
-[Gazebo di pinggir kolam Istana]-
Raut wajah sang kaisar sangat bahagia, hati nya yang sebelumnya di penuhi rasa cemas dan khawatir dengan kesembuhan sahabat karib nya Yuki akhirnya bisa tenang setelah mendengarkan laporan dari salah satu Prajurit nya tersebut.
"Yuki, kau akan segera pulih dan dapat kembali berlatih kultivasi seperti sedia kala nya, ini semua karena aku menugaskan mu ke Gurun Api Es 20 tahun yang lalu." Gumam Kaisar Ye kemudian mulai menelpon Yuki.
Ternyata Kaisar Ye merasa bersalah atas perintah nya kepada Yuki 20 tahun yang lalu saat dia menugaskan Panglima Harimau Api tersebut menumpas Beast Kura-Kura Bercangkang Emas tersebut.
-[Mal Seribu Obat (MSO)]-
Xiao Mei Mei, Nyonya Vinic, Tetua Shiyu, dan juga Matriak Yuki baru saja selesai berbelanja di dalam mal tersebut, saat ini mereka sedang beristirahat di Restoran Cepat Saji DEFC, tampak Rea si Rubah Hitam sangat menikmati daging Beast ayam tepung tersebut, makhluk buas berekor sembilan tersebut makan dengan lahap nya.
NOTE : DEFC Kepanjangan nya adalah Dewi Es Fried Chicken.
Beberapa pengunjung tersebut mulai menoleh ke arah Beast Dewa tersebut, kemudian kembali memalingkan wajah nya di karenakan tertekan dengan ranah tinggi yang dimiliki oleh Xiao Mei Mei.
"Bukan kah itu Beast Rubah Dewa, bagaimana Beast itu bisa sangat jinak." Gumam Salah Satu Pengunjung DEFC tersebut.
"Wah.... Semenjak Kak Yuki kembali,"
"Kehidupan mewah kita yang dulu balik lagi ya Vin, senang banget rasanya." Ucap Xiao Mei Mei dengan raut wajah yang bahagia.
"Benar Mei Mei, selamat tinggal hari-hari miskin ku dulu, selamat datang hari-hari bahagia ku." Ucap Nyonya Vinic kemudian mulai menyantap daging tepung lezat tersebut.
"Aku pun mendapat kabar jika Truk Perang telah tiba di Kediaman Kita Matriak Yuki,"
"Para Tetua lain nya sangat senang dan mereka akan berangkat segera malam ini." Ucap Tetua Shiyu.
"Wah... Bagus itu Shiyu aku akan meminta Kaisar Ye untuk membiarkan mereka menginap di aula kantor Prajurit kota Seribu Obat selama beberapa malam sampai acara tersebut selesai." Ucap Yuki.
"Level Panglima Perang memang berbeda." Gumam Xiao Mei Mei.
"Baik Matriak Yuki, kalau begitu aku akan memberi tahu Tetua lain nya mengenai hal tersebut." Ucap Tetua Shiyu.
Sementara itu kesepuluh Komandan yang menjaga Panglima Harimau Api itu pun sedang bergosip tentang kejayaan Yuki di masa lalu nya.
"Tidak kusangka Panglima Perang yang sering disebut sebagai Jendral Harimau Api berubah menjadi seorang gadis kecil mungil seperti itu." Gumam salah Satu Komandan Wanita yang menjaga Yuki Tiger.
"Ugh.... Dulu Gadis Kecil itu sangat di takuti lawan dan disegani oleh kawan." Gumam Komandan lain nya.
Kesepuluh Komandan tersebut mengetahui identitas asli Yuki Tiger, mereka pun sedikit tertekan dengan kebesaran sosok JENDRAL HARIMAU API tersebut di masa lalu.
Beberapa menit kemudian HP milik Yuki pun mulai berdering.
__ADS_1
"Kring...... Kring...... Kring.... " Suara HP Yuki berdering dari dalam cincin ruang milik nya.
Yuki baru saja mengganti HP nya dengan HP edisi terbaru dan termahal, Xiao Mei Mei dan yang lain nya pun takjub melihat kekayaan yang di miliki oleh Panglima Harimau Api tersebut.
"Aku harus meminta Arung membelikan sebuah mobil baru dan HP mewah seperti milik Kak Yuki,"
"Aku kan pengen juga." Gumam Xiao Mei Mei.
Yuki pun melihat nama yang muncul di layar HP mewah nya tersebut.
"Kaisar Ye, buat apa dia menelpon ku?" Ucap Yuki saat melihat nama yang muncul di layar HP mewah nya tersebut.
Para Komandan yang berjaga, Nyonya Vinic dan yang lain nya sontak kaget saat orang nomer satu di Benua Es Api tersebut menelpon Kak Yuki, kecuali Rea si Rubah Hitam makhluk itu terus menyantap daging ayam tepung nya tanpa memperdulikan sekitar nya.
"Level Perwira Tinggi memang berbeda dengan kami yang hanya berpangkat Komandan ini, bahkan Kaisar Ye yang super sibuk itu sempat menelpon Jendral Yuki." Gumam Salah Satu Komandan yang berjaga tersebut.
"Ugh.... Dia benar-benar Panglima Harimau Api dan merupakan Salah Satu dari Trio Legenda Panglima Perang Kekaisaran ini." Gumam Komandan lain nya.
"Aku sudah sering melihat Kak Yuki nelponan dengan Kaisar namun hal itu masih saja membuat ku gugup sampai dengan saat ini." Gumam Nyonya Vinic.
Sementara itu Xiao Mei Mei dan Tetua Shiyu hanya diam kemudian mencuri dengar pembicaraan Kaisar Ye dan Matriak Yuki tersebut.
"Halo Gadis Es, ada apa menelpon ku?" Tanya Yuki dengan santai nya.
"Buset...... Bahkan dia memanggil Kaisar Ye dengan sebutan Gadis Es, jika orang lain yang mengatakan nya pasti akan di pancung karena dianggap menghina negara." Gumam Xiao Mei Mei yang sedang menguping dan pura-pura makan.
Raut wajah Matriak Yuki kembali terlihat berseri-seri perasaan nya pun bahagia saat mendengar kan kabar di temukan nya Buah Pohon Kematian tersebut.
"Terima Kasih banyak Yelian, kau benar-benar Sahabat Baik ku,"
"Setelah mengkultivasi Pil Penawar Racun Kehidupan tersebut aku bisa berkonsentrasi pada kultivasi ku kembali dari awal lagi." Ucap Yuki dengan nada suara yang sedikit sedih karena harus memulai semuanya lagi dari nol.
"Aku akan memerintahkan kepada Ketua AKPAVLA untuk meracik obat tersebut langsung di istana ku, Adik ku Mitha akan mengantarkan nya kepada mu saat Ujian Final Alkemis nanti." Ucap Kaisar Ye.
"Sekali lagi Terima kasih Yelian, di saat aku terpuruk begini kau telah menolong ku." Ucap Yuki.
"Baiklah Yuki, aku masih ada sedikit urusan lain nya, tenanglah penawar racun tersebut akan beres dalam waktu sebulan." Ucap Kaisar Ye lalu mulai menutup telpon nya.
Para Penjaga, Tetua Shiyu dan yang lain nya pun kembali menyantap daging ayam tepung tersebut sambil bergumam di dalam hati nya masing-masing.
"Apa aku ikut ujian menjadi Prajurit saja ya, tapi dengan umurku segini apa bisa atau tidak ya?" Gumam Xiao Mei Mei yang termotivasi saat melihat kewibawaan sang Panglima Harimau Api tersebut.
Raut wajah Yuki pun menjadi cerah kemudian bersinar, semangat hidup nya sudah kembali seperti dua puluh tahun yang lalu, ia pun mulai mengusap-usap kepala Rea si Rubah Hitam tersebut.
__ADS_1
"Hari-hari menyedihkan ku sebentar lagi usai, Hari-hari kerasku untuk melatih kembali seluruh seni beladiri ku akan dimulai beberapa hari kedepannya." Gumam Yuki dengan Tekad yang ber api-api tersebut.
"Ugh.... Sepertinya Kak Yuki mendapatkan berita baik, syukurlah dia sudah kembali ceria seperti dulu lagi." Gumam Nyonya Vinic.
-[Kembali ke Arung dan Irish]-
Sore Hari nya, sepasang suami istri tersebut tengah duduk di pinggiran pantai sambil saling merangkul dan memandangi hamparan Danau Putri Naga Kecil tersebut sambil sesekali melemparkan batu kerikil kecil yang lempeng ke permukaan Danau berair jernih tersebut.
"Dash..... Dash..... Dash...... " Suara saat lempengan kerikil kecil tersebut memantul beberapa kali di atas permukaan danau yang jernih tersebut kemudian tenggelam perlahan ke dasar Danau.
"Blurpppppppppp................. " Saat kerikil lempeng tersebut mulai tenggelam ke dalam danau.
"Sayang, jika cintaku seluas Danau ini kepadamu, sebesar mana cinta mu kepada ku?" Tanya Gadis Cantik Berpakaian Putih tersebut sambil menyandarkan kepala nya ke dada suaminya tersebut.
Arung pun mulai mengayunkan lengannya, suhu udara mulai terasa sejuk di sekitar mereka. Naga Muda itu mulai membelai rambut indah Ratu Ular tersebut dengan lembut.
Ia pun bangun setelah nya lalu mulai mengepalkan tiga jarinya kemudian melempangkan jari telunjuk dan jari tengah nya kemudian mulai membelakangi Iris dan menghadap ke Danau yang tenang tersebut.
"HUJAN DERAS YANG TURUN MENGGUYUR SELALU DI TEMANI OLEH GUNTUR,"
"GUNTUR PUN SELALU DITEMANI OLEH KILATAN- KILATAN CAHAYA,"
"KILATAN-KILATAN CAHAYA PUN SELALU DI TEMANI OLEH SUARA-SUARA YANG MENGGELAGAR SETELAH NYA,"
"AKU TIDAK TAHU SEBESAR MANA CINTAKU, TAPI KAU ADALAH SEPARUH AKU,"
"DIRIKU TIDAK AKAN JADI UTUH TANPA MU IRISH." Ucap Naga Muda tersebut dengan tulus.
Untuk beberapa saat Irish pun terpana dengan Puisi Singkat Naga Muda yang begitu tulus tersebut.
"Dup.. Dup.. Dup.. "
"Dup.. Dup.. Dup.. " Suara detak jantung Irish dengan ritme cepat.
"Jantungku berdegup sangat kencang, perkataan Naga Muda begitu tulus." Gumam Irish kemudian mulai meneteskan air mata haru di pipi nya tersebut.
Gadis Cantik itu pun memeluk pinggang Arung dari belakang dengan penuh cinta, Naga Muda pun menggenggam tangan yang memeluk nya tersebut. Dari mulut Gadis Cantik tersebut terlontar sebuah kata yang tulus dari dalam lubuk hati nya yang paling dalam.
"AKU CINTA PADA MU..... " Ucap Irish.
Tak lama berselang Gadis Cantik itu pun kembali mensummon dirinya pulang ke Planet Kuno Jupiter.
"AKU JUGA.......... " Ucap Arung.
__ADS_1
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].