
Tengah malam, Jeni pun mulai terbangun karena haus ia pun bangun lalu beranjak ke meja yang berada di tengah ruangan tersebut kemudian kembali meneguk Arak Ular yang tersisa sedikit lagi di dalam kendi tersebut.
"Glekkk...... Gleekkkk..... Glekkk.... " Suara saat Jeni mulai meneguk habis Arak Ular milik Sarah tersebut.
Beberapa menit kemudian Arak tersebut pun mulai bereaksi, tampak Jeni mulai kepanasan ia pun kembali beranjak ke sebelah Bos nya tersebut.
"Ugh.... Bos kau tampan banget." Gumam Jeni kemudian mulai mencumbu Arung hingga ia terbangun.
"Ugh.... Jeni, sudah kuduga, dia malu tadi." Gumam Arung kemudian mulai membalas ciumman panas Jeni.
Pergulatan panas pun kembali terjadi di dalam kamar penginapan tersebut.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 04.00 subuh sebuah dentuman besar pun terjadi di Alun-alun Desa.
"Duarghhh.............. " Suara saat ledakan dahsyat tersebut terjadi.
"Groaghhhhh.......... " Suara getaran bangunan-bangunan di sekitar lokasi kejadian tersebut.
"Whusssss............ " Suara hempasan angin saat ledakan tersebut.
Arung dan Jeni pun langsung menghentikan pergulatan panas nya kemudian mereka pun mulai berpakaian.
"Ugh.... Malu nya aku, aku merudu paksa Bos, untung saja dia tidak memenggal ku tadi." Gumam Jeni sambil kembali berpakaian.
"Jeni Ayo kita lihat apa yang sedang terjadi, seperti ada meteor yang jatuh." Ucap Arung kemudian mulai menggenggam pergelangan tangan Jeni.
"Bos, sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini kan lebih aman." Ucap Jeni.
"Sudah tenang saja Jeni, nanti kita lanjutkan lagi pergulatan panas kita sebelum nya." Ucap Arung kemudian mulai berteleport ke atas atap di salah satu mansion di dekat lokasi ledakan tersebut.
"Bos... Saranghae... " Gumam Jeni.
"Blitzzzz............. " Suara Jurus teleportasi milik Arung.
-[Di Dekat Ledakan]-
Dalam satu kedipan mata mereka pun berpindah tempat ke atas atap mansion di salah satu rumah warga di desa tersebut.
"Dup............. " Suara saat tapak kaki mereka mulai mendarat di atas genteng tersebut.
Terlihat di hadapan mereka seekor Ular Bertanduk Sembilan seukuran Black Hole Dragon tengah mengamuk dan menembak kan bola api-api hitam beracun ke segala penjuru desa.
"Duargh...... Duargh...... Duargh....... " Suara ledakan akibat serangan tersebut.
__ADS_1
"Aurghhhh........... " Suara raungan makhluk tersebut.
Terlihat sekitar 50 Prajurit-Prajurit Manusia Beast Ular di ranah alam langit mulai tiba di lokasi, mereka pun mulai menembakkan bola-bola api hitam beracun juga ke arah makhluk tersebut.
"Bos.... Itu... Itu... Tubuh nya sebesar Ratu Ular." Ucap Jeni dengan raut wajah yang sangat ketakutan.
"Tenang Jeni makhluk itu sudah terluka parah, kita akan membunuh nya saat dia lengah." Ucap Arung kemudian mulai mengeluarkan Pedang Taifun dan Pedang Naga Khayangan milik nya.
"Baik bos.... Tapi jika kondisi kita dalam bahaya, bos harus janji untuk segera pergi dari sini." Ucap Jeni kemudian mulai mengeluarkan Pedang Emas nya.
"Sepertinya dia khawatir kepada ku." Gumam Arung.
"Ia Jeni, kau tidak usah ikut bertarung dengan nya, cukup perhatikan saja aku membunuh makhluk tersebut dalam sekejap mata." Ucap Arung.
"Bos.... " Gumam Jeni.
Serangan Bola-bola api dari Prajurit-Prajurit Beast Ular tersebut pun mulai mengenai Ular Galaxi tersebut.
"Duargh... Duargh... Duargh... " Suara ledakan akibat serangan tersebut.
Ular Galaxi itu pun mulai mengibaskan ekor nya, sontak saja Prajurit-Prajurit Beast itu pun terpental akibat dari serangan tersebut sebagian bangunan di alun-alun desa tersebut pun kembali hancur.
"Aurghhhh................. " Raungan Beast Ular tersebut yang merasa sudah menang.
"Blitzzzz zz................ " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
Dalam satu kedipan mata Arung pun berpindah tempat ke belakang leher Ular Galaxi yang sedang terluka parah tersebut, ia pun mulai menyalurkan seluruh tenaga dalam nya kepada satu serangan mendadak nya tersebut.
"Whussss............... " Suara hempasan angin saat dua bilah pedang berelemen angin dan api hitam raksasa melesat ke arah leher Ular Galaxi tersebut.
"Slassshh hhh......... " Suara saat leher Ular tersebut terpotong.
"Duakk..................... " Suara saat kepala dan tubuh ular raksasa tersebut jatuh tersungkur ke atas tanah.
Suasana pun menjadi hening di tempat tersebut, warga desa dan Prajurit-Prajurit Beast yang selamat pun semuanya menatap ke arah Arung. Sementara itu Jeni sangat kaget hingga mulut nya kembali terbuka lebar.
"Apa.... Bos membunuh Beast di ranah alam malaikat itu dengan begitu mudah nya, dia benar-benar seorang assasin profesional?" Gumam Jeni yang takjub dengan ketangkasan Bos nya tersebut.
Beberapa saat kemudian essensi berwarna putih transparan beraura hantu petir api mulai keluar dari atas kepala makhluk tersebut.
"Itu dia." Gumam Arung kemudian mulai berteleport ke tempat essensi tersebut berada.
"Blitzzzz............ " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
__ADS_1
Dalam satu kedipan mata Arung pun kembali berpindah ke atas kepala Ular Galaxi tersebut, kemudian mulai menyimpan essensi ular tersebut.
"Dapat... " Gumam Arung kemudian kembali berteleport ke arah Jeni.
"Blitzzzz............ " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam satu kedipan mata Arung pun kembali berpindah ke tempat Jeni berada.
"Ayo kita pergi dari sini Jeni." Ucap Arung kemudian kembali berteleport bersama Jeni.
"Blitzzzz.......... " Suara Jurus Teleportasi Arung.
Warga dan Prajurit-Prajurit Beast Ular yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa bergumam di hati nya masing-masing.
"Apakah yang tadi itu hantu?" Gumam beberapa Prajurit-Prajurit Beast tersebut.
Tampak alun-alun desa tersebut sudah menjadi sebuah kawah dan bangunan di sekitar nya rusak parah. Kobaran api tampak di sekitar nya, mayat-mayat warga pun tampak bergelimpangan di sekitar reruntuhan bangunan tersebut.
-[Pinggiran Desa Ular Tropis]-
Dalam sekejap mata Arung dan kekasih baru nya yang penurut berpindah tempat ke pinggiran hutan di sebelah desa tersebut.
"Dup....... " Suara saat tapak kaki mereka mulai mendarat di atas tanah.
"Bagus kita sudah aman sekarang Jeni." Ucap Arung kemudian mulai mengeluarkan bola ruang lalu mulai mengubur nya di bawah salah satu pohon tersebut.
"Bos bagaimana kau bisa membunuh Ular di ranah alam malaikat dengan begitu mudah nya?" Tanya Jeni penasaran.
"Dia sedang terluka parah Jeni, dan dia pun lengah saat itu,"
"Sekarang kau harus membantuku." Ucap Arung kemudian mulai memegang pergelangan tangan Jeni.
"Mungkinkah Bos udah pengen lagi, setelah membunuh Ular tersebut, dia langsung bergairah kembali, ugh.....aku sampai lupa jika bos adalah seorang assasin berdarah dingin." Gumam Jeni.
"Gadis Penurut ini termenung lagi, dia pasti berpikir yang aneh-aneh lagi." Gumam Arung kemudian mulai mengucapkan password untuk memasuki bola ruang tersebut.
"CLARA." Ucap Arung.
Mereka berdua pun kembali tersedot ke dalam bola ruang milik Putri Naga Kecil tersebut.
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].
__ADS_1