Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Yuki Tiger.


__ADS_3

Di dalam kamar.


Saat ini Arung tengah berbaring di atas tempat tidur, ia pun lalu teringat dengan Komandan Bertopeng Emas yang masih terbaring di dalam kamar yang penuh sejarah di dalam bola ruang milik Putri Naga Kecil.


"Busyet dech............... "


"Aku kelupaan dengan Gadis Bertopeng emas berambut merah itu, aku harus segera kembali ke dalam bola ruang." Gumam Arung, lalu mulai mengeluarkan bola ruang tersebut lalu mulai meletakkan nya di atas ranjang.


"CLARA." Ucap Arung, lalu mulai terhisap masuk ke dalam bola ruang tersebut.


"Blitzzzz............ " Suara saat Arung mulai terhisap ke dalam bola ruang tersebut.


Di Dalam Bola Ruang, di Pulau Putri Naga Kecil.


"Dup................... " Suara saat Tapak kaki Arung mendarat di atas tanah di depan gerbang mansion tersebut.


Saat ini Arung hanya mengenakan celana boxer saja, ia pun mulai berjalan masuk ke dalam mansion tersebut.


Di Lantai tiga, di dalam Kamar Penuh Sejarah tersebut.


Tampak Komandan Bertopeng Emas tersebut telah bangun, lalu bingung melihat sekeliling nya.


"Ugh...... di mana aku saat ini?" 'Gumam Yuki.


Lalu bangun dan menoleh perban pada lukanya, beberapa saat kemudian Komandan Don Juan itu pun masuk ke dalam kamar.


"Kraakkkk........ " Suara saat pintu terbuka.


Yuki Tiger pun terkejut saat melihat Komandan Don Juan tersebut.


"Siapa Kau?"


"Kenapa kau berpakaian seperti itu, apa kau mau mencabuli ku?" Tanya Yuki Tiger telah gagal paham melihat penampilan Arung.


"Ugh... ranah ku telah hilang gara-gara racun di Pedang Kehidupan tersebut, saat ini aku hanyalah wanita biasa yang rentan." Gumam Yuki.


"Tenang Nona, aku akan menjelaskan segalanya." Ucap Arung, lalu mulai duduk di atas ranjang.


"Sepertinya dia pemuda yang baik, dia dapat dengan mudah merogol ku dengan ranah nya saat ini, sebaiknya aku mendengarkan penjelasan nya terlebih dahulu." Gumam Yuki.


Arung pun mulai menjelaskan kejadian mengenai White Hole tersebut, dan menjelaskan tentang bola ruang tersebut.


Beberapa menit kemudian Yuki pun mulai memahami situasi serta kejadian yang sedang melanda nya.


Kembali Ke Ruang Santai di Dalam Kamar Ber Nomer 101 di Gedung berbentuk Pedang Menancap tersebut.


Saat ini Rea si Rubah Hitam tengah tidur di samping TV sejak sore tadi karena kelelahan bermain.

__ADS_1


"Zzzztttt.............. " Suara Rea saat tidur.


"Ugh.... aku sangat penasaran dengan sikap Arung, sebaiknya aku masuk lalu menanyakan nya saja langsung." Gumam Shilla, lalu bangun.


"Kak aku ngantuk banget ya, aku mau tidur dulu." Ucap Shilla.


"Pasti dia mau menginterogasi Suamiku, sebaiknya aku ikut." Gumam Xiao Mei Mei.


"Kebetulan sekali Shilla, aku juga mengantuk." Ucap Xiao Mei Mei lalu mulai mematikan televisi.


"Ugh.... Kak Mei Mei, dia tahu aja kalau aku mau menginterogasi Suami nya." Gumam Shilla.


Mereka berdua pun mulai masuk ke dalam kamar tersebut, lalu mulai terkejut saat melihat ternyata kamar tersebut kosong dan hanya ada sebuah bola ruang di atas ranjang tersebut.


"Wanita mana lagi yang disembunyikan Komandan Fuckboy itu di dalam bola ruang tersebut." Gumam Shilla.


"Ayo Kak, Arung pasti membawa wanita lain nya di dalam bola ruang tersebut, ayo kita labrak Pelakor itu." Ucap Shilla, lalu mulai menggenggam tangan Xiao Mei Mei.


"Pelakor, bola apa maksud nya Shilla?" Gumam Xiao Mei Mei.


Xiao Mei Mei belum mengetahui artifak Bola Ruang milik Komandan Don Juan tersebut, sehingga ia masih bingung akan maksud perkataan Shilla tersebut.


"CLARA." Ucap Shilla.


"Lho... nama siapa lagi yang di ucapkan oleh Shilla, aku makin bingung di buat nya, apa anak ini salah meracik obat sebelum nya?" Gumam Xiao Mei Mei.


Beberapa saat kemudian Xiao Mei Mei dan Shilla pun mulai terhisap masuk ke dalam bola ruang tersebut.


Di Dalam Pulau Putri Naga Kecil.


"Dup................ " Suara saat Tapak kaki Shilla dan Xiao Mei Mei mendarat di atas tanah.


Tampak Xiao Mei Mei bingung mengamati sekeliling nya.


"Dimana kita saat ini Shilla, tempat apa ini?" Tanya Xiao Mei Mei.


Shilla pun mulai menjelaskan perihal Bola ruang tersebut, sambil berjalan masuk dengan tergesa-gesa ke dalam mansion.


"Ooooo.... Suami ku dia tidak pernah memberitahukan ku mengenai artifak ajaib ini, awas dia, sekarang aku sudah mengerti kenapa Shilla berkata seperti itu,"


"Aku khawatir dia membawa wanita lainnya di dalam bola ini." Gumam Xiao Mei Mei sambil menaiki tangga mansion.


Shilla dan Xiao Mei Mei saling bertatapan dan memikirkan hal yang sama di dalam benak nya, yaitu berniat melabrak Pelakor tersebut.


Di Dalam Kamar Penuh Sejarah tersebut.


Yuki pun mulai membuka topeng emas nya, alangkah terkejut nya Arung melihat kecantikan Matriak nya tersebut.

__ADS_1


"Wah........ Cantik nya, beautifull girls.... " Gumam Arung.


"Jadi begitu cerita nya, aku saat ini berada di masa depan." Ucap Yuki.


"Ya Nona Cantik perkenalkan nama ku Arungbijak Tiger." Ucap Arung sambil menjulurkan tangan nya berniat berjabat tangan.


"Tiger, mungkinkah dia berasal dari Keluarga Tiger ku?" Gumam Yuki.


"Aku Yuki Tiger." Ucap Yuki kemudian menjabat tangan Arung.


"Yuki Tiger, sepertinya aku pernah mendengar nama tersebut, tapi dimana yach?" Gumam Arung.


Beberapa saat kemudian Shilla dan Xiao Mei Mei tiba tepat di depan pintu kamar penuh sejarah tersebut.


"Awas dia kalau berani membawa gadis lain nya." Gumam Shilla lalu mulai membuka pintu nya.


"Krakkk.......... " Suara pintu kamar yang penuh dengan sejarah itu pun terbuka.


Melihat Calon Suami nya hanya mengenakan celana boxer saja lalu memegang tangan wanita cantik di atas ranjang tersebut, emosi Shilla pun naik.


"Plok.............. " Suara Tamparan Shilla ke pipi Arung.


"Dasar Pelakor...... " Ucap Shilla, lalu mulai meninggalkan kamar dan menangis terisak-isak di ruang santai.


"Ugh..... pipiku, Shilla gagal paham." Ucap Arung lalu mengelus-ngelus pipi nya yang baru saja di tampar.


Xiao Mei Mei lebih terkejut lagi saat menatap ke arah Gadis Berambut Merah tersebut, ia sangat mengenali wajah Gadis Tercantik di Desa Tiger sebelum Vinic.


"Kak Yuki, kaukah itu?" Tanya Xiao Mei Mei.


Arung pun terkejut saat mengetahui kalau Xiao Mei Mei mengenali wanita yang berasal dari masa lalu tersebut.


"Mei Mei, ia ini aku Yuki." Ucap Yuki.


Xiao Mei Mei pun berlari ke arah Yuki Tiger kemudian memeluk nya, sambil menangis haru.


"Kak Yuki..... "


"Untung kau sudah kembali, sejak kepergian mu Keluarga Tiger dan Desa Tiger mengalami penurunan." Ucap Xiao Mei Mei.


"Hiks...... Hiks..... Hiks...... "


"Hiks....... Hiks..... Hiks...... " Tangis Haru Xiao Mei Mei.


"Malam yang aneh, yang satu menampar ku lalu menangis karena salah paham yang satu nya lagi memeluk Komandan Bertopeng Emas lalu menangis haru." Gumam Arung.


"Kasian Mei Mei, pasti berat pasca aku menghilang selama 20 tahun ini." Gumam Yuki.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.........


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2