghunuskan Pedang Mawar Ungu nya.


Prajurit-Prajurit Beast pun mulai turun dari dalam Kapal-Kapal Perang tersebut dan melesat ke arah Kapal-Kapal Layar langit. Sementara itu Bu Janet dan Pak Thio sudah kembali ke Kapal dan telah bersiap bertarung di Kapal nya masing-masing guna memecah belah konsentrasi serangan Prajurit-Prajurit Beast tersebut.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2