
-[Langit Gurun Api Es, 20 tahun yang lalu]-
Malam hari.
Sebuah White hole pun muncul di sekitar langit di atas Danau Oasis tersebut.
"Warp.... warp.... warp..... " Suara saat tubuh Arung dan Sarah ke luar dari dalam White Hole tersebut.
"Brukk..... Brukk...... " Suara saat tubuh mereka berdua jatuh ke pinggiran Danau tersebut.
"Apa itu tadi Arung?" Tanya Sarah.
"Aku hanya tahu kalau itu adalah White Hole Sarah, terakhir kalinya aku berurusan dengan lubang tersebut aku terdampar ke masa lima tahun yang lalu." Ucap Arung.
"Berarti ini sebuah gerbang waktu, ada yang aneh kenapa gerbang ini bisa muncul secara tiba-tiba seperti ini." Gumam Sarah.
"Ugh....... ya sudah lah Arung, sebaik nya kita beristirahat saja dulu." Ucap Sarah.
Arung pun mulai mengeluarkan bola ruang dari dalam cincin penyimpanan milik nya tersebut, ia lalu mulai menguburkan benda bulat itu di tepian Danau Oasis tersebut.
"Benda apa itu, apakah itu semacam jimat." Gumam Sarah, saat melihat suami nya menguburkan sebuah benda bulat di dalam tanah.
"Dia pasti akan terkejut saat masuk ke dalam nya." Gumam Arung.
Ia pun mulai menggenggam tangan Sarah dengan mesra dan erat, lalu mulai mengucapkan sebuah pasword.
"CLARA....." Ucap Arung.
"Lho.... siapa lagi itu Clara?" Gumam Sarah.
Sepasang Suami Istri itu pun mulai terhisap ke dalam Bola Ruang tersebut. Dalam sekejap mata mereka pun tiba di depan Gerbang Mansion Putri Naga Kecil.
"Dup............. " Suara Tapak kaki mereka berdua saat mulai mendarat di atas tanah.
"Dimana lagi kita saat ini Suami ku?" Tanya Sarah mulai bingung saat mengamati sekeliling nya.
"Kita saat ini sedang berada di dalam bola kecil yang ku tanam tadi Istri ku." Ucap Arung, lalu mulai menjelaskan mengenai Bola Ruang serta Dunia Kecil yang berada di dalam nya tersebut.
-[Beberapa jam kemudian, di dalam kamar Putri Naga Kecil di lantai tiga]-
Tampak Arung sudah berganti pakaian dengan pakaian tidur nya, sementara itu Sarah baru saja selesai mandi dan hanya menutupi tubuh nya dengan sehelai handuk saja.
"Ugh...... Sarah begitu menggoda." Gumam Arung saat menoleh ke arah Sarah.
__ADS_1
"Oh iya ..........Sarah bagaimana bisa ranah mu kembali menerobos ke ranah alam malaikat puncak, saat itu kan ranah mu telah turun?" Tanya Arung.
Saat itu mereka bertiga telah berbagi essensi Ular bersama yang menyebabkan penurunan ranah kultivasi kedua Kakak Beradik tersebut.
"Aku dan Kakak mengkultivasi Pil Ular Kuno, sehingga kami berdua dapat kembali menerobos ranah puncak kami, mungkin dalam beberapa bulan lagi ranah ku akan menerobos lagi, Pil Ular Kuno memang sangat hebat Suamiku." Ucap Sarah.
"Lho.... dari mana kalian bisa mendapatkan Pil tersebut?" Tanya Arung.
"Seseorang menjatuhkan nya di depan pintu kamar penginapan sesaat setelah kau kembali ke Planet asal mu Arung." Jawab Sarah lalu mulai duduk di pangkuan Suaminya sambil memeluk leher nya.
Yang di maksud Sarah kembali ke Planet asal nya adalah saat Arung menggunakan Token Teleportasi Darurat dan kembali ke atas Dek Kapal Layar Langit di Pelabuhan.
"Kalian berdua sungguh sangat beruntung Sarah." Ucap Arung.
"Kau Juga sangat beruntung malam ini Suami ku." Ucap Sarah lalu mulai melummat habis bibir Suami nya tersebut.
"Ugh..... ini yang sudah kutunggu-tunggu selama ini." Gumam Arung, lalu mulai membalas ciuman panas Gadis Cantik tersebut.
Wrestling gaya bebas pun kembali terjadi di dalam kamar yang penuh sejarah tersebut.
"Minum ini Arung." Ucap Sarah sambil meminum kan sekendi arak ular merah kepada Suami nya tersebut.
"Glekkkk..... glekkk.... glekkk......... " Suara saat Arung meneguk habis sekendi arak ular tersebut.
Arak Ular Merah itu juga dapat berfungsi sebagai obat kuat bagi laki-laki atau pun wanita.
-[Saat ini di belantara hutan Gurun Api Es]-
Seorang Panglima Perang Jendral Api Kekaisaran Dewi Es dan juga merupakan seorang Matriak Keluarga Tiger, Yuki Tiger saat ini sedang menyamar menjadi seorang Komandan Bertopeng Emas sesuai dengan perintah dari Kaisar Es. Dia saat ini sedang memimpin 100 orang Prajurit untuk memburu dan membunuh Kura-Kura Raksasa Bercangkang Emas yang ada di dalam Gurun Api Es tersebut.
"Komandan, kita sudah menyisir seluruh tempat ini selama beberapa hari, tapi kita belum menemukan jejak dari Beast itu." Ucap Wakil Komandan Luna.
Saat ini Yuki Tiger mengenakan topeng emas agar tidak dapat di kenali oleh yang lain nya.
"Tenang Luna, informasi ini tidak mungkin salah sebaik nya malam ini kita beristirahat di atas pohon yang ada di sekitar Danau Oasis tersebut." Ucap Yuki Tiger.
"Siap Komandan." Ucap Luna, lalu muai memerintahkan para Prajurit-Prajurit tersebut untuk beristirahat di atas pepohon sesuai perintah Komandan nya.
"Firasatku gak enak banget." Gumam Yuki Tiger, lalu mulai bermeditasi di atas pucuk pohon tertinggi.
Beberapa jam pun telah terlewati, seseorang mulai mengendap-ngendap di balik pepohonan di sekitar Danau Oasis tersebut, ternyata orang itu adalah Komandan Berserker. 20 Tahun yang lalu Berserker masih berpangkat sebagai Komandan, dan Shana Azura masih berpangkat sebagai Jendral.
"He.... He..... He..... " Tawa Kecil Komandan Berserker.
__ADS_1
Ia pun mulai melemparkan sebuah bom petir ke dalam Danau Oasis tersebut.
"Matilah kau Jendral Api." Gumam Berserker lalu mulai melarikan diri.
Bagaimana bisa Komandan Berserker mengetahui kalau Jendral Api saat ini sedang menyamar menjadi seorang Komandan Bertopeng Emas, semua nya adalah rahasia semesta.
"Blurpppppppppp................. " Suara saat bom petir mulai tenggelam.
Beberapa saat kemudian bom tersebut pun mulai meledak, aliran listrik bertegangan tinggi pun mulai menyetrum apa pun yang ada di dalam Danau tersebut.
"Drrrrttttttt......... Drrrrtttttt........... " Suara beberapa Beast level rendah yang tersetrum lalu tewas dan mengambang di atas permukaan Danau tersebut.
"Aurghhhhhhhhhh........................ " Suara raungan dari dalam air.
Raungan itu pun sangat besar sehingga mulai membangunkan Jendral Api dan yang lain nya.
"Raungan yang sangat memilukan." Gumam Yuki Tiger, lalu terbang ke atas Danau Oasis tersebut.
"Whusss........." Suara hempasan angin saat Yuki Tiger mulai melesat terbang.
Wakil Komandan Luna beserta yang lain nya pun telah bersiap berperang di tepian Danau tersebut, beberapa ekor Leopold Hitam Es pun mulai bermunculan dari balik pepohonan dan bersiap menyerang. Walau ranah kultivasi Leopold-Leopold tersebut masih berada di ranah alam bumi puncak, namun jumlah mereka sangatlah banyak.
"Kalian hadapi Leopold-Leopold tersebut biar aku yang menghadapi Beast yang akan keluar dari dalam Danau ini." Perintah Yuki Tiger.
"Siap Komandan..........." Sahut kompak Wakil Komandan Luna beserta Prajurit-Prajurit lain nya.
"Aurghhhh...... Aurghhhh......... " Raungan Beast-Beast tersebut, lalu mulai menerjang ke arah Prajurit-Prajurit tersebut.
"Hyattttt.................................. " Teriak Wakil Komandan Luna, lalu menerjang ke arah Leopold-Leopold tersebut.
Pertarungan sengit pun mulai terjadi di sekitaran Tepian Danau, sang Komandan Bertopeng Emas pun masih terus bersiap menunggu kedatangan makhluk yang hidup di dasar Danau Oasis tersebut.
-[Ke Pertarungan Wakil Komandan Luna]-
Gadis cantik tersebut pun mulai mengeluarkan sebuah Pedang Petir Ungu, ke lima Leopold Hitam Es pun mulai menerjang ke arah Wakil Komandan Luna dengan buas nya.
"Slashhhh....... Slasshhhh......... Slashhhh........." Suara saat Pedang Petir Ungu mulai memenggal kepala kelima Leopold Hitam Es.
"Brukkkk....... Brukkk...... Brukkkk........." Suara saat tubuh makhluk-makhluk tersebut mulai berjatuhan.
"Huft........ " Suara Nafas Panjang Wakil Komandan Luna.
"Sebaik nya aku membantu Prajurit-Prajurit lain nya." Gumam Wakil Komandan Luna, lalu mulai melesat menggunakan Jurus Langkah Petir milik nya ke arah pertarungan lain di sekitar nya.
__ADS_1
"Duarghhhh...... Duarghhhhh........ " Suara-Suara Ledakan di sekitaran Tepian Danau tersebut.