
-[Arena]-
Kesadaran Komandan Arung pun telah kembali ke dalam tubuh nya, ia pun mulai membuka kedua belah matanya dan mulai mengamati sekitar nya setelah nya.
"Ugh.... Hampir saja leher ku di gorok di atas ranjang pink itu oleh Wanita Iblis Berlidah Panjang itu." Gumam Arung kemudian mulai menghembuskan nafas panjang nya.
"Huft............" Suara Nafas Panjang nya tersebut.
Ayu, Shilla,dan juga Jeni kembali tenang saat menoleh ke arah Komandan nya yang tampak sehat-sehat saja setelah mengeluarkan darah hitam yang pekat dari dalam mulut nya sebelum nya.
"Fiuh........... "
"Kau hampir saja membuatku terkena serangan jantung My Lovely Arung." Gumam Gadis Berambut Hitam berkilauan tersebut sambil tersenyum lega ke arah Calon Imam nya tersebut.
"Bos... Untung lah kau tidak apa-apa, aku sempat cemas juga tadi." Gumam Jeni Galgadoth sambil tersenyum lega ke arah Bos yang telah menodai serta mencuri hati nya tersebut.
Sang Komandan yang sedang duduk bersimpuh dengan kedua belah tangan yang terus mengeluarkan Api Beku nya pun mulai menoleh ke arah kedua Gadis Milik nya tersebut.
"Sepertinya Shilla dan Gadis Penurut itu khawatir dengan keadaan ku sebelum nya, sungguh aku sangat beruntung di cintai oleh kedua gadis tersebut." Gumam Arung kemudian mulai membalas senyuman kedua Alkemis Cantik tersebut.
"Ugh.... Awas kau Jeni... " Gumam Shilla yang masih tidak menerima hubungan di antara Arung dan Jeni.
-[Tim Dilla]-
Senyuman licik mulai terlihat di wajah Dilla yang menandakan Proses Pembakaran Pil nya telah sepenuhnya selesai.
"Dilla sudah tiga jam." Ucap Komandan Jackal yang sejak tadi terus memperhatikan aplikasi timer di layar HP mewah nya tersebut.
Dilla sudah mengetahui jika proses pembakaran tersebut telah selesai sejak tadi dari aroma wangi yang berasal dari benda berdiameter dua meter yang sedang melayang tersebut.
"Ya Jackal.... " Ucap Dilla Azura.
Gadis Licik itu pun mulai menyudahi mengeluarkan tenaga dalam elemen petir nya tersebut, lalu mulai berdiri dengan anggun dan tenang nya di atas arena tersebut.
"Ugh.... Aku lelah banget sejak tadi terus mengeluarkan Jurus Telekinesis Alkemis ini." Gumam Alia lalu mulai menurunkan Tungku Obat tersebut secara perlahan ke lantai arena bersama dengan sahabat nya Kiky.
"Dup....... " Suara saat Tungku Obat tersebut mendarat mulus di atas lantai arena tersebut.
Kiky, Alia, dan juga Komandan Jackal pun mulai beranjak ke sebelah Dilla Azura, senyuman sinis terlihat di wajah Komandan Jackal saat melihat Kekasih Cantik nya tersebut.
__ADS_1
"Kau sudah berjanji padaku Dilla, jika proses pembakaran pil hari ini berjalan dengan lancar,"
"Malam ini kau akan menemaniku tidur bersama dan mengizinkan ku melakukan apa pun yang aku mau pada mu." Gumam Komandan Jackal lalu mulai menggenggam tangan lembut Kekasih nya itu dengan mesra.
Dilla pun mulai paham dengan maksud dan tujuan Komandan Jackal menggenggam tangannya tersebut, Gadis licik itu pun mulai menggelitik telapak tangan Komandan Jackal dengan beberapa kali garukan jari telunjuk.
"Ugh... Dilla, sepertinya kau juga tidak sabaran lagi untuk bersenang-senang nanti malam." Gumam Komandan Jackal.
Melihat gelagat Komandan Gila Cium dan Sahabat baik nya tersebut Alia dan Kiky pun mulai mengeluh dan bergumam kompak di dalam hati nya.
"Huh....... "
"Pasti mereka hendak melakukan Wrestling Cetar Membahana lagi setelah ini, kenapa mereka tidak menikah saja." Gumam Kesal Kedua JOJOBA tersebut.
NOTE : JOJOBA adalah singkatan dari Jomblo-Jomblo Bahagia.
Tetua Ranggo yang merupakan salah satu juri penilai di dalam ujian tersebut pun mulai melesat terbang dari Pinggiran Tribun Penonton ke atas Arena tersebut.
"Bagus... Satu telah selesai, hari mendebarkan ini akan segera berakhir." Gumam Tetua Ranggo sambil melesat terbang.
"Dup......... " Suara saat tapak kaki Tetua Ranggo mendarat di atas arena tersebut.
-[Tim Milea]-
Sama seperti Dilla, Milea pun dapat menebak jika Pil yang mereka bakar telah selesai dari aroma wangi yang tercium dari arah Tungku Obat nya.
"Komandan Lily, Cici, Bayli, Pil nya sudah jadi." Teriak Milea lalu menyudahi mengeluarkan tenaga dalam elemen petir nya ke arah Tungku Obat tersebut.
Kedua Alkemis berpakaian putih itu pun mulai menurunkan Tungku Obat secara perlahan ke lantai arena menggunakan Jurus Telekinesis Alkemis nya.
"Dup........... " Suara saat Tungku Obat tersebut mulai mendarat mulus di atas arena.
Komandan Lily beserta Cici dan Bayli pun mulai beranjak ke sebelah Milea setelah nya.
Tetua Hiengge Faraday yang sejak tadi berada di Pinggiran Tribun Penonton pun mulai melesat terbang ke arah arena setelah Tim Milea selesai melakukan Proses Pembakaran Pil.
"Whusss......... " Suara hempasan angin saat Tetua Hiengge Faraday melesat terbang meninggalkan Pinggiran Tribun Penonton tersebut.
"Dup............. " Suara saat tapak kaki Salah Satu Tetua di AKPAVLA tersebut mendarat di lantai arena.
__ADS_1
Sama seperti Tetua Ranggo Sakura yang sedang berdiri dengan tenang di belakang Tungku Obat tersebut, Tetua Hiengge Faraday pun menunggu tim selanjutnya selesai baru kemudian melakukan penilaian bersama Tetua-Tetua lain nya.
-[Di Langit Di Dekat Kota Seribu Obat]-
Jendral Wilson Cherokee saat ini sedang melesat terbang bersama Tetua Laraz Rose dan juga Ratu Gina Aeroh menuju Puncak Gunung Seribu Obat untuk bergabung bersama Jendral Es dan yang lainnya dengan membawa serta bala tentara nya.
"Whusssss.............. " Suara hempasan angin saat Jendral Wilson Cherokee dan yang lain nya melesat terbang di angkasa.
"Semoga saja kita bisa tiba tepat pada waktu nya, aku khawatir dengan keselamatan Jendral Es dan yang lain nya." Gumam Jendral Wilson Cherokee sambil menoleh ke arah Ratu Gina dan Tetua Laraz.
Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di dekat stadium, Jendral Wilson pun mulai berhenti kemudian berbalik badan ke arah bala tentara nya yang saat ini terbang di belakang nya.
"Kalian semua bersembunyi lah di sekitar hutan, tunggu aba-aba dari ku." Perintah Jendral Wilson Cherokee.
"Siap Jendral.... " Sahut kompak seluruh Prajurit-Prajurit tersebut lalu mulai bersembunyi di sekitar hutan, begitu pula dengan 100 Prajurit Manusia Beast ikut bersembunyi di sekitar hutan tersebut.
"Laraz, Ratu Gina, ayo kita ke Stadium aku harus menyampaikan informasi ini kepada Panglima Perang ku langsung." Ucap Jendral Wilson Cherokee.
Jendral tersebut tidak menggunakan panggilan HP untuk memberitahukan informasi tersebut kepada Jendral Es karena khawatir panggilan tersebut akan di sadap oleh pihak lain nya, Jendral tersebut pun berinisiatif langsung menuju ke TKP untuk menginformasikan langsung informasi jumlah pasukan musuh serta rencana pembelotan Sekte Kupu-Kupu Hantu ke Kubu Kekaisaran kepada Panglima Es.
NOTE : TKP kepanjangan nya adalah Tempat Kejadian Perkara.
"Wilson tampak panik sekali, sepertinya masalah kali ini benar-benar masalah besar." Gumam Ratu Gina sambil mengangguk kan kepalanya lalu kembali terbang ke arah Stadium juga.
"Ayo Jendral Wilson." Ucap Tetua Laraz Rose.
-[Tribun Khusus]-
Beberapa menit kemudian pun Jendral Wilson dan yang lain nya tiba di Tribun Khusus saat Tim Dilla dan Tim Milea telah selesai melakukan Proses Pembakaran Pil tersebut.
"Dup........ " Suara saat tapak kaki mereka bertiga mendarat di lantai tribun khusus tersebut.
Alangkah terkejut nya Jendral Catherine, Bu Diamond, dan juga Dewi Obat menyaksikan kedatangan Jendral Wilson Cherokee yang tiba-tiba tersebut.
"Wilson.... Mau apa dia kemari, bukankah dia saat ini sedang bertugas mengamankan situasi dan kondisi di Kerajaan Phoenix Air?" Gumam Jendral Catherine.
TO BE CONTINUED.........
[MOHON VOTE DAN LIKE NYA AGAR NOVEL INI TETAP TERBIT ON TIME CC NOVELIS JALANAN].
__ADS_1