
Sore Hari, di lapangan belakang Gedung AKPERTI.
Akhirnya giliran Arung pun tiba.
"Arungbijak Tiger." Ucap Nona Lin.
"Siap Bu...... " Jawab Arung.
"Oh... jadi dia adalah Tunangan nya Jendral Es yang terkenal itu,"
"Jadi dia ya yang sudah berhasil membuat patah hati hampir seluruh laki-laki di Benua Es Api ini." Gumam Nona Lin, baru kali ini dia melihat wajah Tunangan Jendral Love Killer yang fenomenal tersebut.
Komandan Don Juan itu pun mulai berjalan dengan gagah perkasa dengan tiga buah pedang di pinggang nya ke tempat latihan, tampak semua mata tertuju ke arah nya.
"Kenapa mereka melihat ku seperti itu ya?" Gumam Arung.
"Wah... Ganteng Banget, pantas saja Mitha menyukai nya, wajahnya begitu enak di pandang." Gumam Nona Blue.
Beberapa saat kemudian, Komandan Don Juan itu pun tiba di tempat tersebut, di lapangan yang agak jauh dari barisan tersebut. Ia pun berdiri dengan tenang lalu mulai berkonsentrasi penuh.
"Baiklah, aku sedikit bingung ada dua buah rantai yang melilit jantung ku, aku akan memulai nya sekarang." Gumam Arung.
Aura berwarna-warni pun mulai muncul di sekujur tubuh nya, tampak para Komandan-Komandan baru tersebut mulai menatap ke arah nya lalu takjub.
"Tenaga dalam yang sangat hebat, walaupun ranah nya masih berada di ranah alam langit puncak namun tenaga dalam nya sangat besar." Gumam Nona Blue.
Ia pun telah berhasil menyalurkan setengah tenaga dalam nya ke dalam rantai tersebut.
"SARAH GREEN SNAKE." Teriak Arung.
Seorang wanita cantik pun muncul di sebelahnya, sontak Dosen dan Asisten nya terkejut dengan ranah kultivasi Gadis cantik tersebut. Gadis cantik berbaju hijau itu pun mulai menoleh ke sekeliling nya lalu mulai berniat membunuh.
"Apa..... itu... itu.... adalah Beast Kontrak yang sangat-sangat kuat, makhluk itu berada di ranah alam malaikat puncak." Ucap Nona Blue, lalu berdiri dari kursi nya.
"Benar Blue, bahkan dia lebih kuat dari kita berdua jika bergabung, tenaga dalam nya sebanding dengan Ibu Rektor." Ucap Nona Lin sama-sama terkejut dan tertekan nya.
Kerumunan Komandan-komandan Baru pun mulai riuh dan berbicara dengan temannya Masing-masing, mereka mulai takjub melihat Beast Kontrak Komandan Don Juan tersebut.
"Dasar......... "
"Komandan Arung selalu saja membuat kejutan, dia benar-benar menakjubkan, pantas saja Kakak rela melepas kan masa lajang nya." Gumam Komandan Lily.
"Wah... Arung, apa mereka mengganggumu, sini biar aku bunuh mereka semua nya." Ucap Sarah mengira Arung saat ini dalam kondisi terdesak.
Aura hijau yang pekat mulai muncul di sekitar Gadis Cantik tersebut, niat membunuh nya makin besar.
"Tenang dulu Sarah, ini tidak seperti yang kau pikirkan." Ucap Arung.
Ia pun mulai menjelaskan duduk perkara kenapa ia mensummon nya.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
"Hah......... " Suara Nafas Panjang Sarah.
"Hampir saja aku membunuh mereka semua nya, ya sudah mumpung kita disini ayo kita jalan-jalan Suamiku." Ucap Sarah, lalu menarik lengan suami sah nya tersebut lalu terbang dari lapangan tersebut.
"Sarah tunggu dulu.... " Ucap Arung.
"Whusss........... " Suara Hempasan Angin saat mereka berdua terbang.
Melihat sepasang suami istri tersebut terbang Nona Blue dan Nona Lin hanya bisa pasrah, mereka berdua pun tidak berani menghentikan nya lalu melanjutkan pelatihan Komandan-komandan baru tersebut.
"Baiklah kita lanjutkan pelajaran ini, Lin panggil Kadet berikutnya." Ucap Nona Blue.
"Baik Blue." Ucap Nona Lin.
Pelajaran pun kembali di lanjutkan, Nona Lin pun mulai memanggil Komandan Berikut nya, sementara itu sepasang suami istri tersebut sedang terbang bersama di atas langit AKPERTI.
Di langit.
"Hah.......... " Suara Nafas Panjang Arung.
"Mau gimana lagi, aku ikut terbang aja lah." Gumam Arung.
"Wah...... aku sudah lama sekali gak ke Planet Bumi, ajak aku makan donk suami ku." Ucap Sarah.
"Baiklah Sayang, aku akan menteleportasi kan kita berdua ke tempat makan yang enak." Gumam Arung berniat menteleportasi kan nya ke Warung Makan Daging Panggang Siluman Air di Kota Awan Hitam.
"Blitzzzz............. " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam sekejap mata mereka berdua pun berpindah tempat ke Langit di Atas Kota Awan Hitam. Arung dan Sarah pun mulai memasang perisai hujan di atas kepala nya.
"Byurrrr................ " Suara hujan deras.
"Dimana kita saat ini Arung?" Tanya Sarah.
"Kita saat ini ada di Kota Awan Hitam Sarah, ikuti aku kita akan makan di tempat yang enak." Ucap Arung, lalu mulai terbang menuju Warung Makan Daging Panggang Siluman Air.
"Ayo Sayang." Ucap Sarah, lalu terbang mengikuti Arung.
"Whusss............. " Suara hempasan angin saat mereka berdua terbang.
Beberapa saat kemudian pun mereka tiba di Warung tersebut.
"Dup...... " Suara langkah kaki mereka berdua saat mulai mendarat di atas tanah.
Sepasang suami istri itu pun mulai masuk ke dalam Warung tersebut, tampak di dalam nya sudah ramai dengan pengunjung yang sedang menikmati hidangan Daging Siluman Air. Mereka pun duduk di pojokan Warung, beberapa saat kemudian pelayan pun datang, mereka pun mulai memesan makanan.
"Arung, Kakak ku sangat rindu dengan mu, padahal baru beberapa hari kau meninggalkan nya." Ucap Sarah.
"Gimana keadaan Irish, Sarah?" Tanya Arung.
"Kalau fisik dan tenaga dalam nya sich sedang berada pada kondisi puncak nya, tapi kalau hati nya sich sedang berada di posisi kurang baik Suami ku." Ucap Sarah.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Kekasih Gelap Arung pun mulai masuk ke dalam Warung tersebut juga, berniat mengisi perut nya di sore hari.
"Arung, Nona Sarah, sedang apa mereka di sini?" Gumam Luna lalu mulai menghampiri mereka berdua.
Bagaimana bisa Luna mengenali Sarah, semua nya ini masih sebuah rahasia semesta.
"Makan enak gak ngajak-ngajak ya, Arung, Nona Sarah." Ucap Luna lalu duduk di samping Arung.
Sepasang suami istri itu pun mulai menatap ke arah Gadis Cantik yang baru saja menyapa mereka, alangkah terkejutnya Arung saat itu.
"Luna, bagaimana mungkin dia bisa mengenal Sarah?" Gumam Arung.
"Siapa Wanita ini, bagaimana dia bisa mengenaliku?" Gumam Sarah kebingungan.
"Luna, duduk lah aku mengajak Sarah makan di sini, katanya dia pingin makan hidangan yang enak." Ucap Arung.
"Mungkinkah istri mu lagi ngidam Arung, wah.... Nona Sarah Warung ini memang terkenal di kota ini, makanan di sini sungguh lezat." Ucap Luna.
"Lho... ini semakin aneh, bagaimana dia mengetahui hubungan ku dengan Sarah?" Gumam Arung.
Beberapa saat kemudian Pelayan pun mulai datang dan menghidangkan pesanan mereka ke atas meja, Luna pun mulai ikut memesan makanan untuk nya. Setelah itu mereka pun mulai mengobrol ringan sambil menyantap Daging Panggang Siluman Air dan sekaleng Beer.
Beberapa saat kemudian mereka bertiga pun selesai makan sore, Arung dan Sarah pun berniat kembali ke Kota Seribu Obat.
"Pelayan... " Ucap Arung, berniat membayar.
"Tidak usah Arung, biar aku yang membayar nya, lagian aku pernah berhutang nyawa dengan Nona Sarah, kalian tunggulah di luar." Ucap Luna, lalu beranjak pergi ke kasir.
"Bagaimana Gadis itu bisa mengenaliku dan juga mengetahui hubungan kita Arung?" Tanya Sarah, sambil berjalan keluar dari dalam Warung.
"Aku juga bingung Sarah, sebaiknya nanti saja kita pikirkan." Ucap Arung, sambil berjalan keluar dari dalam Warung.
Di Luar Warung.
"Byurrrrr................. " Suara Hujan Deras.
Sebuah White Hole pun muncul secara tiba-tiba tepat di atas pintu masuk Warung, tampak dua buah rantai putih mulai melesat melilit Arung dan Sarah yang baru saja keluar dari dalam Warung tersebut.
"Ugh..... White Hole ini lagi." Gumam Arung, sambil berusaha melepaskan diri dari lilitan rantai putih tersebut.
"Rantai apa ini, seluruh tenaga dalam ku rasanya tersegel." Gumam Sarah sambil berusaha melepaskan diri dari lilitan rantai tersebut.
Mereka berdua pun mulai terseret masuk ke dalam White Hole Misterius tersebut.
"Warp..... Warpp..... warpppp...... " Suara saat mereka berdua mulai terhisap ke dalam White Hole tersebut.
Kebetulan sekali saat White hole tersebut muncul dan mereka terhisap ke dalam nya tidak ada seorang pengunjung pun yang keluar atau pun masuk ke dalam Warung tersebut.
"Kraakkkkk........... " Suara pintu terbuka.
"Kemana suami istri itu pergi?" Gumam Luna.
__ADS_1
Ia pun mulai menoleh ke sekeliling nya, namun Arung dan Sarah tidak terlihat lagi.
"Seperti biasanya Nona Sarah selalu saja menghilang seperti hantu." Gumam Luna lalu kembali ke kediaman Thunder.