
Perbatasan Kota Awan Hitam.
Tampak Pimpinan Naga Magnet Surgawi tersebut masih tak sadar kan diri dan sedang tersungkur di atas tanah, saat ini Jendral Es masih melayang di atas medan peperangan yang membara tersebut. Sementara itu para Naga-Naga Magnet Surgawi yang tersisa pun kembali bertarung dengan para Prajurit-Prajurit dan Komandan-komandan yang ada.
"Byurrrr................ " Suara hujan deras.
"Hah...... Hah..... Hah........ " Suara terengah-engah Luna.
"Naga Magnet Surgawi ini begitu kuat, seluruh Prajurit-prajurit yang bertarung dengan ku saat ini telah tewas semuanya"
"Sepertinya aku tidak bisa melangsungkan malam pertama lagi dengan Pendekar Naga, maafkan aku sayang kau harus menjadi calon duda sebelum menikah." Gumam Luna, lalu mulai menutup kedua mata nya sambil menyandarkan tubuhnya pada Pedang Petir Ungu yang menancap di tanah.
Tampak di sekitar Luna 20 tubuh tak bernyawa Prajurit yang bertarung dengan nya tergeletak berserakan. Melihat musuh nya yang sudah menyerah, makhluk buas ini pun berniat memakan Luna hidup-hidup.
"Wanita manusia ini seperti nya sudah kehilangan niat bertarung nya, sebaiknya aku mengunyah nya hidup-hidup sekarang rasa nya pasti nikmat sekali." Gumam Naga tersebut, lalu mulai menerjang ke arah Luna.
"Whusss................ " Suara hempasan angin saat Naga Magnet Surgawi tersebut mulai menerjang dengan mulut yang menganga ke arah Luna.
"Daging segar.... daging wanita ini pastilah sangat lezat." Gumam Naga tersebut.
"Ugh.... Sepertinya aku akan mati di dalam mulut nya tersebut." Gumam Luna, sambil menutup mata nya.
Saat ini Arung telah tiba lalu sedang mengamati situasi di medan pertempuran tersebut, ia pun mulai menoleh ke arah Jendral Es dan Pimpinan Naga Magnet Surgawi yang tak sadar kan diri di atas tanah.
"Sepertinya para Naga-Naga Magnet Surgawi lain nya tidak ada yang berani mendekati Mitha." Gumam Arung, lalu mulai mengamati sekeliling medan pertempuran lain nya.
Tampak banyak sekali tubuh-tubuh Prajurit tak bernyawa berserakan di tanah, genangan-genangan air menjadi merah darah.
"Kretekkkk..... Tek..... Tek......" Suara Beberapa Naga yang sedang mengunyah para Prajurit-Prajurit tersebut hidup-hidup.
"Akh.............. " Teriakan Prajurit-Prajurit tersebut saat di kunyah hidup-hidup.
"Naga-Naga ini sangat lah buas, dia bahkan memakan musuh nya hidup-hidup,"
"Aku jadi teringat saat di kunyah hidup-hidup oleh Naga hitam saat malam Dragon Moon tersebut." Gumam Arung, lalu menoleh ke arah seorang wanita cantik yang di kenali nya.
"Luna, kekasih ku yang liar dan menyetrum seperti Halilintar mesum,"
"Gawat seperti nya dia dalam bahaya, aku harus segera menyelamatkan teman sebantal ku tersebut." Gumam Arung, lalu mulai memasang kuda-kuda Jurus teleportasi.
"Blitzzzz................... " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
Dalam sekejap mata, ia pun tiba di dekat Luna lalu mulai mengayunkan kedua Pedang nya.
"Whusss........... " Suara Ayunan kedua Pedang nya.
"Crooottt................... " Suara darah yang muncrat ke tubuh Luna saat Arung memenggal kepala Naga Raksasa tersebut.
"Byurr................. " Suara tubuh Luna yang di basahi oleh lumuran darah Naga tersebut.
"Brukkkk kk....... " Suara tubuh makhluk buas tersebut saat tersungkur ke tanah.
"Kenapa tubuhku bisa basah kuyup, aku kan masih memasang perisai kultivasi hujan di kepala ku?" Gumam Luna.
Ia pun mulai membuka kedua mata nya karena penasaran dengan cairan yang membasahi tubuh nya tersebut lalu melihat ke seluruh tubuh nya.
"Darah merah, aku jadi mandi darah?"
"Siapa yang melakukan nya?" Gumam Luna, lalu menoleh ke arah Pendekar Naga.
Sorot matanya yang sebelum nya menyisaratkan putus asa berubah seketika menjadi meledak-ledak karena cinta.
"Kekasih ku..... Kau memang selalu membantu ku di saat-saat kritis." Teriak Luna, lalu memeluk Arung, dan mencium nya.
"Luna tenanglah nanti malam kita akan melakukan nya, disini adalah medan pertempuran dan tubuh mu pun di penuhi oleh darah." Ucap Arung, lalu mulai melepaskan pelukan dan menyudahi ciuman gadis liar tersebut.
Pakaian Arung pun mulai kotor oleh darah namun kemudian kembali bersih di sebabkan pakaian emas yang di pakai nya merupakan senjata suci tipe jubah alam dewa.
"Siapa Pendekar Naga tersebut, kenapa dia bisa memiliki kecepatan seperti itu?" Gumam Perdana Menteri Racun.
Ternyata di dalam Prajurit-Prajurit tersebut terdapat seorang penyusup yang merupakan suami dari Shana Azura.
"Sebaik nya aku mengamati jalan nya peperangan ini, sambil berpura-pura mati." Gumam Perdana Menteri Racun, sambil terbaring dan berpura-pura mati.
Beberapa saat kemudian Pimpinan Naga Magnet Surgawi pun mulai sadar kan diri, saat ini kekuatan nya tinggal 20 persen saja dan sedang cedera parah.
"Ugh.... Kepala ku, dasar pembunuh sadis." Ucap Naga Magnet Surgawi tersebut, lalu mulai melesat kan tembakkan bola magnet raksasa ke arah Jendral Es.
"Whusss............. " Suara hempasan angin yang sangat dahsyat saat serangan bola magnet tersebut melesat.
"Ughh......Gawat Mitha, Kekasih ku yang dingin namun membara." Gumam Arung, lalu menoleh ke arah Jendral Es.
Jendral Es yang melihat serangan bola magnet tersebut tidak dapat menghindarinya lagi, di karenakan seluruh tenaga dalam nya sudah habis.
"Gawat.... " Gumam Mitha.
Luna pun menoleh saat-saat kritis tersebut dan memprediksi bahwa Jendral Es pasti tidak akan mampu menghindari nya.
"Gawat, Jendral Es dia pasti tidak akan dapat menghindari nya...... " Ucap Luna.
"Duarghhh Hhhhh................ " Suara ledakan yang sangat dahsyat saat serangan tersebut mulai mengenai Jendral Es.
"Akh............ " Teriak Jendral Es.
Tubuh nya pun terpental hingga ke dasar Jurang di Kaki Bukit Siluman. Sorot mata Pendekar Naga menyiratkan niat membunuh yang sangat besar di akibatkan kejadian tersebut.
"Naga ********, kau akan kucincang-cincang hari ini." Gumam Arung, lalu memberikan pil Naga kepada Luna.
"Telanlah pil ini Luna, aku akan memotong Naga ******** tersebut menjadi beberapa bagian." Ucap Arung, lalu mulai mengeluarkan Palu Emas Hitam Surgawi nya kembali kemudian berteleport.
"Kenapa dia sangat marah pada Naga tersebut, seperti seorang yang marah saat Kekasih nya di lukai?" Gumam Luna, lalu mulai menelan pil tersebut.
"Blitz zzzz............ " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Dalam sekejap mata ia pun berteleport ke atas kepala Naga tersebut, lalu memartil kepala nya.
"Duargh.......... " Suara hantaman palu raksasa ke tempurung kepala makhluk buas tersebut.
"Aurghhhhh............. " Raungan kesakitan Naga tersebut.
Arung pun kembali mengayun kan palu raksasa tersebut.
"Duarghhhhhhh........... " Suara hantaman palu raksasa kembali di tempurung kepala makhluk buas tersebut.
Naga tersebut pun mulai oleng dan tak sadar kan diri, Arung pun melempar palu tersebut ke arah nya.
"Duarghhh Hhhhh......... " Hantaman palu raksasa kembali mengenai tubuh makhluk tersebut.
"Beraninya kau melukai salah satu gadisku." Gumam Arung.
Ia pun mulai mencabut Pedang Tornado Api dan Taifun di pinggangnya lalu mulai mencincang-cincang pimpinan Naga Magnet Surgawi tersebut.
"Slat..... slat...... slat...... " Suara tubuh yang tercincang-cincang oleh pedang angin.
"Ugh..... siapa kultivator sadis itu, kenapa ia sampai tega mencincang tubuh Tetua Naga kami." Gumam salah satu Naga Betina, lalu mulai meneteskan air mata nya.
Makhluk-makhluk buas yang tersisa hanya bisa terpaku saat menyaksikan tubuh pimpinan nya yang terpotong-potong oleh kedua pedang angin.
"Aurghhhh hhhh........ Aurghhhhh............ Aurghhhhh....... " Raungan para Naga yang bersedih.
Saat ini jumlah Naga Magnet yang tersisa hanya 48 ekor, dan Prajurit yang tersisa tinggal 1800 jiwa.
"Brukkk...... Brukkkk.... Brukkkk......... " Suara potongan tubuh Naga tersebut saat jatuh ke tanah.
Arung dapat memenangkan pertarungan tersebut dengan mudah karena pimpinan Naga Magnet Surgawi telah cedera dan hampir kehabisan tenaga dalam nya setelah bertarung dengan Jendral Es sebelum nya.
"Dup............. " Suara Tapak kaki Pendekar Naga saat mendarat ke tanah.
Para Naga Magnet Surgawi yang tersisa pun tidak berani melakukan penyerangan yang sembrono lalu hanya diam dan membeku saja, begitu pula dengan para prajurit-prajurit dan Komandan-komandan mereka yang memanfaatkan momen tersebut dengan menelan pil-pil obat berniat memulihkan diri.
"Sial... Semua tenaga ku sudah hampir habis, jika salah satu Naga ini menyerang aku pasti akan mati dengan mengenaskan.
Arung pun kembali menyarungkan kedua pedang angin tersebut, lalu mulai mengangkat tangan nya.
"Kembali...... " Gumam Arung, palu dewa pun terbang ke arah nya.
"Whusss........... " Suara Palu Emas Hitam Surgawi yang melesat terbang ke arah genggaman tangan Arung.
Para Naga Magnet Surgawi hanya menoleh ke arah sesama nya.
"Senjata itu kan milik Leluhur Naga Khayangan, kenapa dia bisa memiliki nya?" Gumam salah satu Naga Betina.
Essensi magnet pun mulai muncul di kepala pimpinan Naga Magnet Surgawi tersebut.
"Aurggggghhhh......... aurghhhh......... " Raungan Naga-Naga tersebut saat menyaksikan kemunculan essensi tersebut.
Ia pun berjalan mendekati Kepala Naga yang telah tergeletak di tanah dan bersimbah darah.
"Tap..... Tap...... Tap........ " Suara langkah kaki Arung saat mulai mendekat ke arah essensi tersebut.
Ia pun kemudian menyimpan essensi tersebut dan Palu nya ke dalam cincin ruang penyimpanan milik nya. Beberapa saat kemudian ia mengingat kegunaan essensi bangsawan tersebut.
"Oh... iya,"
"Aku ingat sekarang,"
"Putri Naga Kecil pernah menjelaskan kepadaku mengenai kemampuan essensi bangsawan tersebut, aku hanya bisa bertaruh dengan nyawaku untuk satu kesempatan ini." Gumam Arung.
Lalu berjalan mendekati para Naga tersebut.
"Tap..... Tap...... Tap........ " Suara langkah kaki Arung saat mulai mendekat ke arah Naga-Naga tersebut.
Salah satu makhluk buas tersebut mencium bau Black Hole Dragon dari tubuh Arung.
"Black Hole Dragon?"
"Ternyata dia juga Naga seperti kita, apa yang di lakukan Naga Dewa bersama manusia-manusia ini." Gumam salah satu Naga Magnet Surgawi tersebut.
Arung pun mulai menyalurkan tenaga dalam nya ke dalam tato Naga Emas yang ada di punggung nya berniat membangkitkan essensi bangsawan nya. Aura berwarna-warni mulai muncul di sekujur tubuh nya, beberapa saat kemudian energi berbentuk Naga Emas raksasa mulai muncul di atas tubuh Arung lalu mulai mengaum.
"Aurghhhh hhh hhh.............. " Raungan Naga Emas tersebut.
"Akh...... telingaku." Teriak beberapa Prajurit yang merasa kesakitan telinganya lalu jatuh tak sadar kan diri.
Hampir setengah Naga Magnet Surgawi pun pingsan seperti para Prajurit-Prajurit tersebut saat mendengar auman dari Naga Bangsawan tersebut.
"Ugh...... Tubuh ku.... " Gumam beberapa Naga yang merasa tubuh nya tertekan akibat raungan essensi bangsawan tersebut.
Para Prajurit-Prajurit dan Komandan-Komandan pun kembali membeku menyaksikan auman essensi bangsawan tersebut.
"Jurus apa yang di keluarkan Pendekar Muda tersebut." Gumam salah satu Komandan, yang mengira Arung sedang melesatkan sebuah jurus.
"Huft.......... " Suara Nafas panjang Luna, sambil bermeditasi.
"Kenapa dia tidak melakukan nya dari tadi, dasar Pendekar Naga." Gumam Luna, lalu melanjutkan kembali meditasi nya.
Tampak ada sekitar 30 Naga yang pingsan, dan 18 ekor Naga yang tidak pingsan.
"Dia adalah bangsawan Naga, dia adalah Tetua Naga kita yang selanjutnya." Gumam salah satu Naga tersebut.
Ke 18 Naga pun menjelma menjadi 18 Gadis Cantik bertanduk emas yang mengenakan jubah perang hitam kebiru-biruan lalu mulai terbang menghampiri Arung.
"Fiuh....... "
"Sepertinya tidak berhasil aku harus bersiap untuk bertarung mati-matian di sini." Gumam Arung.
Ia mengira para Manusia Beast tersebut mau membunuh nya lalu berniat membalaskan kematian pimpinan nya.
"Dup... Dup.... Dup..... " Suara Tapak kaki para Gadis Naga saat mendarat di tanah dan di hadapan Arung.
Para Gadis-Gadis Naga tersebut pun mulai berlutut di hadapan nya.
"Black Hole Dragon mulai hari ini anda adalah Tetua Naga baru kami, perintah kan apa saja kami akan menuruti nya." Ucap salah satu Gadis Naga yang sangat cantik tersebut.
Arung dan Prajurit-Prajurit lain nya pun terkejut menyaksikan ke 18 Naga tersebut berlutut lalu menjadikan nya Tetua Naga baru mereka.
"Apa..... Kenapa bisa jadi seperti ini?"
"Dan kenapa mereka memanggilku Black Hole Dragon?" Gumam Arung.
Ia belum menyadari nya saat ini, peraturan di antara bangsa Naga. Siapa pun Naga Bangsawan yang bisa membunuh Naga Bangsawan lain nya maka seluruh harta benda, istri, dan apa pun yang menjadi hak milik mereka akan menjadi hak milik Naga Bangsawan yang menang tersebut.
"Hah........ "
"Sepertinya saingan ku bertambah banyak, ada 18 Gadis Naga yang sangat cantik berlutut di hadapan nya,"
"Mereka sangat-sangat cantik dan liar, setelah ini aku harus ke salon untuk melakukan perawatan tubuh,"
"Agar Pendekar Don Juan itu terus bermalam bersama dengan ku." Gumam Luna, lalu kembali melakukan meditasi nya.
Beberapa saat kemudian ratusan Leopold Hitam Es berlarian ke medan pertempuran.
"Aurghhhh........ Aurghhhh......... Aurghhhh...... " Suara raungan para Leopold.
__ADS_1
Sepertinya makhluk-makhluk buas tersebut terpancing datang kemari di karenakan suara keributan yang terjadi disini.
"Ugh...... Baru saja keluar dari mulut Naga, saat ini sudah ada banyak Leopold yang ingin memangsa kami,"
"Sebaiknya aku coba memerintahkan mereka saja dulu" Gumam Arung.
"Bangunlah, perintah ku yang pertama saat ini,"
"Kalian harus membantu para Prajurit-Prajurit di sini untuk melawan para Leopold-Leopold Hitam Es tersebut." Perintah Pendekar Naga.
Para Gadis-gadis Naga saling menoleh sambil berlutut, lalu kembali membungkuk.
"Siap Tetua Naga.... " Ucap kompak Gadis-Gadis Naga tersebut, lalu mulai menjelma menjadi Naga Magnet Surgawi kembali dan menerjang ke arah Leopold-Leopold Hitam Es tersebut.
"Tetua Naga?"
"Terserah mereka mau memanggil ku apa, yang penting masalah Naga sudah selesai,"
"Sebaiknya aku berpamitan dengan Luna, lalu mencari di mana jatuhnya Kekasih Es Ku yang Membara." Gumam Arung, lalu melesat terbang ke arah Luna.
"Whusssss......... " Suara hempasan angin saat Pendekar Naga melesat terbang.
"Aku harus melaporkan kejadian ini kepada Shana, dia pasti tidak senang." Gumam Perdana Menteri Racun, sambil berpura-pura mati.
"Serang....... Bantu para Naga itu,"
"Ayo kita pertahankan Kota ini...... " Teriak salah satu Komandan.
Para Prajurit-Prajurit pun berlarian ke arah para Leopold Hitam Es tersebut berniat untuk bertarung habis-habisan.
"Tap....... Tap........ Tap........ "
"Tap....... Tap........ Tap........ " Suara langkah kaki berlarian para Prajurit-Prajurit tersebut.
"Dup......... " Suara kaki Arung saat mendarat di samping Luna, lalu mulai mengeluarkan dua buah essensi magnet milik pimpinan Naga dan Naga yang di lawan nya saat di Pusat Kota.
"Pendekar Naga?" Ucap Luna.
"Buat apa dia kemari, kenapa dia tidak bertarung bersama selir-selir barunya?" Gumam Luna.
"Luna, simpanlah kedua essensi magnet ini, aku harus segera mencari Jendral Es,"
"Aku khawatir dengan keselamatan nya." Ucap Arung, lalu mulai menyerahkan kedua essensi magnet tersebut.
"Kenapa Pendekar Naga begitu peduli terhadap Jendral Es, mungkinkah dia adalah fans nya?"
"Atau kah ada udang di balik batu, sebenarnya mereka berdua memiliki sebuah hubungan terlarang?" Gumam Luna.
"Kenapa dia termenung?" Gumam Arung.
"Kau harus kembali setelah itu Pendekar Don Juan." Ucap Luna.
Arung pun hanya tersenyum kearah nya, lalu mulai berkata kepada Luna.
"Iya Gadis Liar ku." Ucap Arung lalu mulai melesat terbang ke angkasa.
"Whusssss......... " Suara hempasan angin saat melesat terbang.
"Gadis liar.... Gadis liar,"
"Tapi tiap malam tuas mu selalu minta ku hidup kan, dasar Pendekar Don Juan." Gumam Luna, lalu ikut berlari ke arah Leopold-Leopold Hitam Es tersebut bersama Prajurit-Prajurit lain nya.
Saat ini kondisi Luna sudah pulih sepenuhnya setelah menelan Pil Naga pemberian Arung, lalu mengkultivasi kan nya.
Di Langit Rawa Siluman Air.
"Byurrrr.................... "
Beberapa jam kemudian.
Arung saat ini tengah terbang berniat mencari Kekasih Hatinya yang hilang, ia tidak terlalu khawatir dengan medan peperangan di perbatasan Kota di sebab kan ranah Leopold-Leopold Hitam Es tersebut berada di ranah alam bumi tingkat puncak. Saat ini ia lebih mengkhawatirkan Kekasih Es nya yang membara Jendral Love Killer.
"Kemana jatuh nya wanita es itu ya, kenapa aku tidak melihat nya sejak tadi?"
"Mungkinkah pertarungan ini yang menyebabkan Mitha jatuh ke dalam Dasar Jurang di Kaki Bukit Siluman?"
"Sebaik nya aku memastikan nya saja." Gumam Arung, lalu mulai melesat terbang ke arah Dasar Jurang Kaki Bukit Siluman.
Beberapa menit kemudian dia pun sampai di atas langit Kaki Bukit Siluman.
"Fiuh....... "
"Jika benar seperti itu, aku tidak boleh mengubah sejarah,"
"Aku harus membiarkan nya tetap terkurung di dalam nya, sampai diriku yang di masa depan membebaskan nya,"
"Jika tidak aku tidak akan bisa merasakan kenangan indah saat pertamaku melepas keperjakaan ku bersama dengan Mitha di Kaki Bukit Siluman yang romantis ini." Gumam Arung, lalu menukik tajam terbang memasuki Dasar Jurang Kaki Bukit Siluman.
"Whussss.............. " Suara hempasan angin saat Arung menukik tajam.
Beberapa saat kemudian.
"Dup........... " Suara Tapak kaki Arung saat mendarat di Dasar Jurang tersebut.
Ia pun mulai mengamati sekeliling Dasar Jurang tersebut, dan bernostalgia sedikit.
"Tidak ada yang berubah sejak terakhir kali nya aku berada di sini, udara nya juga masih saja sama sangat menyegarkan." Gumam Arung, lalu mulai menoleh ke sekitar nya kembali.
Beberapa saat kemudian, ia pun menemukan Jendral Love Killer tersebut.
"Mitha........ " Ucap Arung.
Ternyata benar dugaan nya saat ini, ternyata Mitha tergeletak tak sadar kan diri di atas rerumputan di Dasar Jurang Kaki di Bukit Siluman tersebut.
"Kekasih ku yang hilang, ternyata kau benar-benar berada disini." Ucap Arung, lalu berlari ke arah nya berniat mengobati nya lalu pergi dari sini.
Sebuah White Hole kembali muncul mendadak di atas kepala Arung, beberapa saat kemudian rantai putih pun kembali melesat ke arah nya.
"Ugh..... Lubang itu lagi." Gumam, Arung.
Rantai putih tersebut pun mulai melilit tubuh nya kemudian menyeretnya nya masuk kembali ke dalam White Hole tersebut.
"Warp..... Warpp....... Warppp....... " Suara tubuh Arung saat mulai memasuki White hole tersebut.
"Ugh.... Rantai putih ini menghilangkan kemampuan jurus teleportasi ku." Gumam Arung, saat mencoba melesatkan jurus teleportasi nya namun tidak berhasil.
"Ke tahun berapa lagi aku akan di bawa." Teriak Arung.
Beberapa saat sebelum Arung terhisap ke dalam White Hole, Mitha pun telah membuka ke dua matanya.
"Sepertinya aku di selamat kan oleh Pemuda itu, wah dia sungguh tampan,"
"Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Gumam Mitha, lalu berusaha bangkit.
White hole pun muncul lalu menghisap Pendekar Berambut Biru tersebut.
"Whusss................. " Suara hempasan angin sepoi-sepoi.
Mitha pun hanya membeku, saat menyadari Pemuda yang baru saja di taksir nya tersebut.
"Kenapa dia menghilang, apa kah benar rumor yang mengatakan jika aku adalah seorang Jendral Love Killer?" Gumam Mitha, lalu mulai mencari-cari Pemuda tersebut ke sekeliling nya.
Saat ini, Alun-alun Desa Tiger.
Siang hari.
Sebuah White Hole pun muncul di dekat Alun-alun Desa Tiger, beberapa saat kemudian Arung pun terjatuh dari lubang putih tersebut.
"Warppp........ warppp.......... warppppp....... " Suara White Hole saat muncul.
"Brukkk............. " Suara tubuh Arung saat jatuh ke tanah.
"Ugh..... Dimana ini?" Gumam Arung, lalu mulai berdiri dan mengeluarkan tembakau ular nya.
Tampak di depan nya sedang ada sebuah resepsi pernikahan, ia pun berjalan mendekati acara tersebut.
"Whussss.......... " Suara hembusan asap rokok nya.
"Wah...... Acara apa lagi ini ya,
" Rame banget,"
"Seperti nya aku saat ini berada di alun-alun Desa Tiger,"
"Aku harus memastikan tahun berapa saat ini, fenomena white hole itu sungguh sangat merepotkan." Gumam Arung, lalu mulai berjalan dan memasuki acara pernikahan tersebut.
Resepsi Pernikahan Pertarungan Jodoh Xiao Mei Mei.
Tampak ada 10 buah tenda dan banyak orang-orang yang sedang duduk di dalam nya dan sedang makan atau pun hanya duduk bersantai.
"Whussss............... " Suara hembusan asap rokok.
Orang-orang juga mengerumuni beberapa meja jamuan yang di jaga oleh Gadis-gadis cantik untuk mengambil makanan, minuman, dan juga snack. Terdengar juga alunan musik-musik pernikahan yang syahdu dari beberapa pengeras suara.
"Rame banget, sepertinya ini adalah sebuah acara pernikahan,"
"Tapi pernikahan siapa ya?"
"Sebaik nya aku makan dulu, aku sudah lapar sekali." Gumam Arung, lalu mulai berjalan ke salah satu meja jamuan untuk mengantri dan mengambil makanan.
Beberapa saat kemudian.
Arung saat ini duduk di salah satu tenda undangan lalu sedang menyantap makanan.
"Ugh..... Daging merak ini ternyata sangat enak, kebetulan aku belum makan sejak tadi." Gumam Arung, lalu mulai menyantap daging merak tersebut.
Tampak di kejauhan terdapat sebuah arena berukuran 100 x 100 meter, seorang Pemuda yang gagah perkasa sedang berdiri di atas arena tersebut.
"Sepertinya ada pertarungan jodoh disini, sebaik nya aku menontonnya ini pasti seru, aku pun saat ini sedang bosan,"
"Seharusnya White Hole itu muncul setelah aku bergulat dengan Luna, ugh......Wakil Komandan Luna,"
"Setelah kembali ke Kota Awan Hitam aku harus bertemu dengan nya." Gumam Arung, sambil terus menyantap daging merak gulai tersebut.
Arung masih belum menyadari nya saat ini, pertarungan jodoh yang di langsungkan di alun-alun Desa Tiger hari ini adalah Pertarungan Jodoh Xiao Mei Mei dan yang berdiri di atas arena itu adalah Jendral Berserker.
Tenda Merah Pengantin.
Di depan Arena terdapat sebuah tenda khusus pengantin wanita, tampak di dalam tenda berwarna merah tersebut dua orang Gadis Cantik Berambut Merah tengah duduk di dalam nya.
"Hiks..... Hiks..... Hiks..... " Tangis kecil Xiao Mei Mei.
"Arung, hari ini adalah hari terakhir ku bisa melihat dunia,"
"Tapi lebih baik aku mati saja daripada harus menjadi selir dari orang yang tidak kucintai tersebut,"
"Kenapa kisah cinta ku harus berakhir tragis." Gumam Xiao Mei Mei.
Xiao Mei Mei telah berbagi essensi bersama Arung sewaktu di Danau Mematikan, jika Jendral Berserker berhasil memenangkan pertarungan jodoh ini Xiao Mei Mei akan mati terkena kutukan essensi.
"Ma.... Semangat kok sedih, lihat calon papa baru aku tuch,"
"Sejak pagi belum ada yang berani bertarung dengan nya." Ucap Xiao Ling.
Saat ini Xiao Mei Mei berpura-pura tegar akan situasi pertarungan jodoh paksa nya tersebut.
"Ia Xiao Ling, jika mama udah gak di sini lagi kau harus patuh akan perintah nenek mu ya." Ucap Xiao Mei Mei.
"Kenapa mama berkata seperti itu, mungkinkah setelah menikah ia akan tinggal bersama Jendral itu?" Gumam Xiao Ling.
"Ia ma.... " Ucap Xiao Ling.
Tenda Panitia.
Tampak di tenda sebelah arena para Panitia dan Petugas KUA sedang duduk sambil memegang beberapa dokumen-dokumen pernikahan.
"Ha..... Ha...... Ha........ " Tawa Xiao Ning Err.
"Akhirnya anak nakal ku akan menikah lagi, aku sangat bahagia sekali,"
"Jika tidak aku pusing hari menghadapi lamaran para Tuan Muda setiap harinya." Ucap Xiao Ning Err, Matriak dari Klan Xiao.
"Iya Matriak, selamat.... Selamat..... " Ucap Petugas KUA tersebut.
Ternyata selama ini sudah banyak sekali Tuan-Tuan Muda yang datang ke Klan Xiao untuk melamar Xiao Mei Mei.
Kembali ke Pendekar Naga, di Tenda Undangan.
Arung saat ini telah selesai menyantap gulai daging merak nya lalu meletakkan piring kotor tersebut di bawah kursinya.
Hah........ " Suara nafas panjang Arung, lalu mulai menghisap tembakau ular nya
"Lezat nya, aku kenyang sekali saat ini, siap gerangan Gadis Cantik yang di perebutkan saat ini yach." Gumam Arung.
__ADS_1
"Whussss.......... " Suara hembusan asap rokok nya.
Arung pun teringat dengan dua Kekasih nya yang saat ini sedang berada di Kota Awan Hitam dan di Dasar Jurang Kaki Bukit Siluman.
"Bagaimana nasib Luna dan Mitha di masa lalu ya, tapi seperti nya mereka berdua baik-baik saja." Gumam Arung.
"Whusssss............. " Suara hembusan asap rokok nya.
Beberapa saat kemudian terdengar sebuah suara keras dari arah arena berlantai merah tersebut.
"Baiklah karena sejak pagi tadi tidak ada satu peserta pun yang maju ke arena, maka pertarungan jodoh Xiao Mei Mei ini akan di menangkan oleh Jendral Berserker,"
"Aku akan mulai menghitung sampai dengan tiga jika tidak ada yang muncul untuk terakhir kali nya, Jendral Berserker resmi menjadi suami Xiao Mei Mei dari Klan Xiao." Ucap Panitia tersebut menggunakan jurus auman.
"Satu......Dua..Tiga....... " Ucap Panitia dari arah Arena.
"Apa....... Bunga Matahariku akan di rebut oleh Paman nya Dilla, aku tidak akan membiarkan nya,"
"Dia akan mati jika menikah dengan orang lain." Gumam Arung, lalu mulai memasang kuda-kuda jurus teleportasi.
"Blitzzzz............... " Suara jurus teleportasi milik Arung.
Arena Pertarungan Jodoh.
Dalam sekejap mata, Pendekar berambut biru itu pun tiba di atas arena tepat di hadapan Jendral Berserker.
"Dup........... " Suara kaki Arung saat mendarat di atas arena.
Para pengunjung pun terkejut dengan kehadiran seorang Pemuda berjubah emas dengan tiga pedang tergantung di pinggangnya.
"Wah...... Akhirnya ada juga Pemuda nekat yang berani berhadapan dengan Jendral tersebut." Ucap salah satu Undangan.
"Tampan nya......... " Ucap Undangan lainnya.
"Ke tiga Pedang di pinggang nya itu bukan Pedang Biasa, asal usul Pemuda ini pastilah bukan orang biasa." Ucap Undangan lainnya.
Di dalam Tenda Merah Pengantin.
"Ma.... Lihat itu ada seorang pemuda yang sangat tampan berambut biru, dia tampak masih sangat mudah ma,"
"Wah..... Ganteng nya." Ucap Xiao Ling.
Xiao Ling seperti nya sudah terbius oleh kemampuan Dragon Love milik Arung, mendengar perkataan anak nya Xiao Mei Mei pun mulai mengamati pemuda berambut biru tersebut.
"Arung....... " Ucap Xiao Mei Mei.
Ia dapat mengenal Arung dengan sekali lihat saja karena telah berbagi essensi bersama.
"Syukurlah, ternyata kau datang." Ucap Xiao Mei Mei, lalu mulai meneteskan air mata bahagia nya.
"Arung, apa mungkin itu calon suami nya Kak Shilla yang saat ini sedang viral di medsos?"
"Dia sudah bertunangan dengan Jendral Es, buat apa dia ingin menikahi mama ku,"
"Tidak mungkin dia Arung yang itu, itu pastilah Arung kenalan mama ku yang lainnya,"
"Walaupun mereka sangat mirip namun warna rambut nya berbeda." Gumam Xiao Ling, lalu kembali menyaksikan Pertarungan Jodoh tersebut.
"Arung.... I Love You...... " Ucap Xiao Mei Mei.
"Ugh.... mama lebih abg dari abg saat ini, gara-gara Arung yang itu." Gumam Xiao Ling.
Di Arena Merah.
Tampak Jendral Berserker sedikit terkejut melihat kehadiran Pemuda Berambut Biru tersebut, ia pun mulai mengamati Pemuda tersebut lalu mulai menyadari identitas nya.
"Tunangan Jendral Es, kenapa dia bisa ada disini,"
"Tidak kusangka Jendral Es lebih memilih Pendekar Don Juan ini ketimbang aku." Gumam Jendral Berserker.
"Bukan kah kau Tunangan Jendral Es?" Tanya Jendral Berserker.
"Benar sekali Jendral." Jawab Arung.
"Buat apa kau naik ke atas arena ini, apakah Jendral Es tidak cukup bagi mu?" Tanya Jendral Berserker.
"Xiao Mei Mei adalah gadis ku begitu pun dengan Jendral Es." Ucap Arung.
"Pemuda yang tidak tahu diri." Gumam Jendral Berserker.
"Kau sombong sekali." Ucap Jendral Berserker, lalu mulai menyerang Arung, berniat meninjunya dengan tinju yang di lapisi elemen kegelapan.
"Blitzzzz................ " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
Jendral Berserker pun meninju angin kosong.
"Kemana perginya ******** itu?" Gumam Jendral Berserker.
Dalam sekejap mata Arung pun berpindah di belakang Jendral tersebut, lalu memegang pundak nya.
"Kau sudah kalah Jendral." Ucap Arung, kemudian berteleport ke Dasar Jurang di Kaki Bukit Siluman.
Arung sudah menganalisa kemungkinan untuk menang melawan Jendral ini adalah 50 persen, jadi dia memutuskan menteleport Jendral Berserker ke Dasar Jurang di Kaki Bukit Siluman.
"Blitzzzz zzz.................. " Suara Jurus Teleportasi milik Arung.
"Whusss............ " Suara hempasan angin di atas arena yang kosong.
Tampak Arung dan Jendral Berserker telah menghilang dari atas arena, Sementara itu akibat pernyataan Arung membuat para undangan-undangan tersebut terkejut.
"Ternyata dia Pemuda Berambut Merah yang telah bertunangan dengan Jendral Es." Ucap salah satu undangan.
"Ciuman nya saat itu begitu menghebohkan." Ucap Undangan lain nya.
"Ternyata dia seorang Pendekar Don Juan." Ucap Undangan lainnya.
"Ugh...... Sepertinya dia selalu memangsa Gadis-gadis cantik di Benua Es Api ini." Ucap Undangan lainnya.
Di Tenda Panitia.
Tampak Xiao Ning Err sangat terkejut akan kehadiran Arung yang sedang menjadi buah bibir di Benua Es Api ini akibat ciuman panasnya di atas arena tempo dulu.
"Pemuda Mesum itu yang membuat heboh seisi Benua Es Api ini, buat apa dia datang kemari?"
"Kasian Mei Mei jika sampai menikah dengan nya, aku tidak rela-rela." Gumam Xiao Ning Err.
Tenda Merah Pengantin.
"Arung kau sangat hebat... Semoga kau menang dan kita berdua bisa menikah." Ucap Xiao Mei Mei, raut wajah nya kembali gembira.
Mendengar statement dari Arung yang berada di atas arena sontak membuat Xiao Ling terkejut.
"Apa......... "
"Ternyata benar dia adalah Pemuda itu, Calon Suami Kak Shilla dan juga merupakan Calon Suami Jendral Es,"
"Kenapa mama sangat senang sekali ingin menikahi calon suami anak sahabat baik nya sendiri?" Gumam Xiao Ling, lalu memeriksa suhu tubuh mama nya dengan tangan nya.
"Xiao Ling pasti bingung dengan situasi ini, lambat laun dia pasti akan menerima keadaan ini." Gumam Xiao Mei Mei, yang sedang di mabuk kepayang.
"Mama.... baik-baik saja, suhu tubuh nya pun normal,"
"Akh..... dunia orang dewasa memang membingungkan." Gumam Xiao Ling.
Dasar Jurang Kaki Bukit Siluman.
Dalam sekejap mata, Arung dan Jendral Berserker berpindah ke dalam Dasar Jurang di Kaki Bukit Siluman.
"Dup................. " Suara Tapak kaki Arung dan Jendral Berserker saat mendarat di atas tanah.
Jendral tersebut tampak kebingungan, dan menoleh ke sekeliling nya.
"Selamat berlibur di rumah barumu Jendral." Ucap Arung, lalu kembali berteleport ke atas arena.
"Apa maksud Pemuda itu?" Gumam Jendral Berserker.
"Blitzzz............. " Suara jurus teleportasi milik Arung.
"Dimana aku, siapa Tunangan Jendral Es itu sebenarnya,"
"Jurus apa yang dia gunakan, kenapa aku bisa ada disini." Gumam Jendral Berserker.
Di dalam pikiran nya di penuhi dengan banyak tanda-tanda tanya mengenai kemisteriusan Arung.
"Arghhh....... Awas kau Tunangan Jendral Es aku akan membunuh mu." Teriak Jendral Berserker, lalu mulai melesat terbang ke atas.
"Whussss............. " Suara hempasan angin saat Jendral tersebut melesat terbang.
"Duarghhh.............. " Suara ledakan saat tubuh Jendral Berserker mengenai Perisai Segel Penjara Bumi.
"Akh........ " Teriak Jendral Berserker, lalu terjatuh kembali ke Dasar Jurang tersebut.
"Brukkkkkk......... " Suara tubuh Jendral tersebut saat jatuh ke tanah.
"Ugh...... Sial ternyata tempat ini di lindungi oleh perisai di tingkat alam dewa, seperti nya Tunangan Jendral Es memiliki sebuah kemampuan khusus untuk melewati nya." Gumam Jendral Berserker.
"Awas kau Tunangan Jendral Es..... " Teriak Jendral Berserker.
Arena Merah.
"Blitzzzz............ " Suara jurus teleportasi milik Arung.
"Dup........ " Suara kaki Arung saat mendarat di atas arena.
Tampak Arung kembali ke atas Arena seorang diri, para undangan dan Panitia pun hanya membeku melihat kedatangan Pemuda Berambut Biru tersebut yang seperti hantu.
"Kenapa mereka semua diam dan menatap tajam ke arah ku?" Gumam Arung.
Saat ini ia belum menyadari kalau dirinya sudah menjadi sosok penting di medsos setelah kejadian ciuman panas yang membara di atas arena Stadium Awan Hitam beberapa bulan yang lalu.
"Ugh.... Bencana apa lagi ini, Xiao Mei Mei kenapa bisa di takdirkan menikah dengan Calon Suami anak sahabat baik nya?" Gumam Xiao Ning Err, lalu beranjak ke atas arena bersama Para Petugas KUA.
"Mau ngapain mereka kemari?" Gumam Arung.
Salah satu Petugas mengeluarkan sebuah meja besar lalu mengeluarkan beberapa dokumen untuk di tanda tangani.
"Tuan Muda, silahkan tanda tangani dokumen-dokumen ini,"
"Setelah nya kau dapat menikmati malam pertama dengan Istri sah mu." Ucap Petugas KUA tersebut.
"Apa............ "
"Shilla, Gisel, dan Mitha pasti akan mengamuk." Gumam Arung, lalu mulai menandatangani dokumen-dokumen tersebut.
"Baik.... " Ucap Arung, dengan nada suara yang pelan.
"Mana keberanian mu yang tadi, kenapa sekarang suaranya pelan." Gumam Xiao Ning Err.
Xiao Ning Err tidak menyukai Arung karena image Pendekar Don Juan nya.
"Plok..... Plok...... Plok....... "
"Plok...... Plok..... Plok....... " Suara tepuk tangan para Undangan.
"Aku sebenarnya kurang setuju dengan pernikahan ini, Pemuda Berambut Biru ini memiliki banyak musuh setelah kejadian di arena tersebut,"
"Tapi ini memang sudah takdir Xiao Mei Mei dan bocah ini." Gumam Xiao Ning Err, lalu menarik lengan Arung dan beranjak ke Tenda Merah Pengantin.
Tenda Merah Pengantin.
Sesampainya nya di sana Arung pun duduk di sebelah Xiao Mei Mei yang berpakaian pengantin bersama Xiao Ling dan yang lainnya, sesi photo-photo Pengantin Baru pun tiba.
Beberapa menit kemudian, setelah berphoto para Tetua dan Matriak pun keluar dari tenda tersebut, kemudian mempersilahkan para undangan untuk memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru tersebut.
"Fiuh....... "
"Aku tidak menyangka menjadi pengantin di usia semuda ini." Gumam Arung.
"Sayang Terima kasih sudah datang." Ucap Xiao Mei Mei, lalu menggandeng tangan Arung.
"Ia Mei Mei." Ucap Arung.
"Hah....... " Suara nafas panjang Arung, sambil menyalami para undangan yang mengucapkan selamat.
"Dasar mama.... Apa dia tidak malu ada anak nya yang masih di bawah umur di samping nya,"
"Mama membuatku iri, dia bermesraan di samping ku sementara aku sampai saat ini belum memiliki seorang pacar pun." Gumam Xiao Ling, sambil menyalami para undangan.
"Kenapa Xiao Mei Mei tidak memiliki perasaan bersalah sedikit pun terhadap Nyonya Vinic, apa dia segitu buta nya akan cinta?" Gumam Arung, lalu kembali menghisap tembakau ularnya.
Xiao Mei Mei saat ini sangat gembira karena sudah resmi menikah dengan Pendekar Don Juan tersebut dan sudah lupa jika putrinya ada di samping nya saat ini.
"Malam ini akan kubuat kau mengangkangkan kaki mu semalaman Sayang." Gumam Xiao Mei Mei, sambil menyalami para undangan tersebut.
__ADS_1
"Ugh.... Kenapa firasatku tidak enak ya?" Gumam Arung, sambil menyalami para undangan.