Pendekar Setengah Naga

Pendekar Setengah Naga
Rencana Jahat Jenderal Berserker.


__ADS_3

Di Ruang Santai


Arung pun mulai menjelaskannya dengan tenang perihal kejadian tersebut, Tampak Xiao Mei Mei terlihat sedikit kesal begitu pula dengan Matriak. Mereka berpikiran Arung menambah wanita lainnya lagi, mereka tidak mengetahui gadis berambut pirang itu adalah Gisel Alba.


"Byurrrr........................... " Suara hujan deras.


"Tadi itu adalah Gisel, pacarku yang satunya lagi Matriak,"


"Sama seperti Shilla, warna rambutnya berubah karena suatu kejadian yang tidak terduga." Ucap Arung.


"Dan kejadian yang kalian lihat di atas ranjang tadi, aku benar-benar meminta maaf itu memang tidak senonoh,"


"Aku tidak merencanakan hal tersebut, itu terjadi begitu saja." Ucap Arung.


"Saat-saat seperti ini kejujuran adalah yang terpenting." Gumam Arung.


"Ucapan Arung sangat dewasa, seketika ia menenangkan amarah di hati Kak Mei Mei dan mama berkat penjelasan nya tersebut." Gumam Shilla.


"Syukur lah Arung, kukira kamu mengencani wanita cantik lainnya lagi." Ucap Matriak.


"Ternyata itu gadis berambut ungu, syukur lah kukira kamu sudah menjadi seorang Pendekar Fuckboy, Arung." Ucap Xiao Mei Mei.


"Mei Mei, Matriak, aku minta maaf tidak menyambut kedatangan kalian." Ucap Arung.


"Pendekar Fuckboy, ada-ada aja Mei Mei." Gumam Arung.


"Arung memanggil Xiao Mei Mei dengan Mei Mei, hem......seperti nya Arung dan Xiao Mei Mei memang memiliki suatu hubungan terlarang." Gumam Nyonya Vinic.


"Ma, sebaiknya istirahat saja dulu di dalam kamar,"


"Aku akan membersihkannya terlebih dahulu." Ucap Shilla, kemudian masuk ke dalam kamar bersama rubah hitam berekor sembilan.


"Beast rubah itu sangat jinak dengan Shilla, bahkan ia mengikuti Shilla ke dalam kamar,"


"Dimana gadis itu menemukannya?" Gumam Nyonya Vinic.


"Benar Mei Mei, Matriak sebaiknya kalian beristirahat dulu,"


"Aku pun hendak menemui teman ku di Perpustakaan Kota Awan Hitam." Ucap Arung, kemudian bangun.


"Baik lah Arung, pastikan malam ini kau kembali ya, ada hal penting yang ingin Ku bicara kan" Ucap Nyonya Vinic.


"Ini kesempatan baikku, aku tidak akan menyia-nyiakan nya lagi seperti di basement saat itu." Gumam Xiao Mei Mei.


"Vin seperti nya aku akan ikut Arung ke perpustakaan, ada sesuatu yang ingin kucari di sana." Ucap Xiao Mei Mei.


"Mei Mei mau ikut, firasat ku kurang enak nih." Gumam Arung.


"Tapi kamu sudah mengantuk tadi Mei Mei?" Tanya Nyonya Vinic.


"Ah... aku cuman bercanda aja Vin, kalau begitu aku dan Arung mau pergi ke perpustakaan dulu yach." Ucap Xiao Mei Mei, kemudian mendorong tubuh Arung hingga keluar kamar.


"Dasar musang tua, begitu melihat mangsa langsung ingin menerkam nya saja." Gumam Nyonya Vinic, kemudian menggeleng-geleng kan kepalanya.


Setelah Arung dan Xiao Mei Mei pergi, Nyonya Vinic pun menghidupkan TV di ruang santai tersebut berniat menonton. Sedangkan Shilla dan rubah hitam tengah membersihkan kamar sehabis pergulatan panas semalam.


Di dalam kamar.


"Ugh..... ranjang milik Arung ini benar-benar basah, bahkan banyak cairan berwarna putih berceceran di lantai ini," Gumam Shilla. Kemudian mulai mengganti sprei.


"Sepertinya pergulatan mereka cukup panas sebelumnya."


"Kya............kenapa malah aku yang merasa malu ya."Gumam Shilla, kemudian mulai mengelap cairan yang ada di lantai tersebut.


Shilla lupa cairan tadi adalah susu yang di tumpahkan Arung saat melihat nya tengah mengenakan sehelai handuk. Rubah hitam pun ikut membantu Shilla dengan membawakan keluar sprei kotor dengan tenaga dalam milik nya.


"Guk...... guk...... guk..... " Gonggongan kecil si rubah hitam.


Di Koridor hotel.


"Wah sudah lama sekali tak berjumpa kau makin ganteng aja ya Adik Kecil." Ucap Xiao Mei Mei, sambil berjalan di samping Arung.


"Firasat ku gak enak nih." Gumam Arung


"Kau juga makin cantik aja Mei Mei." Ucap Arung kemudian menoleh ke arah lift.


"Lho kenapa lift nya bisa rusak?" Ucap Arung.


Ketika hendak memasuki lift, tampak lift tengah di perbaiki oleh beberapa Kultivator Pekerja Bangunan.


Di Tangga


Arung dan Xiao Mei Mei pun kemudian menggunakan tangga.


"Sebaiknya kita menggunakan tangga saja Arung, ini pasti efek lubang hitam yang muncul tiba-tiba di tengah malam dua bulan yang lalu,"


"Dari lubang hitam itu banyak sekali beast bermunculan, banyak bangunan yang rusak akibat serangan beast-beast tersebut." Ucap Xiao Mei Mei, sambil menuruni tangga.


"Oh ada kejadian seperti itu ya saat aku tengah berada di lorong jebakan, serangan beast ternyata." Gumam Arung, sambil menuruni tangga.


Sampai saat ini Arung belum menyadari kekacauan yang di buatnya setelah membangkitkan Elemen Dewa Black Hole.


"Mei Mei kau pasti lapar kan, bagaimana kalau kita sarapan terlebih dahulu,"


"Baru kita beranjak ke Perpustakaan." Ucap Arung.


"Wah....................Adik Kecil kita ternyata sudah dewasa, dia sangat perhatian pada ku." Gumam Xiao Mei Mei.


Sebenarnya Arung sudah sangat lapar di karenakan pergulatan panasnya dengan Gisel semalam tadi.


"Aku setuju banget Arung, sekalian aku perlu meminum beberapa jamu penambah tenaga,"


"Tubuhku pegal sekali setelah beberapa hari ini mengendarai truk tersebut." Ucap Xiao Mei Mei.


"Sepertinya Xiao Mei Mei mulai menyindir ku setelah kejadian tadi di dalam kamar,"


Arung pun teringat dengan Meri, Meli, dan Moli, cewek kembar yang berusaha memangsanya sebelumnya, ia pun tidak jadi menuruni tangga dan memutuskan berteleport langsung ke bawah.


"Oh iya ketiga cewek kembar itu kan ada di meja resepsionis, akan tambah kacau jika bertemu dengan mereka saat ini," Gumam Arung, kemudian berhenti menuruni tangga.


"Mei Mei, akan lebih cepat jika kita berteleport dari atas sini ke bawah." Ucap Arung.


"Ini kesempatan ku, aku tidak tau akan memiliki kesempatan seperti ini lagi." Gumam Xiao Mei Mei, berhenti menuruni tangga.


"Baiklah Arung, seperti yang kita lakukan di Pulau Makan Kuno itu kan." Ucap Xiao Mei Mei.


"Benar Mei Mei, tepat seperti itu." Ucap Arung.


Saat di Pulau Makam Kuno Arung menyuruh Xiao Mei Mei memeluk tubuhnya, kemudian mereka pun berteleport setelahnya. Xiao Mei Mei pun beranjak mendekati Arung kemudian memeluknya dari arah depan dengan kedua tangan memeluk leher Arung


"Begini kan Arung." Ucap Xiao Mei Mei, kemudian menatap mata keemasan milik Arung.


Arung pun terbawa ritme Xiao Mei Mei, ia pun tanpa sadar kan diri memeluk pinggang ramping Xiao Mei Mei.


"Benar seperti itu." Ucap Arung.


Xiao Mei Mei pun mulai mencium bibir Arung, beberapa saat kemudian Arung pun membalas ciuman Xiao Mei Mei. Beberapa saat kemudian mereka pun menyudahinya, Arung pun berteleport kebawah bersama Xiao Mei Mei.


"Ternyata dia masih memiliki perasaan terhadap ku." Gumam Xiao Mei Mei.


"Blitz......................... " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Setelah sampai di bawah, Arung kemudian mengeluarkan Mobil Jeep Perang miliknya.


"Wah....Arung sangat kaya sekarang,bahkan dia memiliki sebuah mobil mewah." Gumam Xiao Mei Mei.


"Ayo naiklah Mei Mei." Ucap Arung, kemudian naik ke mobil.


"Ia Arung." Ucap Xiao Mei Mei, kemudian naik ke mobil.


"Byurrrr...................... " Suara hujan deras.


Di dalam mobil Jeep


Arung pun mulai menyalakan mobil Jeep tersebut, kemudian menjalankan nya perlahan. Ia berniat mencari tempat untuk sarapan, baru setelah nya menuju ke Perpustakaan Kota Awan Hitam. Arung ke sana untuk bertemu dengan Robert Wong dan mengambil bagiannya.


"Kacau, Arung.... kau sungguh mesum,"


"Apa yang kulakukan kenapa aku sampai membalas ciuman Xiao Mei Mei,"


"Ugh..........................aku tidak dapat menahan nya tadi." Gumam Arung, kemudian meremas setiur Jeep.


"Hem.......... hus.......... " Suara tarikan dan hembusan nafas panjang Arung.


"Jok nya empuk banget, dalamnya juga harum,"


"Mewah lagi, mobil ini pasti sangat mahal." Gumam Xiao Mei Mei, kemudian mengamati sekeliling nya.


"Wah kau sudah menjadi kultivator kaya ya sekarang Arung,"


"Sedangkan aku masih saja berkendara menggunakan truk butut tersebut."


"Sepertinya gaji prajurit magang besar ya?" Tanya Xiao Mei Mei.


"Kasian Mei-Mei, apa aku membelikannya Truk baru saja?" Gumam Arung.


"Tidak Mei Mei, ini kudapatkan setelah mengikuti beberapa misi penjelajahan yang di adakan oleh Paviliun Senjata,"


"Kalau gaji prajurit itu sangat kecil Mei Mei, mungkin hanya cukup buat makan saja." Ucap Arung.


"Hiks..... hiks..... hiks..... " Tangis kecil Arung.


"Jika bukan karena perintah Matriak aku tidak ingin jadi Prajurit, lebih baik jadi penjelajah." Gumam Arung.


"Kapan-kapan ajak aku ya Arung, mengikuti salah satu misi penjelajahan tersebut,"


"Aku juga ingin mengganti truk butut ku dengan truk baru." Ucap Xiao Mei Mei.


"Dan juga agar aku bisa menghabiskan waktu bersama mu." Gumam Xiao Mei Mei.


"Baik Mei Mei." Ucap Arung.


Paviliun Racun, aula latihan rahasia Keluarga Azura.


"Byurrrr.................. " Suara hujan deras.


Tampak kesembilan Tetua bersama Jenderal Berserker tengah mengelilingi Pedang Iblis Hitam, kemudian menyalurkan tenaga dalam mereka. Tampak di tubuh Jenderal Berserker dan lainnya mengeluarkan aura hitam pekat yang meluap-luap. Ternyata mereka sudah beberapa hari melakukan penyaluran tenaga dalam tersebut dan tengah membuat sebuah segel jahat.


Beberapa saat kemudian.


"Tetua Yaoyan, seperti nya kita sudah berhasil membentuk Segel Iblis Pelahap di dalam Pedang tersebut." Ucap Berserker, kemudian menyudahi menyalurkan tenaga dalam nya.


Segel Iblis Pelahap adalah sebuah segel yang mampu menghancurkan perisai pelindung setingkat alam dewa, namun memerlukan tenaga dalam yang besar untuk membuatnya. Segel ini juga memiliki daya serang setingkat kultivator di ranah alam langit puncak. Saat segel ini di lepas sesosok Iblis hitam besar akan melahap perisai pelindung tingkat alam dewa, lalu membuat lubang selama satu jam pada perisai tersebut sampai perisai tersebut kembali seperti sedia kalanya.


"Benar Patriak." Ucap Tetua Yaoyan, kemudian menyudahi menyalurkan tenaga dalam nya.


Kedelapan Tetua lainnya juga menyudahi menyalurkan tenaga dalam nya.


"Tetua Yaoyan, kau tetap disini,"


"Dan biarkan Tetua lainnya pulang dan beristirahat." Perintah Berserker, kemudian menarik-narik janggutnya.


"Baik Patriak." Ucap Kompak kedelapan Tetua lainnya.


Setelah para Tetua lainnya meninggal kan aula tersebut, Jenderal Berserker pun mulai memberi instruksi kepada Tetua Yaoyan.


"Tetua Yaoyan bagaimana menurutmu, apakah kekuatan Segel Iblis Pelahap ini mampu menghancurkan Perisai Kultivasi Phoenix Air?" Tanya Berserker, kemudian mencabut Pedang Iblis Hitam yang menancap di lantai.


"Ku rasa Segel Iblis Pelahap ini pasti akan dapat menjebol Perisai Kultivasi tersebut, Patriak." Ucap Tetua Yaoyan.


"Ha...... ha....... ha...... " Tawa Jenderal Berserker, kemudian menari-narik janggutnya.


"Baguslah kalau memang seperti itu,"


"Itu sangat sesuai dengan perhitungan ku, ketika Segel Iblis Pelahap ini mulai mengamuk pasti Ikan-Ikan Koi Surgawi itu akan mengamuk kembali di Kota Awan Hitam ini." Ucap Berserker.


Ternyata Jenderal Berserker ingin membuat kekacauan di Kota Awan Hitam, sungguh Jenderal yang picik. Jenderal yang di gaji oleh uang rakyat malah berniat menyakiti rakyatnya.


"Tamat riwayat mu Jenderal Es, dan aku akan menggantikan mu menjadi Panglima Perang di Kekaisaran Dewi Es ini." Ucap Berserker, lalu melemparkan Pedang Iblis Hitam tersebut kepada Tetua Yaoyan.


"Selamat Patriak, semoga panjang umur." Ucap Tetua Yaoyan, lalu menangkap Pedang tersebut.

__ADS_1


"Tetua Yaoyan, laksanakan tugasmu." Ucap Berserker.


"Baik Patriak." Ucap Tetua Yaoyan, kemudian beranjak pergi berniat memberikan Pedang Iblis Hitam tersebut kepada Dilla.


Beberapa saat kemudian Jenderal Berserker pun mulai teringat akan Xiao Mei Mei.


"Setelah acara ini aku akan kembali ke Desa Tiger untuk menjemput selir ku yang ke 30, Xiao Mei Mei." Ucap Berserker.


"Ha...... ha....... ha...... " Tawa Jenderal Berserker, kemudian menari-narik janggutnya.


Di dalam mobil Jeep


"Byurrrr....................... " Suara hujan deras.


Sepanjang perjalanan mencari tempat sarapan, Xiao Mei Mei pun terus memandangi Arung, suasana di dalam mobil pun kembali menjadi sunyi.


"Keadaan begini sangat canggung sebaiknya, aku menyetel beberapa lagu yang berasal dari dunia ku." Gumam Arung, kemudian mulai menghidupkan tape.


"Oh.......Arung seperti nya ingin mendengarkan lagu, mungkin dia ingin merileksasi kan pikirannya sebelum pertandingan final esok hari di mulai,"


"Aku sampai lupa dia tengah dalam ujian menjadi Prajurit, dan jika dia menjadi juara pertama dia akan langsung diangkat menjadi seorang komandan," Gumam Xiao Mei Mei.


"Kenapa Mei Mei termenung yach?" Gumam Arung, saat menyetel lagu yang akan di putar.


"Jika dia mendapatkan rekomendasi, dia akan di promosikan masuk Akademi Perwira Tinggi Kekaisaran Dewi Es, tapi tidak mungkin dia menang besok,"


"Lawan nya berada di ranah alam langit puncak, dan sangat kuat di usia semuda itu." Gumam Xiao Mei Mei.


"Ah........ketemu juga, sudah lama aku tidak mendengarkan lagu ini." Gumam Arung, kemudian mulai memutar lagu tersebut.


Xiao Mei Mei pun mulai mendengarkan intro lagu tersebut. Sebuah lagu darinya Pongki Barata "Aku milik mu".


" Kupikir kau sudah, melupakan aku,"


"Ternyata hatimu, masih membara untukku,"


"Waktu kan berlalu, tapi tidak cintaku,"


"Ia mau menunggu, untukmu..... untukmu... "


Tampak Xiao Mei Mei mulai terbawa ritme lagu cinta tersebut.


"Ugh...... aku gak kuat lagi, lagu ini sungguh romantis." Gumam Xiao Mei Mei


Di tepi Jalan Kota Awan Hitam


"Byurrr....................." Suara hujan deras.


Melihat gerak-gerik dari Xiao Mei Mei, Arung pun mulai menepikan mobilnya di pinggiran jalan yang padat.


"Aku milikmu malam ini, kan memelukmu sampai pagi,"


"Tapi bila nanti kupergi, tunggu aku disini,"


"Tunggu aku disini, tunggu aku disini,"


"Aku gak tahan lagi." Gumam Xiao Mei Mei, kemudian naik keatas badan Arung yang tengah duduk di kursi supir.


Saat ini mobil telah menepi di pinggir jalan, Kedua Prajurit Patroli Jalan pun sedang beranjak untuk menghampiri mereka.


"Akh......aku lupa Xiao Mei Mei juga telah mencintaiku saat ini, ya sudahlah." Gumam Arung.


Xiao Mei Mei kembali mencium bibir Arung, mereka pun mulai berciuman dengan panasnya di dalam mobil Jeep tersebut. Beberapa menit kemudian, kedua Prajurit Patroli Jalan Raya pun tiba di samping mobil mereka dan berniat mengetuk kaca jendela sebelah supir.


"Tok..... tok...... tok...... " Suara ketukan kaca jendela, Xiao Mei Mei pun kembali ke kursinya.


Arung pun mulai membuka kaca jendela mobil, terlihat dua orang Prajurit wanita dan laki-laki berdiri di samping mobilnya.


"Selamat pagi Tuan, dan Nona,"


"Mohon maaf tapi kalian tidak boleh parkir disini, karena mengganggu pemakai jalan lainnya." Ucap Prajurit Laki-laki tersebut.


"Maaf Tuan, tadi saya menerima telepon makanya saya berhenti sebentar,"


"Kalau begitu saya pergi dulu." Ucap Arung, terpaksa berbohong.


"Tampannya, seperti nya aku pernah melihat pemuda berambut merah ini di suatu tempat."


"Tapi dimana ya?"Gumam Prajurit Wanita Tersebut, kemudian mencoba mengingatnya.


"Aku ingat, dia adalah Pemuda Tampan yang masuk 4 besar ujian prajurit tahun ini." Gumam Prajurit Wanita tersebut.


Arung pun mulai menjalankan mobilnya kembali berniat mencari tempat untuk sarapan, Kali ini Xiao Mei Mei dan Arung hanya berdiam diri saja di dalam mobil lalu mendengarkan lagu-lagu cinta yang berasal dari dunia asal Arung.


Di Kantin Depan Perpustakaan Awan Hitam.


"Byurrrr................. " Suara hujan deras.


Robert Wong tengah sarapan bersama Kayla, ternyata Robert dan Kayla telah menjadi sepasang kekasih setelah penjelajahan di Perpustakaan Kuno. Saat ini Robert tidak masuk kerja dan berniat menjemput ibunda Kayla di airport Kota Awan Hitam.


"Ah.... senang nya hati ku, akhirnya status jomblo ku berakhir sudah." Gumam Robert.


"Lho kenapa termenung Robert, nanti makanan mu di hinggapi beast lalat lho." Ucap Kayla.


"Kayla benar-benar calon istri idaman." Gumam Robert.


"Baik sayang." Ucap Robert Wong.


"Ya.... ya... sayang, sudah cepat lah habis kan makanan mu,"


"Lalu kita pergi ke airport dan menunggu ibu dan ayah ku di sana." Ucap Kayla.


"Baik sayang, aku akan menghabiskan segera sarapan ku Kayla,"


"Apa pun akan kulakukan buat mu Kayla." Ucap Robert Wong.


Mendengarkan rayuan dari Robert Wong, Kayla pun tersedak lalu terbatuk.


"Uhuk......... uhuk...... uhuk....... " Suara batuk Kayla.


"Sayang kau tidak apa-apa?" Tanya Robert.


"Ini semua gara-gara kamu Robert semalam itu kecelakaan." Gumam Kayla.


"Ugh........ saat bangun pagi ini aku dan Robert tidak berpakaian, dan aku sudah melakukan kontrak jiwa dengannya." Gumam Kayla.


"Hiks...... hiks....... hiks....... " Tangis kecil Kayla.


"Ini semua gara-gara Miras......... " Teriak kecil di Hati Kayla.


Kayla dan Robert tidak menyadari kehadiran Dilla Azura di meja lainnya yang tengah menyamar menggunakan Topeng Siluman.


"Sepasang kekasih yang tengah di mabuk kasmaran," Gumam Dilla, sambil meneguk arak.


"Aku sudah mengikuti Robert selama beberapa hari ini, namun Arung belum pernah menunjukkan batang hidung nya sekali pun,"


"Yang ada hanya aku yang harus menonton adegan percintaan Robert selalu." Gumam Dilla, kemudian meneguk arak kembali.


Dilla pun teringat saat semalam, ketika Robert menyatakan cintanya kepada Kayla.


Apartemen Robert.


Saat itu Robert tengah berada di dalam kamar di dalam apartemen nya di dekat Perpustakaan, saat ini Dilla tengah bersembunyi di balik gorden jendela kamar Robert.


"Kring........ kring........... kring........ " HP milik Robert berdering.


Robert pun menjawab panggilan HP tersebut.


"Halo Kaylla, ada apa nelpon malam-malam begini,"


"Kangen ya sama aku." Ucap Robert, bercanda.


"Robert, untunglah kau masih bangun,"


"Tolong belikan aku Pil pereda sakit kepala Robert lalu antar kan ke rumah ku ya, pintu rumah ku tidak di kunci nanti masuk saja terus Robert." Ucap Kayla.


"Beep........ beep......... beep....... " Suara HP mati


"Kya.......... dia menyuruhku ke kamarnya,"


"Sepertinya dia ingin melakukan hal itu denganku, dan Pil Peredaran Sakit Kepala itu hanya umpan." Ucap Robert.


Saat ini Robert lagi gagal paham, sebenarnya Kayla sedang mabuk berat saat ini. Kayla pun telah mencoba menelpon Jupiter, namun tidak di angkat barulah dia menelpon Robert.


"Sebaiknya aku bersiap." Ucap Robert, kemudian membuka pakaiannya lalu mandi dan bersiap se rapi mungkin bertemu dengan pujaan hatinya.


Dilla yang sejak tadi mengawasi Robert pun hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Dasar bodoh, gadis itu pasti sedang mabuk berat,"


"Si bodoh ini malah mabuk kasmaran." Gumam Shilla.


Setelah selesai mandi dan berpakaian Robert pun beranjak ke apotik terdekat untuk membeli pil tersebut. lalu beranjak lagi menuju rumah Kayla yang ada di perbatasan, sementara itu Dilla mengikuti Robert terus menggunakan Sedan gelap miliknya.


Di dalam Sedan Gelap


"Kuharap aku melihat Arung di rumah Kayla, bisa saja Arung selama ini bersembunyi di rumah Kayla." Gumam Dilla.


Dilla sudah beberapa hari ini menguntit Robert, berniat mencari tahu keberadaan Arung. Ia pun selama ini berniat untuk meracuni Arung, agar dapat memenangkan pertandingan final Ujian Tahap Ke Dua tersebut.


"Dia sudah menepi sebaik nya aku mengikuti nya diam-diam dengan menggunakan jurus langkah petir." Gumam Dilla, lalu menepikan mobilnya.


Di Dalam Kamar Kayla.


Robert pun bergegas masuk ke dalam rumah Kayla lalu menuju kamarnya, begitu pula dengan Dilla yang mengikuti Robert secara diam-diam menggunakan jurus langkah petir nya. Tampak di atas ranjang Kayla sedang mengenakan piyama tidur yang super minim dan transparan berwarna hitam.


"Ugh.......... aku tidak kuat lagi, ini adalah kesempatan ku,"


"Aku harus membuat kontrak jiwa dengan Kayla segera malam ini." Gumam Robert, lalu mendekati Kayla dan menggenggam tangannya.


"Robert kau kah itu?" Ucap Kayla.


Saat ini di kamar Kayla cahaya penerangannya agak remang-remang, karena Kayla menghidupkan lampu tidur.


"Iya Kayla ini aku, ada yang ingin ku sampaikan kepadamu." Ucap Robert.


Saat ini Kayla sudah mabuk dan ia salah menangkap perkataan dari Robert, yang saat ini di dengarnya ialah.


"Kayla, ada yang ingin ku berikan kepadamu." Ucapan Robert yang ada di benak Kayla.


"Apa itu Robert cepatlah aku sudah kepanasan." Ucap Kayla.


"Ternyata dia sudah sangat haus........ " Gumam Robert.


"Maukah kau menjadi pacarku?" Tanya Robert.


Kali ini Kayla pun salah menangkap perkataan yang di ucapkan oleh Robert, yang saat ini di dengarnya ialah.


"Maukah kau sekaleng beer lagi." Ucapan Robert yang ada di benak Kayla.


"Ugh....... Robert ternyata ingin mengajak ku minum sekaleng beer lagi, ya sudah lah tidak ada salahnya minum sekaleng lagi." Gumam Kayla.


"Baiklah tentu saja aku mau." Ucap Kayla.


Beberapa saat kemudian kontrak jiwa pun terjadi antara Robert dan Kayla. Akibat alkhohol yang terlalu banyak serta efek setelah melakukan kontrak jiwa tubuh Kayla pun menjadi panas.


"Ugh...... tubuhku panas sekali." Gumam Kayla, kemudian membuka pakaiannya.


Kayla tidak menyadari Robert ada di sampingnya karena mabuk.


"Ia ternyata ingin melakukan hal tersebut, baiklah I'm coming Kayla." Ucap Robert, kemudian menutup jendela dan pintu rapat-rapat.


"Brukkk.............. " Suara bantingan pintu.


"Robert........... akh.....apa yang kau lakukan....... " Ucap Kayla.


Robert tidak mengindahkan perkataan Kayla dan terus melakukan hal itu.


"Dia pasti akan berterima kasih kepadaku esok hari." Gumam Robert.


Dilla pun sudah tidak kuat lagi melihat adegan mesum oleh Robert tersebut, lalu pergi keluar menggunakan jurus langkah petir.

__ADS_1


Kembali ke saat ini.


"Uek......... " Suara kecil ingin muntah yang di keluarkan Dilla.


"Jika mengingat kejadian itu, aku mau muntah saja, Robert benar-benar bodoh Kayla padahal sudah tak sadar kan diri tapi dia tetap menggesek-gesekkan nya." Gumam Dilla.


Apa yang di takuti Papanya Gisel ternyata terjadi pada Kayla, Miras memang sangat berbahaya bagi wanita bisa menyebabkan sebuah kontrak jiwa.


Saat ini


Beberapa saat kemudian Arung pun masuk kedalam kantin, sungguh suatu pertemuan yang kebetulan sekali.


"Akhirnya........ penderitaan ku selama beberapa hari mengikuti Robert terbayarkan." Gumam Dilla.


"Hiks...... hiks....... hiks......... " Tangis kecil Dilla.


Dilla yang sudah beberapa hari mencari-cari Arung pun tampak senang bercampur sedih. Beberapa saat kemudian Robert pun mulai menyadari kehadiran sahabat nya di dalam kantin tersebut.


"My Bro.... Pendekar Berambut Merah, sungguh kebetulan sekali." Gumam Robert.


"Bro..... bro sebelah sini." Teriak kecil Robert.


Arung pun mencari asal teriakan tersebut, setelah mengamati sekeliling akhirnya Arung menyadari kehadiran Robert.


"Robert...... " Ucap Arung, lalu beranjak ke tempat Robert.


"Oh... jadi laki-laki berkacamata itu adalah Robert." Gumam Xiao Mei Mei, lalu beranjak ke tempat Robert.


Sementara itu Dilla Azura langsung menjalankan siasat jahatnya dengan cara membunuh salah satu pelayan di Kantin tersebut, kemudian menyamar menjadi Pelayan tersebut.


Di Koridor Dapur


"Nona mau apa kau....... " Ucap Pelayan Tersebut.


Dilla kemudian menusuk perut Pelayan tersebut beberapa kali hingga pelayan tersebut tewas."


"Akh............... " Teriak kecil Pelayan tersebut.


Dilla pun kemudian memasukkan tubuh Pelayan yang sudah tak bernyawa tersebut kedalam cincin ruang miliknya.


"Arung.... bersiaplah meminum ramuan cintaku." Gumam Dilla, lalu mengenakan Topeng Siluman dan menyamar menjadi Pelayan Wanita tersebut.


Di dalam Kantin.


Arung dan Xiao Mei Mei pun bergabung bersama Robert dan Kayla.


"Sepertinya kultivasi Arung sudah pulih, bahkan ia sudah menerobos ranah berikutnya." Gumam Robert Wong.


"Gadis cantik lainnya, bahkan kecantikan nya melebihi Gisel dan Shilla,"


"Gadis ini kecantikan nya sebanding dengan Jendral Es, si mana Arung bisa mengenal nya." Gumam Kayla.


"Bro..... kau makin playboy aja ya, kenalkan pada kami donk pacar barumu itu." Ucap Robert Wong.


"Wah.... pacar, teman Arung ini seperti nya seorang laki-laki yang baik." Gumam Xiao Mei Mei.


Mengetahui Robert menganggap dirinya adalah pacar Arung, Xiao Mei Mei pun senang lalu tersenyum ke arah Robert.


"Arung gimana dengan Shilla dan Gisel, apakah mereka tidak keberatan?" Tanya Kayla.


"Kayla jangan bertanya yang tidak-tidak, Sayang,"


"Kau dapat merusak suasana pagi ini saja." Ucap Robert.


"Sayang, seperti nya terjadi sesuatu setelah mereka keluar dari Perpustakaan Kuno." Gumam Arung.


"Kenalkan namaku Xiao Mei Mei." Ucap Xiao Mei Mei.


"Aku Kayla Amara, dan di samping ku ini Robert." Ucap Kayla.


"Robert kebetulan sekali hari ini aku.......... " Ucap Arung.


Belum habis Arung berbicara Dilla yang telah menyamar sebagai Pelayan menghampiri meja mereka.


"Maaf Tuan dan Nona, mau pesan apa?" Tanya Pelayan tersebut.


"Miki kau sungguh profesional, kau tau aja kalau my bro ku sedang lapar." Ucap Robert.


Robert ternyata mengenal Pelayan Cantik tersebut.


"Ternyata si kaca mata mesum ini mengenal gadis ini,"


"Oh.........nama pelayan ini adalah Miki,"


"Sebaiknya aku pura-pura mengenal Robert juga." Gumam Pelayan tersebut.


Pelayan tersebut lalu tersenyum kepada Robert.


"Aku pesan segelas susu kijang ya dan sepiring lontong." Ucap Arung.


"Mei Mei kau mau pesan apa?" Tanya Arung.


"Aku idem aja, Arung." Jawab Xiao Mei Mei.


"Wah ternyata my bro sangat perhatian dengan pacar barunya." Gumam Robert.


"Buatkan jadi dua porsi ya Nona Cantik." Ucap Arung.


"Adik Kecil, memanggil pelayan tersebut dengan panggilan Nona Cantik,"


"Ugh...... kau sudah memiliki Aku, Gisel lalu Shilla, namu kau masih saja melirik gadis cantik lainnya,"


"Aku curiga kalau kau sudah menjadi seorang Pendekar Fuckboy." Gumam Xiao Mei Mei.


"Hiks...... hiks..... hiks...... " Tangis kecil Xiao Mei Mei.


"Baik Tuan." Ucap Pelayan tersebut.


"Miki buatkan lontong tersebut dengan bumbu yang paling enak di Kantin ini, seperti biasanya ya Miki." Ucap Robert.


"Baik Tampan, akan ku tambahkan bumbu cintaku sedikit kedalamnya." Ucap Pelayan tersebut, lalu kembali ke dapur.


"Dasar laki-laki buaya darat, baru semalam hinggap di sekuntum bunga lalu mengambil inti sarinya,"


"Sekarang malah mencari bunga lainnya berniat meniduri nya, walaupun semalam itu adalah kecelakaan,"


"Rasakan ini." Gumam Kayla, kemudian menginjak kaki Robert.


Robert yang kaki nya kesakitan berteriak kecil.


"Aduh.......sakit Kayla. "


"Apaan sih Kayla, kenapa kau menginjak kaki ku." Ucap Robert.


"Ternyata kau playboy juga ya." Ucap Kayla.


"Ternyata Kayla wanita yang cemburu buta, sebaiknya saat bersamanya aku harus menjaga lisanku." Gumam Robert.


"Ha...... ha...... ha...... " Tawa Xiao Mei Mei dan Arung melihat pertengkaran Robert dan Kayla.


Beberapa saat kemudian pesanan Arung dan Xiao Mei Mei pun tiba, mereka berdua pun sarapan bersama Robert dan Kayla. Sementara itu Dilla langsung beranjak keluar dengan raut wajah penuh kepuasan dari dalam kantin tersebut.


Di dalam Sedan Gelap milik Dilla Azura.


"Ha...... ha...... ha..... " Tawa Kecil Dilla.


"Rencana ini akhirnya berjalan dengan lancar,"


"Besok kau pasti akan kalah Arung." Gumam Dilla.


Saat menyamar menjadi Pelayan, Dilla sudah berhasil membubuhi makanan Arung dengan Racun Penghilang Tenaga Dalamnya. Selama ini ternyata Dilla Azura menang telak dengan meracuni lawan tandingnya, sungguh Gadis Cantik yang sangat licik.


"Sebaiknya aku segera menjumpai Tetua Yaoyan untuk mengambil kembali Pedang Iblis Hitam ku." Ucap Dilla.


"Ha...... ha...... ha..... " Tawa Kecil Dilla.


Kembali ke Kantin depan Perpustakaan Awan Hitam.


Beberapa saat kemudian mereka berempat pun selesai sarapan.


"Ini ada sedikit bekas makanan yang menempel di bibirmu Arung." Ucap Xiao Mei Mei, lalu mengelap bekas makanan tersebut menggunakan sapu tangan merah miliknya.


Kayla dan Robert yang melihatnya pun takjub akan ketulusan cinta Xiao Mei Mei.


"Mesra nya mereka, my bro memang benar-benar pandai memilih pacar." Gumam Robert.


"Robert kebetulan sekali kita berjumpa disini, aku memang sedang mencari mu." Ucap Arung.


"Sama bro, aku sudah lama menunggumu di Kota Awan Hitam ingin memberikan bagian mu." Ucap Robert, lalu mengeluarkan tiga buah cincin ruang berwarna biru.


"Bagian?" Gumam Xiao Mei Mei.


"Ini ambillah Arung, di dalam masing-masing cincin terdapat 8 salinan Kitab jurus, 1 rak raksasa yang berisi buku-buku, dan 20 pil awet muda tingkat misterius." Ucap Robert.


Xiao Mei Mei pun menatap ke wajah Arung, begitu pula dengan Arung menatap ke wajah Xiao Mei Mei.


"Apa........... 20 buah Pil Awet muda, untuk mendapatkan satu pil saja aku dan Arung hampir tewas di Pulau Makam Kuno." Gumam Xiao Mei Mei.


"Wah....... kali ini hasil yang kita dapatkan cukup mantap bro." Ucap Robert.


"Baiklah aku simpan ya." Ucap Arung, kemudian menyimpan ketiga cincin biru tersebut.


Arung sebenarnya sangat terkejut namun karena dia memiliki teratai kebijaksanaan ia pun tetap tampak tenang.


"Kayla, Jupiter kenapa tidak ikut sarapan bersama kalian?" Tanya Arung.


"Dia sedang menjaga Wakil Komandan Luna di Rumah Sakit, Arung." Ucap Kayla.


"Oh iya..... nanti apabila aku punya waktu, aku akan menjenguk nya lagi." Gumam Arung.


"Robert ayo kita segera menjemput ibu ku di airport." Ucap Kayla.


"Baik lah Kayla, aku akan pamit dengan my bro ku dulu." Ucap Robert.


"Sudah.... tidak apa-apa Robert, pergilah jemput calon mertua mu dulu saja." Ucap Arung.


Mendengar Arung berkata seperti itu, pipi Kayla pun memerah. Arung belum menyadarinya saat ini, bahwa ibunya Kayla adalah Tabib Syu yang baru saja dinikahi oleh ayah angkat nya Bongpal.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya bro, biar aku yang bayar." Ucap Robert, lalu membayar makanan kemudian pergi meninggal kan mereka.


Beberapa saat kemudian.


"Arung, wah................keberuntungan mu sangat besar dari mana kau mendapatkan semua harta ini?" Tanya Xiao Mei Mei.


"Begini ceritanya........." Ucap Arung lalu menceritakan petualangannya di Perpustakaan Kuno Jangbaek.


Beberapa saat kemudian.


"Oh begitu ya, kau dan Robert menemukan sebuah Perpustakaan Kuno di dasar Ngarai Biru," Ucap Xiao Mei Mei.


"Benar Mei Mei,"


"Setelah bertemu Robert, urusanku pun berarti sudah beres,"


"Hari ini aku mau pergi ke Danau Mematikan untuk bersantai sejenak, kau mau ikut dengan ku Mei Mei." Ucap Arung.


"Benar-benar aneh, kenapa Arung bersantai di Danau Mematikan,"


"Dari namanya saja sudah sangat berbahaya dan bukan tempat bersantai,"


"Ya sudahlah,"


"Kalau denganmu Adik Kecil, aku akan mengikuti mu walau ke dasar samudra sekalipun." Gumam Xiao Mei Mei.


"Kebetulan sekali sudah lama juga aku tidak memancing, baiklah Arung mari kita ke Danau Mematikan." Ucap Xiao Mei Mei.


"Namanya saja sudah Danau Mematikan, bagaimana bisa memancing di Danau tersebut." Gumam Arung.


Arung memilih Danau Mematikan untuk bersantai di karenakan tempatnya yang tenang, ia berniat menenangkan dirinya untuk pertandingan esok hari.


"Lawan Ku kali ini tidak bisa diremehkan, pada pertandingan-pertandingan sebelumnya dia selalu menang telak." Gumam Arung.

__ADS_1


"Dimana letak Danau Mematikan itu ya?" Gumam Xiao Mei Mei.


Mereka berdua pun pergi menuju Rawa Siluman Air untuk bersantai di pinggiran Danau Mematikan tersebut.


__ADS_2