Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Rencana Gerakan Serangan Ujian Final AKPAVLA "GESUVLA" Jendral Es.


__ADS_3

Kembali ke Wakil Komandan Gisel yang telah meminum banyak sekali beer di atas atap Kapal Layar Langit nya, keadaan Gadis Berambut Pirang tersebut saat ini sudah mabuk berat dengan hati yang sedang hancur berkeping-keping.


"Dulu aku bisa menerima Shilla karena kau berhutang budi pada Keluarga yang mengadopsi mu, tapi Kak Luna kenapa kau menerimanya, itu pasti karena nafsumu, kurang apa aku...........,"


"Aku gak rela....... " Teriak Gisel lalu mulai tak sadar kan diri.


"Brukkkk.............. " Suara saat tubuh Gisel tersungkur jatuh ke atas atap Kapal tersebut.


Hari ke 15 di Planet Merkurius.


Terlihat Reika dan Shimura serta beberapa murid luar Menteri obat tengah berjaga di atas samudra Zamrud hijau tersebut sambil menanti kedatangan Pemuda yang telah mematahkan hati Guru nya tersebut.


"Kak.......sudah 15 hari kita berada di sini namun Tunangan Jendral Es itu belum kembali,"


"Informasi terakhir yang kudapat dari beberapa murid luar yang mengikutinya tempo lalu,"


"Dia saat ini sedang menyelam di dalam samudra ini, Jangan-jangan dia sudah mati di mangsa Beast Buas di dalam perairan dalam ini Kak." Ucap Shimura.


"Kuharap seperti itu Shimura, kita tetap akan berjaga di sini sampai kita kembali ke Planet Bumi, saat itu baru kita dapat menyimpulkan Arung sudah mati ataupun masih hidup." Ucap Reika.


"Oh... jadi nama Tunangan Jendral Es itu adalah Arung." Gumam Shimura.


"Baik Kak..... " Ucap Shimura lalu kembali berjaga di atas samudra hijau tersebut.


Kediaman Perdana Menteri Azura.


Terlihat saat ini Racun Tua tersebut sedang sarapan pagi bersama istri tercinta nya di dalam ruang makan di dalam mansion tersebut.


"Racun Tua, aku mendapatkan info di istana Kaisar Es kalau Jendral Es akan menghadiri acara ujian final alkemis di Kota Seribu Obat, kudengar juga ia hanya membawa 30 ribu pasukan bersama nya." Ucap Shana sambil menyantap nasi gurih ayam nya.


"Bagus.... Baguslah kalau seperti itu, kapan acara itu akan segera di mulai Sayang?" Tanya Racun Tua sambil menyantap lontong pecel nya.


"Ugh.... Perutku terasa mual, seperti nya aku sudah hamil di buat racun tua ini." Gumam Shana.


"Tujuh bulan lagi Racun Tua, kuharap kali ini kau berhasil menyingkirkan Jendral Es selamanya." Ucap Shana.


"Tentu saja Sayang operasi kali ini kuberi nama " GESUVLA JENDRAL ES"." Ucap Racun Tua.


"GESUVLA apa itu Racun Tua?" Tanya Shana penasaran.


"Gerakan Serangan Ujian Final AKPAVLA Jendral Es, Sayang." Ucap Racun Tua.


"Ha... Ha..... Ha....... "

__ADS_1


"Ha.... Ha.... Ha....... " Tawa Shana saat mendengar code name tersebut.


"Bagus Racun Tua, segera beritahu Ratu Racun tentang berita baik tersebut." Perintah Shana.


"Siap Sayang." Jawab Racun Tua sambil menyantap lontong pecel nya.


Sepasang suami istri yang memiliki hobi membunuh itu pun kelihatan bahagia sekali saat sarapan pagi tersebut. Setelah selesai sarapan Perdana Menteri Racun pun mulai memberitahukan informasi tersebut langsung kepada Yang Mulia Ratu Racun di Kerajaan Iblis Ular.


Hotel Paviliun Racun Cabang Kota Seribu Obat.


Terlihat Komandan White Rock tengah duduk di atas atap Paviliun tersebut di kawal oleh 10 orang Prajurit Wanita White Rock, salah seorang Prajurit yang di tugaskan mengumpulkan informasi mengenai Tunangan Jendral Es pun telah kembali.


"Lapor Komandan, sesuai jadwal ujian di AKPAVLA Tunangan Jendral Es akan kembali dalam tujuh bulan lagi." Ucap Prajurit White Rock tersebut.


"Hmmm..... Tujuh bulan lagi ya, memang itu sangat lama, tapi demi membalas dendam ku, aku akan menunggu dengan sabar di Hotel Paviliun Racun ini." Gumam Komandan White Rock tersebut.


"Kembalilah dan terus kumpulkan informasi mengenai target kita." Perintah Komandan White Rock dengan tenang.


"Siap Komandan." Jawab Prajurit White Rock tersebut kemudian pergi kembali mengumpulkan informasi mengenai Arung.


Komandan White Rock pun memulai meditasi nya untuk menenangkan diri nya serta meredakan emosi nya.


"Ugh.... tenanglah aku pasti akan membunuh Tunangan Jendral Es itu, Black Rock." Gumam Komandan White Rock.


Di salah satu Pulau Kecil di Samudra Zamrud Hijau, Dilla dan tim nya tengah menyusuri hutan di Pulau tersebut.


"Dilla, kita sudah lima belas hari menyusuri Pulau ini tapi belum menjumpai Pohon Kematian tersebut, tiap inchi pulau ini telah kita jelajahi." Ucap Kiky.


"Benar Dilla seperti nya Buah Pohon Kematian itu hanya lah legenda belaka." Ucap Alia.


"Benar juga, tinggal satu tempat yang belum kita periksa." Ucap Dilla sambil menunjuk ke arah Goa Giok Merah tersebut.


"Gadis ku memang hebat, aku yakin buah Pohon Kematian pasti ada di dalam Goa Giok merah tersebut." Ucap Jackal Windstorm kemudian kembali mencium Dilla karena bergairah.


Dilla pun terpaksa membalas ciuman Komandan Gila Ciuman tersebut.


"Ugh..... Mereka melakukan nya lagi Alia." Ucap Kiky lalu membalikkan tubuh nya.


"Uekkk...... Aku mau muntah saat mereka berdua mulai berciuman panas seperti itu." Ucap Alia lalu membalikkan tubuh nya.


Beberapa saat kemudian sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara itu pun menyudahi ciuman nya.


"Ladies, ayo kita masuk ke dalam Goa Merah ini, mana tau ada harta di dalam nya." Ucap Komandan Jackal.

__ADS_1


"Ayo..... " Sahut kompak Dilla dan yang lain nya lalu masuk ke dalam Goa Merah tersebut.


Mereka berempat pun mulai memasuki Goa Merah tersebut, Komandan Jackal pun memimpin di depan.


Beberapa jam kemudian.


"Ugh... Jauh juga ya?" Ucap Kiky.


"Mana mungkin ada pohon tumbuh di dalam giok Dilla, sebaiknya kita kembali saja." Ucap Alia.


"Benar yang di katakan Alia, sebaik nya aku menjelajahi Pulau lain nya dan tidak membuang waktu ku di sini." Gumam Dilla.


"Jangan Alia, ini sudah kentang, kita sudah berjalan ber kilo-kilo jauh nya, nanggung dikit lagi, ayo." Ucap Komandan Jackal sambil berjalan ke depan.


"Huft......... " Suara Nafas Panjang Dilla.


"Teman-teman ayo kita ikuti Komandan Gila Cium itu." Bisik Dilla.


"Hah......... " Suara Nafas Panjang Alia dan Kiky.


Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di ujung Goa, di sana terdapat sebuah danau lahar merah, terlihat di depan mereka sebuah Goa Bawah Tanah Raksasa yang mana ditengah-tengah nya terdapat sebuah Pulau kecil yang di kelilingi oleh lahar yang bersuhu panas.


"Lihat kan apa aku bilang, kita menemukan harta karun, firasat ku selalu tepat." Ucap Komandan Jackal lalu mengeluarkan cincin emas nya begitu pula dengan yang lain nya.


Di tengah pulau giok merah kecil tersebut terdapat sebuah kerangka gadis kecil dengan cincin merah di tangan nya, Komandan Jackal dan Dilla pun bermaksud mengambil cincin harta tersebut.


"Kadang insting Komandan Gila Cium ini benar juga." Gumam Alia saat menoleh ke arah cincin tersebut.


Mereka berempat pun terbang ke arah pulau giok merah tersebut.


"Whusss............... " Suara hempasan angin saat mereka berempat terbang ke arah Pulau Giok Merah tersebut.


Seekor Beast Kelabang Merah dengan panjang 50 meter pun muncul dari dalam Danau lahar yang panas tersebut, mereka pun mulai melayang di sekitar Beast tersebut.


"Alia, Kiky, mundur lah biar aku dan Jackal yang menghadapi nya." Perintah Dilla Azura.


"Baik Dilla...... " Sahut Kompak mereka berdua lalu terbang menjauhi Dilla dan Komandan Jackal.


Kelabang Merah itu memiliki kekuatan setara kultivator di ranah alam harimau puncak serta berelemen lahar panas yang langka.


"Aurghhhhh.................. " Suara raungan Beast tersebut.


TO BE CONTINUED.........

__ADS_1


[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].


__ADS_2